Bismilllah ….

Entah ketika memasuki bulan september, ada hal yang selalu saya rasakan berbeda dari bulan-bulan sebelumnya juga sesudah september. September penuh warna, penuh ragam cerita yang saya alami. Mulai dari saya lahir ke dunia ini sampai sekarang, Alhamdulillah …

Amanah satu persatu yang harus segera diselesaikan, kewajiban2 yang harus segera di selesaikan dan impian2 yang pelan pelan akan tercapai. InsyaAllah… Allah akan selalu menuntun hambaNya yang berusaha dan selalu memperbaiki diri. Skenario indah tiap detik yang saya lewati begitu berkesan, kebahagiaan bersama orang2 yang saya sayangi, yang tidak pernah lelah mengingatkan saya untu terus semangat menapaki Jalan tanjak kehidupan ini. heuhe

Datang ke wisuda sahabat itu bukan berarti buat saya hanya datang, tapi ketika melihat ia memakai toga dalam hati dan pikiran saya hanya satu : Allah Saya yakin suatu saat ada masanya saya memakai toga yang berbeda, di benua berbeda, di mana impian saya akan ukir dan telah saya tulis. Lulus Kuliah bukan berarti akhir, tapi awal “apa yang akan kamu berikan kepada negerimu” Nangis rasanya batin ini belum bisa memberikan apa apa. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Di awal september ini, akan saya buka dengan satu detik pun yang tertinggal sisa waktu saya untuk berbuat apapun yang terbaik buat orang2 disekeliling saya, orang2 yang saya sayangi ~~

Wisuda icha, FH @Balairung Ui

Wisuda icha, FH @Balairung Ui

 

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)

Hadits ini dihasankan oleh Syeikh al Albani didalam kitab “at Targhib wa at Tarhib” (2623)

Wallahu A’lam