Beasiswa Erasmus Mundus

Erasmus Mundus (EM) adalah beasiswa dari European Comission (EC) untuk memperkenalkan sekaligus memperbaiki mutu pendidikan di Eropa. Caranya? Organisasi ini memberikan beasiswa kepada mahasiwa yang dianggap bermutu dan ambisius.Memberi kesempatan mereka untuk merasakan sekolah di Eropa setelah meminta mereka mengisi berbagai formulir mengenai apa yg bisa mereka pikirkan untuk peningkatan pembangunan di Indonesia.

Sebagai mahasiswa Erasmus Mundus kita mendapatkan

1. Beasiswa 21000 EUR per tahun, jumlah total tergantung lama studi satu atau 2 tahun

2. Mobilitas ke minimal dua universitas berbeda di dua negara Eropa yang berbeda

3. Teman-teman dan dosen dari seluruh dunia

4. Kuliah dalam bahasa inggris.

Info lebih lengkap bisa dilihat di http://ec.europa.eu/education/programmes/mundus/) atau khusus buat anak Indonesia bisa liat di http://indoem.info. Berdasarkan pengalaman pribadiku, dibawah ini adalah catatan sekitar 6 bulan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Erasmus Mundus (EM) dan dilanjutkan dengan cerita saat-saat menjadi mahasiswa EM.

Erasmus Mundus (EM) adalah beasiswa dari European Comission (EC) untuk memperkenalkan sekaligus memperbaiki mutu pendidikan di Eropa. Caranya? Organisasi ini memberikan beasiswa kepada mahasiwa yang dianggap bermutu dan ambisius.Memberi kesempatan mereka untuk merasakan sekolah di Eropa setelah meminta mereka mengisi berbagai formulir mengenai apa yg bisa mereka pikirkan untuk peningkatan pembangunan di Indonesia.

Sebagai mahasiswa Erasmus Mundus kita mendapatkan

1. Beasiswa 21000 EUR per tahun, jumlah total tergantung lama studi satu atau 2 tahun

2. Mobilitas ke minimal dua universitas berbeda di dua negara Eropa yang berbeda

3. Teman-teman dan dosen dari seluruh dunia

4. Kuliah dalam bahasa inggris.

Info lebih lengkap bisa dilihat di http://ec.europa.eu/education/programmes/mundus/) atau khusus buat anak Indonesia bisa liat di http://indoem.info. Berdasarkan pengalaman pribadiku, dibawah ini adalah catatan sekitar 6 bulan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Erasmus Mundus (EM) dan dilanjutkan dengan cerita saat-saat menjadi mahasiswa EM.

BEASISWA di SWISS

1. State scholarship / Bundesstipendium

Negara kita di kelompokkan untuk bisa mendapatkan beasiswa tipe BP2, berlaku selama 9 bulan dan hanya akan diperpanjang jika memang sangat berprestasi.

Nilai beasiswanya tahun 2009 adalah sebesar CHF 1900/ bulan dan didapatkan untuk studi di universitas milik negara di swiss.

persyaratan:

1. Sudah mempunyai planing yang baik tentang rencana studinya serta berprestasi.

2.mengajukan lamaran beasiswa lengkap dengan projek penelitiannya pada universitas yang bersangkutan di swiss sehingga bisa ditetapkan apakah ada pembimbingnya dan kemungkinannya untuk studi: copy ijazah dengan nilai, study planning, CV diajukan lewat kedutaaan swiss (formular ada disana)

3.Jika Universitas membutuhkan berkas yang lain harap dipenuhi

4. Usia maximal 35 tahun

5. Menguasai bahasa perkuliahan (Jerman atau perancis atau Itali) serta kemampuan inggrisnya diatas tingkat rata-rata. Fihak kedutaan swiss di jakarta akan mengadakan tes kemampuan bahasa itu. Jika penguasaan bahasanya masih belum cukup diwajibkan mengikuti kursus bahasa nantinya paralel dengan studinya.

