Bismillah…

Ada yang aneh..Ada yang salah..Ada yang keliru..Ada yang tidak serba jelas..Iya semua ada semenjak awal bulan april sampai detik ini, saya di bingungkan dengan beberapa pertanyaan dari orang-orang yang belum pernah saya temui. Saya tidak akan menjudge itu salah siapa? itu mau nya apa? kalaupun ada yang harus disalahkan, jelas itu salah saya sendiri bukan yang lain. ini semua membuat saya berpikir keras,, ada apa sebenarnya dengan saya? apa yang telah saya lakukan? apa perkataan saya kemarin ada yang membuat beberapa orang mengorek kehidupan pribadi saya? Saya tidak terlalu mempedulikan apa maksud dan tujuan orang yang mau tahu urusan pribadi saya, hanya saya merasa ini semua sudah terlewat batas, mau tahu hidup saya dalam arti penasaran? ketemu juga belum pernah, mau apa coba. Tapi  semua kembali lagi Allah itu tahu apa yang semua hamba-hamba nya lakukan, jadi tetap khuznudzon. Terserah siapapun dia, apa maunya dan tujuan nya. Walllahu’alam

Sebenarnya di tulisan ini saya hanya akan meluruskan apa-apa yang harus diluruskan, tentang kamu kuliah di jerman? magang ke kanada? dan sepertinya  ini sudah saatnya saya buka semuanya. Hanya ketika saya mengetik didalam hati ini timbul tenggelam pertanyaan, “emang penting ya buat kamu saya dimana dan sekolah dimana?.” Saya sejujurnya agak kesal bukan dengan orang siapapun itu, tapi dengan tindakan atau tingkah yang dilakukan nya. Kalau mau konfirmasi seharusnya ke orangnya langsung secara baik-baik, tidak pakai acara diam diri, tanya kesana kemari tanpa kejelasan dan semua amanah di tinggalkan. Apakah ini yang namanya tanggung jawab? kata orang Laki-laki beneran itu menghadapi masalahnya dan menyelesaikannya sampai clear, ngga kenal budaya “lupakan saja” dan diungkit lagi suatu hari nanti. Laki-laki itu bicara, bukan memendam, perbaiki, bukan lari, tuntaskan, bukan lupakan. Seharusnya sih begitu, tapi apalah daya kita tidak tahu apa isi dan pikiran orang lain, yang hanya bisa dilakukan berprasangka baik dan berdoa. Saya tidak tahu akan menjadi seperti ini dan melebar kemana-mana, buat saya semua ini ujian yang di saat banyak deadline dan urusan yang harus saya segera selesaikan dan ini’ pun datang. Banyak amanah yang masih terbengkelai yang harus segera di selesaikan, dan memang benar adanya kalau semua ini di bawa terlalu serius bisa dan dadakan tanpa pemberitahuan si sakit pun datang. Saya terkapar 3 hari di rumah sakit untuk pertama kali, iya pertama kali karena dari kecil paling anti dan takut dengan rumah sakit. Saya terlalu memporsir lupa makan, lupa tidur, lupa kalau saya itu manusia! Tapi semua ini apa ada yang mau tahu? TIDAK. Semua yang saya lihat ini semu, mereka yang datang malah memojokkan pertanyaan tidak jelas dan seharusnya kalau ada apa-apa klarifikasi dan konfirmasi ke pihak yang bersangkutan.

Karena….Mengalah lebih baik daripada menjelaskan segalanya kepada orang yang tidak pernah mau mengerti, bukankah Allah juga membenci kesia siaan, di saat ini akhir akhir ini saya mecoba melupakan apa yang harus segera saya lupakan dan FOKUS dengan apa yang ada di depan mata saya. Dan karena inilah saya tahu, mana laki-laki yang bertangung jawab dalam apapun baik ucapan, dalam organisasi dan dalam apapun. Saya tidak akan menilai tapi semua ini bisa saya rasakan, ketika saya tidak mau membandingkan satu sama lain tapi keadaan yang memperlihatkan semua nya,, lihat ini dia yang harus kamu ikuti, ini dia orang yang benar-benar amanah, ini dia orang yang kesalahan besar apapun yang kita lakukan dia LEGOWO dan bisa menyelesaikan dengan baik, ini dia sosok yang pantas di jadikan teladan. Bumi tidak tau apa-apa soal hidup. Dia cuman tau kalau orang hidup ada di atasnya. Nginjek-nginjek dengan ribuan kaki. Ngakar dengan nyelip-nyelip di permukaan bumi. Digali biar dijadiin rumah sebenarnya dan rumah sementara. Dimainin permukaanya sama tangan-tangan anak kecil. Dia muter dengan kecepatan konstan dan nunggu Tuhan buat mempercepat atau memperlambat geraknya. Dia ngeliligin matahari tanpa pusing. Dia gak tau kalau ada yang ngomongin dia di tiap koran waktu hari bumi sedunia. Dia gak tau kalau ada yang ngomongin dia di detik saya bikin postingan ini. Tapi dia tau, kalau ada kehidupan dengan cinta dipermukaannya.

