Bismillah …

Seorang sahabat bisa lebih baik dan lebih dekat dari pada saudara atau keluarga. Sebaliknya pula, sahabat juga bisa menjadi seorang yang lebih jahat dari pada penjahat sekalipun. Semua tadi adalah hasil dari bagaimana niat, cara kita berteman, dan teman seperti apa yang kita pilih.

Islam selalu menuntun kita kepada hal yang baik. dalam hal persahabatan juga, pertama dalam hal niat kita diperintahkan untuk meniatkan dalam persahabatan hanya untuk menggapai ridho Allah. bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan. dan sebagai contoh adalah persahabatan antara Nabi  SAW dan para sahabat-sahabatnya.

Coba renungkan ayat berikut :

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

Artinya : “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS Az-Zukhruf : 67)

 

Tepat hari ini Rabu, 02 Juli 2015 saya akan mudik ke kampung halaman saya di Susukan, Jawa Tengah. Nama daerah yg asing, jarang didengar orang dan sulit pastinya susah akses untuk sampai disana. Belum ada bandara dan Stasiun disana, terdekatpun harus ke solo menempuh 1-2 jam an baru bisa sampai. Tapi disinilah letak kerinduan terbesar saya, kampung yang selalu dirindu kan untuk pulang, karena disanalah saya lahir, karena disanalah banyak orang-orang yang saya sayangi. Dan harapan kedua orang tua sayapun putra putrinya akan menikah atau berkeluarga dengan orang yang masih sekitar jawa tengah *apasih *abaikan. Tujuan saya pulang memang pertama kerinduan saya terhadap keluarga saya, dan berkumpul saat ramadhan dan lebaran, tapi beberapa alasan lain yang menguatkan saya untuk segera pulang cepat. Entahlah apakah saya nanti akan balik ke kota metropolitan, yang juga di rindukan suasana macet nya, orang-orang nya, dan beberapa alasan lain. Jakarta membuat saya mengambil banyak pelajaran yang tak terduga, mulai dari sedih banget sampai bahagia ga ada ujung. Murid-murid saya yang tak pernah lelah untuk belajar, sahabat komunitas Pemburu Beasiswa (PB) yang saya rindukan dengan tingkahnya macem2, dan beberapa alasan lain yang tak bisa saya ungkapkan lewat tulisan.

Ibnu Abbas berkata : setiap sahabat akan menjadi musuh kelak di akherat kecuali yang menjadikan ketakwaan sebagai dasar dalam persahabatan. Sudahkan saya memiliki sahabat yang selalu mengingatkan akan ketaatan kepada Allah dan RosulNya ? dan yang paling penting adalah, sudahkah saya menjadi seorang sahabat yang selalu mengingatkan sahabat dalam kebaikan? Ya mereka ini  …

Staf Ahli

Staf Ahli

Kita mungkin tidak merasakan dampak langsung dari teman-sahabat terhadap diri kita. Tapi jika kita mau berpikir secara lebih dalam, akan mencerahkan bahwa teman atau sahabat  memiliki pengaruh yang dahsyat, kendatipun kita telah mengklaim bahwa kita memiliki karakter dan kepribadian kuat. Inilah mengapa kita mesti memilih teman secara bijak, karena teman bisa mengubah hidup secara keseluruhan, baik positif maupun negatif. Dan bershabat bersama mereka adalah pilihan terbaik saya :)) Allah Maha baik, mungkin alasan saya akan balik ke jakarta lagi dan meninggalkan susukan adalah karena sahabat PB, Murid2 saya dan .. dan .. dan (tak bisa terketik)

Karena alasan demikian, Nabi Muhammad pernah bersabda, “Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

Dari Anas, dia menuturkan, Rasulullah SAW bersabda, “Dan perumpamaan teman duduk yang baik itu bagaikan penjual minyak wangi kasturi, jika minyak kasturi itu tidak mengenaimu, maka kamu akan mencium bau wanginya. Dan perumpamaan teman duduk yang jelek adalah seperti tukang pandai besi, jika kamu tidak kena arangnya (percikannya), maka kamu akan terkena asapnya. (HR. Abu Dawud).

Murid-Murid

Murid-Murid

Diriwayatkan bahwa: Apabila penghuni Surga telah masuk ke dalam Surga, lalu mereka tidak menemukan Sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di Dunia, mereka bertanya tentang Sahabat Mereka kepada Allah Swt.
“Yaa Rabb.. Kami tidak melihat Sahabat-sahabat kami yang sewaktu di Dunia, Shalat bersama kami, Puasa bersama kami dan berjuang bersama kami,”
Maka Allah Swt berfirman:
“Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabatmu yang di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar dzarrah.” (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab “Az-Zuhd”)
Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Perbanyaklah Sahabat-sahabat Mu’min-mu, karena Mereka memiliki Syafa’at pada hari kiamat.”
Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat-sahabatnya sambil menangis,
“Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Surga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Swt tentang aku, “Wahai Rabb Kami.. hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU. Maka masukkanlah dia bersama kami di Surga-Mu.”
SAHABAT Ku.. Mudah-mudahan dengan ini, aku telah Mengingatkanmu Tentang Allah Swt. Agar aku dapat besertamu kelak di Surga & Ridha-Nya..
ْAku Memohon kepada-Mu Ya Rabb. Karuniakanlah kepadaku Sahabat-Sahabat yang selalu mengajakku untuk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu..
Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat dengan-Mu.
Maukah Anda bersahabat dengan ku?
” :))

 

antara susukan dan jakarta, Saya akan kembali😉 InsyaAllah