”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan.”(QS.Al-Mujadalah:11)

Selasa cerah , secerah pikiran ku untuk hari ini. Memang benar adanya apapun kalau bergantung sama Allah semua akan baik-baik saja, selalu berpikir positif dan berpikir ke depan tak perlu nengok yang di belakang alias masa lalu, cukup apa yang ada di depan saat ini dan ke depan nanti yang harus di pikirkan mau apa dan mau bagaimana. Urusan orang lain mau ngomongin kita di belakang, yaa urusan mereka. Ga perlu di ladenin dan di pikir, toh capek ngurusin orang kan?🙂 mau ngoprek masa lalu kita, mau ikut campur urusan kita..itu urusan mereka. Be positiv thingking! Hari ini kalau di bilang saya bahagia, saya sedih , saya kecewa semua sepertinya saya rasakan, tapi hari ini saya memang harus bahagia. Dua teman saya 1. satrio, teman dua tahun sekelas waktu SMA sudah ada US dan 2. Bela, teman yang awalnya hanya saling sapa di dunia maya jejaring sosial facebook dan alhamdulillah sudah sempat bertemu akhirnya lolos ke Prague. Gimana ga bahagia coba, saya benar-benar melihat jelas kedua orang ini dulu berjuang mati-matian untuk mengejar mimpi nya.  Gagal berkali-kali tapi tetap terus bangkit dan tidak pernah patah semangat sebelum apa yang di impikan tercapai.  Allah knows what’s best for you.

Satrio yg kerap di panggil tio yang sekarang berstatus mahasiswa FIB UI , saya kenal tio sejak masuk kelas XI IPA 1 dan sampai kelas XII pun kita sekelas. Tio asli orang depok tapi melanjutkan pendidikan SMA nya di karanggede, tepatnya di SMA N 1 Karanggede dengan alasan ingin mencari pengalaman baru, jauh dari macet dan penghijauan yang bagus ya meskipun SMA saya ini ada di tempat agak pelosok daerah tapi SMA saya termasuk SMA favorit loh haha😀 Memang kalau di bandingkan dengan SMA 1 boyolali atau SMA 3 jangan di tanya, inti nya SMA saya SMA terbaik buat saya. Bayangkan saja, kenapa saya berani bilang favorit dari waktu saya SMP , SMA saya jadi perbincangan katanya masuk SMA 1 itu susah, nilai nya harus tinggi dan sebagainya. Dan memang yang lolos dari SMP ke SMA 1 dari SMP saya pun hanya empat orang, waktu angkatan saya (sigit, ulfa, handikin dan saya) bahkan kakak kelas SMP pun yg sekolah disana pun bisa di itung pakai jari. Kan , subhanallah banget kesan nya🙂 Saya pun dulu minta restu Bapak saya untuk bisa sekolah di sk@boy susahnya, Ya Allah ya Robbii..karena bapak saya minta saya di minta melanjutkan yang dekat dan bisa di jangkau dengan jalan kaki. Itu itungan bulan untuk meyakinkan bapak saya, dan alhamdulillah LULUH hati nya. SMA saya dari rumah bisa di jangkau dengan jalan kaki sekitar setengah jam an dan dua kali naik bis, baru bisa sampai, berangkat pagi pulang sore ..dan alhamdulillah berhasil saya lakoni tiga tahun selesai. Kembali ke kedua teman saya ini, saya mau cerita sedikit tentang perjuangan doi yang memang saya lihat semenjak saya kenal dua tahun di SMA, sampai-sampai saya pernah kena virus belajarnya yang sampai larut malam dan jarang tidur itu saya belajar tio. Tio memang terbilang anak pintar, secara peringkat nya selalu di atas, dia pun menjabat ketua osis waktu angkatan saya. Jadi ibaratnya dua tahun ini saya kejar-kejar an nilan terus dengan nya, tapi memang anak nya itu asik kalau di ajak diskusi belajar. Pernah waktu kelas X , kami bertiga ( saya, tio dan nurul) mewakili lomba debat bahasa inggris, dan terpilih tiga orang ini pun melalui proses yang super ribet sampai dulu baru terpilih sepuluh orang dan di seleksi lagi menjadi tiga orang. Awalnya saya ga sedikit berpikir kalau saya akan masuk menjadi ketiga bagian orang tersebut, karena saya tahu kemampuan bahasa inggris ku jauh , masih buruk di bandingkan dengan teman-teman yang lain. Dan tidak terlalu suka mapel bahasa inggris, jadi waktu itu berpikir mana mungkin terpilih. Tapi alhamdulillah pas dapat tema dan interview dari ketiga guru yang menyeleksi semua pertanyaan bisa terjawab entah itu ya, saya dapa ilham apa malam nya hehe dan disitulah saya, tio dan nurul berawal untuk diskusi pertama kali.

