Sebenarnya mata saya sudah benar-benar tidak bisa di ajak kompromi, tinggal beberapa watt breeeeg terkapar. Tapi lagi lagi tertampar tulisan dari mas gun (KURNIAWAN GUNADI, Mahasiswa Faculty of Art and Design ITB 2009)

Saya copas dari tumblr nya : (tanpa mengurangi sedikit tulisan hasil karya nya)

 

Orang yang pandai menjaga perasaannya akan tahu makna penjagaan itu sampai datang waktu tibanya. Meredam segala letupan-letupan kecil di masa muda untuk sesuatu yang lebih berharga, seumur hidup.

Diluar sana, banyak yang bermain dengan letupan kecil itu hingga menjadi ledakan besar. Hingga hilang arah kemana lagi dia harus mengembalikan perasaannya. Hingga menghancurkan apapun yang telah ia gadang-gadang untuk masa depannya.

Sebelum terlampau jauh, sudahilah atau biarkanlah letupan itu menjadi sesuatu yang biasa saja. Didepan sana ada banyak hal yang lebih penting daripada mengurus hal-hal seperti itu. Ada hal yang menjadi rahasia di hari esok dan itu membutuhkan perjuangan besar.

Diluar sana, banyak yang dengan mudahnya berkata-kata menjanjikan sesuatu. Menjanjikan masa depan yang bahkan dia tidak bisa menjanjikan masa depannya sendiri. Justru menjanjikan masa depan kepada orang lain.

Kemudian juga banyak yang meninggalkan dengan mudahnya. Laki-laki telah menyulut api dan membiarkannya terbakar. Perempuan bermain api dan tak tahu cara memadamkannya.

Aku pernah mengatakan kepada kawan terdekatku yang sedang disulut perasaannya. Ketika kamu menghadapi perasaanmu, kamu membutuhkan logika orang lain untuk mencarikanmu jalan keluar.

Logika orang lain dibutuhkan untuk menamparmu, agar sadar. Bahwa, segala bayangan-perasaan nyaman-dan segala sesuatu yang terlihat sangat indah itu hanyalah bayangan. Sesuatu yang tidak nyata dan cenderung menyesatkan. Sesuatu yang tidak sebenar-benarnya kamu miliki.

Luruskanlah hati, luruskanlah perasaan. Perasaan bisa datang dari dua arah, dari setan atau dari Tuhan.

Laki-laki mudah memberikan janji, perempuan suka dijanji-janjikan. Laki-laki mudah melupakan janji, perempuan mengingat setiap janji. Seandainya tidak ada ikatan yang ada pada keduanya berupa ikatan yang sangat kuat (mitsaqan ghaliza), terputuslah keduanya hanya karena masalah-masalah tidak penting.

Seandainya membangun sebuah bahtera dengan mudahnya bercerai dan pindah ke bahtera lain. Niscaya, tidak akan ada cerita cinta yang indah di dunia ini. Segala yang perempuan bayangkan tidak ada dalam bayangan laki-laki. Segala yang laki-laki pikirkan tidak ada di pikiran perempuan. Keduanya tidak akan bertemu menjadi satu sebelum terikat. Ikatan yang mengikat hidupnya ketika hidup dan setelah mati.

Bandung, 21 Juli 2013

Untuk temanku yang sedang disulut api selama 5 hari🙂

 

Dan saya hanya ingin bilang, ini pas banget buat saya #pelajaran berharga #cukup

“Pilihlah lelaki yang baik agamanya. Jika marah tidak akan menghina, bila cinta akan memuliakan.” (Hasan Basri)

*signout*