Assalamu’alaikum wrwb….

 

shobahul khair sobat-sobat pemburu beasiswa semua😀

Pagi ini mau sharing-sharing pengalaman beasiswa,hmm…Ya beasiswa!Beasiswa  ke taiwan(meskipun saya sendiri belum pernah mencoba dan pengalaman tapi alhamdulillah ada sedikit gambaran setelah sharing dengan kakak penerima beasiswanya.

Semoga tulisan ini membantu sobat-sobat pemburu beasiswa yang sedang berburu dan menjadikan Taiwan sebagai negara tujuan.

Pemerintah Taiwan sejak tahun 2005 membuka kesempatan bagi International students untuk melanjutkan studi pada program Master dan Doctorate. Beasiswa ditawarkan oleh Pemerintah Taiwan (melalui kantor-kantor perwakilannya di luar negeri, di Indonesia: Taipei Economic Trase Office Jakarta), Universitas-Universitas di Taiwan, dan NGO (seperti Democratic Pacific Union). Oleh karenanya aplikasi beasiswa Studi@Taiwan dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu:

  1. Program G to G, yaitu melalui kantor perwakilan Taiwan di Jakarta (informasi lengkap silahkan baca arsip sebelumnya dalam blog ini).
  2. Program U to U, yaitu aplikasi dilakukan melalui universitas-universitas di Taiwan. Untuk informasi detail silahkan mengakses situs universitas masing-masing. Namun perlu diketahui, bahwa tidak semua universitas di Taiwan menawarkan International Program atau English Speaking Program (bahasa pengantar kuliah dalam Bahasa Inggris). Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan telah memetakan kebutuhan untuk dakwah dan pedampingan kepada para TKI, untuk itu sebaiknya mendaftar ke universitas-universitas berikut:
    • Taipei:
      • Kategori Teknologi: National Taiwan University of Science and Technology (www.ntust.edu.tw), National Taipei University of Technology (www.ntut.edu.tw)
      • Kategori Umum: National Taiwan University (www.ntu.edu.tw). Prioritas utama di NTU ini adalah program management (MBA atau DBA), politik dan hukum.
      • Kategori Kesehatan: National Yangming University (www.ym.edu.tw).
    • Taichung:
      • Kategori Umum: National Chung Hsing University (www.nchu.edu.tw). Prioritas utama di NCHU ini adalah pada bidang pertanian dan teknologi pertanian.
      • Kategori Kesehatan: Asia University.
    • Tainan:
  3. Program melalui NGO, yaitu aplikasi dilakukan melalui NGO yang memberikan dana untuk Studi@Taiwan seperti Democratic Pacific Union (www.dpu.org.tw). Secara detail informasi dan persyaratannya silahkan klik link situs DPU tersebut. Untuk tahun 2007 ini aplikasi beasiswa akan ditutup tanggal 31 Maret 2007. Guidelines dan formulir aplikasi dapat dilihat di link berikut : DPU-Scholarship GuidelinesDPU-Scholarship Application Form.

Bagi sobat-sobat “Intelektual Muda Muslim Indonesia”, aplikasi melalui program G to G dan NGO memerlukan surat rekomendasi tidak hanya dari dosen atau pembimbing sewaktu S-1 tetapi juga diperlukan surat rekomendasi dari orang-orang yang cukup terpandang. Untuk itu disarankan untuk mendapatkan surat rekomendasi dari orang-orang tersebut, misalnya: Rektor, Pimpinan Muhammadiyah, dll.

(sumber:Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., MEng.Sc,Email: muntohar@yahoo.com)

 

Beasiswa National Taiwan University of Science and Technology (NTUST)

 

National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) adalah salah satu universitas di Taiwan yang paling progresif membuka peluang bagi calon mahasiswa di seluruh dunia untuk kuliah program bachelor, master dan doctorate. Pada tahun 2003, universitas ini masuk 10 top Asia’s Universities versi Asia Week. Sesuai dengan namanya universitas ini lebih memfokuskan pada bidang science dan technology. Bidang-bidang ilmu yang ditawarkan untuk program master dan doctorate di NTUST untuk tahun akademik 2007-2008 adalah sebagai berikut:

  • College of Engineering: Automation and Control, Materials Science & Technology, Mechanical Engineering, Construction Engineering, Chemical Engineering
  • College of Electrical & Computer Engineering: Computer & Communication Network Program, Electrical Engineering, Electronic Engineering, Computer Science & Information Engineering (hanya doctorate).
  • College of Management: Industrial Management, Business Administration, Information Management (hanya doctorate), Finance, MBA.
  • College of Liberal Arts & School Science: Applied Foreign Language (hanya master)

 

 

Beasiswa ini adalah dari NTUST (bukan dari pemerintah Taiwan) yang mencakup: Tuition waiver (pembebasan beasiswa) dan monthly stipend (master: NTD10,000/month, doctorate: NTD15,000/month).  Beberapa laboratorium yang dikelola oleh Professor menawarkan research assistant (RA) atau teaching assistant (TA) dengan honor per bulan yang bervariasi antara NTD2000 – NTD8000 (bergantung pada laboratorium masing-masing).