Saya memang mengakui kesalahan saya dimana,  nadzar yang sudah terucap saya semoga awal september tahun ini segera selesai. Jadi siapapun kamu semoga TAHU, dan semoga ini adalah awal dan terakhir saya kecewa dengan permainan. Entah ini permainan apa ini yang sedang saya jalani sekarang,, karena mungkin kemarin saya terlalu menganggap semua omongan nya bagaikan surga. Sudahlah. semua ini, disini, saya belajar….Bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya.

Kita tidak akan pernah menemukan orang yang benar-benar memahami kita, tahu kebiasaan kita, mengerti semua tentang kita. Impossible. Tapi kita bisa menemukan orang yang sungguh-sungguh bersedia memahami kita. Dan itu lebih dari cukup, sepanjang kita juga sungguh-sungguh bersedia memahaminya.

Jleb banget ketika saya postingan dari tere lije ini, sangat setuju sekali dan tidak bisa dipungkiri. Saya pertama kali memberanikan diri saya untuk menyukai seseorang , ya sekali karena saya tahu bagaimana teman-teman wanita saya dulu sakit hati karena laki-laki. Tapi ketika saya lakukan memang untuk awal saya merasa semua ini kekecewaan tapi semua ini ujian buat saya. Saya sadar sesadarnya saya salah, kalau apapun yang membuat orang itu PUAS saya akan lakukan..tapi..dan tapi yang saya inginkan tidak ada, hanya diam dan diam tanpa kejelasan.

Yakinlah dengan 3 hal ini:

(1) Tiada yang lebih sayang kepadamu, selain Rabbmu.

(2) Tiada yang paling tahu kegundahanmu, selain Rabbmu.

(3) Tiada yang bisa mengangkat kesulitanmu, selain Rabbmu.

Semoga dengan Ujian ini membuka mata dan hati saya, untuk lebih banyak diam. Karena banyak bicara akan menyebabkan kita kesulitan dlm menghadapi hari perhitungan (yaum al-hisaab) naudzubillah… entah mau menganggap semua ini Kebohongan? silahkan menjudge , dan saya pun terima apapun kesimpulan orang itu. Karena mereka , dia tidak mau tahu apa yang sebenarnya dan hanya menarik kesimpulan yang ada.

Setiap masalah adalah cara Allah untuk meningkatkan derajat manusia, tinggal manusia itu sendiri bersedia atau tidak menerima ujian tersebut dengan “ikhlas”. Beberapa lari dari masalah dengan mengakhiri hidupnya sendiri dan beberapa lagi menghadapinya dengan susah payah.

Sejatinya seperti itulah, Tidak akan pernah kita tahu kita sudah sampai derajat mana di hadapan Allah, yang terpenting adalah kita bersedia dan bersenang hati ketika datang sebuah masalah. Sebab kita sudah yakin bahwa :

Ini adalah cara Allah mengangkat derajat kita
Masalah ini pasti bisa kita lewati dengan kapasitas yang kita miliki saat ini karena Allah tidak akan memberi masalah diluar batas kemampuan hamba-Nya
Ini adalah cara Allah mengajarkan kita pemahaman baru. Dia ingin mengajarkan kita suatu hal baru.
Dan ini adalah cara Allah menunjukkan sesuatu bahwa Dia adalah maha menepati janji. ia sudah berjanji bahwa setelah kesulitan itu ada kemudahan dan Dia adalah sebaik-baik pemegang janji.

Kita hanya perlu sedikit membuka pemahaman dan kelapangan hati untuk melihat hakikat-hakikat dari masalah-masalah yang datang silih berganti, sayangnya hati kebanyakan manusia memang terlalu dekat dengan dunia.

Wallahu’alam…

“Tidak akan pernah bisa mengubah watak seorang lelaki. Maka carilah yang lurus agamanya” – Bella’s mom