Category: Penerima Beasiswa



Assalamualaikum wrwb!! :) (senyum sumringah :D )

“Pemburu Beasiswa Dalam dan Luar Negeri ( INDONESIA)”

Gambar

“Kita adalah keturunan bangsa pejuang. Yang tidak mengenal lelah dan kalah.” (Bacharuddin Jusuf Habibie)

iya saking ga kenal lelah lupa tidur! well, berlelah-lelahlah  manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang!
Nanti juga bakal terbayar kan! Cayoooo semangaaaat! :D

Berawal dari sebuah Grup di FB https://www.facebook.com/groups/146229688794350/

Twitter : https://twitter.com/PemburuBeasiswa

Visi PB:

Sebanyak mungkin bangsa Indonesia (di seluruh pelosok negeri, dari seluruh lapisan ekonomi dan sosial) melanjutkan Pendidikan seTinggi-Tingginya sehingga lebih Cerdas, berPengetahuan Luas, berKetrampilan Tinggi, memiliki Networking & Mental Internasional, yang pada akhirnya mampu mengambil peran bagi pembangunan dan pemerataan kesejahteraan rakyat (Equality & Development) di seluruh pelosok Indonesia.

Misi PB:

1. Memotivasi anak-anak bangsa Indonesia untuk membangun mimpinya, terus menjaga&mengejar mimpi pendidikannya.

2. Berbagi pengalaman dan rahasia keberhasilan meraih beasiswa, menjadikan sebanyak mungkin anak bangsa (di seluruh pelosok negeri, dari seluruh lapisan ekonomi dan sosial) memperoleh kesempatan belajar setinggi-tingginya, baik di dalam maupun di luar negeri melalui berbagai beasiswa seluruh dunia.

3. Membangun silaturahmi dan ikatan kerjasama antara putera-puteri Indonesia yang telah dikaruniai keberhasilan meraih beasiswa baik dalam maupun luar negeri.

Gambar

Karya Mr. M. Kasyul Fuadi, KAIST korea

Pada saat kita Memotivasi Orang Lain pada saat itu juga sebenarnya kita sedang Memotivasi Diri Kita Sendiri. Setiap Kebaikan pasti akan kembali kepada kita sebagai Kebaikan yang jauh lebih banyak. Semoga semua kebaikan teman2 dicatat sebagai amal dan dikembalikan oleh Tuhan sebagai rizqi, keberuntungan, dan kelapangan hidup kita bersama di dunia, alam kubur, dan akherat nanti.,,Aamiin

Kalimat dari beliau yang bakal terngiang di kepala “SIZE DOESNT MATTER.. VISION DOES MATTER! ” From daejeon..hehe

Gambar

Mewujudkan impian apapun dibutuhkan usaha. Impian mempunyai kekuatan yang sangat besar, hanya ketika diperkuat oleh penelitian, pembelajaran dan usaha. Jika kita menjalani prosesnya, kita akan mencapai tujuan kita (Gene Perret).

Ayolah buat warga negara INDONESIA, Silahkan bergabung dengan kami!

PEMBURU BEASISWA 2.0 yang dengan beberapa pengurus ( kak fajar, uda alif , uda bayu, uda nugroho, kak kasyful, mbak lidya, mbak raras, kaka lina, dan saya :D )

Tulisan ini di tulis hanya buat perkenalan, semoga banyak yang baca yah! :)

Come join us!

gag rugi kok insyaAllah! ^ ^

Gambar

Wassalamualaikum wrwb


Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh..

Guten Morgen akhwat2 fillah ^^ sahabat2 pemburu beasiswa baik dalam ataupun luar negeri dari ujung barat sampai belahan timur.. :)

Gambar

sekedar berbagi sedikit info..jarang yang mengetahui beasiswa S1 di kanada untuk pelajar yang jarang browsing di tambah malas baca :D

Humber Institute Canada International Students Scholarships 2012

Humber Institute Canada International Students Scholarships 2012 — Humber Institute Canada offers full tuition renewable scholarships for qualified incoming international students beginning classes in September of each year.

Full Tuition Renewable Scholarships

Humber offers three full tuition renewable scholarships (Approximate value $12,200 CAD). These scholarships are available for NEW international students only (two offered in September and one offered in January of each year). Applications will be considered based on academics, community involvement, referee/reference letters and statement of interest. Renewal of the scholarship will be based on the student’s ability to maintain a 70% GPA in each year of his/her program at Humber. An application form will be included with your acceptance package. The scholarships will be applied toward the successful students’ tuition fees.

Bachelor’s Degree Scholarships

Gambar

These academic scholarships (available to academically qualified incoming students) are awarded at the time of offer based on the following high school/secondary school grade point average:

  • 75-79.9% – $1,500 (one-time)
  • 80-84.9% – $2,000 (renewable)*
  • 85-89.9% – $3,000 (renewable)*
  • 90-94.9% – $3,500 (renewable)*
  • 95% or above – $4,000 (renewable)

Bachelor’s Degree scholarships are available to students coming directly from high school/secondary school studies, who are non-transfer students (i.e. haven’t attended college or university, or studied in Humber’s EAP program), and are unlimited in quantity.

Humber Institute of Technology and Advanced Learning
North Campus:
International Centre, Room D224
205 Humber College Blvd.
Toronto, Ontario Canada
M9W 5L7

Lakeshore Campus:
International Centre, Room A110
3199 Lake Shore Blvd. West
Toronto, Ontario Canada
M8V 1K8

General International Enquiries:
Telephone: 1.416.675.5067
Fax: 1.416.675.6386
international@humber.ca

Further scholarship information and application:
http://international.humber.ca/study-in-canada/scholarships

Gambar

Scholarships Available to
International Students

Full Tuition Renewable Scholarships

Humber offers three full tuition renewable scholarships (Approximate value $12,800 CAD). These scholarships are available for NEW international students only (two offered in September and one offered in January of each year). Applications will be considered based on academics, community involvement, referee/reference letters and statement of interest. Renewal of the scholarship will be based on the student’s ability to maintain a 70% GPA in each year of his/her program at Humber. An application form will be included with your acceptance package. The scholarships will be applied toward the successful students’ tuition fees.

$5,000 CAD Renewable Scholarships

Humber offers three $5,000 CAD renewable scholarships each year. These scholarships are available for NEW international students only (two offered in September and one offered in January of each year). Applications will be considered based on academics, community involvement, referee/reference letters and statement of interest. Renewal of the scholarship will be based on the student’s ability to maintain a 70% GPA in each year of his/her program at Humber. An application form will be included with your acceptance package. The scholarships will be applied toward the successful students’ tuition fees.

$1,000 CAD Entrance Scholarships (non-renewable)

Twenty (20) one-time entrance scholarships valued at $1,000 CAD each will also be presented to international students. The scholarships are divided throughout our three semesters each year; ten (10) available for September, eight (8) available for January, and two (2) available for May. Applications will be considered based on academics, community involvement, referee/reference letters and statement of interest. An application form will be included with your acceptance package. The scholarships will be applied toward the successful students’ tuition fees.

Bachelor’s Degree Scholarships

These academic scholarships (available to academically qualified incoming students) are awarded at the time of offer based on the following high school/secondary school grade point average:

  • 75-79.9% – $1,500 (one-time)
  • 80-84.9% – $2,000 (renewable)*
  • 85-89.9% – $3,000 (renewable)*
  • 90-94.9% – $3,500 (renewable)*
  • 95% or above – $4,000 (renewable)
  • Gambar

Bachelor’s Degree scholarships are available to students coming directly from high school/secondary school studies, who are non-transfer students (i.e. haven’t attended college or university, or studied in Humber’s EAP program), and are unlimited in quantity.

* Renewable scholarships will be re-issued if the student achieves 80% or above in each year of the Bachelor’s degree.

Bachelor’s Degree Scholarships for EAP Graduates

Gambar

Graduates of Humber’s English for Academic Purposes (EAP) program with a GPA of 80% or higher in Level 8, who are applying for a Humber Degree, will be eligible to receive a one-time non-renewable scholarship of $1,500.

untuk refernis bisa baca-baca blonya http://alihapsah.blogspot.com/2011/10/catatan-perjalanan-ke-toronto.html

insyaAllh bermanfaat :)

Selamat Berjuang! Semoga Allah memudahkan dengan Pilihan yang Terbaik!

Aamiin

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh


Assalamualaikum wrwb…

Kuliah di luar Negeri

Gambar

Pengen kuliah sambil kerja di luar negeri?? Kalau sekarang sih agak sulit juga, ya. Karena dipengaruhi krisis ekonomi global. Kalau ingin sih (untung-untungan juga, lho ya…) langkah awalnya adalah mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari mulai biaya perkuliahan sampai apakah disana orang asing diberi kesempatan untuk kerja Part time atau full time. Informasi itu bisa di dapat dari lembaga penyelenggara pendidikan atau perwakilannya di Indonesia, kedutaan besar dan lembaga pendidikan bahasa seperti LIA, Goethe Institut, EF Internasional atau Erasmus Huis.

Dari sana, bisa anda tanyakan bagaimana cara mendaftar di Universitas tersebut, kapan pendaftarannya, berapa kali dalam setahun dibuka pendaftaran di Uni itu, apakah perlu nilai khusus terhadap jurusan yang hendak diambil, apakah orang asing dapat ijin kerja dan lain-lainnya.

Gambar

Pertimbangan dan Perbandingan

Setelah istilah Globalisasi muncul, seakan-akan kuliah di luar negeri bukan lagi hal yang aneh. Semenjak tren kata itu, kuliah di luar negeri merupakan suatu petualangan, tantangan sekalian suatu keharusan bagi peniti karir kelak. Betul?

Muda, dinamis, dan berwawasan global. Dengan langkah kita ke dunia yang sama sekali beda, budaya, bahasa, politik, ideologi dan keadaan sosial. Menciptakan suatu yang lain dengan produk dalam negeri, yang bisa lebih fleksibel, kompeten dan berwawasan luas.

Oleh karena itu, apabila kita ingin memutuskan untuk belajar di luar negeri, terutama di Jerman, yang dibutuhkan adalah kesiapan moral dan mental yang prima, serta disiplin pribadi, disamping kesiapan dari segi pembiayaan.

Hal ini diutarakan karena kita akan berada jauh dari keluarga. Dimana segala hal harus kita lakukan sendiri. Di sini kita benar-benar dituntut untuk mandiri. Jerman adalah negara yang penduduknya suka bekerja keras dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi. Di samping itu, mereka juga benar-benar menghargai hasil karya seseorang, baik itu di bidang keilmuan maupun bidang sosial.