Persyaratan yang mesti dipenuhi untuk mendapatkan beasiswa NTUST antara lain:

  • Calon mahasiswa tidak kewarganegaraan Taiwan, Chinese Overseas, Hongkong, Macau, dan RRC.
  • Calon mahasiswa tidak pernah dikeluarkan dari universitas di Taiwan sebelumnya.
  • Melengkapi dokumen-dokumen berikut: Application Form, 1 Copy ijazah S-1 dan atau S-1 dan S-2 , 1 Copy Traksrip S-1 dan atau S-2 (bagi yang mendaftar Doctorate melampirkan copy ijazah dan transkrip S-1 & S-2), Surat Pernyataan Kesanggupan Pembiayaan Studi (Financial Statement). Semua dokumen diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan dilegalisir di Kantor Dagang & Ekonomi Taipei (TETO) di Jakarta. Namun untuk pendaftaran, dokumen yang dilegalisir oleh pihak universitas di Indonesia masih diperbolehkan. Apabila diterima dan bersedia untuk studi di NTUST, maka semua dokumen mesti dilegalisir di TETO.
  • Surat rekomendasi dari dua orang Dosen Pembimbing S-1/S2, atau Rektor dll yang mengetahui persis kemampuan calon mahasiswa dan masih relevant.
  • Surat keterangan kesehatan paling lama 6 bulan terakhir dari rumah sakit (dalam bahasa Inggris dapat dikirimkan setelah diterima). Pemeriksaan kesehatan meliputi: Chest X-Ray (TBC), Serological test for HIV, Stool Examination for Parasites, Serological test for Syphilis
  • Rencana studi (study plan) dalam bahasa Inggris (ini hal penting, kemukakan latar belakang, motivasi studi di NTUST, rencana penelitian, manfaat penelitian bagi Taiwan dan Indonesia, tujuan penelitian, dan pengalaman penelitian)
  • Pendaftaran dapat dilakukan secara online:http://140.118.99.78/FA/Index.aspx
  • Batas akhir waktu pendaftaran adalah setiap 30 November untuk masuk spring semester dan 31 Maret untuk masuk fall semester setiap tahunnya.
  • Guidlines untuk aplikasi dapat di-download melalui link berikut:  http://www.admission-e.ntust.edu.tw/front/bin/ptlist.phtml?Category=2

Walapun tidak disyaratkan secara tertulis, IPK sebaiknya > 3.50 (dari skala 4.00) dan TOEFL score > 550, karena calon mahasiswa mesti bersaing untuk memperoleh beasiswa.

Jika aplikasi tidak dilakukan secara online (disarankan untuk aplikasi online), formulir aplikasi dan dokumen-dokumen dikirimkan melalui surat ke alamat berikut:

<<Nama Department yang diminati>>
National Taiwan University of Science and Technology
No. 43 Sec. 4 Keelung Road, Taipei. Taiwan. 106

Jika mendapatkan beasiswa, mahasiswa mesti harus mengeluarkan biaya per semester untuk pembayaran asrama (dormitory) NTD6000~6200 dan health inssurance NTD4800. Biaya makan sehari-hari biasanya NTD100-150/hari dan sangat bergantung pada kebiasaan masing-masing. Rata-rata biaya hidup per bulan bagi mahasiswa single (belum menikah dan tidak mempunyai tanggungan hidup) adalah NTD6000-8000.( Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., MEng.Sc)

 

Berikut ini saya ringkaskan informasi tentang beasiswa dari Taiwan.

Jenis beasiswa : Beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Taiwan meliputi untuk program strata satu hingga strata tiga.

  1. Beasiswa program strata satu (undergraduate) diberikan kepada calon mahasiswa yang memenuhi kualifikasi. Besarnya beasiswa adalah NT$25.000/bulan.
  2. Beasiswa program strata dua (master) diberikan kepada calon yang telah memiliki ijazah strata satu dan memenuhi kualifikasi yang ditetapkan. Besarnya beasiswa adalah NT$30.000/bulan selama dua tahun.
  3. Beasiswa program strata tiga (doctorate) diberikan kepada calon yang memenuhi kualifikasi yang disyaratkan. Besarnya beasiswa adalah NT$30.000/bulan yang diberikan selama tiga tahun.

