“..Dan tiadalah kehidupan ini selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-An’am (6) : 32)

Good morning!!

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh….

Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT ya teman-teman,om,tante,pakde,budhe,kakak,adik,mbak,mas semuanya :))

 

Sebenarnya malam minggu kemarin mau nulis, berhubung tidak sempat , banyak tugas dan baru sempat sekarang berceloteh dengan tulisan yang mungkin masih butuh banyak saran dan kritikan dari teman-teman, dan juga baru mau menyelesaikan buku yang saya buat (tapi belum jadi), semoga cepat selesai dengan bantuan doa dari teman-teman semua nya.Aamiin

Mohon doanya ya ^_^

 

Dan kali ini ,di pagi yang cerah dan indah sejuk damai hati dan pikiran mau menulis sedikit coretan tentang”memberi” ya kali saja ada manfaat yang bisa di petik dari coretan ini

bismillah…

 

Ada kisah dari teman saya andi yang pernah di sharing via email ke saya tentang kedahsyatan” memberi’..

begini…

 

seorang pria separuh baya berjalan menapaki ramainya kendaraan yang berlalu lalang. Diantara keramaian itu, di atas pundaknya memikul sebuah meja kecil yang cukup berat. Dengan sabar ia berjalan selangkah demi selangkah dengan menanggung beratnya meja yang ntah kemana mau di antar. Kendaraan yang lewat seakan tidak mau mengalah, semua yang lewat seakan di kejar oleh sang waktu sehingga pria tersebut harus hati-hati sambil menanti dirinya cukup aman untuk menyeberangi jalanan yang cukup besar disana.

Selang waktu beberapa menit kemudian, di tengah-tengah kemacetan saya melihat seorang nenek mendorong sebuah gerobak berisikan mainan anak-anak yang terbuat dari plastik. Suara gerobak yang di dorongnya seakan menunjukkan bahwa dirinya harus keras terhadap dunia. Untaian langkahnya tidak seperti para pedagang-pedagang yang saya lihat, langkah demi langkahnya seakan penuh dengan makna, penuh dengan harapan agar barang dagangannya dapat terjual.

Saya memang tidak bisa melakukan apa-apa dari dua hal yang saya lihat di atas. Meskipun saya bisa sedikit berempati apa yang mereka (dan orang lainnya yang bernasib sama) rasakan, namun saya menganggap “Mereka lebih mulia daripada seorang pengemis..”. Berjuang menggunakan kakinya sendiri lebih baik hanya berdiam pasrah menanti ilham datang menjemput.

Saya yakin, bahwa kalian pernah melihat, merasakan, atau bahkan merasa iba dengan contoh pemandangan-pemandangan seperti di atas. Itu semua adalah bukti bahwa “Kita memang harus keras terhadap kehidupan ini, jika tidak, justru kita yang akan dilindas kerasnya perjuangan kehidupan ini”. Seringkali terlihat di pinggiran jalan, nasib orang-orang yang (menurut kita) kurang beruntung. Kita memang tidak bisa membantu apa-apa, tapi sebenarnya, kita bisa membantu memberikan suatu hal yang mungkin lebih baik daripada sebuah materi dalamcatatan kehidupan ini, yaitu doa.

Kita tidak tahu seperti apa keadaan kehidupan kita selanjutnya, karena segala hal tentang ‘Esok’ adalah sebuah misteri Ilahi yang telah ditentukannya. Memberikan sebuah doa kecil kepada mereka yang kurang beruntung, anda akan merasa bahwa anda adalah orang yang beruntung, meskipun anda hanya dapat memberikan sebuah doa.

 

Tuh kan,

Islam adalah agama yang senantiasa mengajarkan untuk memberikan manfaat dan maslahat kepada sesama manusia ataupun kepada ciptaan Allah Swt yang lain, seperti binatang dan tumbuhan. Tolong menolong telah menjadi bagian yang tidak dapat dihilangkan dari ajaran Islam karena memang kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan dari orang lain. Setiap manusia itu berbeda, dan itulah suatu isyarat yang diberikan oleh Allah Swt agar kita saling tolong menolong.

