Latest Entries »


Sesuai janji saya kepada teman-teman. Sedikit rangkuman saya mengikuti workshop personal statement ala ‘negeri 5 menara’

PERSONAL STATEMENT ( Bapak Rony Bishry Ph.D )

#Tulisan yang harus di siapkan

1. Latar belakang pendidikan

2. Networking dalam keilmuan

3. Rencana studi dan rencana riset

4. Harapan masa depan setelah beasiswa (tertulis utk seleksi administrasi dan bahan wawancara)

Nb : Tekankan hebatnya pendidikan yg sudah kita tempuh , selalu dalam bentuk tertulis administrasi dan bahan wawancara.

#Mengenal Personal Statement 

1. Informasi mengenai latar belakang ilmu, dimana didapatkan dari siapa aja tokohnya.

2. Mencari 10-20 terbaik dari 100 calon.

3. Mencari calon penerima beasiswa yg layak meningkat ke wawancara.

4. Mencari calon penerima beasiswa dengan fokus riset dan bidang studi yg jelas.

5. Melihat kemampuan calon penerima beasiswa dalam komunikasi tulisan.

#Siapa Pembaca Personal Statement?

1. Orang yg berpengalaman membaca personal statement.

2. Orang yg berpengalaman di dunia pendidikan.

3. Tim seleksi akademis beasiswa.

nb :  Jumlah pembaca personal statement biasanya 1-2 orang

#Kriteria Personal Statement Yang tidak direkomendasikan

1. Kurang dapat menerangkan latar belakang pendidikan dan arah pendidikan.

2. Latar belakang pendidikan kurang meyakinkan.

3. Perlu pengalaman dalam menulis paper.

4. Perlu memfokuskan rencana belajar dan rencana riset.

5. Tulisan tidak mengundang perhatian

6. Mengambil statemen orang lain tapi penggunaan salah dan bahasa menjadi aneh.

#Kriteria Personal Statement yang direkomendasikan

1. Cukup memenuhi syarat beasiswa.

2. Dari tulisan dianggap siap untuk melakukan program beasiswa

3. Sudah memiliki rencana studi dan riset.

4. Sudah kontak dengan universitas dan profesor.

5. Ada kesesuaian latar belakang dan rencana studi.

#Yang Sangat direkomendasikan

1. Sangat memenuhi persyaratan.

2. Tulisan sangat menonjol dari segi akademis.

3. SDM memeiliki rencana studi dan riset yg fokus.

Beberapa tips : 

1. Jangan menggunakan bahasa orang lain.

2. Baca apa yg kita tulis beberapa kali.

3. Jangan menjawab apa yang bukan ditanyakan.

4. Pakailah bahasa yg lugas untuk mudah dipahami.

5. Riset dan tulisan yg dilaporkan perlu di ingat untuk nanti wawancara.

6. Konsentrasi membicarakan rencana program studi.

7. Yakin anda adalah ahli bidang nya.

8. Yakinkan anda mengenal networking di bidang anda.

9. Perlihatkan anda sangat komunikatif dalam tulisan.

10. Perlihatkan anda jelas dengan rencana studi dan karir.

11. Lihatkan lebih baik dari calon yg lain.

12. Perlihatkan bahwa tidak ada masalah untuk anda menerima beasiswa.

Itu lah sedikit tips yang saya rekam, untuk contoh nya dalam bentuk hardcopy. silahkan email aja siti.sukainah07@gmail.com

Mohon maaf..


Opick – Bila Waktu Telah Berakhir


Video orang atheis dari Ausie yang cerita gimana proses dia mencari agama sampai akhirnya masuk Islam. Funny but really inspiring.

Seringkali pencarian yang sebenarnya justru memberikan pemahaman dan keimanan yang lebih kuat daripada sekedar beriman tanpa berpengetahuan.


Jika ada wanita belum mau menikah karena mau menuntut ilmu, maka sebenarnya tempat terbaik untuk belajar adalah suaminya.
dr.Raehan al-bahraen

Tidak ada nikmat yang lebih baik dari teman yang shalih, yang diberikan kepada seorang hamba setelah Islam. Jika dia lupa temannya mengingatkan, jika dia ingat ia membantunya. Siapa dari kalian mendapatkan cinta dari temannya, hendaklah ia memegangnya, karena sesungguhnya hal itu sangat jarang ditemukan.

