Assalamu’alaikum wrwb….

Hmm..di liat dari judulnya sudah bisa di tebak, saya tidak tahu bagaimana orang menilai seseorang,maksudnya?orang menilai saya😀

Saya lahir tepat Kamis  07 september 1993,tepat 12 maulid nabi muhammad saw beda nya beliau senin saya kamis🙂

loh apa hubungan nya?Adakah hubungannya judul dengan kelahiran saya?

Ya, ada.Tepat september nanti genap 19 tahun, kemarin(november 2011)ketika pulang kampung banyak kejadian yang membuat saya mikir dua kali, kenapa gak sepuluh kali sekalian #gakperludipikirjugasih😀

Silaturahmi ke tempat beberapa saudara walaupun belum bisa mengunjungi semua nya tapi insyaAllah barokah meskipun sedikit.

Menyambung tali silaturahmi itu hukumnya wajib, terutama bagi sesama muslim diharamkan untuk memutuskannya.
Sebagaimana sabda Rasulullah :
“Tidak ada satu kebaikanpun yg pahalanya lebih cepat diperoleh daripada silaturahmi, dan tidak ada satu dosapun yg adzabnya lebih cepat diperoleh, melebihi kezaliman dan memutuskan tali silaturahmi”
“Rahmat Allah tidak akan turun ke atas suatu kaum, jika didalamnya ada orang yg memutuskan silaturahmi”

Orang yang menyambung silaturahmi akan mendapat balasan di dunia berupa: kedekatan kepada Allah, rezekinya diluaskan, umurnya dipanjangkan, rumahnya dimakmurkan, tercegah dari mati dengan cara tidak baik, dicintai Allah dan dicintai keluarganya.

Yang lebih penting dari itu semua, di akhirat kelak, ia akan mendapat balasan surga dari Allah SWT: Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan akan ke surga”. Rasulullah menjawab; “Engkau menyembah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahmi“. (HR. Bukhari).

Jadi kemana-mana pun pasti sama adik ikhwan saya yang umurnya hanya beda dua tahun , tapi semenjak lulus perkembangan nya pesat banget alias makin tinggi, dan yang membuat saya ga nahan tawa adik saya selalu di bilang calon suami saya dari rantau..hahahha yaa memang adik saya lanjut di jakarta, saya nya lanjut ke negeri antah berantah jadi wajar kalau sanak saudara pangkling keduanya ;D

Dan hal itu bukan terjadi di saudara tapi juga teman-teman SD dan SMP..hehehe

Tapi setelah di jelaskan, hanya satu jawaban yang keluar”Oooooo”

eiitss,ini sebenarnya mau bahas apa sih saya, jadi kemana-mana..

oke kembali ke laptop eh topik :))

Mulai serius nih ke topik”Jangan Bilang Mumpung Masih Muda”

Manusia adalah sebaik-baik kejadian,diberi akal dan nafsu,yang mendorong melakukan Kebaikan dan Keburukan,juga mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Meski demikian salah satu sifat manusia,adalah akrab dengan khilaf terlebih melakukan kesalahan dan dosa.

Karena demikianlah manusia tidak luput dari kekhilafan.”Alinsaanu mahallu lkathaa’ wa nnisyaan”(manusia merupakan tempatnya salah dan lupa).Walaupun demikian betapun kekhilafan manusia, Allah Subhanahu wa Ta’ala tetap memperlakukannya dengan penuh kasih sayang.

Entah manusia siapa yang memulainya, maka sering kita dengar sebuah kata perkeliruan”Mumpung masih usia muda, nanti mau taubat kalau usia di ambang senja.Pandangan seperti inilah yang kerap melanda usia muda,dengan melakukan pembiaran diri melakukan perbuatan kesalahan dan dosa.