Oleh karena itu akan sangat baik sekali, apabila kita benar-benar mempersiapkan kemampuan bahasa dan keilmuan yang kita pilih nanti, karena itu akan sangat membantu apabila kita ingin menuntut ilmu di Jerman.

Alasan kuliah di luar negeri:

Pengalaman dan tantangan

Mandiri berpikir dan bertindak

Membuka persahabatan skala internasional

Mengembangkan kemampuan berbahasa

Pemahaman teknik perkuliahan yang berbeda

Hubungan internasional

Sekilas tentang Universitas di Jerman

Secara umum hampir semua universitas di Jerman berkualifikasi excellent. Standar kualitas pendidikan tinggi di Jerman sangat ketat sehingga kualitas antara universitas satu dengan lainnya relatif sama. Memang benar untuk beberapa universitas tertentu memiliki program yang sangat prestisius dan menjadi unggulan tetapi bukan berarti universitas yang bersangkutan lebih unggul (top rangking) dari universitas lain dalam segala bidang. Sebagai contoh: RWTH Aachen (tempat studi-nya Pak Habbibie) memiliki program unggulan pada bidang mekanika dan elektronika, tetapi untuk bidang Manajemen RWTH Aachen kalah populer di bandingkan FHTW Reutlingen. Begitu juga FH Furtwangen(berdasarkan majalah focus) merupakan universitas terbaik untuk bidang komputer dan TI, tetapi untuk bidang lainnya bisa jadi FH Furtwangen kalah populer dari universitas lain. Jadi, bagi anda yang berminat studi di Jerman memilih perguruan tinggi bukanlah suatu pertimbangan yang penting tetapi yang lebih perlu diperhatikan adalah memilih jurusan yang sesuai dengan prospek karir dan masa depan anda.

Sistem pendidikan di Jerman relatif berbeda dengan sistem pendidikanGambar di Indonesia atau di negara-negara Anglo-Saxon (USA, UK dan Australia). Di Jerman ada 3 katagori perguruan tinggi:

  • Universität dan Technische Universität (TU). Sistem pendidikan di universität relatif lebih berorientasi pada teori dan research. Prosentasi untuk pengajaran teori mencapai 80%-90% dari kurikulum mata pelajarannya.
  • Fachhochschule (FH) dalam Bahasa Inggris dikenal dengan University of Applied Science. Di universitas ini orientasi kurikulum antara teori dengan praktek relatif berimbang. Prosentase perbandingan antara teori dengan praktek sekitar 60% teori dan 40% praktek plus internship di perusahaan.
  • Berufsakademie (BA) dalam Bahasa Inggris di kenal dengan University of Cooperative Education. Universitas ini merupakan bentuk kerja sama antara perguruan tinggi dengan industri (seperti KADIN-nya Jerman). Orientasinya sangat praktis yaitu 60% dari kurikulumnya adalah praktikum dan intership di perusahaan.

Nah, pada saat memilih perguruaan tinggi hendaknya perlu juga dipertimbangkan jenis perguruan tinggi mana yang sesuai dengan minat studi calon mahasiswa.

Untuk lebih jelasnya maka para calon mahasiswa disarankan untuk membuka website:

www.hochshulkompass.de

Di Jerman kini terdapat 41.000 sekolah dengan 9,2 juta pelajar dan sekitar 58.000 guru tetap. Anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi dunia pendidikan jumlahnya sangat besar. Di tahun 1991 saja sudah mencapai 95 Milyar DM, untuk pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi. Belajar di Jerman kini makin diminati, walau biayanya cukup mahal. Wajib belajar dimulai sejak usia seseorang 6-18 tahun. Selama menjalani wajib belajar itu, tidak dipungut biaya. Sarana belajar seperti buku, diberikan secara cuma-cuma. Pelajaran agama, kecuali di sekolah netral, menuntut undang-undang di sana menjadi mata pelajaran kurikuler. Dan sejak usia 14 tahun, siswa diberi kebebasan untuk menentukan apakah ia akan mengikuti pelajaran agama atau tidak.

Pemerintah federal dan negara-negara bagian menginginkan agar orang asing yang belajar di Jerman jumlahnya sebanyak-banyaknya. Tahun 1990 mahasiwa asing mencapai 100.000. jika mahasiswa atau orang tua tidak sanggup menanggung biaya hidup, dan kemungkinan menerima biaya hidup berdasarkan Undang-Undang Federal. Dukungan Pendidikan yang dikenal singkatan “BAFöG”. Setengah dari jumlah bantuan itu diberikan sebagai beasiswa, dan setengah lagi sebagai pinjaman tanpa bunga yang harus dikembalikan paling lama lima tahun setelah masa pemberian bantuan.

Program Internasional

Banyak para calon mahasiswa terpaksa mengurungkan niatnya untuk studi di Jerman karena terkendala dengan keharusan menguasai bahasa Jerman. Kendala tersebut tampaknya saat ini lebih mudah diatasi bagi calon mahasiswa. Dalam 5 tahun terakhir ini perguruan tinggi di Jerman banyak yang melakukan inovasi dengan membuka program internasional khususnya untuk jenjang Master (S-2). Dalam program internasional tersebut perkuliahan dilakukan dalam 2 bahasa yaitu bahasa Jerman dan bahasa Inggris. Biasanya pada semester awal perkuliahan menggunakan bahasa Inggris, baru di semester akhir menggunakan bahasa Jerman. Komposisi seperti ini akan memudahkan para mahasiswa untuk menyelesaikan studinya.

Tetapi tentu saja bahasa tetap merupakan persoalan serius jika ingin studi di perguruan tinggi luar negeri. Bukan merupakan rahasia umum bahwa kemampuan rata-rata Bahasa Inggris mahasiswa Indonesia relatif rendah. Bahkan secara bergurau seorang kolega yang menjadi Manager Personalia di Mitsubishi Heavy Industry pernah mengatakan bahwa kemampuan Bahasa Inggris Insinyur Indonesia tuh lebih rendah dibandingkan dengan Bahasa Inggris-nya TKW (pembantu) asal Filipina. Kita boleh saja tersinggung dengan pernyataan tersebut. Tetapi jika mau jujur ungkapan tersebut seratus persen benar adanya. Tingkat kemampuan rata-rata Bahasa Inggris mahasiswa Indonesia relatif rendah. Bagi para calon mahasiswa yang ingin studi di luar negeri persoalan bahasa merupakan kendala serius yang perlu diantisipasi sejak dini.

Persoalan bahasa akan sedikit bertambah rumit apabila ingin studi di Jerman. Selain persyaratan Bahasa Inggris yang excellent yang dinyatakan dengan TOEFL minimal 550, juga disyaratkan mempunyai sertifikat kursus bahasa Jerman untuk level dasar (Gruendstuffe) dari Goethe Institut. Memang kualifikasi bahasa Jerman yang dituntut hanyalah tingkat dasar tetapi untuk lulus sertifikat tingkat dasar tetap dibutuhkan waktu belajar sekitar 6 bulan. Sebagai catatan untuk di Yogyakarta terdapat lembaga kursus yang bersertifikat Goethe Institut. Lembaga tersebut berlokasi di dekat Tugu dan didirikan oleh Persatuan Guru Bahasa Jerman.

Ada beberapa persyaratan administrasi untuk mendaftar studi di Jerman pada Program Internasional. Beberapa persyaratan penting yang perlu dipersiapkan adalah:

  1. Foto kopi legalisir Ijasah S-1 dalam B.Inggris atau B.Jerman.
  2. Foto kopi legalisir Transkrip Nilai dalam B.Inggris atau B.Jerman
  3. TOEFL bahasa Inggris 550
  4. Sertifikat bahasa Jerman minimal level Gruendstuffe
  5. Dua surat rekomendasi dari Dosen tempat mahasiswa menyelesaikan studi S-1 dalam hal ini dosen UPNVY.
  6. Surat pengalaman kerja minimal 2 tahun.

Khusus untuk surat rekomendasi dari dosen disarankan untuk mendapatkan rekomendasi dari dosen yang memiliki kualifikasi akademik minimal Doktor (S-3) dan akan lebih baik lagi Professor. Sebagai catatan hampir seluruh dosen di Jerman mempunyai kualifikasi Professor-Doktor, sehingga apabila calon mahasiswa hanya direkomendasikan oleh dosen yang berkualifikasi S-2 maka nilai rekomendasi tersebut akan minimalis. Rekomendasi dari dosen yang berkualifikasi S-2 tetap punya nilai strategis apabila dosen yang bersangkutan memiliki jabatan struktural penting di lingkungan universitas atau fakultas.

Gambar

Keuntungan Studi di Jerman

Beberapa keuntungan penting studi di Jerman adalah sebagai berikut:

  1. Kualifikasi tenaga pengajar yang tinggi. Pengalaman Penulis selama studi di FH Furtwangen menunjukan bahwa untuk Program Master of Computer Science in Software Business Consulting (M.C.Sc.) dibimbing oleh 15 orang Professor-Doktor yang rata-rata mereka memiliki pengalaman sebagai Consultant di berbagai perusahaan multinasional. Menjadi sangat menarik adalah Dosen Professornya sebanyak 15 orang sementara mahasiswanya ‘hanya’ 30 orang. Tentu saja dengan rasio seperti ini kualitas akademiknya sangat terjamin.
  2. Fasilitas yang lengkap dan modern. Mahasiswa dapat mengakses fasilitas perpustakaan secara ‘on line‘ dengan buku, jurnal, majalah yang sangat lengkap baik dalam bentuk ‘hard copy‘ maupun CD Room. Selain itu mahasiswa juga memiliki akses internet bebas selama 15 jam per hari dan gratis.
  3. Lingkage Industri. Dukungan industri terhadap perguruan tinggi sangat besar. Pada kasus FH Furtwangen misalnya, di semester 3 seluruh mahasiswa program M.C.Sc. akan kerja praktek di perusahaan selama 6 bulan. Selama kerja praktek tersebut para mahasiswa akan mendapatkan gaji dan seluruh biaya hidupnya dijamin oleh perusahaan. Dan tentu saja bagi mahasiswa yang cemerlang ‘tidak akan pernah lagi’ datang ke kampusnya kecuali hanya untuk pendadaran thesis, karena mereka sudah secara otomatis dipromosikan menjadi karyawan tetap perusahaan dimana mahasiswa yang bersangkutan kerja praktek.
  4. Biaya kuliah yang sampai saat ini gratis atau relatif rendah.
  5. Adanya program internasional sehingga memudahkan untuk menyelesaikan studi sekaligus menguasai B.Jerman.

