64

Bismillah..

Salam hangat!Salam Rindu dan salam cinta!🙂🙂 Tak terasa sekali saya baru menyadari indahnya hibernasi dari socmed itu ternyata sungguh menyenangkan padahal juga baru beberapa hari, meskipun banyak ketinggalan update tapi banyak hal baik yang saya dapat. FOKUS dan TOTAL! Alhamdulillah, ada kesempatan sedikit waktu untuk meluangkan menulis. Dalam tulisan ini saya ingin membahas tentang sedikit cita-cita saya, kenapa saya tulis di blog? ini juga permintaan teman-teman yang suka dan selalu tanya-tanya baik lewat chat, Ym, message FB bahkan skype ..Penting banget nanyain cita-cita saya ya hahaha langsung ke pokok permasalahan …😀

Pernahkah mempunyai impian?

Atau pernahkah mempunyai cita-cita? Saya yakin semua manusia memiliki impian dan sebagian besar dari mereka punya cita-cita🙂 Impian adalah sesuatu yang ingin kita raih, kita dapatkan, atau kita capai (ingat impian berasal dari kata impi, yang memiliki relasi dengan kata mimpi).
Sedangkan cita-cita adalah sesuatu yang ingin kita capai disertai perencanaan dan tindakan kita untuk mencapainya (perbedaan utama dengan impian, ada tindakan nyata untuk mencapai hal yang diinginkan) , Setiap orang pasti memiliki mimpi, dan itu adalah hal yang baik karena mimpi adalah kekuatan untuk melangkah lebih jauh dalam kehidupan ini. Bermimpi-lah! Bahkan jika kita memiliki sebuah mimpi yang besar sekalipun, maka bayangkanlah! Karena kekuasaan, rahmat dan kasih sayang Allah Swt terbentang luas bagi seluruh hamba-hamba-Nya tanpa terkecuali. Dia sendiri yang mengatakan, “…dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah..” (QS. Az-Zumar [39]: 53).

Saya dan Pendidikan

DUA IMPIAN SAYA Adalah MS dan BP ( beeeuh langsung to do point )….Saya mempunyai impian agar  anak-anak perempuan mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk maju dan dapat menyerap ilmu agama lebih banyak dan intensif itulah MS, dan saya ingin suatu saat nanti bisa mendirikan sebuah “Taman Siswa” bersama suami saya kelak pasti nya ( apa-apaan ini😀 ) itulah BP. Karena di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin.Bumi kita sama, langit kita sama, yang membedakan adalah langit mana yang mampu kita capai. Itulah prinsip yang sampai sekarang saya pegang. Teringat satu catatan hariannya Rahmah el Yunusiyyah, Mujahidah Pendidik dari Ranah Minang menuliskan do’a yang ia panjatkan dalam sholat-sholat wajib dan sholat malamnya.

“ Ya Allah ya Rabbi, bila dalam ilmu Mu apa yang menjadi cita-citaku ini untuk mencerdaskan anak bangsaku terutama anak-anak perempuan yang masih jauh tercecer dalam bidang pendidikan dan pengetahuan ada baiknya dan Engkau Ridhai, maka mudahkanlah ya Allah jalan menuju cita-citaku ini. “

MS (MUSLIMAH SHOLIHAH)

Umar bin Khotob berkata:”Hak anak atas orang tuanya adalah meilihkan ibu yang sholihah, mengajarkan Al Qur’an dan memilihkan nama yang baik”.(Kaifa Turobbi waladan sholihan oleh Al Maghribi).

Seorang ibu yang sholihah amatlah penting karena ibu adalah orang yang paling dekat dengan anak pada masa-masa balita. Inilah kesempatan untuk menanamkan aqidah keislaman dalam diri anak-anaknya dan mereka didik sang permata hati untuk cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta menjauhkan diri dari kemaksiatan dan akhlaq yang rusak.

Perkembangan pengetahuan baru mengenai mendidik anak sejak dalam kandungan, menjadi sebuah bukti betapa kualitas seorang Ibu, mempengaruhi kualitas sang anak. Selama dalam kandungan, apa yang dimakan Ibu itu pula yang dimakan anak, apa yang biasa dimakan Ibu itu pula yang membuat anak akrab dengan rasa makanan serupa, perasaan seperti apa yang biasa muncul pada Ibu cenderung akan biasa muncul pula pada anak, bagaimana akhlak Ibu maka anakpun cenderung memiliki akhlak serupa.

Keberadaan seorang ibu sholihah sangat diperlukan. Seorang ayah yang shalih tidak akan mampu sendirian mengamankan bentengnya. Keduanya harus bersama-sama menjaga putra dan putri mereka. Sejumlah kaum lelaki dikerahkan untuk membangun masyarakat Islami akan sia-sia jika tidak mengikut sertakan kaum wanitanya. Karena, merekalah para penjaga tunas masa depan (generasi).”

