Bismillah………..

Ceritanya waktu itu ditanya oleh seorang muslimah dari bandung, beliau sedang kuliah di universitas swasta salah satu di bandung. Sebut saja mbak melati (bukan nama asli), berawal beliau suka tanya-tanya tentang beasiswa dan sampailah cerita ke masalah pribadi nya. Dan akhirnya hampir kalau weekend kita saling tukar info atau sharing sedikit via skype. Terkadang mbak melati ini bersedia nyimak hafalan saya, dan hal yang sama pun juga saya nyimak beliau. Karena lek saya hanya bisa nyimak saya kalau hari minggu itupun kalau jadwal padat waktu nya habis, jadi saya sangat bahagia sekali ketika mbak melati menawarkan  ke saya kalau bergantian gimana? itu tawaran yang sangat luar biasa yang belum saya dapat. Mbak melati ini kuliah hanya sabtu dan minggu dan hari-hari lain nya buat kerja di lembaga kemanusiaan yatim piatu di bandung, kadang juga menyimak adik-adik panti untuk hafalan. Kadang beliau diminta menggantikan guru tahfidz jika guru tersebut tidak hadir. Hal itulah yang menjadi salah satu pendorongnya untuk lebih baik dan lebih cepat menghafal qur’an meskipun dalam kondisi sibuk.

waktu itu kalau ga salah sempet beliau tanya kira-kira metode tahfidz apa yang paling cocok saya gunakan ya..mbak? saya ingin bisa istiqomah dalam menghapal meskipun aktivitas sekarag padat. tapi saya merasa mungkin ini karena saya saja yang belum menemukan cara manajemen waktu yang terbaik, terutama kurang meluangkan waktu untuk menghafal. Saya belum hafal 30 juz , hanya tinggal 4 juz lagi selesai. Mungkin itu yang menyebabkan beliau tanya, saya punya qur’an saku dan mp3 yang bisa dibawa ke mana saja (kecuali ke kamar kecil). Disini saya hanya akan bernagi sedikit tips yang saya lakoni sampai saat ini.

Pertama, Manfaatkan waktu senggang, misal: saat2 menunggu, perjalanan pergi-pulang untuk menghafal atau mendengarkan murattal. Targetkan 1 bulan bisa dapat minimal 1 surat di juz 29 atau 28. Ini sudah bagus. Yang penting mudah dilaksanakan dan istiqomah. Kedua, Kalau hari-hari biasa, targetkan 1 hari menghafal 1-2 ayat tiap hari. Kalau ayatnya pendek-pendek, bisa menghafal 5 ayat per hari. Nah, di akhir pekan, luangkan waktu untuk mengulang-ulang hafalan qur’an sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan mantap.

Atau bisa juga membuat metode yang lebih terorganisir, misalnya 1 pekan menghafal 1 halaman. Satu halaman terdiri dari 15 baris (di quran pojok/mushaf madinah). Targetkan 1 hari menghafal 3 baris, maka 1 halaman itu bisa selesai dalam 5 hari. Hari ke-6 (Sabtu) dan ke-7 (Ahad) digunakan untuk muraja’ah dan memantapkan hafalan. Jika sudah mantap di hari Sabtu, lakukan pemantapan lagi di hari Ahad sambil memuraja’ah hafalan lama yang sudah dimiliki.

Nah, dalam proses menghafal 3 baris dalam satu hari itu, gunakan lagi trik khusus. Misal:

-jika 3 baris itu terdiri dari 6 ayat, maka hafalkan 3 ayat di pagi hari sebelum shubuh, dan 3 ayat di sore hari menjelang maghrib.

-jika 3 baris itu terdiri dari 4 ayat, maka hafalkan 2 ayat di pagi hari dan hafalkan 2 ayat selanjutnya di sore hari.

Jika ini dilakukan rutin, bisa hafal 4 halaman = 2 lembar = 1/5 juz dalam 1 bulan.. atau dengan kata lain, hafal 1 juz dalam 5 bulan.. atau hafal 4-5 juz dalam 2 tahun. Alhamdulillah.. ini sangat baik daripada hanya berangan2 menjadi penghafal qur’an.

Ketiga, Hal yang mendukung lancarnya hafalan adalah surat yang dihafal itu dibaca setiap hari selama proses menghafal. Misal sedang menghafal surat al-Insan. maka bacalah surat itu setiap hari selama satu bulan. Insya Allah hafalan akan sangat lancar. Bahkan, tidak sampai sebulan sudah lancar dan sudah hafal di luar kepala, insya Allah..ya memang kalau namanya mahasiswa dengan hafalan Quran memang sulit tapi bukan berarti tidak bisa.

Keempat, Muraja’ah hafalan terbaik adalah saat sholat tahajud. Selain itu, juga di sholat sunah yang lain, misal: sholat dhuha, sholat rawatib, atau sholat sesudah berwudhu, atau sholat mutlak. Bisa juga muraja’ah dilakukan di luar sholat. Ssebenarnya ada aturannya, berapa jumlah juz yang harus dimuraja’ah jika telah mencapai jumlah tertentu. Seingat ana:

1- jika hafal 1-5 juz, maka muraja’ahnya 1/2 juz per hari

2- jika hafal 5-10 juz, maka muraja’ahnya 1 juz per hari

3- jika hafal 10-15 juz, maka muraja’ahnya 1,5 juz per hari

4. jika hafal 15-20 juz, maka muraja’ahnya 2  juz per hari

5. jika hafal 20-25 juz, maka muraja’ahnya 2,5  juz per hari

6. jika hafal 25-30 juz, maka muraja’ahnya 3 juz per hari

Hanya saja, nanti kalau sudah hafal 30 juz, maka muraja’ah minimal yang harus dilakukan adalah 5 juz per hari.

Ini hanya deskripsi singkat saya saja, sebagian berdasarkan pengalaman saya selama di rumah ( semarang) dengan di simak simbah kyai mujiman. Barangkali ada pembaca atau siapapun  yang ingin menambahkan, silahkan..😉

Ngafalin AlQuran pas ujian malah akan nambah lancar hafalan, ini serius! Memang di tengah-tengah menghafal banyak sekali ujian, tantangan dan rintangan hidup yang dialami. Entah berapa ratus air mata yang menetes, entah berapa peluh keringat yang mengalir, berapa kesedihan hati yang dirasakan.. Namun, semoga akhir dari perjuangan ini adalah sebuah kebahagiaan, kebahagiaan yang hakiki dan abadi.. Aamiin

Insya Allah akhir september 2013 ini saya sudah hafal 30 juz. Alhamdulillah, ini semata-mata karunia Allah. Haadzaa min fadhlillaaah.. Mohon doanya siapapun yg baca🙂🙂

Ya Allah, hamba rela menderita dan bersusah payah untuk mendapatkan ilmu. Ya Allah, keridhaan-Mu lah yang kami harapkan.. Luruskan hati, ucapan, dan perbuatan kami, Ya Allah. Rabbanaa afrigh ‘alainaa shabran wa tawaffanaa muslimiin.. Aamiin..

– inna