Segi kekurangan studi di Jerman.

Tetapi kita juga perlu realistis melihat kekurangan studi di Jerman. Pertama adalah kendala bahasa. Bahasa Jerman bukanlah bahasa yang mudah dipelajari, disisi lain kemampuan berbahasa Inggris sangat diperlukan di dunia kerja nanti, yang otomatis kurang terlatih dengan baik selama masa studi di Jerman. Kecuali bila anda mengambil program internasional dengan bahasa pengantar Inggris. Bila anda inginkan, anda juga dapat mengambil jam tambahan di Universitas untuk pelajaran bahasa Inggris.

Kelemahan yang kedua adalah masa studinya yang relatif panjang (6-8 tahun). Gelar yang diperoleh di Universitas Jerman hampir dapat disamakan dengan gelar S2/Master di negara lain, atau gelar di FH disamakan dengan gelar D4 ataupun S1/Bachelor di negara lain. Beberapa universitas dan FH di Jerman dibeberapa jurusan tertentu sudah mulai memberikan gelar internasional Bachelor dan Master dengan isi materi pengajaran yang sama dan diakui internasional. Selain itu, Jerman juga memiliki badan akreditasi untuk suatu program studi. Akreditasi yang dikeluarkan dari badan ini digunakan sebagai salah satu pertimbangan apakah suatu jurusan di sebuah universitas itu baik atau tidak. Namun sebenarnya itu tidaklah seberapa penting, karena pada dasarnya hampir semua universitas di negara Jerman adalah hampir sama kualitasnya.

Kelemahan yang ketiga adalah, untuk visa mahasiswa yang berlaku 1 tahun lebih, hanya diberikan kesempatan bekerja selama 90 hari kerja pertahunnya. Perlu diingat juga, bahwa karena krisis ekonomi global yang terjadi di semua negara, banyak pula terjadi pengangguran di Jerman, sehingga jumlah pencari kerja juga banyak di sini. Persiapkan diri dan mental anda untuk pekerjaan-pekerjaan kasar. Namun demikian, hendaknya jangan berkecil hati, karena semua pekerjaan yang halal adalah normal di sini. Dan juga dari segi pembiayaan, dengan bekerja selama 1 bulan untuk pekerjaan kasar maksimalnya, bisa untuk dibuat biaya hidup selama 1-2 bulan.

Persiapan bahasa

Bahasa sebagai kunci penerimaan mahasiswa di universitas luar negeri. Bila anda hendak kuliah di Jerman, salah satu hal yang paling utama diperhatikan adalah belajar bahasa Jerman, kecuali bila anda ingin mengambil program master dengan jangka waktu setahun dan tidak ada tuntutan belajar bahasa Jerman. Persiapan bahasa hendaknya sudah direncanakan di Indonesia, karena kursus bahasa di Jerman cukup mahal, walaupun dalam hal percakapan nanti akan lebih cepat menguasai.

Selain di Goethe Institut Jakarta (Jl. Sam Ratulangi) terdapat pula Goethe Institut Bandung dan Yayasan Goethe Indonesia Surabaya, serta banyak lembaga-lembaga yang menawarkan kursus bahasa Jerman, baik itu intensiv atau hanya dua kali dalam seminggu.

Hampir semua Universitas di Jerman menggunakan bahasa pengantar Jerman. Oleh karena itu persiapan bahasa di Jerman dari Indonesia sangat disarankan. Karena bahasa Jerman bukanlah bahasa yang mudah dipelajari. Persiapan bahasa Jerman sebaiknya dimulai sedini mungkin. Sebagian besar Perguruan Tinggi di Jerman mempunyai persyaratan kemampuan bahasa minimum sampai mempunyai ijazah ZD dariGoethe Institut untuk mendaftar ke Studienkolleg

Kemungkinan Studi bahasa di Jerman

Terdapat juga kemungkinan untuk memulai belajar bahasa di Negara Jerman dengan mengambil kelas intensif di berbagai jenis sekolah bahasa di Jerman. Belajar bahasa Jerman dengan cara ini mempunyai keuntungan proses belajar bahasa Jerman akan sangat pesat dan baik, tapi dengan kerugian memakan biaya yang relatif banyak, contoh:

Goethe Institut Jerman: Per bulan bisa mencapai € 1000- € 1.500,-

Volkshochschule di Jerman: per bulan € 300- € 500,-

Biaya Kuliah (Tuition Fee) & Living Cost

Biaya hidup di Jerman tergolong tinggi. Perkiraan pengeluaran resmi per bulan diperkirakan minimal 1200 DM (sekitar 585 Euro). Namun biaya itu itu tentu akan sangat tergantung dari kebiasaan dan gaya hidup seseorang. Meski tidak ada pungutan uang kuliah, karena hal itu telah ditanggung pemerintah Jerman. Namun ada beberapa biaya yang perlu dihitung seperti: asuransi kesehatan, iuran fasilitas kampus, biaya pemondokan, transportasi dan tentu saja konsumsi. Inilah komponen biaya yang perlu diperhitungkan.

Ingat studi di Jerman sekarang sudah tidak gratis lagi. Kalaupun masih ada yang gratis atau membebaskan uang kuliah, namun demikian pada setiap semester para mahasiswa akan dikenakan biaya untuk uang administrasi mahasiswa, uang sosial, dan Semesterticket (tidak wajib di setiap tempat) dan ada kemungkinan biaya tambahan yang lain, keseluruhannya berkisar € 150- € 210 , tergantung kebijakan dari masing-masing universitas. Semestiket adalah tiket para pelajar untuk menggunakan jasa angkutan untuk suatu daerah tertentu selama 1 semester. Jadi dalam 1 semester, mahasiswa tersebut tidak perlu membayar uang angkutan. Perlu diingat, Semester tiket hanya diperuntukan bagi calon mahasiswa ataupun seseorang yang terdaftar sebagai mahasiswa. Peserta kursus bahasa tidak mendapatkan Semester tiket. Sebagai salah satu solusinya adalah membeli tiket bulanan yang harganya jauh lebih murah daripada tiket mingguan ataupun tiket harian.

Berdasarkan teoritisnya, biaya hidup termasuk asuransi dan biaya-biaya tambahan per bulan di Jerman berkisar DM 800 (€400) –DM 1200 (€600). Tapi dengan hidup yang normal, kebanyakan mahasiswa Indonesia mengeluarkan biaya sekitar €350,- sampai sekitar €700,- per bulan. Tergantung dari gaya hidup yang mereka lakukan, dan juga situasi ekonomi dari kota tersebut.

Tetapi tentu saja ada program-program tertentu yang menetapkan biaya kuliah biasanya Program MBA (Master of Business Adminitration). Untuk Program MBA bea kuliahnya berkisar antara Euro 4,000 s.d Euro 20,000 tergantung dari kebijakan masing-masing perguruan tinggi yang bersangkutan, meskipun tetap ada yang menyelenggarakan MBA gratis seperti di FH Pforzheim atau FH Ingolstadt.

Hanya saja kebijakan untuk kuliah gratis di Program Internasional bisa saja suatu hari akan berubah. Dari tahun ke tahun peminat calon mahasiswa untuk studi di program internasional semakin meningkat. Jadi, dimungkinkan jika suatu ketika perguruan tinggi di Jerman akan menerapkan biaya kuliah bagi mahasiswanya khususnya untuk program internasional. Sebagai contoh di FH Furtwangen hingga tahun 2002 ini perkuliahnya gratis, tetapi mulai tahun ajaran 2003 akan menetapkan biaya kuliah untuk Program Master of Computer Science (M.C.Sc.) in Software Business Consulting sekitar Euro 4,500. Memang biaya kuliah tersebut relatif rendah jika dibandingkan dengan universitas di USA, UK atau Australia. Jika di-kurs dalam rupiah ‘paling hanya’ Rp 40 juta-an. Hampir sama dengan biaya kuliah di MM UGM atau dua kali lebih mahal dari biaya kuliah di MM UPNVY. Tetapi jika dibandingkan dengan biaya kuliah di UK (Inggris) yang rata-rata berkisar diatas Rp 150 juta-an untuk program umum dan Rp 200 juta-an untuk program MBA, maka biaya kuliah di Jerman tetap relatif murah. Meskipun begitu, tetap saja terbuka peluang bagi kita untuk dapat mendaftar di perguruan tinggi yang menerapkan kuliahnya gratis tanpa biaya kuliah.

Ketentuan biaya kuliah tersebut diatas sama sekali tidak berlaku untuk program Master yang seratus persen menggunakan bahasa Jerman. Seluruh program master yang diselenggarakan dalam bahasa Jerman (bukan program internasional), biaya studinya gratis. Ketentuannya adalah dibutuhkan lulus test sertifikat bahasa Jerman dari Goethe Institut untuk level intermediate, ZMP (Zentrale MittelstufenprüfungLevel.

Bea Siswa

Dimungkinkan bagi calon mahasiswa untuk mendaftar bea siswa DAAD. Persyaratan penting untuk mendapatkan bea siswa DAAD adalah Dosen atau Pegawai Negeri Sipil. DAAD memang memberikan bea siswa untuk umum tetapi proporsi bea siswa untuk umum tersebut jumlahnya sangat terbatas. Untuk di Indonesia kantor DAAD beralamatkan di Gedung Summitmas II, Jl. Sudirman, Jakarta. Hanya untuk catatan penting tidak mudah untuk mendapatkan bea siswa dari DAAD.

Kesempatan mendapatkan bea siswa akan besar jika mahasiswa sudah berada di Jerman. Banyak lembaga non profit atau yayasan yang bersedia memberikan bea siswa. Syaratnya adalah nilai semester yang baik. Dengan demikian ‘apply‘ bea siswa di Jerman baru dimungkinkan apabila kita telah studi minimal selama satu semester.