Rasulullah saw. berpesan, “Pilihlah (calon istri) untuk menyemaikan benih (keturunanmu) karena wanita itu akan melahirkan anak menyerupai saudara-saudaranya!” Rasulullah saw. juga bersabda, “Pilihlah untuk (meletakkan) benih (keturunan)-mu pada tempat-tempat yang baik (shalihah)!” [Dari Aisyah, diriwayatkan oleh Daruquthni]

BP(BERJIWA PENDIDIK)

Ibu yang baik, akan menjadi guru bagi anak-anaknya. Ibu merupakan sekolah bagi anak-anaknya. Anak akan menyerap semua dari kebiasaan ibunya. Anak bukan sekedar menyusu asinya, tapi juga menyusu akhlak dan kepribadian ibunya. Maka penyair arab mengatakan:

Ibu adalah sekolah

Jika engkau menyiapkannya

Maka engkau telah menyiapkan generasi yang baik dan tangguh

Ibu adalah penentu dan pengukir kepribadian  anak-anaknya. Kalau dia mengajarkan kebaikan kepada anak-anaknya, maka dia telah mengukir kebaikan kepada anak-anaknya. Begitu juga sebaliknya. Maka sebagian para ulama’ mengatakan mendidik itu seperti menanam benih. Orang yang akan menanam tentu akan memilih lahan yang gembur agar tanamannya subur, tumbuh dengan lebat dan berbuah dengan memuaskan. Demikian juga mendidik anak, maka kita disuruh untuk memilihkan ibu yang cerdik dan pandai lagi sholihah.

Suami juga harus memperhatikan pengetahuan yang dimiliki istrinya. Dengan bekal pengetahuan, istri akan dapat mengatur urusan rumah dan mendidik anak dengan baik. Oleh karena itu wanita harus -mencari bekal ilmu dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk membantunya menjalankan fungsi seorang istri dan ibu. Bak kata pepatah, “Lelaki dan perempuan itu bagaikan sebait puisi, harus ada keserasian dan kecocokan.” Serasi dan cocok dalam cara pandang dan pemikiran. Meskipun hal ini pun membutuhkan waktu, karena masa mengenal itu membutuhkan waktu. ( berasa sudah pengalaman, padahal ngalamin aja belum xD , nama nya juga impian MSBP heuheue)

Dalam sebuah buku yang pernah saya baca seorang pendidik yang berhasil mempunyai sifat atau ciri-ciri yang jika setiap dari sifat tersebut bertambah maka akan bertambah pula keberhasilan ia dalam mendidik anak-anak tentunya juga dengan taufiq bantuan Allah swt. Adapun sifat atau ciri-ciri seorang pendidik antara lain:

  1. berilmu.
  2. amanah (bertanggung jawab).
  3. kuat.
  4. adil.
  5. berkeinginan besar.
  6. konsisten.
  7. baik.
  8. jujur.
  9. penuh hikmah.
  10. sabar.

Sebagai penutup, wanita shalihah adalah harta simpanan yang hakiki dunia lan akhirat bagi seorang lelaki. Imam Tirmidzi meriwayatkan sebuah ladits dari Tsauban yang berkata, “Tatkala turun ayat, ‘Orang- orang yang menimbun emas dan perak dan tidak dikeluarkan (zakatnya) di jalan Allah. . . ,’ [At-Taubah: 34] kami sedang dalam perjalanan bersama Rasulullah saw. maka sebagian sahabat ada yang berkata, Ayat ini turun berkenaan dengan emas dan perak. Jika kami tahu ada harta yang lebih baik lagi (yang boleh disimpan) kami akan mencarinya.’

Maka Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik harta (simpanan) adalah lisan ;yang selalu berdzikir, hati yang selalu bersyukur dan istri shalihah yang bisa mendukung keimanan seorang mukmin’ . “

Jadi Jika  melihat seseorang yang berhasil, maka perhatikanlah, siapa dulu ibunya..🙂🙂

Nah itulah sedikit penjelasan dari dua impian saya, MSBP (Muslimah Sholihah Berjiwa Pendidik)…

dilanjutkan lain waktu, insya Allah.. karena ini baru yang ada di kepala , belum membuka catatan. :’)

tetap lanjutkan impian, cita-cita dan kembangkan potensi, apapun kondisinya.
karena kesempatan itu suatu saat akan datang, biiznillah
yang penting tetap yakin bahwa segala cita-cita kita akan terwujud..Aamiin Yaa Robbal’alamiin…

Jadilah orang yang selalu bersemangat! syukuri hidup ini, bersabarlah, bekerja keraslah, Allah bersama kita ….

Raihlah cita-cita.. raihlah! jangan biarkan ada satupun cita-cita yang tidak tercoret, kecuali jika Allah menggantinya dengan yang lebih baik..

salam cinta – Inna