Saya tipikal suka kalau diskusi sama orang yang gampang nyambung dan peka, cepet nangkep apa yang di maksud dan yang disampaikan plus cekatan. Disitulah saya belajar dan dapat dari nurul, anak satu ini kocak nya ga ketulungan. Tapi kalau soal bahasa inggris dia cas cis cus kayak lagi nyanyi lagu india. Kita bertiga pun bersatu lagi saat kelas sebelas, kebetulan saya, tio dan nurul sekelas sampai lulus. Saat kelas sebelas pun kami bertiga terpilih lagi buat ikut olimpiade. Nurul(kimia), satrio(fisika) dan saya sendiri dapat matematika. Jadi waktu dan diskusi bareng pun lebih sering di luar daripada di kelas, karena di kelas kita punya club masing-masing. Enaknya jadi anak olimpiade itu dapat dispensasi nilai dan ga ikut pelajaran di kelas tapi lebih fokus belajar ke mapel masing-masing yang akan di lomba kan, sudah dapat nilai otomatis , tambahan pengalaman jalan-jalan , teman baru dan uang jajan. Biasa nya kami belajar di perpustakan atau di lab komputer. Memang , asli saya lebih suka meninggalkan kelas daripada duduk di kelas, saya dulu bandel banget hahaha apalagi pas mapel matematika, jarang saya menyimak fokus penuh ke guru, dan pak sarto guru matematika pun mengetahui hal itu. Bukan apa-apa, saya memang seperti itu , saya terlalu gemes dengan matematika. Jadi kalau ada soal nganggur ga di apelin duluan rasanya hampa hahaha Kalau anak lain pas di terangkan terus ngomong sendiri biasanya di getok pakai penggaris, tapi kalau saya ngomong sama temen sebelah di biarin :D  karena sudah perbedaan cara , saya lebih suka nyari2 cara cepet dan baru, biasanya LKS sehari baru di kasih, malam nya sudah saya coret-coret isi semua entah bener atau tidak nya ( itu berlaku mapel matematika dan kimia ) memang sih ga enaknya kalau guru masuk kelas, saya pertama yang di temui dan ga jauh dari pertanyaan, ” ada kesuliatan nduk? itulah yang membuat teman-teman kadang agak gimana gitu jadi nya hehe

Saya suka menyimak perjalanan dan cara-cara teman-teman saya belajar, termasuk satrio ini. Saya banyak belajar dari dia karena dulu nilai ku matematika pernah di geser dan saya ga rela haha saya tanya-tanya bagaimana dia belajar dan memang sih dia ikut les, sedangkan saya tidak, saya otodidak ga pernah ikut les. Tapi saya ingin tahu bagaimana proses dia belajar , plus penasaran ini anak kalau berangkat suka telat masuk kelas dengan mata sembab. Dulu bingung gimana tanya nya, karena ga terlalu kenal banget tapi beruntungnya wanita yang dia sukai itu satu tempat duduk di sebelah saya, wah pas banget kan😀 Sebut saja namanya diaz atau lembayung rina widyastuti. Diaz tipe anak pemalu, dan ga banyak bicara. Dengan gaya potongan rambut hirajugu nya, mata sipit dan orangnya kalau kenal dekat asik banget dan setia kawan, memang ga banyak interaksi sama dengan teman yang lain. Tapi ga enaknya satu kalau lagi jalan kemana-mana di liatin banyak orang, terutama laki-laki secara diaz dulu pernah dapat julukan di SMA sebagai primadona dan kakak nya mbak lembah jio juga dulu terkenal di SMA. Gatau dulu kenapa saya bisa duduk sama diaz,, dia satu club dengan saya sampai kelas duabelas, kemana ada saya disitu ada diaz… nah kadang ini anak senjata buat saya tanya ke tio , damai ya yas kalau baca!🙂 Akhirnya saya tahu bagaimana prosesnya tio belajar , dia belajar biasanya sampai jam dua malam atau jam tiga atau kadang katanya bisa sampai subuh terus tidur makanya kalau berangkat kesiangan , padahal sorenya les,  pagi sampai siang di sekolah. Jadi hidupnya buat belajar dan belajar, tapi masih bisa menyeimbangkan dengan organisasi. Tio berbanding terbalik dengan diaz, tio aktif dimana-mana , diaz jarang ikut aktif di organisasi . Hanya pramuka yg dia ikuti , itupun pas kelas sepuluh. Kadang saya seret ikut kegiatan rohis bareng ida, sedangkan tio seabrek kegiatan dia ikut. Itulah yanga nama nya saling melengkapi kali yah hahaha