(sumber ; http://joegolan.wordpress.com/2008/09/29/kuliah-di-jerman/)

Link-Link yang di rekomendasikan :

Discover Germany and the German language. Book online now!
German courses Course locations
Contact Enrollment
Find DAAD Germany on Facebook. Sign Up Free Now!
Learn German – Easy, Fast & Fun! Learn German – Try it Now Free.
babbel.com is rated

(121 reviews)

German Beginner
Intermediate Advanced
Academic Excelence paired with the Freedom to earn your degree online.
International Business School BBA & MBA, Courses in English
ECE Paris Engineering School Master’s Degree in France
Sign up and apply NOW for 8 x £500, and 1 x £1,000 of Masters funding
Microsoft Certified S1 Degree and S1 Extension in Cloud Computing
Study in Germany Visa and German course for Germany
Virginia International University Business, Computer and English
Web-Results
Study in Germany Masters Level is the most cost effective Option
Hermann Hesse Sprachschule, study in Germany,
The education in Germany is free for all. The major hurdle in
Study abroad in Germany! Choose from our three unique programs
WHY STUDY IN GERMANY? On an average 1.8 million students around
Germany is in the middle of Europe. It is bordered by Denmark to
Detailed information on obtaining a student visa in order to
Free Study Abroad Guide – Guide of German universities which
Discover Germany and the German language. Book online now!
German courses Course locations
Contact Enrollment
Find DAAD Germany on Facebook. Sign Up Free Now!
Beasiswa di jerman
Cari Resor Terbaik Jerman Dapatkan Info Akomodasi Jerman
Offers Online degree programs, partial scholarships available.
International Business School Graduate / MBA / Master Programs
Scholarships for Students Undergraduate Master PhD Postdoc
Find a scholarship today! Free and instant access
Microsoft Certified S1 Degree and S1 Extension in Cloud Computing
Virginia International University Business, Computer and English
Raih kesempatan mendapatkan beasiswa pendidikan dari DataPrint
Web-Results
beasiswa di jerman (2) beasiswa di Korean Basic Science
Beasiswa gratis tinggal di jerman. ini ada info dari rekan saya
beasiswa Jerman; beasiswa Jepang; beasiswa Amerika; beasiswa
Informasi beasiswa untuk S1, S2 dan S3 Dalam dan Luar Negeri …
Jalur beasiswa di buka, tetapi harus ada kerjasama antara
Sebagian besar dari kita sudah tahu kalau kita memperoleh
Cari Resor Terbaik Jerman Dapatkan Info Akomodasi Jerman
Offers Online degree programs, partial scholarships available.

Wassalamualaikum wrwb

Dari berbagai sumber


Assalamu ‘alaikum warahmatullah wa baraokatuh

Thank’s Allah SWT, I Love you Rasulullah SAW….

 

Selamat pagi!Salam penuh barokah untuk para Sobat Hebat yang selalu bekerja keras mengejar mimpi-mimpinya!:)

Jangan ukur sukses dari pencapaian diri sendiri, tapi dari daya dan upaya kita untuk membuat orang lain berhasil dan bahagia :)

Nah, pagi ini belum ada kepikiran ide untuk nulis tapi alhamdulillah dapat referensi baru dari PPI Jerman dan dari KBRI Berlin tentang tips bagaimana belajar di jerman.

Monggo, di waos :)

 

Informasi dan Tips Belajar di Jerman
Secara umum semua calon mahasiswa asing yang akan melanjutkan studi di Jerman diharuskan menyiapkan hal-hal penting sebagai berikut:
    1. Persiapan Bahasa Jerman. Bahasa Jerman mutlak diperlukan karena komunikasi sehari-hari bisa dikatakan 100% menggunakan Bahasa Jerman. Bahasa Inggris memang bisa digunakan, tetapi bagaimanapun Bahasa Jerman tidak bisa ditinggalkan. Kalaupun seseorang akan mengambil program berbahasa Inggris, tetap saja kepadanya sangat dianjurkan untuk menguasai Bahasa Jerman, paling tidak untuk komunikasi sehari-hari. Tanpa penguasaan Bahasa Jerman yang memadai, kehidupan sehari-hari akan terasa sulit dan dikhawatirkan bisa mempengaruhi prestasi belajar nantinya.

 

    1. Dokumen-dokumen Penting. Beberapa dokumen penting yang harus dipersiapkan diantaranya adalah Akte Kelahiran, Ijazah dari SD-SMP-SMA dan juga Ijazah Sarjana beserta fotocopy yang telah dilegalisir. Dokumen ini mohon disiapkan dalam jumlah yang cukup banyak, karena semua Universitas dan Fachhochschule mensyaratkan dokumen asli atau fotocopy yang telah dilegalisir.

 

    1. Terjemahan Dokumen ke dalam Bahasa Jerman. Semua dokumen-dokumen sebagaimana dijelaskan dalam poin 2) harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Jerman oleh penerjeman yang diakui oleh Kedutaan Jerman di Jakarta.

 

    1. Paspor+Visa. Untuk bisa menempuh pendidikan di Jerman, seorang calon diwajibkan memiliki Student Visa yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Jangan sekali-kali datang dengan menggunakan Tourist Visa, karena dengan visa ini tidak akan bisa dikonversi menjadi visa ijin tinggal.

 

    1. Uang Jaminan. Untuk bisa mendapatkan Visa di Keditaan Jerman di Jakarta, seorang calon mahasiswa diminta menyiapkan Uang Jaminan di Bank (di Indonesia) yang akan ditransfer setiap bulan ke Jerman untuk biaya hidup. Jumlah uang jaminan berbeda-beda tegantung tujuan studi masing-masing calon, tetapi jumlah minimal untuk hidup satu tahun sekitar 6000 Euro.(Mohon Konfirmasi kepada Kedutaan Jerman di Jakarta!)

 

  1. Biaya Lainnya. Selain Uang Jaminan, calon mahasiswa juga harus menyiapkan keperluan lainnya seperti biaya pembuatan visa, biaya ticket dll.

 

Selain poin 1 – 6 sebagaimana telah disebutkan diatas, setiap calon mahasiswa harus sadar betul bahwa sistem pendidikan dan kehidupan di Jerman sangat jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Untuk itu, setiap calon harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi culture shock khususnya pada tahun-tahun pertama di Jerman. Tidak jarang dijumpai adanya calon mahasiswa yang hanya bertahan 2 – 3 bulan karena tidak sanggup menghadapi hal ini.

 

Beberapa gambaran kecil diantaranya:

    • Pendidikan di Jerman dicirikan dengan kemandiriannya yang luar biasa. Guru dan dosen tidak akan memaksa siswa untuk melakukan ini dan itu, tetapi siswa sendirilah yang harus aktif memutuskan apa yang akan dilakukan.

 

    • Di Jerman setiap orang harus melakukan segala sesuatunya sendiri dan tidak bisa menggantungkan kepada orang lain. Mulai dari masak, cuci piring, cuci pakaian, belanja kebutuhan sehari-hari dll semua harus dilakukan sendiri.

 

  • Selama sekolah di Jerman, kita akan dipaksa banyak berjalan kaki. Perjalanan dari rumah ke stasiun kereta atau bus, juga dari satu gedung ke gedung kampus lainnya. Bagi yang terbiasa naik mobil ataupun motor, bahkan yang terbiasa kemana-mana diantar sopir, kondisi ini bisa terasa cukup berat.

 

Informasi Khusus bagi lulusan SLTA
Bagi lulusan SLTA di Indonesia akan diwajibkan untuk mengikuti jenjang Studienkolleg terlebih dahulu.
Untuk bisa mengikuti program Studienkolleg, seorang calon diwajibkan memiliki Student Visa yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Jangan sekali-kali datang dengan menggunakan Tourist Visa, karena dengan visa ini tidak akan bisa dikonversi menjadi visa ijin tinggal. Selain itu disyaratkan pula kemampuan berbahasa Jerman minimal pada level Mittelstufe 2.
Secara umum pendaftaran Studienkolleg ditutup tanggal 15 Juli untuk periode musim dingin (Winter Semester) atau tanggal 15 Januari untuk periode musim panas (Sommer Semester). Akan tetapi ada beberapa Universitas yang memberlakukan jadwal khusus diantaranya:
FU Berlin : 15 April dan 15 Oktober
Uni Aachen, Bochum, Köln, Bonn dan Münster : 15 Mei dan 31 Oktober
Uni Hamburg : 31 Maret dan 30 September
Uni Kaiserslautern, Mainz dan Saarbrücken : 30 April dan 31 Oktober
Pemilihan Studienkolleg sangat tergantung dari jurusan dan Universitas atau Fachhochschule yang akan dipilih nantinya. Bagi yang akan meneruskan ke Universitas, maka ia harus mengambil studienkolleg di Universitas (UNI), sedangkan bagi yang akan meneruskan ke Fachhochschule, maka ia bisa mengambil Studienkolleg dimana saja.

 

Memilih UNI atau FH serta Jurusan
Yang seringkali menjadi permasalahan adalah memilih antara UNI dan FH. Banyak calon mahasiswa yang masih bingung diantara keduanya, dan akhirnya memilih hanya mengikuti teman-temannya. Demikian juga dengan proses pemilihan jurusan.
Hal ini seyogyanya dihindari karena sebenarnya setiap orang memiliki bakat dan kemampuan sendiri-sendiri. Kuliah di UNI akan banyak teori (60%) dan hanya sedikit praktek (40%). Sebaliknya kuliah di FH akan lebih banyak praktek (60%) dibandingkan teori (40%). Sering ada kasus seseorang memaksakan diri masuk ke UNI, padahal setelah beberapa waktu disadari bahwa ia tidak suka dengan teori-teori. Pada akhirnya ia minta pindah ke FH dan tentu saja ia kehilangan banyak waktu untuk itu.
Sebaliknya, banyak pula mahasiswa yang memilih jurusan karena ikut-ikutan atau karena jurusan tersebut punya nama yang mentereng. Hal demikian juga sangat berbahaya. Kuliah akan makan waktu bertahun-tahun, sehingga kalau seseorang tidak menikmati, maka hasilnya tidak akan maksimal atau bahkan terpaksa gagal di tengah jalan.
Oleh karena itu setiap calon mahasiswa harus memperhatikan benar-benar kemana minat, bakat dan kemampuannya, sehingga tidak timbul penyesalan di belakang hari.

 

Informasi Khusus bagi Lulusan S1

 

Bagi lulusan Sarjana dari Indonesia, beberapa informasi berikut sangat penting untuk diperhatikan, diantaranya:

 

    1. Persyaratan Bahasa.
      Bahasa Jerman mutlak diperlukan karena komunikasi sehari-hari bisa dikatakan 100% menggunakan Bahasa Jerman. Bahasa Inggris memang bisa digunakan, tetapi bagaimanapun Bahasa Jerman tidak bisa ditinggalkan. Kalaupun seseorang akan mengambil program berbahasa Inggris, tetap saja kepadanya sangat dianjurkan untuk menguasai Bahasa Jerman, paling tidak untuk komunikasi sehari-hari. Tanpa penguasaan Bahasa Jerman yang memadai, kehidupan sehari-hari akan terasa sulit dan dikhawatirkan bisa mempengaruhi prestasi belajar nantinya.