Perlu diketahui bahwa beasiswa tersebut telah mencakupi biaya SPP (tuition fee), tunjangan hidup bulanan (living cost), dan pengeluaran rutin lainnya (monthly stipend). Dengan demikian beasiswa tersebut lebih sesuai bagi calon yang masih “single” belum berkeluarga.

Aplikasi beasiswa Pemerintah Taiwan ini dimulai bulan January setiap tahunnya dengan menghubungi kantor perwakilan Taiwan di masing-masing negara. Pada tahun 2006-2007 disediakan 500 beasiswa baru dan 588 beasiswa pembaharuan. Untuk Indonesia, silahkan untuk menghubungi Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (Taipei Economic and Trade Office, TETO) yang beralamat berikut:

Lantai 12 (Divisi Pelayanan) dan Lantai 17
Gedung Artha Graha, Jalan Jendral Sudirman,
Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia
Jam Kerja Divisi di lantai 17:
09.00 ~ 12.00; 13.30 ~ 17.00
Tel:(002-62-21) 515-3939, Fax:(002-62-21) 515-4626
E-mail: jkt@teto.or.id
Jam Kerja Divisi Pelayanan di lantai 12:
08.30 ~ 11:30; 13:30 ~ 16:00
Tel:(002-62-21) 515-1111, Fax:(002-62-21) 515-2910
E-mail: jkt@teto.or.id

Berkas Aplikasi Beasiswa

(Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., MEng.Sc. )

Berikut ini adalah tips & tricks untuk menembus beasiswa Pemerintah Taiwan. Disalin dari blog salah satu anggota Formmit yang berhasil mendapatkan beasiswa tersebut. Semoga bermanfaat.

Akhir2 ini,, isi email, topik pembicaraan di YM, MP bahkan fesbuk,, lebih kurang tentang hal ini,, “Bagaimana cara nembus Taiwan Scholarship?”

Okay,,, biar nggak usah ngulang-ngulang,, gw pengen berbagi di sini,, tentang bagaimana caranya. Ini bukan karena sok ahli,,, hanya karena kebetulan,, gw sekolah di sini make beasiswa ini. Untuk selanjutnya gw sebut Beasiswa Teto (padahal Teto mah nama kantor dagang Taiwan di Indo,,qeqeqe)

Sebenarnya info lengkapnya bisa di cek di http://studyintaiwan.org , menurut gw di sana infonya sudah kumplit,, dan selalu ada update-an terbarunya.

Berikut gw coba list pertanyaan yang biasa diajukan temans:

1. Daftar beasiswa dulu atau sekolah dulu?

>> Kalau menurut gw, sebaiknya daftar sekolah dulu. Link tentang univ dan college di Taiwan bisa di intip di http://english.education.edu.tw/mp.asp?mp=12 . Saran gw, carilah jurusan yang benar-benar diminati. Mengapa jurusan yang diminati? Menurut gw pribadi, sistem belajar di sini saangat keras,,, dan mahasiswanya rajinnya minta ampyun. Jadi kalau anda tidak minat and menguasai jurusan yang temans tuju,,, siap-siap aja stres dan kalah bersaing. Hihihi. (Gw yang sangat minat dengan jurusan gw aja stress,,hihii). Nah kalau sudah tau jurusan yang paling diminati baru cari universitasnya. Karena di Taiwan ini agak unik, masing-masing Univ punya jurusan terbaiknya masing-masing. Kayak kampus gw, paling yahud jurusan remote sensing, gender study, art study dan film centernya. Intinya jangan tiba-tiba milih NTU (National Taiwan Univ) hanya karena itu kampus no atu di Taiwan, padahal jurusan yang teman tuju,, paling mantap bukan di kampus itu. Yah,, kita jangan mpe nanggung gitu,, menurut gw siy ini,,

Pengalaman pribadi gw, mengapa gw milih NCU sebagai kampus gw, karena emang rejekinya di situ,, hehehe,, trus ada kesempatan di situ dan lebih utama lagi,, profesor gender study paling yahud se-Asia ada di kampus ini. Ini sangat membantu gw buat mencuri ilmu sebanyak-banyaknya dari dia. Trus tuh profesor dah tersohor banget,, gw klo kemana-mana nyebut nama kampus dan jurusan gw,, orang-orang langsung nimpalin,, oh,, itu kan tempat profesor XX ngajar.. bla-bla-bla,, malah jadi punya topik pembicaraan klo ketemu orang baru. hehehe. Gw juga jd berasa ikutan terkenal,,qeqeqe,,