lengkapnya dalam bahasa jerman lihat d1:

http://www.sbf.admin.ch/htm/themen/bildung/stipendien/eskas_de.html#2

2. Data Bank untuk mencari beasiswa di swiss

Links ini memberikan kesempatan untuk mengisi daftar pemberi beasiswa yang ada sesuai dengan kemampuan kita. Isi formulir yang ada dan nanti akan ditemukan dengan pemberi beasiswa yang sesuai dengan kemampuan kita.

lihat dalam bahasa jerman di: http://www.stipendiensuche.ch/

3. Beasiswa dari foundation di swiss

Beasiswa ini cuma bagi mahasiswa yang sudah berada di swiss. Jika mereka membutuhkan bantuan bisa menghubungi foundation ini dan akan dicarikan beasiswa untuk memenuhi kebutuhan dalam menyelesaikan studinya. persyaratannya adalah nilai yang bagus per tahunnya. Jika gagal dalam salah satu ujian yang ada beasiswa segera dibatalkan.

lihat dalam bahasa jerman di: http://www.studienstiftung.ch/d/

4. Beasiswa lintas Kanton

Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang sudah berada di swiss. Dengan mengajukan lamaran beasiswa pada instansi yang ada. Beasiwa diberikan satu kali sekaligus.

lihat dalam bahasa jerman  di: http://www.ausbildungsbeitraege.ch/dyn/9954.php

5. Swiss National Fonds

Beasiswa ini bagi mahasiswa yang SANGAT berprestsi. Bisa mengajukan beasisa ini seperti tipenya Beasiswa hibah bersaing di Indonesia. Beasiswa jumlah materinya sangat banyak, jika penelitiannya di bidang teknologi mutahir bisa mendapatkan sampai jutaan frank.

lihat dalam bahasa Inggris di: http://www.snf.ch/E/aboutus/Pages/default.aspx

6. Beasiswa untuk orang asing

Diverse Stipendien werden mittels bilateraler Abkommen zwischen Regierungen und/oder Universitäten vergeben. Postgraduierte aus Industrie- und Entwicklungsländern erhalten Universitätsstipendien. In den Sparten Kunst und Musik beschränken sich die Stipendien für fortgeschrittene Studierende auf Länder, die reziproke Programme anbieten. Am besten, Du erkundigst Dich zuerst bei den Behörden im eigenen Land, ob Du Anspruch auf ein Regierungsstipendium hast, oder ob Du die Schweizer Botschaft oder das Konsulat deines Heimatlandes kontaktieren sollest. Auskünfte bezüglich der von den Universitäten gewährten Stipendien können bei den Universitäten selbst eingeholt werden. Als Kandidat für ein Stipendium solltest Du unter 35 Jahre alt sein und Deutsch, Französisch oder Italienisch beherrschen. Wende Dich vor der Bewerbung an einen Dozenten oder an den Leiter oder die Leiterin des Nachdiplomprogramms an der gewählten Schweizer Universität, um eine schriftliche Zusagebestätigung zu erhalten.

Kontakt:
ESKAS, Eidgenössische Stipendienkommission für Ausländische Studierende in der Schweiz, Hallwylstrasse 4, CH-3003 Bern, Tel.: +41 (0)31 323 26 76, Fax: +41 (0)31 323 30 20

lihat (ada juga yang berbahasa Inggris) di: http://www.efors.eu/schweiz-stipendien-foerderung/#29

7. alamat untuk mendapatkan informasi beasiswa di swiss:

untuk mendapatkan informasi lengkap tentang persyaratan dan mendapatkan beasiswa bisa hubungi alamat yang ada di dalam links bahasa inggris dan jerman berikut ini:

http://www.crus.ch/information-programme/erasmus/international-offices.html?L=2

http://www.crus.ch/information-programme/erasmus/mobilitaetsstellen.html?L=0

Tentang Fullbright

Satu lagi beasiswa yang prestise di kalangan para pemburu beasiswa alias scholarshiphunter adalah Beasiswa Fulbright dari pemerintah Amerika Serikat. Beasiswa ini tak hanya satu jenis, tapi mencapai sembilan jenis (atau mungkin sekarang sudah bertambah…). Masing-masing jenis memberikan jatah yang berbeda-beda pula.. Untuk beasiswa Fulbright program master misalnya disediakan lima beasiswa, untuk MBA 5 beasiswa, kemudian PhD ada 3 beasiswa. Ada pula beasiswa non-degree seperti Humphrey program.. ada juga beasiswa khusus untuk masyarakat Indonesia dari kawasan timur, dsb.