 

    1. Proses Annerkennung.
      Annerkennung adalah proses persamaan Ijazah Indonesia dengan Jerman. Tidak ada patokan pasti untuk itu, karena setiap universitas memiliki otonomi dan kewenangan sendiri-sendiri. Hasilnya akan sangat tergantung dari universitas asal tempat ia memperoleh gelar kesarjanaan dan universitas mana yang akan ia tuju untuk melanjutkan belajar. Akan tetapi biasanya sarjana S1 Indonesia akan disetarakan dengan Vordiplom Jerman, dan kepadanya langsung bisa mengikuti pendidikan Diplom mulai semester 5 atau 6. Beberapa universitas Jerman bahkan memberikan kesempatan kepada sang calon untuk mengikuti 2-3 mata ujian dan kalau lulus langsung disetarakan dengan Diplom Jerman.

 

  1. Memilih Diplom atau Master.
    Bagi calon mahasiswa yang telah memiliki gelar S1 dari Indonesia, maka kepadanya ada pilihan untuk memilih Diplom (Program Klasik) atau Master (Program Baru). Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

 

Program Diplom sampai saat ini diyakini lebih baik oleh mayoritas orang Jerman, karena sejarahnya yang telah lama dan teruji. Oleh karenanya bagi mereka yang nantinya ingin bekerja di Jerman, maka pilihan Diplom barangkali lebih cocok. Akan tetapi bagi yang ingin kembali ke tanah air program Diplom barangkali tidak terlalu cocok. Oleh Pemerintah Indonesia (DIKTI) gelar Diplom tidak disetarakan dengan Master, tetapi lebih rendah dari itu. Diplom UNI disetarakan dengan S1+ sedangkan Diplom FH disetarakan dengan DIV. Hal ini tentu tidak terlalu nyaman, karena setelah menempun pendidikan lanjutan selama 3 tahunan, gelar Diplom yang diperoleh masih saja setara dengan sarjana Indonesia. Selain itu program Diplom 100% masih menggunakan Bahasa Jerman sehingga tingkat kesulitan bahasa bisa dikatakan sangat tingi.
Sebaliknya Program Master adalah program baru yang diterapkan penuh mulai tahun 2010. Oleh karenanya ke depan nanti program inilah yang akan lebih diperhatikan. Selain itu masih ada pula kelebihan lain dari Program Master (dibanding Diplom), diantaranya:

    • Sarjana S1 Indonesia disetarakan dengan Bachelor dari Negara lainnya, sehingga bisa langsung masuk ke jenjang Master. Oleh karenanya, dalam 2 tahun gelar Master sudah bisa diperoleh.
    • Gelar Master Jerman bisa langsung disetarakan dengan Magister (S2) Indonesia
    • Banyak program Master di Jerman yang diberikan dalam Bahasa Inggris, atau minimal kombinasi antara Bahasa Inggris dan Jerman, sehingga kesulitan bahasa bisa dikatakan lebih kecil.
  • Lulusan Master (khususnya dari UNI) juga bisa langsung melanjutkan ke jenjang doktor di Jerman sebagaimana lulusan Diplom. Selain itu, lulusan Master juga bisa melanjutkan ke program doktor di Indonesia maupun Negara-negara lainnya di seluruh dunia.

Oleh karena itu bagi mereka-mereka yang ingin pulang ke tanah air setelah lulus atau ingin terus melanjutkan studi ke jenjang doktor, barangkali program Master ini lebih disarankan.

Informasi bagi Lulusan S2 yang akan melanjutkan ke Program Doktor

Bagi lulusan Magister (S2) Indonesia yang akan melanjutkan program Doktor, informasi-informasi penting berikut barangkali bisa sangat membantu:
  1. Persyaratan Bahasa. Bahasa Jerman mutlak diperlukan karena komunikasi sehari-hari bisa dikatakan 100% menggunakan Bahasa Jerman. Bahasa Inggris memang bisa digunakan, tetapi bagaimanapun Bahasa Jerman tidak bisa ditinggalkan. Disertasi doktor di banyak universitas bisa ditulis dalam Bahasa Inggris, tetapi ada beberapa yang masih mensyaratkan dalam Bahasa Jerman. Selain itu, banyak pula professor yang lebih senang kalau doktorandnya menulis disertasi dalam Bahasa Jerman, karena proses pembimbingan dan koreksi disertasi bisa berjalan lebih baik. Selain itu, di semua institut dilaksanakan seminar secara reguler dan sebagian besar presentasi disajikan dalam Bahasa Jerman. Oleh karena itu, kemampuan Bahasa Jerman mutlak diperlukan untuk bisa mengikuti jalannya seminar.
  2. Proses Annerkennung. Annerkennung adalah proses persamaan Ijazah Indonesia dengan Jerman. Tidak ada patokan pasti untuk itu, karena setiap universitas memiliki otonomi dan kewenangan sendiri-sendiri. Hasilnya akan sangat tergantung dari universitas asal tempat ia memperoleh gelar kesarjanaan dan universitas mana yang akan ia tuju untuk melanjutkan belajar. Dalam banyak kasus sarjana S2 Indonesia telah disetarakan dengan Diplom Jerman sehingga bisa langsung lanjut ke program doktor. Akan tetapi banyak pula universitas yang mensyaratkan pemegang gelar S2 dari Indonesia untuk mengikuti proses Annerkennung dengan mengikuti 2-3 mata ujian dan kalau lulus langsung baru bisa melanjutkan ke program Doktor. Bagi mereka-mereka yang gelar S1 dan S2-nya diperoleh dari jurusan yang berbeda, maka proses Annerkennung akan menjadi jauh lebih rumit dan makan waktu. Beberapa calon mahasiswa akhirnya tidak sabar dan memilih mengundurkan diri dan melanjutkan program doktor di negara lain.Dalam kaitan dengan penyetaraan Ijazah S2 ini, telah ada penjanjian informal antara pemerintah Jerman dan Indonesia pada tahun 1992. Akan tetapi penjanjian ini memang tidak mengatur secara tegas akan hal ini, dan keputusan akhirnya diserahkan ke universitas masing-masing.
  3. Program Doktor Jerman dan Indonesia. Ada perbedaan mendasar antara pendidikan doktor di Jerman dan di Indonesia. Di Indonesia pendidikan doktor pada umumnya dimulai dengan proses perkuliahan selama 3-4 semester dan setelah itu mahasiswa diwajibkan menempuh ujian prelim. Setelah lulus prelim barulah mahasiswa ulai melakukan penelitian untuk disertasinya. Sebaliknya, pendidikan doktor di Jerman tidak mewajibkan mahasiswanya untuk mengikuti perkuliahan secara regular tetapi langsung melakukan penelitian. Penelitian telah bisa dilakukan sejak dia terdaftar sebagai mahasiswa program doktor. Mahasiswa pun dipersilahkan untuk mengikuti perkuliahan apa saja dan dimana saja sesuai dengan kebutuhannya. Bisa saja seorang mahasiswa mengambil perkuliahan di universitas lain atau bahkan di Negara lain.
  4. Tips Memilih Universitas. Di Mata orang-orang Indonesia, nama RWTH Aachen sangat terkenal dan dianggap paling baik. Akan tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar dan lebih dikarenakan oleh figure Prof. B.J. Habibie yang memang lulusan dari Aachen.
    Perlu diketahui bahwa hampir semua universitas di Jerman adalah Universitas Negeri yang dijamin oleh pemerintah, sehingga kualitas antar perguruan tinggi bisa dikatakan sangat merata. Keunggulan suatu institusi tidak tergantung oleh universitasnya, tetapi lebih ditentukan oleh Jurusan (Lehrstuhl) beserta professor dan para stafnya. Kualitas tiap-tiap jurusan bisa dilihat dari publikasi masing-masing. Semakin banyak publikasi, maka kualitasnya akan semakin bagus. Selain itu, majalah Stern bekerjasama dengan Centrum für Hochschulentwicklung (CHE) juga menyelenggarakan survei untuk menentukan peringkat Universitas setiap tahun dan hasilnya bisa dilihat di www.che.de.
    Selain itu ada kepercayaan yang diyakini oleh sebagian orang bahwa universitas di wilayah selatan lebih hebat dan karenanya lebih sulit untuk masuk kesana. Hal ini juga sama sekali tidak benar. Fakta menunjukkan bahwa baik di wilayah selatan maupun utara banyak universitas yang masuk peringkat utama. Banyak pula doktorand asal Indonesia yang lebih mudah masuk ke dan lulus dari universitas bagian selatan dibandingkan dengan universitas bagian utara.
  5. Mencari kontak Professor. Untuk memilih institusi dan professor calon pembimbing, sangat disarankan setiap calon mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas internet. Semua informasi terkini dari tiap-tiap institusi selalu diperbaharui dari waktu ke waktu. Selain itu, sangat disarankan untuk memilih pembimbing yang pernah membimbing orang Indonesia (atau mnimal orang asing) karena biasanya mereka lebih bisa mengerti kesulitan-kesulitan mahasiswa asing. Karena itu, menjalin kontak dengan doktorand Indonesian yang ada di Jerman atau dengan alumni-alumni Jerman juga sangat dianjurkan.
  6. Apa dan bagaimana menulis disertasi. Menulis disertasi bukanlah pekerjaan yang mudah, karena disertasi haruslah memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
    Ada dua aliran yang utama yang menjelaskan apa sebenarnya disertasi.
    Pertama, penelitian disertasi adalah merupakan penelitian yang “big bang” dan seyogyanya menghasilkan sesuatu yang fenomental. Akan tetapi pada kenyataannya hanya sedikit sekali disertasi yang menghasilkan sesuatu yang sangat fenomental.
    Kedua, yang banyak dijumpai pada sebagian disertasi yang ada, penelitian disertasi adalah kumpulan dari tiga sampai empat penelitian dalam satu kesatuan, yang masing-masing bisa menghasilkan artkel setara satu paper pada journal ilmiah. Oleh karenanya, satu disertasi kira-kira setara dengan 3 – 4 paper journal yang kemudian digabungkan satu sama lain menjadi satu kesatuan (Cek ke buku “How to get a PhD”).
    Perkembangan dari waktu ke waktu menunjukkan bahwa aliran kedua lah yang lebih berkembang di masyarakat ilmuah. Karenanya, pendidikan doktor adalah jenjang pendidikan untuk melatih seseorang sehingga ia siap masuk ke dunia riset.
    Untuk bisa menulis disertasi, tahap pertama seseorang harus memutuskan dulu pada thema mana ia akan bekerja. Tahapan ini adalah tahapan yang sangat crusial, karena disini seseorang harus bisa merumuskan permasalahan yang akan dipecahkan, serta menemukan metodologi terbaik yang cocok digunakan. Keberhasilan pada tahap ini akan sangat penting bagi tahapan-tahapan selanjutnya, karena apabila semua ini telah bisa diformulasikan, maka pada hakekatnya 40% penelitian disertasi telah bisa diselesaikan.
  7. Publikasi. Selama menempuh program doktor, semua mahasiswa diwajibkan untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya melalui berbagai media. Publikasi yang rutin dilakukan adalah seminar di lingkungan sendiri dengan melakukan presentasi rutin tiap semester. Dalam kesempatan ini, mahasiswa akan mendapatkan masukan-masukan dari professor-professor, asisten professor serta doktorand lain dalam satu institute. Selain itu sangat disarankan pula kepada setiap doktorand untuk mempublikasikannya dalam konferensi-konferensi nasional dan internasional maupun mempublikasikannya di journal-journal ilmiah. Publikasi pada konferensi serta journal internasional memang tidak diharuskan, tetapi hal ini akan sangat membantu dalam proses kelulusan nantinya. Jika seseorang telah banyak menyajikan makalahnya dalam konferensi internasional atau mempublikasikan papernya di journal ilmiah, maka ia akan memperoleh nilai lebih sehingga proses kelulusan akan jauh lebih mudah.