Setelah daftar sekolah, melengkapi seluruh persyaratan dan lulus seleksi, nah teman akan mendapatkan yang namanya “Letter of Acceptance” (LoA). LoA inilah yang teman2 lampirkan ketika mengajukan beasiswa ke Teto. Kalau temans punya LoA ini, yakin deh,, teman akan di prioritaskan. Gw karena nunggu LoA ini, baru bisa ngirim berkas di hari terakhir pendaftaran, 30 April 2008. Hehehe,,,

But mesti rasional juga, kalau waktu dah mepet, tapi LoA belum nonggol juga, ya udah,, masukkan dulu draft lamaran beasiswa ke Teto,, nanti LoA-nya menyusul,,, bisa kok itu. Bahkan ada pengalaman, teman yang berangkat bareng saya, dah keterima beasiswa,, tapi lom dapat LoA,, namun yang namanya rejeki Allah g bakal pernah salah alamat, at injury time,,, bisa juga beliau mendapatkan LoA dr sebuah univ di Selatan Taiwan.

2. Pilih belajar Bahasa apa enggak?

Di form pengajuan beasiswa Teto, akan ada pertanyaan ini, kita mau belajar bahasa dulu setahun apa enggak? Saran gw dan bocoran dari Koh Rudi (yang ngurusin Beasiswa Teto),, sebaiknya nggak usah. Karena belajar bahasa ditujukan/diprioritaskan buat pelamar dari negara yang punya hubungan diplomatik dengan Taiwan. Untuk negara seperti Indonesia yang hanya punya hubungan baik,,, kesempatan itu tidak diprioritaskan. Atau milih,, cuma belajar bahasa aja setahun di sana,, nah itu boleh,, entar lanjut kuliah di sana,, bisa apply beasiswa yang lain (ex: beasiswa kampus, beasiswa dikti, beasiswa ICDF).

3. Kuliahnya pake bahasa Cina pa Inggris?

Kalau untuk S1,,, setahu gw,, pake bahasa Cina. Tapi kalau untuk master dan P.hD,, kalau temans masuk kelas berlabel internasional,, ya kelasnya bakal pake bahasa inggris,,, So cek dulu,, jurusan yang temans masuki kelas internasional atau enggak. Pengalaman beberapa teman disini,, ada yang semua kelas pake bahasa Cina, dia jurusan satra cina soalnya,,hehehe,,, ada yang bilingual,, hm,, yah macam2,,hehehe. gw siy alhamdulillah,,, bahasa Inggris semua,, jadi klo nilai gw jeblok kaga bisa ngeles deh,, kan klo teman2 yang kebagian kelas make bahasa cina bisa ngeles “pake bahasa cina siy,, mana ngarti gw”,, qeqeqe. Padahal bahasa inggris maupun bahasa cina,, sama aja ruwetnya,, hahaha.

Saran lain : Tiap web univ punya web international officenya, nah di sana teman bisa cek, kelas yang berbahasa Inggris apa saja. Yah mungkin bisa jd bahan pertimbangan,, mau daftar di univ itu atau enggak,, berdasarkan course yang di tawarkan.

4. Berkas apa saja yang perlu disiapkan? 

Standar lah ya,, ngisi form pendaftaran, surat rekomendasi 2 (photo copynya, yang asli di kirim ke univ yang kita lamar), study plan, TOEFL dan photo, photo copy passport (tapi gw dulu pake ktp,,hehehe),

Untuk surat rekomendasi,, saran dari senior yang ngaku dirinya d’Promising Scholar, kalau minta dari dosen,, sebaiknya dosen yang Profesor dan S3,, (kan ada Prof tp masih S2),, trus lebih bagus lagi klo lulusan luar. Hm,,, katanya siy gitu,,, Gw dulu make 3 surat rekomendasi,, maruk yeeeeee,,, satu dari bos tempat kerja,,, satu dari dosen pembimbing skripsi belum profesor siy, tapi punya jabatan fungsional di kampus yang strategis (kajur maksudnya,,hehehehe),, satu lagi dari dosen yang sudah kayak kakak sendiri,, jadi dia muji2 banget bikin surat rekomendasinya, tampak sangat-sangat sepenuh hati. hihihi. Tapi di surat reko ini, beliau tdk menggunakan status dosennya,, beliau menggunakan status researcher-nya. Menurut gw ini strategi juga,,, gw di rekomendasikan oleh 3 orang dengan latar belakang yang berbeda,,, so,, silahkan pikirkan strategi temans. hohoho

Bisa juga mendapatkan surat rekomendasi dari profesor yang ada di Univ yang kita tuju. Web di sini lengkap kok,, termasuk profil dosen2nya,,, yah nggak ada salahnya juga nyoba jalur yang ini. Kayak temen saya yang dapat beasiswa ICDF (beasiswa yang sangat saya sarankan klo teman ingin kuliah di Taiwan),,, dia dah kontak2an dengan profesornya sejak masih di Indo,, dan dapet rekomendasi dari profesor yang bersangkutan.