Umar bin Khaththab


1By : Nur Sholahuddin Fajri

EDUCATION FAIR (FREE)
Pemburu Beasiswa

“ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015”
Sabtu, 14 September 2013 | Graha Saba Pramana UGM

Ini link registrasi ONLINE Education fair 2013  —-> http://pemburubeasiswa.org/pendaftaran-edufair-2013-pemburubeasiswa/

993948_4532969982945_1487721991_n

“ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015”
Sabtu, 14 September 2013, 08:00-15:30 di Graha Saba Pramana UGM

‪#‎PameranBeasiswa‬
ADS, AMINEF, British, DAAD, IIEF, Monbugakusho, Neso, etc.
‪#‎Seminar‬
1.Harry Firmansyah

2. Bezie Galih Manggala

3. Muhammad Assad

4.Dude Harlino

5. Nadia K Hakman

6.Dinar Catur Instiyanto,

7. Nur Febriani Wardi


#‎SkypeVideoConference‬

1. Agus Sofyan (Amerika Serikat)

2. Iwa Kartiwa (Korea Selatan)

3. Ferry Anggoro Ardy Nugroho (Swedia)

4. Asri Pramutadi Andi Mustari (Jepang)


Tegang! Mungkin itulah padanan kata yang tepat ketika saya pernah berselisih paham dengan seorang sahabat. Adalah M, sahabat saya tersebut. Seorang gadis muda yang tegas namun penuh ketulusan dalam setiap langkahnya, meskipun tidak setiap orang bisa memahami ketegasan di balik ketulusannya itu. Ketegangan yang sempat terjadi diantara kami membuat kami harus mengevaluasi diri, dimana letak salah kami selama ini.

Namun bukan apa sebab ketegangan yang ingin saya bicarakan di sini, tapi sikapnya yang begitu bijak menyikapi ketegangan tersebut. Coba lihat sebuah pesan yang dia kirimkan kepada saya,

When the nails grow, we cut the nails, not the fingers. Similarly, when the misunderstandings raise, we should cut the misunderstanding, not the relations. (Ketika kuku tumbuh, yang kita potong adalah kukunya, bukan jarinya. Sama halnya, ketika kesalahpahaman terjadi, yang kita potong adalah kesalahpahamannya, bukan hubungannya).”

Begitu bijak kata-kata tersebut hingga menginspirasi hidup saya dan meredakan ketegangan yang terjadi. Entah darimana ia dapatkan kata-kata itu, dari buku, internet, atau dari manapun, tak menjadi persoalan bagi saya, karena yang penting kata-kata itu bisa merubah cara pandang saya dalam menyikapi sebuah perselisihan.

Sebab bagaimanapun buruknya sebuah perselisihan dan ketegangan, ia tak bisa diselesaikan dengan kebencian apalagi kekerasan, ia hanya bisa diselesaikan dengan pengertian dan kesabaran. Bila pengertian laksana cahaya dan perselisihan laksana kegelapan, maka cahaya sekecil apapun pasti bisa bersinar di tengah kegelapan. Jadi cobalah untuk bisa mengerti sebelum ingin dimengerti orang lain.


PB

cropped-header-fb-profile

Sampul Pemburu Beasiswa

By : Sholahuddin Fajri

267221_10200413301319173_374312343_nKOPDAR  Panitia  13 Juli 2013

PB2

Minggu, 21 juli 2013  @Balairung UGM

2

1

Perasaan untuk Hari Esok


Sebenarnya mata saya sudah benar-benar tidak bisa di ajak kompromi, tinggal beberapa watt breeeeg terkapar. Tapi lagi lagi tertampar tulisan dari mas gun (KURNIAWAN GUNADI, Mahasiswa Faculty of Art and Design ITB 2009)

Saya copas dari tumblr nya : (tanpa mengurangi sedikit tulisan hasil karya nya)

 

Orang yang pandai menjaga perasaannya akan tahu makna penjagaan itu sampai datang waktu tibanya. Meredam segala letupan-letupan kecil di masa muda untuk sesuatu yang lebih berharga, seumur hidup.

Diluar sana, banyak yang bermain dengan letupan kecil itu hingga menjadi ledakan besar. Hingga hilang arah kemana lagi dia harus mengembalikan perasaannya. Hingga menghancurkan apapun yang telah ia gadang-gadang untuk masa depannya.

Sebelum terlampau jauh, sudahilah atau biarkanlah letupan itu menjadi sesuatu yang biasa saja. Didepan sana ada banyak hal yang lebih penting daripada mengurus hal-hal seperti itu. Ada hal yang menjadi rahasia di hari esok dan itu membutuhkan perjuangan besar.