Mitos-mitos tentang Studi di Jerman
Berkaitan dengan studi di Jerman, banyak orang meyakini mitos-mitos tertentu yang cenderung menyesatkan. Beberapa diantara mitos-mitos tersebut diantaranya:
  1. Hidup di Jerman serba enak dan mudah. Hal ini tidak selamanya benar. Memang benar bahwa Jerman adalah negara maju yang hidupnya serba makmur dan teratur. Akan tetapi tidak berarti bahwa mahasiswa hidup enak-enak. Disini mahasiswa justru dituntut untuk bekerja keras dan mandiri. Hal ini bisa sangat berat, khususnya bagi calon mahasiswa yang terbiasa hidup serba enak di Indonesia. Tidak ada lagi supir dan pembantu yang siap mengerjakan apa yang kita minta. Tidak ada lagi mobil serta fasilitas lainnya yang selama di Indonesia barangkali dengan mudah bisa didapatkan. Benar bahwa kuliah di Jerman serba bebas, akan tetapi kebebasan ini juga bisa berakibat fatal bila mahasiswa tidak bisa mendisiplinkan diri sendiri.
  2. Kuliah di Jerman Gratis. Ini juga tidak selamanya benar. Benar bahwa kuliah di Jerman sangat murah. Di Berlin-Brandenburg misalnya, mahasiswa hanya membayar sekitar 150 – 200 Euro (sekitar Rp 1,5 sampai Rp 2 juta) per semester. Ini pun sudah termasuk biaya transportasi (semester ticket) yang bisa dpakai untuk naik bis, kereta, U-Bahn, S-Bahn serta Tram selama satu semester penuh. Kuliah di PTN di Indonesia bisa jadi biayanya jauh lebih mahal. Akan tetapi bagi mereka yang melewati batas waktu yang ditetapkan, maka mahasiswa akan diminta membayar biaya kuliah antara 500 – 1000 Euro.
    Selain itu saat ini sedang ada diskusi publik tentang perlu tidaknya menarik uang kuliah dari mahasiswa. Sampai saat ini keputusan belum ada, tetapi nampaknya kecenderungan mahasiswa akan diminta membayar biaya kuliah meskipun tidak terlalu besar.
  3. Kuliah bisa sambil Kerja. Benar semua mahasiswa di Jerman (termasuk mahasiswa asing) diijinkan untuk bekerja selama 3 bulan dalam setahun. Dengan bekerja 3 bulan dalam setahun, pengalaman menunjukkan bahwa hasilnya sudah bisa dipakai untuk mencukupi biaya hidup minimal selama setahun.
    Akan tetapi bekerja sambil kuliah menyimpan persoalan yang sangat besar. Seringkali mahasiswa terlena karena mendapatkan uang yang cukup besar (apalagi kalau dinilai dalam rupiah!) dan cenderung menomerduakan kuliah. Akibatnya kuliah tertunda-tunda dan tanpa terasa waktu kuliah telah habis. Kalau ini terjadi, maka ancamannya adalah terpaksa pulang tanpa gelar karena ijin tinggal sudah habis dan tidak bisa diperpanjang lagi. Kalau belajar dinomerduakan, bisa jadi mahasiswa gagal ujian 3 kali pada mata kuliah yang sama. Kalau ini terjadi, secara otomatis ia akan dikeluarkan (DO) tanpa bisa pindah kemanapun di seluruh Jerman.
  4. Kuliah di Jerman sulit dan makan waktu lama. Pandangan ini juga tidak benar dan cenderung menyesatkan. Pada kenyataannya banyak mahasiswa Indonesia yang berprestasi sangat bagus dan mampu menyelesaikan studinya dalam waktu singkat. Bahkan banyak diantaranya yang langsung mendapatkan kesempatan untuk mengambil program doktor atau langsung bekerja di Jerman. Sebaliknya, banyak pula yang terkatung-katung dan bahkan gagal di dalam studinya. Beberapa alasan utama kegagalan tersebut diantaranya:
    • Ketidakcocokan tempat studi. Bisa jadi sang mahasiswa salah dalam memilih UNI atau FH, atau salah memilih jurusan. Ini banyak dialami oleh mereka-mereka yang memilih hanya sekedar ikut-ikutan. Untuk itu, setiap mahasiswa hendaknya memilih jurusan sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya.
    • Terlena karena sibuk bekerja. Banyak mahasiswa yang terlalu banyak bekerja karena berbagai alasan, sehingga kuliahnya terbengkalai. Bekerja tentu saja boleh untuk meringankan beban keluarga di Indonesia. Akan tetapi menomorduakan kuliah tentu tidak boleh terjadi. Bagaimanapun sejak awal mahasiswa berkeinginan untuk sekolah, sehingga kuliah tetaplah harus menjadi tujuan utama.
    • Kesulitan Bahasa. Penguasaan Bahasa Jerman sangat mempengaruhi keberhasilan seorang mahasiswa, khususnya untuk jenjang Diplom. Tanpa menguasai bahasa dengan baik, akan sangat sulit bagi mahasiswa untuk bisa berprestasi maksimal. Ia akan kesulitan mengungkapkan apa yang ada di pikirannya walaupun ia sebenarnya tahu tentang itu. Ia juga akan sulit mengerjakan tugas-tugas hariannya. Karenanya, penguasaan bahasa harus benar-benar diusahakan.
    • Persoalan Pribadi. Persoalan pribadi juga memegang peran sangat penting. Banyak sekali yang terkait dengan hal ini, diantaranya masalah keuangan, masalah keluarga dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Untuk mengatasi masalah pribadi, seyogyanya setiap mahasiswa Indonesia tetap menjalin kontak yang baik dengan mahasiswa Indonesia lainnya. Dalam banyak kasus, keberadaan teman untuk bertukar pikiran akan sangat meringankan beban yang dihadapi. Akan tetapi tidak bijaksana pula kalau seseorang hanya bergaul dengan orang Indonesia saja, karena dengan demikian kemampuan bahasanya tidak akan pernah berkembang.
  5. UNI dan FH, mana yang lebih baik? Sebagian orang menganggap UNI lebih baik dan sebagian lainnya menganggap FH lebih baik. Alumni UNI akan cenderung mengatakan bahwa UNI lebih baik, sedangkan alumni FH akan cenderung mengatakan bahwa FH lebih baik. Hal ini sepenuhnya bisa dimengerti karena mereka dididik disana dan mengetahui lebih banyak tentang institusinya. Akan tetapi pilihan terbaik antara UNI dan FH akan sangat tergantung pada bakat, minat dan kemampuan serta jenis pekerjaan yang diminati oleh individu masing-masing.

Tips Perjalanan dan Menetap

Informasi dan Tips Perjalanan ke Jerman

Karakteristik dasar bangsa Jerman adalah sikap monokromik mereka dalam masalah waktu, contohnya mereka akan mengerjakan satu pekerjaan tertentu hingga selesai secara tuntas sebelum pindah ke pekerjaan lainnya. Mereka akan jujur dan terus terang dalam bernegosiasi, cenderung berbicara secara blak-blakan serta menyatakan ketidaksetujuannya secara terbuka, mereka juga tidak suka diburu-buru.
Mereka termasuk bangsa yang peduli. Jangan kaget jika tetangga atau teman (Jerman) melancarkan kritikan atau menegur secara langsung apabila kita melakukan kesalahan, menimbulkan kebisingan, atau memasak masakan dengan bau yang menyengat.
Di Jerman, melakukan pengawasan terhadap ketertiban umum merupakan “kewajiban” setiap warga masyarakat. Pada umumya mereka mempunyai kemampuam bahasa asing dengan baik (terutama Inggris dan Perancis), namun sering kurang pengetahuannya tentang budaya asing. Dalam berkomunikasi dengan bangsa lain, sedapat mungkin mereka lebih suka berbahasa Jerman.
TRANSPORTASI UMUM
Di Berlin khususnya, transportasi sangat mudah bisa menggunakan Kereta bawah tanah (U-Bahn), kereta dengan rel diatas jalan (S-Bahn), kereta di jalan raya (Tram) dan bus. Biaya transportasi juga terjangkau, dan tiket/karcis dapat digunakan untuk semua jenis kendaraan tersebut.
Bila berkeinginan mengendarai mobil sendiri, untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi Jerman pun tidak masalah. Bagi Homestaf, hanya dengan menyerahkan SIM Indonesia ke Fungsi Konsuler KBRI Berlin untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman, selanjutnya diurus ke kantor polisi Berlin bagian SIM. Memang perlu waktu untuk mengurusnya, tetapi Surat Izin Mengemudi Jerman ini berlaku seumur hidup.
KEHIDUPAN DI JERMAN

