Memutar kejadian beberapa tahun yang lalu Allah menghadirkan disamping saya seorang perempuan yang terluka dalam, gadis manis ini patah hati, sang kekasih meninggalkannya dan menikah dengan pilihan orang tuanya sendiri, padahal umur belum seberapa haha karena setelah di teliti kalau gadis di desa itu jika tidak melanjutkan sekolah lanjut ke jenjang yang lebih tinggi biasanya ujung2nya nikah dan nikah, bisa dipastikan sahabat saya terhempas sendiri tiga kali ia mencoba untuk mengakhiri hidupnya dan tiga kali pula pelukan saya menyelamatkannya, meski sahabat saya yang lain mengatakan “udah , nanti juga sadar sendiri kalau kita biarin” tapi tidak menurut saya, saya harus selalu ada disampingnya, agar ia tahu bahwa ia tidak sendiri, agar ia tahu bahwa putus asa bukan pilihan.

 

 

Masih terngiang ditelinga saya ketika dengan airmata berlingan ia mengatakan “aku gak sanggup nerusin hidup, aku gak bisa ngelupain si dia“ ehm  ”gak bisa atau gak mau?” itu jawaban saya setiap kali mendengar keluhannya, bukankah disetiap ada kemauan pasti ada jalan, dan Allah tidak akan mengubah setiap luka jika kita tidak mau mengubahnya, STOP BILANG TIDAK BISA karena sebetulnya yang kerap terjadi adalah TIDAK MAU bukan TIDAK BISA, betul kan? sok tahu kamu naa, teriak hati nurani saya menyindir.

 

Ya Hayyu ya Qoyum, “…kita hanya manusia yang kerap tak menyadari, betapapun beratnya ujian hidup ini pasti selalu ada jalan keluarnya. Saat segala sesuatunya terasa tak mungkin, yakinlah bahwa ada Zat yang sanggup mengubah segala yang tampaknya mustahil itu menjadi kenyataan. Kala kesulitan hidup datang mendera, yakinlah bahwa Allah telah menyediakan jalan keluarnya jika kita benar-benar mau berusaha dan bertawakkal penuh kepada-NYA”

 

Ketika ada kemauan maka pasti ada jalan, bagaimana Allah mau menolong ketika kita sendiri tidak mau menolong diri kita sendiri kan? boleh menikmati luka, silahkan dan tidak ada yang melarang, tapi harus diingat ada satu kata yang lebih bisa dinikmat dan jauh lebih indah dari kata luka yaitu BAHAGIA.

 

So? pilih yang mana? salah satu tanda bahwa kita masih hidup adalah ketika kita berdiri, maka ketika sahabat saya memilih hanya tergeletak menikmati luka maka saya katakan bahwa ia sebenarnya sudah mati, mati jiwanya meski raganya masih bernapas, ia telah membunuh jiwanya bukan dirinya, “sist, you can’t give you life to him, bangun, berdiri dan melanjutkan hidup, toh with or without him, life goes on” bukan begitu para pemirsa *lebay mode ON*

 

 

Kemudian waktu saya mengajak sahabat saya ke Dharmais, disana ada anak anak usia dibawah sepuluh tahun yang berjuang untuk sekedar bernapas, maka sahabat saya mulai mensyukuri arti napasnya, saya mengajaknya ketempat penampungan anak anak jalanan yang belajar tanpa sandal, tanpa buku, dan tanpa pensil tapi mereka semangat mengikuti saya mengeja dan menghapal 1 single English word, dan sahabat saya mulai mengganti lukanya dengan syukur, dan saya mengajaknya kepanti asuhan tempat anak anak dibuang orang tuanya, mereka survive.

Begitu banyak alasan untuk hidup dan ingatlah gantungkan semua urusan kepada Allah, tak ada yang tak mungkin bagi Allah untuk mengubah kita seperti apa apa yang kita inginkan, syaratnya hanya ikhlas menerima apa apa yang menjadi ujiannya, tidak mengeluh ketika semua milikNYA diambil dari kita … saya hanya pemain dari kisah hidup saya, ada sutradara yang mengatur yaitu Allah, maka saya harus memainkan peran saya dengan sebaik baiknya agar sutradara saya senang, dengan sedikit improvisasi berupa ikhtiar tentunya kan?

 

Mulai sekarang katakan MAU pada setiap yang kita inginkan, saya MAU menjadi orang yang takwa maka Allah akan memberi jalan, saya MAU menjadi penulis maka Allah akan memberikan jalan, saya MAU menjadi kaya maka Allah akan mengulurkan bantuan, saya MAU keluar dari patah hati maka Allah akan memberikan pelukan terhangat, cukup katakan saya MAU … MAU dan MAU stop bilang saya BELUM BISA, TIDAK BISA kalimat itu haram hukumnya bagi manusia yang mempercayai bahwa Allah mampu mengubah yang tak mungkin menjadi mungkin.

 

*kok saya jadi kaya motivator gini sih bicaranya …. jangan bilang kamu sedang berusaha menjadi orang lain inna, urus tuh cengeng diri sendiri. Dulu hati nurani saya gak pernah bohong , ketika saya menasehati orang lain, maka dia sibuk menasehati saya *

https://www.facebook.com/notes/inna-sitzu-khainna/coret-coret-8-there-is-a-will-there-is-a-way/10151433775954904