Memberilah!Ya memberilah meskipun hanya seuntai doa dan senyuman…🙂

 

 

 

 

 

 

Senyum dalam ajaran Islam bernilai ibadah. Seulas senyuman yang disunggingkan kepada seseorang setara dengan nilai bersedekah.

 

Rasulullah SAW bersabda bahwa anak keturunan Adam memiliki kewajiban untuk bersedekah setiap harinya sejak matahari mulai terbit. Seorang sahabat yang tidak memiliki apa pun untuk disedekahkan bertanya, “Jika kami ingin bersedekah, namun kami tidak memiliki apa pun, lantas apa yang bisa kami sedekahkan dan bagaimana kami menyedekahkannya?”

 

Rasulullah SAW bersabda, “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR Tirmizi dan Abu Dzar).

 

Dalam hadis lain disebutkan bahwa senyum itu ibadah, “Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah.” (HR Trimidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi).

 

Salah seorang sahabat, Abdullah bin Harits, pernah menuturkan tentang Rasulullah SAW, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW.” (HR Tirmidzi).

 

Meskipun ringan, senyum merupakan amal kebaikan yang tidak boleh diremehkan. Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (HR Muslim).

 

Mungkin kita sering berfikir bahawa sedekah itu berkaitan dengan harta benda seperti pemberian wang, pakaian, atau apa pun yang dapat dinikmati penerima dalam bentuk material. Hal itu juga mungkin ada dalam pemikiran para sahabat Rasulullah SAW, sehingga mereka sangat gelisah dan kemudian mempertanyakan Baginda.

 

Di antara keistimewaan sedekah adalah menolak bala (musibah). Dari Sayyid Ali Ar-Ridha, dari Sayyid Ja’far Ash-Shadiq, dari Sayyid Ali Zainal Abidin, dari Ali bin Abi Thalib Radiyallahu Anhum, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah itu dapat menghindarkan diri dari kematian yang tidak baik, menjaga diri dari tujuh puluh macam bencana.”

 

Imam Ibnul Qoyyim RA dalam bukunya al-Wabil ash-Shayyib berkata, “Sesungguhnya sedekah bisa memberikan pengaruh yang menakjubkan untuk menolak berbagai bencana, walaupun pelakunya orang yang Fajir (pendosa), zalim, atau bahkan orang kafir.”

 

Wallahu’alam.

 

yuk, kembali lagi ke “memberi” memberi dalam arti dalam doa,senyuman ataupun pertolongan lain nya.

 

Allah Swt dengan tegas berfirman, “Dan tolong-menolong engkau semua atas kebaikan dan ketaqwaan.” (QS. Al-Maidah [5]: 2)

 

Menurut para ahli, perilaku menolong orang lain termasuk ke dalam perilaku jenis “prososial” atau dikenal dengan istilah “altruisme”. Kalo kata Wikipedia, Altruisme adalah perilaku yang dilakukan secara sukarela untuk membantu, melayani, atau memberikan manfaat kepada orang lain bahkan jika perlu dengan mengorbankan kepentingan diri sendiri. Orang-orang ini menolong dengan tulus ikhlas dan tidak mengharapkan keuntungan material ataupun keuntungan sosial lainnya.

Selain itu, manfaat dari menolong orang lain adalah sebenarnya kita telah berinvestasi untuk menolong diri kita sendiri suatu saat nanti. Karena setiap perbuatan yang kita lakukan, baik ataupun buruk, nantinya akan kembali lagi ke diri masing-masing. Allah Swt bersabda, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu juga untuk dirimu sendiri…” (QS. Al-Isra [17]: 7) 

Makanya mengapa, jika kita suka menolong orang, jangan khawatir sobat😀, suatu saat nanti pasti kita yang ditolong orang lain. Bisa saja kita akan ditolong oleh orang yang pernah kita tolong, atau mungkin akan ditolong oleh orang lain. Ini kan hukum alam. Kadang kita di atas kadang di bawah. Kadang kita menolong orang dan kadang kita yang ditolong. Jadi yakinlah bahwa menolong orang lain adalah suatu investasi yang sangat baik dan nanti akan kita petik hasilnya. ^^

 

Lalu yang terpenting adalah, jika kita telah memberikan manfaat bagi orang lain, jangan berharap pamrih sedikitpun atas kebaikan kita. Berikan saja dengan tulus ikhlas, masalah balasannya biar Allah Swt yang ngatur. Jadi kalau investasi kita tidak dibalas di dunia, maka sudah PASTI akan dibalas di akhirat. Yakinlah bahwa tidak ada perbuatan yang sia-sia, sekecil apapun perbuatan baik pasti ada ganjarannya, dan begitu juga dengan perbuatan yang jahat. 