Mengenai Study Plan, sebaiknya di jelaskan apa yang akan kita lakukan untuk negeri kita tercinta setelah kita tamat dari sekola di univ yang kita tuju. Ada bagusnya juga di support dengan prestasi2 kita sebelumnya.

Oh iya,, gw waktu itu nambahkan sendiri,, lembar list achievement gw. Kan kita mesti ‘jual diri’ sebaik mungkin. But buat teman yang punya prestasi se-abrek,, jangan semua prestasi itu di masukan ke daftar list. Cukup yang relevan dengan jurusan yang kita ambil. Or prestasinya bersifat internasional or nasional,, so walaupun g relevan,, yah boleh lah,, but tetep jangan kebanyakan. Karena entar malah di kira show off. Dan itu juga menambah beban bagi teman sendiri,, ngaku2 punya prestasi seabrek2,,, dan univ yang menerima dah punya harapan tinggi thdp teman,, eh taunya pas di uji di lapangan,, karena faktor y dan g (kenapa mesti y dan g?,,hehehe),, peforma temans tidak secermelang prestasi yang dibanggakan. Entar stres sendiri loh,, hohoho

Trus buat teman2 yang punya pengalaman menulis, bisa juga ditambahkan lembar khusus ini (ini juga gw masukkan sebagai lampiran waktu daftar ke univ). Dibuat berupa kolom aja : judul tulisan – di publish di – tanggal publish – contact person

Contact person menurut gw penting, itu menunjukkan kalau kita memberikan data yang sebenarnya. Dan lampirkan juga contoh tulisan temans,,, hm,, gw waktu itu melampirkan 2 contoh tulisan,,, yang satu relevan dengan jurusan yang gw ambil,, yang satu karena kebetulan menang. Oh iya,, jangan lupa di translate,, kalau tuh tulisan dalam bahasa Indo.

5. Ada wawancara apa enggak?

Hm,, klo buat bea Teto siy nggak ada,, but buat dapat letter of acceptance ada,, wawancara dari kampus. Hm,, nggak tahu juga apa ini berlaku di semua univ atau enggak. Karena pas gw, kebetulan mereka lagi melancong ke Indo,,,

6. Tiket gimana?
Hm,, klo masalah tiket,, sayang sekali,, mesti bayar sendiri . Tapi InsyaAllah bakal ke ganti kok dengan uang beasiswa nanti,,,

hm,, apalagi yah?
Klo mengenai kesiapan keberangkatan,, bagi yang keterima,, (alhamdulillah..) dan lain2nya tentang mahasiswa muslim indo di Taiwan, bisa di lihat di http://www.formmit.org

yang lebih penting lagi,, serahkan kepada Nya,, yang paling tahu yang terbaik buat kita,,
Jangan pernah menyerah pokona!
Jia you!!!

Klo ada yang mau ditanya,, sok atuh,, InsyaAllah,, klo bisa di jawab ya gw jawab,, klo nggak,, yah,,

kura2 main kelereng,, pura2 ora mudeng ,, qeqeqe😀

 

 

Beasiswa dari Universitas di Taiwan

Selain Pemerintah Taiwan, beberapa Universitas di Taiwan juga membuka program beasiswa. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat mengakses link-link berikut berdasarkan Universitasnya :

PS : Sewaktu-waktu link halaman terkait akan dapat berubah. Jika ada perubahan atau link tidak dapat dibuka, Anda dapat membuka website universitas terkait.(Hendro nurhadi)

 

Persiapan Keberangkatan Studi Lanjut Berbeasiswa ke Taiwan

Berikut ini beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum berangkat ke Taiwan.