Intinya, beasiswa ini sangat beragam meskipun namanya sama, karena itu syaratnya pun berbeda-beda. Kalau ingin tahu lebih banyak, kunjungi sajawww.aminef.or.id dan temukan beasiswa yang sesuai untuk Anda…

Syarat umumnya sih sama dan cenderung sederhana jika dibandingkan dengan beasiswa lainnya, misalnya Chevening atau ADS. Pelamar harus mempunyai skor TOEFL tertentu dan mengisi aplikasi yang disediakan di website. Itu saja…

Kalau kita lolos seleksi tahap pertama, kita akan dipanggil untuk test wawancara. Jika lolos dalam test wawancara, udah.. berarti kita sudah menjadi kandidat untuk beasiswa tersebut. Memang, kita masih harus mengikuti test TOEFL iBT, tapi itu semua gratis sebab yang menyediakan adalah pihak Aminef.

Jika nilai TOEFL nya memenuhi syarat, maka proses pendaftaran ke universitas akan dimulai. Khusus untuk Humphrey program (yang pernah saya ikuti), menjadi kandidat terpilih di Indonesia, belum menjadi jaminan bahwa kita akan berangkat ke Amrik. Pasalnya, Aminef Indonesia memilih 5 kandidat dari seluruh pelamar.. tapi yang akan berangkat, hanya 3 orang. Lalu siapa yang memilih 3 dari 5 kandidat ini? Board of Director Fulbright di Washington D.C…

So, kalau anda daftar Humphrey program.. jangan senang dulu kalo dah jadi Kandidat Indonesia.. sebab kemungkinan keberangkatan Anda harus dipastikan dulu setelah rapat board of director.

Sementara untuk para kandidat dari program Master, MBA dan PhD.. soal jadi berangkat atau tidaknya, ditentukan oleh kecepatan mereka mendaftar ke universitas, skor GMAT dan upaya untuk mencari tambahan allowance sebab beasiswa yang diberikan untuk Fulbright ternyata tidak cukup untuk hidup di sana. Jadi, pastilah para penerima beasiswa Fulbright ini harus mencari beasiswa lainnya…

Rekan-rekan,

Saya harap beberapa tips ini bisa bermanfaat bagi mereka yang akan bersiap2 untuk interview Fulbright, maupun mencoba melamar beasiswa Fulbright untuk periode berikut. Oh ya, beasiswanya ‘Fulbright’ dengan 1 l, bukan ‘Fullbright’. Ini saya ambil dari korespondensi dengan seorang rekan laskar beasiswa:

1. Apa sajakah yang umumnya ditanyakan pada saat interview nanti? Dan jawaban apakah yang kira-kira terbaik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut?

>> Interviewnya sebagian besar berdasarkan essay yang kita kirimkan ke pihak AMINEF. Jadi pastikan yang Anda tulis itu benar2 dipahami luar-dalam. Sisanya akan sangat bergantung dari arah interview tersebut. Biasanya berkisar pada pengetahuan umum atau info mutakhir terkait dengan jurusan Anda. Misalnya teknik perminyakan, bisa jadi akan ditanya2 tentang musibah ‘oil spill’ di Amerika dan opini pribadi Anda akan musibah tersebut. Jawaban terbaik itu saya sendiri tidak bisa menjamin. Asalkan argumentasi Anda memiliki fondasi yang kuat (orang Amerika sangat menghargai keterampilan berargumentasi, walaupun argumentasinya mungkin bisa bikin ‘kuping panas’ untuk standar orang Indonesia), biasanya itu akan menjadi nilai plus.