tio pandu

ini Satrio dan Pandhu ( 5 menit menjelang Ujian)

diaz tio meedited

Diaz dan tio di Bali

(Sebenarnya ini ada 4 orang, tangan di pundak diaz itu saya, maaf tio dan diaz  saya crop! XD)

ipa1XII IPA 1 Saat perpisahan ( sayang nya saya gak keliatan @.@)

Going the extra miles! Belajar di atas rata-rata orang lain.

kalau orang belajar 1 jam, dia akan belajar 5 jam, kalau orang berlari 2 kilo, dia akan berlari 3 kilo. kalau orang menyerah di detik ke 10, dia tidak akan menyerah sampai detik 20. selalu berusaha meningkatkan diri lebih dari orang biasa. Sama hal nya gara-gara saya nilai saya di geser sama tio, saya belajar dari kesalahan , kalau tio belajar sampai jam 2 saya akan belajar sampai jam 3 atau 4 , sadis! Sadis dalam arti postif, untuk orang yang tidak biasa dan pertama kali biasa nya lemes dan ngantuk berat di kelas. Tapi gara-gara ini semua ini saya bawa-bawa sampai sekarang, kebiasaan belajar dia atas rata-rata orang lain. MEREKA BISA, SAYA JUGA BISA! disitulah saya belajar dari seorang tio, makanya tio kurus kering tinggi ga jelas haha😀 Tapi hasil yang dia petik pun sebanding dengan usaha nya, dulu dia mengidam-idamkan mau ke jepang, belajar bahasa dan ikut ini dan ikut itu, Tapi ternyata Allah ngasih jalan lain, If your wish doesn’t come true, Allah has something better in mind for you. Allah doesn’t give what you want. Allah gives you what you need.

Beda hal nya dengan mbak bela, Saya suka dengan semangatnya yang terus padam dan tak lelah berjuang. Ikut kegiatan ini dan itu tapi gagal terus, bangkit lagi dan lagi. Terakhir kemarin dia messaage FB, ” inna….Congratulations, we are happy to inform you that you have been accepted to attend the 26th International Youth Leadership Conference – Prague (IYLC-Prague) in Prague, Czech Republic from July 21st – 26th, 2013. Senang rasanya, meskipun itu baru akan di mulai. Tapi tidak salah kalau bahagia🙂 sering dia curhat ini itu tentang kegalauan anya bahakan sampai ke cinta, melihat cara menyampaikan saya yakin suatu saat nanti akan ada saat nya mbak bela ini akan mendapatkan sesuatu yang dahsyat dan luar biasa, Saya tidak akan bercerita banyak disini karena ternyata jari-jari tangan saya sudah pegel hehe insyaalllah besok atau entah kapan akan di lanjut….ini cerita bersambung karena lelah🙂

Intinya……Carilah ilmu itu sejak dari ayunan sampai masuk ke liang lahat”(HR. Muslim).

Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia, mak ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat maka itupun harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka itupun harus dengan ilmu.” (HR. Thabrani)

Bersambung……