Jerman merupakan salah satu Negara dengan standard hidup tinggi di dunia.
Asuransi
Di Jerman asuransi sangat penting, setiba di Jerman yang pertama kali harus diurus adalah Asuransi Kesehatan, oleh karena tanpa asuransi kesehatan apabila kita terkena penyakit atau kecelakaan dan belum mempunyai asuransi kesehatan, sangat sulit dan biaya sangat mahal.
Olah raga dan liburan
Bagi orang Jerman kedua hal tersebut sangat penting. Orang Jerman sangat senang berolah raga, dan mereka dalam satu tahun harus melakukan liburan untuk melepaskan kepenatan, mereka percaya melepaskan segala rutinitas akan memberikan ide dan kreativitas-kreativitas baru.
KEBUTUHAN HIDUP DI JERMAN
Kebutuhan hidup di Jerman cukup mahal, disarankan untuk membawa peralatan rumah tangga, furnitur dari Indonesia. Alat-alat elekronik di Jerman semua memerlukan daya (Watt) yang sangat tinggi, karena itu apabila kita membeli di Jerman agak sulit untuk digunakan kembali di Indonesia.
Mencari Timpat Tinggal
Pencarian tempat tinggal merupakan tanggungjawab pribadi namun pada umumnya dibantu oleh staf bidang terkait di KBRI. Pencarian dapat dilakukan melalui internet atau dari Koran-koran lokal. Apabila ingin tinggal di dalam kota umumnya lebih banyak tempat tinggal Appartemen, namun bila ingin menyewa rumah mungkin agak jauh dari pusat kota. Pada umumnya suatu hunian tempat tinggal selalu sudah tersedia sekolah-sekolah dan fasilitas-fasilitas umum.
Beberapa pemilik rumah/apartemen menyerahkan urusan sewa-menyewa rumah pada perusahaan perantara/makelar, sehingga pada waktu melihat rumah/apartemen yang akan disewa, berhubungan dengan makelarnya. Bertemu dengan pemilik rumah baru dilakukan pada saat penandatanganan kontrak. Pembayaran pertama sebesar 3 bulan sewa rumah, biaya makelar rata-rata 2 bulan sewa rumah + 16% pajak makelar.
Pada saat akan meninggalkan rumah atau tempat tinggal, keadaan rumah/apartemen harus kembali pada kondisi semula saat memasuki rumah tersebut. Rumah/appartemen harus dibersihkan, dinding dicat kembali dan karpet dicuci. Jika ada kerusakan, harus menggantinya atau dikenakan biaya perbaikan.
Pakaian
Jika waktu pemberangkatan pada saat musim dingin, sebaiknya membawa perlengkapan untuk musim dingin secukupnya seperti baju dalam, jas tebal, mantel dan sebagainya. Perlengkapan tersebut dapat diperoleh didalam negeri.
Alat dapur
Pada umumnya alat dapur semua lengkap, tapi apabila untuk keperluan masak dalam jumlah banyak disarankan membeli panci ukuran besar (20 L lebih) di Indonesia saja karena relative lebih murah. Hati-hati untuk membawa penggorengan karena pada umumnya kompor di Jerman menggunakan listrik jadi penggorengan dari Indonesia tidak dapat digunakan karena bentuknya setengah lingkaran.
Cobek untuk membuat sambal juga tidak tersedia di Jerman. Lebih baik membawa Rice cooker dari Indonesia, juga cetakan-cetakan kue tradisional alangkah lebih baik dibawa dari Indonesia seperti, cetakan untuk kue bolu kukus, serabi, pancong, putu mayang dan lain-lain.


Bumbu
Untuk kebutuhan bumbu-bumbu masakan dan bahan-bahan kue semua tersedia lengkap di Toko Vietnam (Vienh Loi, Asia Mekong, di Berlin dan beberapa kota besar lainnya) dan Toko Indonesia (www.tokoindonesia.de, di Hamburg). Semua bahan kebutuhan pokok tersedia (beras, kecap, indomie dengan berbagai macam rasa, sambal indofood, sayuran asia, buah-buahan asia, kerupuk, emping dll), yang mungkin agak susah didapat adalah daun salam, kencur dan kapur sirih. Untuk daging sapi, kambing dan ayam halal dapat kita dapatkan di toko-toko Turki (birlikmarkt).
Toko-toko (Mal/ Arkaden/Plaza)
Sekarang ini di Berlin khususnya disetiap wilayah terdapat pusat pertokoan yang menyediakan segala kebutuhan keluarga. Toko Butik/Mal biasanya memnyediakan barang-barang dengan merk terkenal dengan harga yang cukup tinggi. Namun demikian ada beberapa toko swalayan yang menyediakan kebutuhan keluarga dengan harga yang relative lebih murah tapi tetap memperhatikan kwalitas, misalnya Toko swalayan Aldi, Lidl, dan Plus.
Keperluan bayi dan anak
Mengingat Jerman adalah Negara maju, semua kebutuhan bayi dan anak mudah didapat. Susu bubuk bayi tambahan di Jerman hanya tersedia untuk bayi sampai usia 12 bulan. Mereka lebih mengutamakan ASI dan susu sapi murni serta sari buah-buahan. Apabila keluarga membawa balita disarankan membawa persediaan susu yang disukai anak dari Indonesia untuk masa peralihan atau adaptasi.
Links :
Kantor Imigrasi di Berlin : http://www.berlin.de/labo/
Kedutaan Besar Republik Federasi Jerman di Jakarta :http://www.jakarta.diplo.de

 

 

Sumber : http://www.kemlu.go.id/berlin/Pages/TipsOrIndonesiaGlanceDisplay.aspx?IDP=1&l=id

 

Ketahuilah sobat hebat, kita semua harus bergulat dengan pengalaman hidup. Allah memberikan kita kehidupan sebagai sebuah arena pergulatan untuk mencapai kebahagiaan abadi. Tidak ada yang mudah dalam hidup ini. Kita harus memiliki keberanian, keinginan, dan tekad untuk bertarung. Jika seseorang tidak memiliki keinginan untuk berjuang hidup, akhirnya akan menjadi pecundang.

 

Berdiri dan berjuanglah. Itulah inti dari hidup : tidak bertarung dengan orang lain dan membuatnya terluka, melainkan berjuang untuk berbuat baik, mencintai, dan bertahan, tidak perduli akan luka-luka yang kita alami. Gunakanlah masalah sehari-hari sebagai bahan pelajaran dan persiapkan diri untuk menghadapi pertarungan di next level.

 

Berjuang untuk akhirat dan berjuang untuk dunia akhirat!

 

Semoga Bermanfaat!

 

“Jangan memikirkan rasa sakit yang kau alami jika itu baik untukmu”

 

 

Warm Regards

inna

 

 

 

Wassalamu ‘alaikum warahmatullah wa baraokatuh

 


Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh…..

 

Selamat pagi, shobahul khair sobat-sobat pemburu beasiswa dimana pun kalian berada..

Kali ini mau berbagi sedikit info tentang beasiswa, juga seluk beluk untuk belajar di UK..

Ini dari berbagai sumber juga dari PP nya, semoga bermanfaat :)

sebelum ke beasiswa nya alangkah baiknya tahu serba-serbi sebelum mendaftar :D

 

Universitas

Daftar Universitas ternama di UK

Terdapat cukup banyak universitas ternama di UK, walaupun mungkin tidak semua familiar bagi siswa-siswa di Indonesia. Berikut ini sepuluh universitas teratas diantara ratusan universitas di United Kingdom:

1.     University of Oxford

2.     University of Cambridge

3.     Imperial College London

4.     Durham University

5.     London School of Economic

6.     University of St. Andrews

7.     The University of Warwick

8.      University of Lancaster

9.     University of College London

10.  University of York

     (data per Februari 2011)

Tips memilih Universitas di UK

Setelah lulus SMU, langkah selanjutnya adalah masuk ke dunia perkuliahan. Bukan cuma jadi siswa, tapi ‘MAHA’…apapun bisa dilakukan, dengan konsekuensi dan tanggungjawab yang besar. Pilihan, kesempatan dan  dunia baru terbentang luas di depan mata. Mulai dari pilih Universitas, pilih jurusan, yang pada akhirnya nyangkut ke cita-cita ato tujuan hidup; nanti setelah lulus mau kerja sebagai apa? Yang pasti, kalo ada dana lebih, dan dapat lampu hijau dari orang tua untuk kuliah di luar negri, gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya.

Bagaimana caranya, biar nggak salah pilih, ya?

  1. Minat dan bakat: cari tau bidang apa yang berkaitan dengan minat kita? Bisa jadi berangkat dari hobi atau pelajaran yang sangat disuka. Setelah itu, cek semua Universitas di UK yang menyediakan jurusan yang sesuai dengan pilihan.
  2. Rangking Universitas: Tiap universitas mempunyai peringkat berdasarkan Webometrics atau Times Rank University. Beberapa universitas yang cukup dikenal biasanya berada di urutan atas.
  3. Durasi kuliah: bagi yang ingin mengambil S1 ataupun master, perhatikan durasi kuliah serta sistem kuliah.
  4. Silabus: cek module apa saja yang akan dipelajari (mata kuliah). Apakah sesuai dengan yang diharapkan.

Berikut beberapa universitas dengan jurusan unggulannya masing-masing:

Westminster: Business school,

Middlesex University: Business,

King’s College: Major science, MBA.

University of Art London:

(London College communication: PR,

London College of Fashion: Design),

Southampton: Law,

Oxford: Law,

Cambridge: Law,

Greenwich: Business,

UCL – University College London: IT and computer science,

London School Public Relation: PR.

Leeds University: Transport planning, Communications Studies.

Bath University, Cardiff University, Nottingham University,

Oxford Brooke University, Architectural Association: Architecture,

London School of Business, Lancaster, Manchester Business School:

MBA program,

Aberdeen University: Engineering,

NewCastle: Engineering,

Bournemouth: Media Journalism,

Northumbria University: Business dan Fashion.