2. Siapakah yang akan menginterview, dan berapa orangkah biasanya?

>> Yang akan menginterview biasanya staf2 AMINEF maupun kedutaan Amerika. Biasanya dipimpin oleh Mr. McCoy atau Pak Piet. Tim interview sendiri biasanya ada 3 – 4 orang. Oh ya, format interviewnya klasik. Ada yang jadi ‘polisi baik’ dan ‘polisi jahat’, jadi siap2 mental karena biasanya ada interviewer yang gaya nanyanya rada ‘sengak’ dan galak.

3. Kandidat seperti apakah yang diinginkan atau yang biasanya memenangkan beasiswa ini?Misalnya: Kandidat dengan IPK Cum Laude Saja, Experience yang bertahun-tahun, kandidat yang akan menjadi dosen atau yang lain sebagainya.

>> Berdasarkan pengalaman saya dan beberapa rekan yang sudah berhasil menang beasiswa ke Amerika, IPK tinggi maupun pengalaman bertahun2 bukanlah faktor yang sangat menentukan. Kandidat yang punya kemampuan argumentasi dalam bahasa Inggris di atas rata-rata, baik secara lisan maupun tulisan DAN ingin lanjut studi di jurusan yang sangat relevan dengan pembangunan Indonesia (tapi dari sudut pandang orang Amerika) adalah mereka yang selalu menang beasiswa Fulbright. Dulu sebelum saya berangkat ke Amerika, Mr. McCoy pernah mengeluh kenapa banyak sekali orang Indonesia yang melamar beasiswa Fulbright untuk bidang business, finance, management, maupun accounting. Jurusan2 ini ujung2nya lebih mengarah untuk mencari uang, dan bukannya melayani masyarakat. Coba Anda perhatikan, jarang sekali pemenang Fulbright yang dari jurusan2 tersebut.

4. Apakah yang sebaiknya Saya persiapkan sebelum interview? (Apakah Saya perlu mempersiapkan dengan nilai GRE, TOEFL IBT sebelum interview)

>> Sebelum interview? Ya lulus seleksi essay tertulis dulu, hehehe. Kalau sudah lulus, baca lagi essay yang Anda kirim dan pastikan Anda paham luar-dalam semua yang Anda tuangkan di essay tersebut. Juga pelajari isu2 mutakhir yang terkait dengan bidang Anda, dan apa relevansi jurusan Anda untuk ke depannya setelah selesai studi dengan beasiswa Fulbright. Dengan kata lain, apa yang kelak akan Anda lakukan setelah jadi alumnus beasiswa Fulbright? Ini juga sangat penting, karena -maaf jika ini terkesan kasar- beberapa alumnus beasiswa Fulbright rada2 tidak tahu terima kasih. Setelah beasiswanya selesai, mereka sama sekali tidak memberikan kontribusi berarti di bidang mereka dan tidak mau membangun network antar sesama alumnus Fullbright.

BEASISWA DI RUSIA 

Setiap awal tahun, pemerintah Federasi Rusia memberikan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia belajar di Rusia. Untuk jenjang S1, S2 dan spesialisasi (35 beasiswa); S3 dan post-doktoral (10 beasiswa).

Beasiswa tersedia untuk Ilmu Alam; Ilmu Teknik; Ilmu Sosial; Ilmu Humaniora. Untuk Ilmu Hukum dan Ilmu Politik, masing-masing hanya tersedia 1 kuota, untuk Kedokteran hanya tersedia 3 kuota.

Persyaratan yang harus dipenuhi pelamar adalah:

  • S1 : nilai ijazah rata-rata 8,0 untuk mata pelajaran yang sesuai program studi tujuan, tidak ada angka merah untuk mata pelajaran lain, usia maks. tidak lebih dari 3th setelah tamat SMA, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map kuning (dibuat masing-masing rangkap 2).
  • S2 : IPK min. 2,75, usia maks. 28th, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map merah (dibuat masing-masing rangkap 2).
  • S3 : Lulus S2, memiliki pengalaman kerja sesuai spesialisasi, usia maks.35th, membuat referat/ proposal singkat maks.2 hlm tentang tema penelitian ilmiah, sertakan daftar judul publikasi (kalau ada). Untuk lulusan Rusia, proposal dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Rusia, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map hijau (dibuat masing-masing rangkap 2).
  • Post-doktoral: Lulus doktoral, memiliki pengalaman kerja sesuai spesialisasi, usia maks.45th, membuat referat/ proposal singkat maks.2 halaman tentang tema penelitian ilmiah, sertakan daftar judul publikasi (kalau ada). Menyertakan surat rekomendasi dari 2 profesor. Untuk lulusan Rusia, proposal dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Rusia, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map hijau (dibuat masing-masing rangkap 2).