Diluar sana, banyak yang dengan mudahnya berkata-kata menjanjikan sesuatu. Menjanjikan masa depan yang bahkan dia tidak bisa menjanjikan masa depannya sendiri. Justru menjanjikan masa depan kepada orang lain.

Kemudian juga banyak yang meninggalkan dengan mudahnya. Laki-laki telah menyulut api dan membiarkannya terbakar. Perempuan bermain api dan tak tahu cara memadamkannya.

Aku pernah mengatakan kepada kawan terdekatku yang sedang disulut perasaannya. Ketika kamu menghadapi perasaanmu, kamu membutuhkan logika orang lain untuk mencarikanmu jalan keluar.

Logika orang lain dibutuhkan untuk menamparmu, agar sadar. Bahwa, segala bayangan-perasaan nyaman-dan segala sesuatu yang terlihat sangat indah itu hanyalah bayangan. Sesuatu yang tidak nyata dan cenderung menyesatkan. Sesuatu yang tidak sebenar-benarnya kamu miliki.

Luruskanlah hati, luruskanlah perasaan. Perasaan bisa datang dari dua arah, dari setan atau dari Tuhan.

Laki-laki mudah memberikan janji, perempuan suka dijanji-janjikan. Laki-laki mudah melupakan janji, perempuan mengingat setiap janji. Seandainya tidak ada ikatan yang ada pada keduanya berupa ikatan yang sangat kuat (mitsaqan ghaliza), terputuslah keduanya hanya karena masalah-masalah tidak penting.

Seandainya membangun sebuah bahtera dengan mudahnya bercerai dan pindah ke bahtera lain. Niscaya, tidak akan ada cerita cinta yang indah di dunia ini. Segala yang perempuan bayangkan tidak ada dalam bayangan laki-laki. Segala yang laki-laki pikirkan tidak ada di pikiran perempuan. Keduanya tidak akan bertemu menjadi satu sebelum terikat. Ikatan yang mengikat hidupnya ketika hidup dan setelah mati.

Bandung, 21 Juli 2013

Untuk temanku yang sedang disulut api selama 5 hari :)

 

Dan saya hanya ingin bilang, ini pas banget buat saya #pelajaran berharga #cukup

“Pilihlah lelaki yang baik agamanya. Jika marah tidak akan menghina, bila cinta akan memuliakan.” (Hasan Basri)

*signout*

 


Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya.

“Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?”

“Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”

“Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?”

“Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.

“Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?”

“Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.

“Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”

“Naaaa, kalau begitu, saya sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

Renungan :
Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun. Itu tergantung bagaimana kita menyiasati pekerjaan dan tugas kita, bila kita bisa bagi2 menjadi fragmen-fragmen yang kecil.

Jangan berkata “tidak” sebelum pernah mencobanya.

= = =

Suatu hari ketika di suatu majlis ta’lim, ada akhwat yang bertanya padaku, “Lagi ngafal qur’an ya mbak? Kok bisa sih ngafal qur’an? Kalau saya apa bisa ya? Sulit banget..”. Saya pun menanggapi, “Mbak lihatnya langsung satu qur’an utuh seluruhnya.. tentu kelihatan sulit..”, jawabku seolah menyetujui pernyataannya.

“Kalau ngafal qur’an, ngafalnya satu ayat dulu mbak. Kalau diminta menghafal satu ayat bisa kan? Nah, sebenarnya itu yang dilakukan, menghafal satu ayat dulu, lalu ayat ke-2. lalu ayat ke -3, trus digabung.. lalu ayat ke-4, ayat ke -5, ayat ke-6… dan seterusnya hingga mencapai satu halaman. Kalau sudah hafal satu halaman, pindah untuk menghafal halaman seluruhnya.

Intinya, mengumpulkan keberhasilan-keberhasilan kecil.. sedikit demi sedikit.. terus-menerus.. hingga khatam.”

“Oh, begitu.”, jawabnya mendengarkan penjelasanku.

“Iya, memang awalnya agak sulit karena belum terbiasa menghafal, tapi kalau udah terbiasa nanti bisa lebih mudah dan lebih cepat. Saya dulu menghafal qur’an bisanya cuma 1 juz dalam satu bulan. Sekarang bisa dua juz dalam satu bulan (target normal mahad tahfidz), bi idznillah. alhamdulillah.”

= = =

Dengan doa, keyakinan, kesungguhan, dan kesabaran, sesuatu yang nampaknya tidak mungkin bisa menjadi mungkin. bi idznillah.. Allahu Akbar!

Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghafal qur’an. Aamiin. Walaqod yassarNal qur’aana lidz-dzikri fahal min muddakir..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 177 other followers

%d bloggers like this: