“Belajarlah sebanyak mungkin, belajarlah sejauh mungkin, tetapi tetap untuk kembali ke Indonesia.”

“Siapapun di antara kita, apapun latar belakang kita, kita bisa sekolah di mana pun asal kita mau berusaha.

Beasiswa

Bismillah, Alhamdulillah hari ini tambahan ilmu dan pelajaran yang luar biasa. Mengikuti seminar yang tidak saya jadwalkan sebelumnya. Hari sebelum seminar saya bertemu dengan tim Bitread & Teknoprener untuk kerjasama dalam penerbitan buku PB. Alhamdulillah kerjasama sukses dan semoga berlanjut terus. Hari ini tepat sabtu, 11 oktober 2014 saya mengikuti seminar beasiswa 5 benua, ga nyangka sesuatu yang belum saya jadwalkan tiba2 datang aja heu. Alhamdulillah berkah nya banyak, ketemu bang ahmad fuadi lagi pasti nya hehe , bertemu pak hasbi duta ambasor australia jg. Saya sampai di kompas gramedia tepat jam 08:30 Wib langsung menuju ruangan seminar, saya menemui bang fuadi langsung sebelum acara dimulai. Ina apa kabar? bagaimana proses beasiswa nya? dan pertanyaan semacamnya dari beliau dan akhirnya terakhir juga kerjasama😀

“Beasiswa ke Luarnegri itu banyak bagai buah mangga dimusimnya”

Berikut ringkasan yang saya rekam dari hasil seminar hari ini dan sumber yg sudah di muat di kompas http://muda.kompasiana.com/2014/10/11/penerima-beasiswa-tidak-musti-pintar-saja-694766.html

w

  1. Pemburu beasiswa musti rajin riset ke pusat pusat informasi beasiswa.

Bisa di kantor kedutaan atau lembaga penyedia beasiswa atau kalau mau praktis tanya saja mbah google sebelum datang langsung. Cari lembaga atau badan pemberi beasiswa yang kredibel, trak record pemberi beasiswa mudah ditelusuri melalui berita yang beredar di media. Hunting riset atau browsing lakukan jauh jauh hari (bisa setahun sebelumnya) dengan tujuan bisa melengkapi persyaratan lamaran beasiswa misalnya legalisir, persiapan TOEFL untuk bahasa english atau bagi yang sudah menikah punya waktu meyakinkan pasangan dan lain sebagainya.

  1. Kalau sudah mendapat informasi ambil formulir secepatnya,

Tujuannya agar bisa mengetahui isian apa saja yang ada di lembaran tersebut dan memberi jawaban sesempurna mungkin. Pengalaman Narsum perlu waktu 3 bulan untuk mengisi formulir, karena isian formulir tersebut berperan menentukan nasib lamaran beasiswa. Susunan kalimat dan tanda baca harus diperhatikan jangan sampai terlewat, perhatikan logis tidaknya jawaban karena menjadi pertimbangan utama penguji. Maka lebih baik sering mengoreksi isian formulir pada kertas coretan dan kemudian minta pendapat pada orang yang lebih bepengalaman atau pernah mendapat beasiswa. Langkah efektif ini memungkinkan isian formulir lebih meyakinkan. Saking banyaknya pelamar beasiswa penguji sangat selektif memilih pelamar dengan “free eror” pada surat lamaran dan isian formulir.

  1. Setelah ada panggilan wawancara musti mempersiapkan diri secara baik, menjaga fisik misalnya jangan begadang malam ketika esok pagi wawancara. Jawaban harus jujur antusias, jawaban harus sesuai dengan isian di formulir, kemudian “menjual” diri dengan kata kata dan bukti.

Buatlah jawaban sealamiah mungkin apalagi berdasarkan pengalaman maka menjadi point plus plus. Misalnya ketika calon penerima beasiswa diminta menjelaskan visi misinya “ingin menyelamatkan hutan di Indonesia akibat dibabat habis oleh koruptor” jawabannya masih terlalu makro. Narsum menyarankan ceritakan yang sudah dilakukan sendiri meskipun kecil, misalnya ketika SD ikut pramuka kemudian menanam bibit pohon di pingiran danau untuk mencegah erosi. Justru jawaban seperti ini yang mengena dan mendapat point tinggi.

  1. Sambil menunggu hasil lakukan riset tentang sekolah yang akan dituju,

Perlu sekali mengenal sekolah yang dilamar lebih jauh setelah mengikuti serangkaian proses atau bisa juga mencari informasi beasiswa di lain lembaga sekaligus mencoba mengikuti. semakin banyak lamaran beasiswa maka kemungkinan diterima ada.

PB

* Peraih beasiswa memang punya banyak faktor termasuk miracle, Uda Hasbi (Narasumber) berkisah ada satu temen yang merasa bahasa englishnya biasa biasa saja tapi lolos beasiswa, artinya keajaiban memang bisa tejadi bagi siapa saja, tapi tanpa mengisi formulir dengan teliti keajaiban itu bagaimana mungkin terjadi.

Ina

Ada yang saya garis bawahi dari hasil tulisan yang di posting di kompas :    

Sekian banyak peserta yang hadir, ada juga yang berasal dari Komunitas Pemburu Beasiswa. Komunitas ini tempat saling berbagi informasi dan tempat menguatkan sesama anggota yang belum beruntung, Jadi bagi siapa saja anda yang ingin bersekolah “gratis” keluar negri, jalan itu terbuka lebar di hadapan tanpa memandang harta dan kasta. Sekali lagi ternyata beasiswa bukan saja bisa diraih bagi yang pandai tetapi pantas diraih bagi siapa yang  melebihkan usaha.

SEMANGAT!!!

ina3 ina4

Pulpen dari Uda Hasbi
ina5

Peserta & Panitiaina6 ina7

Ina-Ahmad Fuadi-Puji-Retaina8

@PemburuBeasiswa @Bitread_IDina8 ina10

Bersama tim Bitread
ina11 ina12

Bersama bang Ahmad Fuadiina13