Berkas-berkas lamaran yang harus diajukan dan diurutkan sebagai berikut:

  • Mengisi lembar aplikasi dalam Bahasa Inggris 2 kali (form terdapat di PIPKR)
  • Fotokopi ijazah dan transkrip nilai dilegalisir lembaga pendidikan yang mengeluarkan, dibuat 2 rangkap.
  • Terjemahan ijazah dan transkrip nilai dalam Bahasa Inggris dilegalisir lembaga pendidikan, disahkan notaris kemudian di ekivalensikan oleh Departemen Pendidikan Nasional, dibuat 2 rangkap.
  • Surat keterangan lulus tes kesehatan serta keterangan bebas HIV/AIDS, dalam Bahasa Inggris, dilegalisir instansi yang mengeluarkan, dibuat 2 rangkap.
  • Fotokopi akta kelahiran, 2 lembar.
  • Terjemahan akta kelahiran dalam Bahasa Inggris disahkan notaris, 2 lembar.
  • 10 lembar pasfoto 4×6 berwarna.
  • Fotokopi berwarna dari lembar pertama paspor (dibuat 2 kali) dan data diri lengkap (untuk mengisi visa). Masa berlaku paspor setidaknya terhitung 1,5 tahun sejak tiba di Rusia.
  • Membayar biaya pengganti yang dikeluarkan PIPKR untuk mengirim berkas lamaran ke Rusia, biaya telepon dan faksimil ke Rusia sebesar Rp.500.000,-
  • Penerjemahan dokumen ke dalam Bahasa Inggris dapat dilakukan oleh lembaga yang menerbitkan dokumen tersebut atau penerjemah tersumpah.

Pelamar beasiswa akan melewati 3 tahap seleksi:

  1. seleksi berkas-berkas lamaran;
  2. seleksi wawancara;
  3. lulus wawancara, berkas dikirim ke dan diseleksi oleh Kementrian Pendidikan Rusia.

Penerima beasiswa akan mendapatkan: biaya pendidikan selama jenjang pendidikannya S1 (5 th), S2-S3-postdoktoral (3 th); uang saku per bulan 1100RUB/ 37,2USD (S1, S2), atau uang saku per bulan 1500RUB/ 50,8USD (S3, postdoktoral). S1 dan S2 akan mengikuti fakultas persiapan 1th untuk belajar Bahasa Rusia dan tiba di Rusia bulan September. S3 dan postdoktoral tiba di Rusia bulan Desember.

Perlengkapan dan biaya yang harus disediakan dan ditanggung sendiri oleh penerima beasiswa adalah:

  • Perlengkapan baju, sepatu, keperluan pribadi dan pendukung lain yang memadai untuk iklim Rusia.
  • Uang saku untuk pengeluaran pribadi minimal 300USD/ bulan dan polis asuransi kesehatan 250USD/ tahun.
  • Biaya penjemputan, transportasi dari airport ke tempat tujuan dan registrasi paspor minimal 250USD (kecuali untuk kota-kota tertentu di selatan dan timur Rusia).
  • Tersedia asrama mahasiswa yang ongkos sewanya dibebankan kepada penerima beasiswa (+/- 30USD/bulan).
  • Tiket pesawat Jakarta-Moskow (+/- 900USD).