 

 “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (biji atom) pun, niscaya dia akan mendapat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan mendapat balasannya.” (QS. Al-Zalzalah [99]: 7-8)

 

Intinya lebih berbahagia memberi daripada menerima

 

 

Memberi itu juga menyehatkan!!

Pernah ada suatu penelitian yang melibatkan ribuan sukarelawan. Kesimpulannya sebagai berikut: “Memberi atau menolong orang lain dapat mengurangi rasa sakit, mengurangi rasa stres, meningkatkan hormon endorfin (hormon yang memberi ketenangan dan rasa bahagia, juga mengurangi rasa sakit), serta meningkatkan kesehatan.” 

 

Prof. David McClelland (seorang peneliti dari Harvard University, AS) menambahkan: “Melakukan sesuatu yang positif terhadap orang lain akan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, sebaliknya orang kikir cenderung terserang penyakit. Mengapa demikian, karena orang kikir biasanya cinta uang, bila uangnya sedikit berkurang maka dia akan stres dan tubuhnya akan mengeluarkan hormon kortisol yang akan mengurangi kekebalan tubuh. Memberi dapat memperpanjang umur.”

 

Sebuah riset lain juga mengambil kesimpulan bahwa: “Menolong orang lain secara sukarela meningkatkan kebugaran tubuh dan angka harapan hidup.”

 

Memberi mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa. Ketika kita mengulurkan tangan untuk menolong sesama dan berbagi dengan kehidupan mereka, maka kita akan merasakan kebahagiaan yang mendalam dan hidup terasa jauh lebih berarti karena bisa memberi. Setiap orang yang suka memberi tidak pernah kekurangan. Dia akan membaikkan orang lain, dirinya sendiri, dan menyenangkan hati Allah SWT dan alam semesta. Dan Sang Pencipta beserta seluruh isi alam semesta tidak akan pernah ‘berhutang’ kepada orang yang suka memberi.

caelah bahasanya😀

 

Soooo, berbahagialah orang-orang yang dapat memberi”sedikit”tapi bermanfaat buat orang lain seperti dengan mendoakan saudara-saudara kita dimana pun mereka berada mau di belahan bumi barat ataupun timur yang penting satu “NIAT kita”selain doa bisa juga dengan senyuman kepada saudara kita ,Orang yang murah senyum juga akan jauh dari stres karena dia terhindar dari penyakit ketegangan. Jantungnya akan berdetak normal. Peredaran darahnya akan mengalir dengan baik dan membuat awet muda. beneran looh :))

 

Sebagai penutup mari berlomba-lomba dalam kebaikan dengan memberi meskipun sedikit dengan doa atau senyuman tak apa dari pada tidak sama kali, Betuul?^^

 

Betapa indah pribadi yang penuh pancaran manfaat, ia bagai cahaya matahari yang menyinari kegelapan, menjadikannya tumbuh benih-benih, bermekarannya tunas-tunas, merekahnya bunga-bunga di taman, hingga menggerakkan berputarnya roda kehidupan. Demikianlah, cahaya pribadi kita hendaknya mampu menyemangati siapapun, bukan hanya diri kita, tetapi juga orang lain dalam berbuat kebaikan dengan full limpahan energi karunia Allah Azza wa Jalla, Zat yang Maha Melimpah energi-Nya, Subhanallah. Ingatlah, hidup hanya sekali dan sebentar saja, sudah sepantasnya kita senantiasa memaksimalkan nilai manfaat diri ini, yakni menjadi seperti yang disabdakan Nabi SAW, sebagai Khairunnas. Sebaik-baik manusia! Insya Allah.

 

 

” Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain ” (HR. Bukhari).

 

*kapan-kapan nyambung lagi yaaa* :))

 

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh..

 

 

 

Warm Regards

 

inna