1. Legalisasi Dokumen (Ijazah dan Transkrip Akademik)

  • Siapkan ijazah dan transkrip akademik asli dalam bahasa Inggris. Official translation dari universitas/institute tempat kita menempuh studi akan lebih baik. Jika belum punya dokumen berbahasa Inggris harus diterjemahkan dulu oleh penerjemah tersumpah yang diakui TETO (list ada di TETO), biaya penterjemah tersumpah biasanya sekitar 100-300 ribu rupiah per dokumen.
  • Untuk program S3, dokumen yang diperlukan adalah dokumen S1 dan S2.
  • Fotokopi dan legalisir dokumen di atas (masing-masing satu rangkap cukup). Jangan lupa sertakan lembar contoh specimen tanda-tangan pihak yang melegalisir (contoh form ada di bawah). Hal ini bertujuan untuk meyakinkan pihak Depkumham kalau legalisasi kita benar, jika tidak mereka akan menyuruh kita legalisir ulang ke notaries atau lewat notaries mereka biaya Rp 75.000 per dokumen (tarif 2006).
  • Bawa dokumen di atas ke Departemen Hukum dan HAM (Depkumham), Jl. HR Rasuna Said kav. 6-7 Jakarta Selatan, bagian legalisasi, 2-3 hari kerja dan biaya Rp 5000 per dokumen (tarif 2006).
  • Selesai di Depkumham, bawa dokumen ke Departemen Luar NEgeri (Deplu), Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat 10110, 2 hari kerja dan biaya Rp 10.000 per dokumen (tarif 2006).
  • Selesai dari Deplu, dokumen sudah bias dilegalisir TETO (Taiwan Economic and Trade Office), Gedung Artha Graha Lt.12, Jl. Jendral Sudirman, Kav. 52-53, Jakarta 12190. Selesai 1 minggu dan biaya Rp 142.500 per dokumen (tarif 2006).
  • Setelah legalisir selesai, segera kirim dokumen tersebut ke universitas Taiwan, biasanya TETO akan kontak universitas Taiwan sebelum mengeluarkan visa resident untuk tujuan sekolah.
 Contoh Spesimen Tandatangan
 No.     Nama     NIP    Jabatan  Spesimen Tandatangan  Stempel Institusi

 

2.  Medical Check-up

Jika Anda berdomisili di SURABAYA, dapat dilakukan di RSUD Soetomo, mereka bisa membuatkan dalam bahasa Inggris (form untuk ke Taiwan, di RSUD udah ada) dengan biaya Rp 400.000. Atau tanyakan kepada TETO Rumah Sakit mana saja yang bisa melakukan medical check-up untuk ke Taiwan.

Untuk calon mahasiswa NTU (National Taiwan University), tidak memerlukan medical check-up karena akan dilakukan setelah setibanya di Taiwan. Medical check-up dilakukan di NTU Hospital.

3. Lain-lain

Membawa uang minimal 3 juta Rupiah (NT$ 11,000-12,000). Hal ini dilakukan untuk antisipasi di awal kedatangan, misalnya yang sering terjadi adalah beasiswa yang telat turun. Membawa uang lebih akan lebih baik.

Perlengkapan sholat, Al-Quran dan terjemahannya, dan minimal 1 (satu) atau lebih buku referensi Islami.

Tidak ada musim salju, dingin aja… cukup. Bawa jaket tebal untuk musim dingin. Bawa juga obat-obatan yang kira-kira diperlukan.

Bulatkan dan tetapkan niat untuk studi disini, dan pastikan bahwa semua persoalan bisa diatasi, agar lebih mudah adaptasinya. Minta doa restu keluarga agar dimudahkan dalam segala hal. Last but not least…(Arie Dipareza & Nur Aini Rakhmawati)

Link-Link khusus untuk Mahasiswa Indonesia di Taiwan

http://www.formmit.org

http://kmitw.org/

Dan ini ada cerita menarik dari kak Ario Muhammad tentang

Tips Mendapatkan Beasiswa ke Taiwan

saya akan share cerita bagaimana caranya mendapatkan beasiswa di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), atau sekarang dikenal dengan nama Taiwan Technology. Beberapa bagian berikutnya, kemungkinan –jika ada niat dan kesempatan menulis– akan saya share beberapa pengalaman dan prosodur mendapatkan beasiswa di beberapa kampus lain, juga beasiswa dari pemerintah Taiwan (pengalaman beberapa sahabat).

1. Beasiswa di NTUST itu gampang-gampang susah

Jika anda pemburu beasiswa, maka sudah dipastikan anda sangat paham dengan persyaratan beberapa beasiswa yang cukup “berkelas” dan dikejar oleh banyak peneliti/dosen/fresh graduate dari berbagai negara. Sebut saja FULLBRIGHT (USA), ADS (Australia), Monbusho (Jepang), maka deretan beasiswa ini dijamin punya tingkat persaingan yang sangat tinggi. Anda butuh nilai TOEFL yang mumpuni (Diatas 570), IPK yang “aduhai”, serta rekomendasi dari orang-orang hebat baik dibidang akademisi maupun yang berhubungan langsung dengan proses aplikasi beasiswa ini. Saya sendiri belum punya pengalaman mencobanya, hanya saja cerita dari beberapa sahabat, untuk mengejar beberapa beasiswa ini termasuk sangat sulit jika dibandingkan dengan ketika anda hendak melamar beasiswa ke Taiwan.