Beasiswa tersedia untuk Ilmu Alam; Ilmu Teknik; Ilmu Sosial; Ilmu Humaniora. Untuk Ilmu Hukum dan Ilmu Politik, masing-masing hanya tersedia 1 kuota, untuk Kedokteran hanya tersedia 3 kuota. Pendaftaran dibuka dari tanggal 23 maret 2011 – 14 April 2011. Hubungi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Jln Diponegoro 12, Menteng Jakarta Pusat, telp: 021 – 31935290

Sumber:
http://pipkrusia.blogspot.com/2011/03/beasiswa-belajar-di-rusia-ta-2010-2011.html?spref=fb

Beasiswa Dikti

(ini berdasarkan pengalaman mbak ana,australia)

Kemarin, aku menghadiri seminar mengenai beasiswa Dikti, yang jumlahnya mencapai Rp 600 juta – Rp 1 miliar untuk para penerimanya. Jumlah yang bikin ngiler kan?

Gimana caranya daftar beasiswa dikti ini? Sayangnya, hanya para dosen yang bisa daftar beasiswa ini…

Yang belum jadi dosen? Ada trik supaya dapat beasiswa ini lho… ntar aku critain di bawah…

Beasiswa dikti ini terdiri dari 3 macam, yaitu untuk S2/S3, untuk program Sandwich-Like dan untuk postdoc. Kalo untuk yang master (S2) nilai beasiswanya sekitar Rp 600 jutaan… sementara yang postdoc jumlahnya bisa mencapai Rp 1 miliar… sedangkan program Sandwich-Like, adalah program semacam shortcourse tetapi bagian dari kuliah S2 para mahasiswa di Indonesia. Jadi ya nilainya tak terlalu besar, dan waktunya pun hanya sekitar 2-3 bulan saja… Sedangkan untuk yang S2/S3 dan postdoc itu waktunya maksium 3 tahun. Dengan batas usia maksimal adalah 55 tahun!!!! Keren kan? Hehehe…

Program ini dibuka sejak tahun lalu, menurut Pak Loekito (yang memberikan materi seminar tersebut), karena baru di-launching tahun lalu persaingan tidak begitu ketat.. sedangkan tahun ini dan ke depan, yaaa… mulai banyak yang tahu, jadi lebih ketatlah persaingan.

Salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa Dikti ini adalah diperolehnya Letter of Acceptance (LoA) dari universitas yang akan dituju. Ini yang bikin agak berat kan? Soalnya, untuk menerima LoA, para dosen harus mengikuti prosedur persyaratan pendaftaran, yang mau tak mau, mensyaratkan nilai bahasa Inggris yang bagus.. at least IELTS 6.5 dong…

Meskipun, untuk mendaftar beasiswa Dikti itu sendiri, syarat TOEFL hanya 500 atau 530 dan IELTS 6.0 over all. Masalahnya (menurutku), gimana bisa keterima di universitas luar negeri kalo rata-rata uni di sana mensyaratkan IELTS 6.5. Ehhh, ada yang syaratnya IELTS 6.0 siy.. tapi umumnya minta IELTS 6.5

Pak Loekito, yang juga manager IDP Malang Jawa Timur dan dosen di Universitas Brawijaya Malang (kampus tempat aku dulu belajar juga…hehehe), mengatakan bahwa Dikti mempunyai daftar universitas di luar negeri yang boleh dimasuki oleh para calon penerima beasiswa Dikti ini. Mereka tersebar di berbagai negara… tapi itu tadi, Dikti punya daftar apakah uni tersebut masuk dalam daftar mereka ato tidak. Yang aman sih, semua uni di Australia, ada di daftar-nya Dikti…

Aku yang bukan dosen, haduhhh…ngiler denger penjelasan itu. Trus, pak Loekito bertanya kepada audience, siapa saja yang belum jadi dosen. Ternyata, mayoritas peserta seminar bukanlah dosen. “saya kasih tips, gimana caranya untuk dapatkan beasiswa ini,” ujar dia.

Pertama, harus mendaftar jadi dosen dulu. Peserta gerrr… “Lho, iya… anda yang belum jadi dosen, ngelamar jadi dosen tapi kalo di perguruan tinggi negeri kan susah, banyak syarat dan macem2, nah daftarnya di PTS saja.. S1 juga masih boleh.. asalkan segera jadi S2. Nah, anda bilang ke PTS tersebut bahwa anda bersedia menjadi dosen, meskipun tidak dibayar pada awalnya… Yang penting anda dapat status dosen dan mendapatkan SK (surat keputusan)… setelah itu, anda bisa daftar untuk beasiswa ini.., “ ungkap Pak Loekito.

