Dari judulnya bisa langsung ketebak saya mau membicarakan apa, jadi begini karena saya akan mendongeng tentang pernikahan yang seumur bumi ini menjadi suatu mimpi setiap pemuda dan pemudi, mungkin saya termasuk didalamnya, tapi buat saya mimpi yang satu ini tidak terlalu saya pikirkan karena kata guru mengaji saya kalau menyandarkan sesuatu ke Allah itu harus utuh, sama seperti ketika saya menyandarkan tubuh saya ke tembok dan setengah setengah pasti olang, letoy dan jatuh namun ini tidak terjadi ketika saya menyandarkan diri saya utuh, penuh, kokoh dan nempel dengan yang saya sandarkan, begitu bukan?🙂

Kembali ke judul diatas, kenapa tiba-tiba saya ingin menuliskan tentang nikah? Yah, karena semalam ada yang tanya pertanyaan itu ke saya. “jadi kapan kamu nikah? umur berapa kamu mau menikah? kalau jawab sederhana mungkin membuka buku yang pernah saya tulis, saya akan menikah usia 20 tahun. Titik. Ya kali ya se sederhana itu, tapi ketika  salah seorang teman bilang si A udah nikah tuh, udah punya anak malah” masih santai jika yang bertanya itu adalah teman sepermainan dan akan menjadi beda jika yang bertanya adalah orang tua saya dan orang tua teman-teman saya *wak waw* Menikah di usia muda di kalangan sekitar saya sudah biasa, karena orang jawa apalagi buat perempuan yang lulus SMA kerja atau hanya di rumah tidak melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ujung-ujung nya ya nikah🙂 dari 17 orang teman MI (madrasah ibtidaiyah) saya hanya beberapa orang yang masih terhitung belum hehe

Jadi kapan nikah inna?

Biasanya siapapun yang bertanya itu kepada saya maka akan saya jawab dengan senyum termanis, bukan saya tak mau menjawab tapi karena memang saya tidak punya jawaban toh, kata orang yang berilmu konsep jodoh menurut Islam merupakan bagian dari konsep TAKDIR, artinya hal tersebut sudah menjadi ketentuan Allah sejak zaman azali dalam kitab lauhul mahfudz Nya. Jadi sesungguhnya Allah sudah menciptakan jodoh sesuai dengan kualitas diri serta ke-Imanan yg cocok untuk sang hamba, untuk dipertemukan dengan timing yang tepat, momentum yang sangat tepat bagi Nya, so emang saya ternyata tidak punya jawaban atas pertanyaan klise dan regular diatas kan yah?🙂

Lalu apakah si jodoh ini harus dikejar kejar sampe capek kelelahan? atau Ditunggu saja, kan kalu jodoh ga kemana tuh?

Saya tidak setuju dengan konsep mengejar, karena kalau tidak jodoh mau dikejar sampe bulan juga gak dapat, udah capek tidak dapat lagi gak deh hehe, TAPI saya SETUJU dengan konsep ikhtiar, “ikhtiar yang bagaimana?” ikhtiarnya pakai ilmu ini “Laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik, perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik (pula)” (QS AnNur; 26) nah Allah kan gak pernah ingkar janji kan yah? jadi ikhtiarnya adalah memperbaiki diri, menjadi lebih baik dan lebih baik lagi, masak sih ketika kita bersungguh sungguh Allah tidak memilihkan kita yang terbaik, Allah kan maha pemurah, maha penyayang, kept on BELIEVE it🙂

Kemudian sekarang saya tahu ilmunya dan saya akan mulai  mengukur diri saya, jika saya ingin mendapatkan pasangan hidup yang terbaik yang dipilihkan oleh Allah maka saya  juga harus introspeksi keimanan saya dan terus memperbaiki diri saya, terus menambah Ilmu & Taqwa agar insya Allah pilihkan si mas *cieeeh* yang sesuai  dan pantas menurut Allah loh yah, bukan menurut saya, karena kalau menurut saya pasti milihnya berdasarkan hawa nafsu, yang tinggi, yang putih dan yang mirip mirip dude herlino lah minimal😀 Tp memang ada point penting yang harus di garis bawahi, kalau dua orang yang sevisi semisi sejalan lurus biasanya jodoh *ini persepsi kecil saya. Dan adapun perbedaan pun akan menjadi saling melengkapi🙂

Nah jadi mulai lah memperbaiki diri, niatkan setiap kebaikan untuk mencari Ridho Allah, menggapai cinta Allah maka jodoh seperti apapun yg dipilih Allah untuk saya niscaya akan sakinah mawaddah dan wa rahmah, Yuk ikhtiar!🙂

**senyum senyum sendiri nulis kali ini**🙂🙂🙂