Kenapa beasiswa di NTUST itu mudah ?

Jawabannya, karena persyaratannya tidak sesulit sebagian besar beasiswa diatas. Syaratnya adalah :

  1. Calon mahasiswa tidak kewarganegaraan Taiwan, Chinese Overseas, Hongkong, Macau, dan RRC.
  2. Calon mahasiswa tidak pernah dikeluarkan dari universitas di Taiwan sebelumnya.
  3. Melengkapi dokumen-dokumen berikut: Application Form, 1 Copy ijazah S-1 dan atau S-1 dan S-2 , 1 Copy Traksrip S-1 dan atau S-2 (bagi yang mendaftar Doctorate melampirkan copy ijazah dan transkrip S-1 & S-2), Surat Pernyataan Kesanggupan Pembiayaan Studi (Financial Statement). Semua dokumen diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan dilegalisir di Kantor Dagang & Ekonomi Taipei (TETO) di Jakarta. Namun untuk pendaftaran, dokumen yang dilegalisir oleh pihak universitas di Indonesia masih diperbolehkan. Apabila diterima dan bersedia untuk studi di NTUST, maka semua dokumen mesti dilegalisir di TETO.
  4. Surat rekomendasi dari dua orang Dosen Pembimbing S-1/S2, atau Rektor dll yang mengetahui persis kemampuan calon mahasiswa dan masih relevant.
  5. Surat keterangan kesehatan paling lama 6 bulan terakhir dari rumah sakit (dalam bahasa Inggris dapat dikirimkan setelah diterima). Pemeriksaan kesehatan meliputi: Chest X-Ray (TBC), Serological test for HIV, Stool Examination for Parasites, Serological test for Syphilis
  6. Rencana studi (study plan) dalam bahasa Inggris (ini hal penting, kemukakan latar belakang, motivasi studi di NTUST, rencana penelitian, manfaat penelitian bagi Taiwan dan Indonesia, tujuan penelitian, dan pengalaman penelitian)
  7. Pendaftaran dapat dilakukan secara online: http://140.118.99.87/FA_FrontEnd/Default.aspx
  8. Batas akhir waktu pendaftaran adalah setiap 30 November untuk masuk spring semester dan 31 Maret untuk masuk fall semester setiap tahunnya.
  9. Guidlines untuk aplikasi dapat di-download melalui link berikut:  http://www.admission-e.ntust.edu.tw/front/bin/ptlist.phtml?Category=3

Tidak ada kan syarat IPK dan TOEFL ? :D

Tapi tunggu dulu… Walaupun tidak dituliskan, IPK > 3.50 dan TOEFL > 550 akan sangat membantu anda untuk bisa lolos. Beberapa kali korespondensi dengan staff di NTUST ketika mencari beasiswa dulu, mereka mengatakan, syaratnya IPK > 3.00 dan TOEFL > 500. Jika anda bisa melampaui nilai ini, maka persyaratannya bisa anda penuhi. Walau ada beberapa kasus, teman-teman yang di dual degree (1 tahun kuliah di Indonesia, 1 tahun di NTUST), pernah “hanya” memiliki TOEFL sekitar 470-480, tapi mereka di terima. Hanya saja ini catatan buat kampus-kampus yang sudah bekerjasama dengan NTUST secara resmi.

Lalu apa saja jurusan di NTUST ?

  1. College of Engineering: Automation and Control, Materials Science & Technology, Mechanical Engineering, Construction Engineering, Chemical Engineering
  2. College of Electrical & Computer Engineering: Computer & Communication Network Program, Electrical Engineering, Electronic Engineering, Computer Science & Information Engineering (hanya doctorate).
  3. College of Management: Industrial Management, Bussiness Administration, Information Management (hanya doctorate), Finance, MBA.
  4. College of Liberal Arts & School Science: Applied Foreign Languange (hanya master)

Dari segi persyaratan, untuk mendapatkan beasiswa di NTUST termasuk mudah/gampang.

Lalu dimana kesulitan menembus beasiswa NTUST ?

Disinilah persoalannya sampai saya mengatakan, menembus beasiswa NTUST itu gampang-gampang susah.