Aku pikir, bener juga… ide menarik!

Nah, bagi yang tertarik dengan info beasiswa Dikti ini, silakan diklik sajawww.dikti.org… Banyak info di sana, tak cuma soal beasiswa ratusan juta itu kok.

pengalaman beasiswa dikti

ini kisah seorang teman.. mengenai pengalamannya menjalani beasiswa. saat ini dia dan temannya sedang mengikuti pendidikan di salah satu uni di brisbane, australia. kami bertemu belum lama ini dan dia bercerita bagaimana “penantian” untuk mendapatkan dana beasiswa itu…

dia bilang bahwa pencairan dana beasiswa itu, tergantung APBN. yang terjadi kemudian adalah keterlambatan penerimaan dana.. kalo hanya molor satu dua minggu, nggak masalah dong. tapi kalo sampe berbulan-bulan…walahhh…
Nah gara-gara itu pula, temannya yang sesama penerima beasiswa dikti, harus berutang dulu untuk bayar biaya kuliah. contohnya kayak semester ini, paling telat biaya kuliah (tuition fee) itu dibayar februari awal, sementara kabar dari indonesia.. dana beasiswa itu baru akan cair sekitar april! bayangkan….
emang bisa nego ama kampus untuk minta keringanan, tapi ada syarat lain yang diminta, yaitu surat dari kampus mengenai “adalah benar si student ini dijamin oleh kampus tersebut”. parahnya teman ini meminta surat keterangan dari kampusnya (sebuah perguruan tinggi negeri bergengsi di tanah air) sejak november 2008 lalu, sampe awal februari ini belum juga ada… “biasalah, birokrasi di sana…gimana, tau sendiri,” ujar si teman.

jadilah si teman tersebut kalang kabut, cari pinjaman sana sini untuk biaya kuliah. Ga tanggung-tanggung, nilai tuition fee nya itu 10 ribu dolar australia… dengan rate 7300 rupiah per AUD, maka tuition fee itu menjadi sekitar 73 juta rupiah selama satu semester. duit dari mana coba??

birokrasi menjadi persoalan serius di negeri kita… orang sekolah di luar negeri, janjinya dibiayai.. dan memang jumlahnya lumayan gede lho…beasiswa dikti ini.. hampir sama dengan beasiswa ADS yang aku terima. bedanya, kalo beasiswa ADS, semuanya sudah terencana.. sudah tertata dengan cukup baik, ga ada urusan puyeng ama duit kuliah dsb.. sementara beasiswa dikti ini kudu menunggu pencairan dana yang per semester…itupun telat pula.. karena seperti dibilang tadi.. tergantung APBN.

udah gitu, konon, menurut si teman ini, pengumuman penerimaan beasiswa dikti ini pun mepet dengan saat daftar ulang ke uni… jadinya itu tadi, kalang kabut. masih cerita teman yang tadi, dia hanya punya waktu 2 minggu untuk mengurus visa sampai beli tiket sebelum berangkat… cuma dua minggu.. kebayang kan, gimana lari-larinya mencari semua itu…:D
untuk mengurus visa kan, salah satunya harus tes kesehatan, dan itu kalo salah pilih rumah sakit untuk tes juga bisa runyam urusannya…

aku crita ini bukan bermaksud menakut-nakuti..justru share informasi, agar para peminat beasiswa dikti ini lebih bersiap dengan segala kemungkinan.. bersiap dengan beberapa strategi…

nggak cuma perang yang perlu strategi lho :)

tapi semua kesulitan itu, sesuailah dengan keuntungan yang diperoleh. karena setiap proses beasiswa, pasti ada keuntungan dan kesulitannya…
so, maju terus pantang mundur…:D

selama kita punya kemauan keras dan berusaha mewujudkannya, insya Allah selalu ada jalan. Tak peduli berapa lama waktu yang kita butuhkan… yang diperlukan memang keyakinan dan upaya keras…

Semangat untuk sobat-sobat pemburu beasiswa!!

Jangan Menyerah!!🙂

Warm regards

inna