Manusia tidak ada satupun yang mengetahui,masa meninggalnya,entah usia muda ataukah di usia senja. Namun demikian Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pengampun dan memberi peluang kepada siapa saja yang kerab melakukan dosa ,dengan cara bertaubat. Oleh karena itu hendaklah kita selalu bertaubat setiap saat dan memohon Ampunan-NYA. Karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu membaca Istigfar Kepada-NYA seratus kali setiap hari. Sebagaimana dalam Hadist :

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Bertaubatlah kamu Sekalian kepada ALLAH, Karena Sesungguhnya Aku (Rasulullah) selalu bertaubat membaca Istigfar Kepada-NYA seratus kali setiap hari.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan, Fastabiqul khairat!!
Allah menciptakan dunia ini sebagai ujian bagi manusia. Terkadang dalam bentuk kesenangan dan di lain waktu dalam bentuk kesulitan. Demikian keadaan ini silih berganti. Tak kan selamanya kita senang dan tak kan selamanya kita sedih. Ingatlah sebuah pepatah “ kegagalan dan kesulitan hari ini bukan berarti kita akan sulit dan gagal untuk esok hari . Dan kemenangan atau kesenangan hari ini bukanlah berarti kemenangan atau kesenangan yang abadi selamanya .” Maka hadapilah dan nikmatilah keadaan ini sebagai bumbu kehidupan agar lebih berwarna dan lebih bermakna. Ibarat lukisan tak kan indah jika hanya satu warna yang ada. Demikian juga dengan kehidupan tak kan indah jika hanya kesulitan atau kesenangan yang mendominasi. Segalanya selalu berputar sesuai dengan irama kehidupan. Jika hari ini kita tertimpa musibah atau kesulitan yakinlah bahwa keadaan ini hanya sementara , akan ada waktunya kesenangan dan kebahagiaan menyapa, maka hadapi dengan kesabaran karena ini bukanlah siksaan namun sebagai penghapus atas segala dosa dan bentuk kasih sayang Allah untuk membentuk kematangan diri menjadi pribadi yang lebih kuat dan tegar. Jika hari ini kita ditimpa kesulitan ingatlah bahwa nikmat-Nya masih lebih banyak daripada kesulitan yang mendera. Dengan demikian akan melahirkan rasa tentram dan bahagia karena rasa syukur yang masih tersisa sehingga bukan hanya derita yang menyertainya. Jika hari ini kita ditimpa kesulitan yakinlah akan kasih sayang Allah bahwa Dia tidak akan membebani makhluk-Nya di luar batas kemampuan. “ Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.” ( QS. Al-Mu’minun : 62 ).
Sesungguhnya orang yang beriman akan meyakini bahwa di setiap kesulitan yang mendera ada karunia Allah berupa kemudahan sepanjang dirinya istiqamah dalam ketaqwaan .“..Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan( keperluan ) nya…( QS. Ath- Thalaq : 2-3 ).
Sungguh..belajar itu amat penting. Namun sayangnya sebagaian dari kita malas untuk belajar karena lebih suka melihat hasil akhir daripada proses. Langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran belajar adalah menyadari bahwa kita membutuhkan ilmu dan ingin mengetahuinya. Belajar atau menuntut ilmu tak harus di bangku sekolah yang harus mengeluarkan biaya yang besar. Kita dapat belajar dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain dan berbagai ilmu yang ada di sekitar kita. Bersikaplah rendah hati dan hormat kepada orang yang telah mengajarkan kita berbagai ilmu agar bisa mendatangkan berbagai manfaat. Ilmu disebut bermanfaat jika memiliki nilai kebaikan bagi diri sendiri, sesama dan alam semesta. Yang tak kalah penting dengan ilmu yang kita miliki mampu membuat kita semakin dekat dengan Allah dan menjauhkan diri dari kesombongan karena memiliki kelebihan.
Makanya tulisan ini ngalor ngidul aneh coz because yang nulis dalam keadaan tidak tidur 48 jam, bukan insomnia juga begadang hanya menyelesaikan amanah yang HARUS segera di selesaikan :))
semoga tetap istiqomah meniti jalanNYA..aamiin
Dan gambar di bawah nya perwakilan saya walau 48 jam ga merem tetap fresh :DD
wassalamu’alaikum wrwb..