Salah satu kesulitan terbesar ketika melakukan proses aplikasi untuk bisa diterima adalah LINK PROFESSOR dan DARI UNIVERSITAS MANA ANDA LULUS. Ini sangat menentukan. NTUST sendiri, saat ini sudah banyak bekerjasama dengan beberapa kampus di Indonesia, yang rutin mengirimkan mahasiswa mereka di Taiwan Tech untuk belajar. Yang paling banyak adalah dari ITS, sampai-sampai ada guyonan “NTUST itu ITS cabang Taiwan” :D

Selain ITS, ITB (terutama jurusan Teknik Sipil), UI (Terutama Industrial management-dual degree), UGM, Univ. Parahyangan-Bandung, Univ. Widya Mandala-Surabaya, dan beberapa kampus lain. Namun 5 kampus diatas termasuk yang paling banyak mahasiswanya disini. Dari UI sendiri, selain anak-anak IM, disini juga ada yang diterima di electrical engineering departement, dan juga di Teknik Sipil. UGM sendiri, juga memiliki beberapa alumni disini, sehingga memudahkan mereka yang berasal dari UGM untuk membangun jaringan.

Lalu, bagaimana jika anda bukan lulusan dari kampus diatas ?

Untuk diketahui, selain jalur reguler pendaftaran via OL dan pengiriman dokumen. NTUST juga membuka pendaftaran wawancara secara langsung yang biasanya dilakukan di beberapa kampus besar seperti ITS (Surabaya), UGM (Yogyakarta), ITB (Bandung), maupun di Parahyangan (Bandung). Sebagian besar beberapa teman-teman disini, banyak yang mendapatkan beasiswa dengan mengikuti pola ini. Walau sebagian yang lain juga lewat pendaftaran reguler.

Jika anda bukan alumni kampus diatas, seperti saya, alumni dari Universitas Muhammadiyahj Yogyakarta (UMY), maka upayakan melakukan beberapa hal dibawah ini :

1. Mengontak Prof. di Taiwan Tech

Alhamdulillah, saya diuntungkan karena salah seorang pembimbing riset saya dulu adalah alumni PhD dari Taiwan Tech. Sehingga beliau yang menghubungkan saya dengan Prof. Chang Ta Peng yang akhirnya menjadi supervisor saya disini. Selama diskusi dengan beliau, saya beberapa kali mengirimkan file lengkap form pendaftaran beasiswa ke NTUST, sehingga beliau mem-forward-kan ke beberapa staf yang mengurusi proses aplikasi beasisw saya. Untuk itu, sebelum pengumuman beasiswa, beliau sudah welcome untuk menerima saya di Lab beliau.

Bagi anda yang belum punya kerjasama, sebaiknya aktif berdiskusi dengan beberapa Prof. disini, apalagi jika bidang riset kita cocok, mereka akan sangat welcome menerima kita, selama kita sendiri yakin dengan potensi dan kemampuan kita, tentunya, kita buktikan dengan pengalaman penelitian kita kepada mereka (contoh : Publikasi, daftar prestasi riset, dll)

Ada beberapa kasus yang pernah terjadi, meskipun mereka lulusan kampus2 besar di Indonesia, ada yang TIDAK berhasil mendapatkan beasiswa karena KETIADAAN LINK untuk memberikan rekomendasi atau menghubungkan proses aplikasi kita menuju Taiwan Tech. Jadi bangunlah LINK yang baik. Selain membangun link dengan Prof. Taiwan Tech, sebaiknya carilah REKOMENDASI yang tepat (akan saya jelaskan di tips lanjutan setelah point 3)

2. Naikkan IPK setinggi mungkin

Kalau ada yang bilang IPK itu ga penting, maka bagi kalian yang mengincar beasiswa, sebaiknya, tingkatnya IPK sebaik-baiknya, selagi punya kesempatan, selagi punya waktu. Jangan menyepelekan. Sebab banyak yang baru sadar IPK nya ga cukup untuk memenuhi persyaratan ketika hendak melamar beasiswa :D

Jika anda memiliki IPK yang tinggi, tentu anda menjadi salah satu kandidat yang diperhitungkan dibanding kandidat lain, karena nilai anda yang lebih tinggi.

3. Naikkan nilai TOEFL setinggi-tingginya

Kasusnya sama dengan IPK, TOEFL juga menjadi salah satu bahan penilaian. Semakin tinggi semakin baik.

(Ario M,Taiwan Technology atau National Taiwan University of Science and Technology)

Man jadda wajada!!!

Ternyata sukses itu lebih mudah ketimbang gagal…karena hanya orang yang gagal lah yang faham benar arti sebuah kesuksesan.

Oke, mungkin itu dulu yang bisa saya rangkum.

Semoga bermanfaat buat saya dan juga semua😀

 

Wassalamu’alaikum wrwb..