hidup bukan untuk di sesali, 
bukan untuk di tangisi, bukan untuk di sedihkan.
hidup adalah perjuangan untuk terus bangkit dari kegagalan dan kejatuhan.
dan orang yang berada di puncak, adalah mereka yang sanggup mengelola jiwanya hingga kesedihan,
kecemasan, kegalauan, berlutut menyerah tak berdaya.
sulitnya hidup terkadang merupakan jalan dari tuhan untuk mengasah
 potensi yang ada dalam diri manusia.
bukankah untuk menjadi pedang yang tajam sepotong besi harus rela dibakar dan dipukul berkali kali ?
bukankah untuk menghasilkan mutiara seekor kerang harus rela menahan sakit 
yang berkepanjangan karena pasir yang mengendap di tubuhnya ?
bukankan untuk menjadi seekor rajawali seekor elang harus harus rela menjalani
proses transformasi yang sangat menyakitkan selama berbulan bulan ?
bukankah untuk menjadi seekor kupu kupu yang indah seekor ulat harus
rela menjalani proses menjadi kepompongyang menyiksa ?
dan satu yang harus kita ingat, bahwa kesulitan yang justru membuatmu
 dekat dengan kesulitan, hakikatnya adalah anugrah.
dan kemudahan yang membuatmu jauh dari tuhan hakikatnya adalah petaka.
(Ahmad Rifai Rifan)
ina
ukhuwwah illa jannah (05 Januari 2014)