Sumber: http://www.thecompleteuniversityguide.co.uk

IELTS

 

[IELTS] “Syarat bahasa”

Salah satu syarat untuk mengambil program S1 maupun Master di UK adalah mempunyai sertifikasi bahasa yang disebut IELTS. IELTS atau International English Language Testing System, adalah test yang diperuntukkan bagi setiap orang yang bahasa ibunya bukan Bahasa Inggris. Test ini terdiri dari 4 bagian:
Pertama: Listening, disini kemampuan mendengar kita diuji. Akan ada rekaman percakapan dan yang harus ditulis kembali setiap detailnya dengan benar di kertas jawaban. Untuk itu setiap detail harus diperhatikan, tanda baca, huruf besar, tanda mata uang (dollar atau poundsterling), spasi, dan lain sebagainya.
Kedua: Reading, pada sesi kedua ini, akan ada 3 artikel, masing-masing artikel disertai 20 soal. Semua pertanyaan harus dijawab dalam waktu 60 menit. Jawabannya bisa berupa pilihan Yes-No-Not Given, True-False atau isian dari bagian blank yang harus dilengkapi.
Ketiga: Writing. Terbagi dalam, 2 task, dalam writing, task 1 mendeskrispikan grafik, atau chart atau gambar yang memperlihatkan proses sebanyak 150 kata. Sedangkan task 2, tugasnya adalah menulis essay singkat sepanjang 250 kata berdasarkan topik yang telah ditentukan sebelumnya.
Terakhir: Speaking. Disini kecakapan berdialog sangat diperhatikan. Akan ada native speaker yang berperan sebagai penanya, dengan pertanyaan-pertanyaan yang dimulai dari general (data diri, berapa orang dalam keluarga, hobi, sahabat) sampai ke topik diskusi.
Persiapan & tempat test.
Pada dasarnya, yang menyebabkan beberapa siswa gagal dalam test IELTS ini bukan karena sekedar kecakapan bahasa Inggrisnya yang kurang, namun juga faktor persiapan mental (percaya diri), pengaturan waktu (dalam menyelesaikan soal). Maka dari itu, ada beberapa instansi di Jakarta yang menyelenggarakan kelas persiapan sebelum test, antara lain, IDP, IALF, Specta dan Wallstreet. Sebelum mendaftar untuk test IELTS ada kelas persiapan sebagai sarana berlatih dari soal-soal test sebelumnya. Jangka waktu persiapan ini berkisar antara 1 minggu sampai 1 bulan.
Berikut tempat-tempat pengambilan IELTS test di Jakarta:
IALF Jakarta
Sentra Mulia Building, Ground Floor
Jl Rasuna Said Kav X-6 No. 8, Jakarta 12940
Tel. (62-21) 521-3350, Fax (62-21) 521-3349
email: ialfjkt@ialf.edu
IDP Education – Jakarta Selatan
Jl. Terusan Gedung Hijau I Kav 9 no 1 E
Komp. Ruko Fitria – Pondok Indah
Jakarta 12310
Tel: (021) 750 3552
Fax: (021) 769 4846
E-mail: halmiati.lewi@idp.com
________________________________________
IDP Education –  Kuningan, Jakarta  (Registration Only)
Wisma Budi, lantai 5, ruang 501
Jl. HR Rasuna Said Kav C6
Kuningan, Jakarta 12940
Tel: (021) 252 3291
Fax: (021) 252 3290
E-mail: bimmy.pietoyo@idp.com
________________________________________
IDP (Kelapa Gading)
Komplek Perkantoran Ruko
Gading Bukit Indah Blok G No.23
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Tel.  (62 21) 4587 4351  Tel. /Fax. ( 62 22) 4587 4352
E-mail: info.jakartakelapagading@idp.com
________________________________________
SpecTa Education Kelapa Gading
SpecTa Education
Jl. Kelapa Nias QE 1 no 14
Kelapa Gading 14240
Jakarta Utara
Tel: (021) 450 6936
Fax: (021) 450 6937
E-mail: ielts@spectaeducation.com
________________________________________
SpecTa (Grogol)
Graha SpecTa, 4th floor
Jl. Makaliwe Raya No. 21
Grogol, Jakarta Barat 11450
Tel. (62 21) 566 2163
Email: west@spectaeducation.com
________________________________________
Wall Street Institute
Ratu Plaza Shopping Mall, 1st floor
Jakarta  - 10270
Phone : (021) 2750 7878
Contact person : Ms.Ghea
E-mail: ielts@wallstreet.ac.id

Sistem Pendidikan

Sebagai salah satu negara maju, UK telah mengembangkan sistem pendidikan yang cukup mempengaruhi sistem-sistem pendidikan lain di dunia. Pada dasarnya sistem pendidikan di UK terbagi menjadi dua macam, yaitu jenjang pendidikan wajib dan jenjang pendidikan pilihan.  Tahun ajaran pada umumnya berlangsung dari September hingga Juli.

Jenjang pendidikan wajib:

Sekolah Dasar (Primary School)

Dimulai sejak umur 5 tahun. Terdapat 6 tingkatan dimana siswa belajar pelajaran inti seperti Bahasa Inggris, Matematika dan Sains.

Sekolah Menengah Atas (Secondary School)

Pada umumnya dimulai sejak umur 11 tahun. Siswa menghabiskan 5 tahun di tingkatan ini. Setiap tahunnya siswa diwajibkan belajar lebih dalam mengenai mata pelajaran inti ditambah mempelajari paling tidak satu bahasa asing. Persiapan mengikuti ujian GCSE (General Certificate of Secondary Education) dimulai di tahun ke 4 dimana para siswa harus mempelajari sembilan hingga sepuluh mata pelajaran yang berbeda.

Jenjang Pendidikan Pilihan

A – Level

Setelah mengikuti GCSE, para siswa boleh memilih untuk langsung kerja atau mau lanjut ke pendidikan tinggi dengan syarat harus mengikuti A-Level selama dua tahun. Pada umumnya, siswa akan belajar 3-4 mata pelajaran yang nantinya akan diujikan. Semakin tinggi nilai A-Levelnya maka semakin besar pula kesempatan siswa tersebut untuk diterima di Universitas ternama.

Program Sarjana (Undergraduate/ Bachelor Degree)

Program sarjana di UK pada umumnya berlangsung selama tiga atau tiga tahun. Syarat kelulusan adalah mengkuti semua pelajaran dan menyelesaikan ujian akhir. Mahasiswa asing yang ingin mengambil program sarjana di UK harus memiliki sertifikasi IELTS dengan nilai minimal 6.0 dan mengambil Foundation Year selama satu tahun sebelum mengambil program sarjana.

Program Pasca Sarjana (Post Graduate Master/PhD)

Program Pasca Sarjana seperti Master dan MBA pada umumnya berlangsung selama setahun dan terbagi menjadi dua yaitu program riset (research-based course) dan program yang sepenuhnya diajarkan di kelas (taught course). Syarat kelulusan termasuk mengikuti ujian dan menulis disertasi. Bagi mahasiswa yang ingin mengambil program PhD, pengalaman kerja serta riset pada umumnya dibutuhkan. Paling tidak dibutuhkan 4-5 tahun untuk dapat menyelesaikan program ini. Bagi mahasiswa internasional yang ingin mengambil program pasca sarjana di UK wajib memiliki sertifikasi IELTS dengan nilai minimal 6.5 (bisa lebih tinggi tergantung jurusan yang dipilih). Untuk program MBA biasanya universitas mensyaratkan pengalaman kerja minimal dua tahun.

Bagi mahasiswa internasional yang ingin mengambil program S1 maupun pasca sarjana di UK wajib memiliki sertifikasi IELTS dengan nilai minimal 6.5 (bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung jurusan yang dipilih)

 

Beasiswa Terbaru

Berikut ini ada beberapa beasiswa terbaru.

1. New Zealand ASEAN Scholar Awards (s2 dan s3)

Beasiswa ini ditujukan untuk orang-orang yang ingin berkontribusi di bidang ekonomi, sosial dan politik di negaranya. Dikelola oleh Kementrian perdagangan dan luar negeri New Zealand.

Link: www.aid.govt.nz/funding-and-contracts/scholarships/types-scholarship/new-zealand-asean-scholar-awards

2. New Zealand Development Scholarships (s2 dan s3)

Beasiswa ini ditujukan untuk orang-orang yang ingin mengasah skill dan mengembangkan pengetahuan melalui studi di jenjang akademik baik s2 maupun s3. Jurusan yang diambil harus dapat membantu perkembangan negaranya saat pulang nanti.

Link: www.aid.govt.nz/funding-and-contracts/scholarships/types-scholarship/new-zealand-development-scholarships

3. Shuttleworth Foundation Fellowships: Innovative Idea for Social Change

Beasiswa ini menawarkan dana kepada orang-orang yang memiliki ide-ide atau gagasan-gagasan baru yang ingin diterapkan untuk perubahan sosial di negaranya. Ide itu bisa berkaitan dengan teknologi, pengetahuan dan pembelajaran.

Link:

- Untuk gambaran lebih lengkap bisa baca di: www.fundsforngos.org/fellowships-2/shuttleworth-foundation-fellowships-innovative-idea-social-change/#ixzz1mRKNg9XQ

-Cara mendaftarnya di: www.shuttleworthfoundation.org/funding/fellowship-programme/

4. 17 PhD Positions in the Faculty odf Arts di Umea University, Swedia.

Link: www8.umu.se/umu/aktuellt/arkiv/lediga_tjanster/313-23-35-12b.html#eng

 

Beasiswa 2012 di UK

Daftar beasiswa S1, S2 & S3 bagi pelajar Indonesia yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan di United Kingdom.

1. Scholarship for Master and Phd – The Swedish Institute Study Scholarships, Sweden. Link


2. Paul Celan Fellowships for Translators. Link

3. Vienna International Photo Awards 2012. Link
4. The 2012 Photocrati Fund Competition. Link
5. ESRC – Doctoral Training Centre, The University of Southampton, UK. Link:
6. Paid PhD Positions at Erasmus Research Institute of Management (ERIM), Erasmus University Rotterdam, The Netherlands. Link
7. Campbell Burns Scholarship 2012-2013, University of Strathclyde, UK . Link
8. Scholarships for International Master’s Students, The University of Skövde, Sweden. Link
9. Mellon Post-Doctoral Fellowship in the Humanities, Haverford College, UK. Link
10. Ernst Mach Grant, Vienna, Austria. Link
11. POLIS Scholarships 2012-13, University of Leeds, UK. Link
12. Undergraduate Anglo-Brazilian Society Scholarship, London, UK. Link
13. King’s Graduate Funding, King’s College London, UK. Link

Tiket Pesawat

Tiket pesawat memang sangatlah penting untuk  mahasiswa yang akan belajar di UK. Tiket dapat dibeli di travel agent atau melalui website. Menurut pengalaman saya, e-ticket biasanya lebih murah. Jika anda termasukpostgraduate student di UK, dapat membeli tiket pulang pergi setahun. Biasanya postgraduate students datang bulan September dan kembali sekitar (Aug-Des) tahun depannya. Jika ingin pulang ketika December breakataupun Easter break juga bisa membeli tiket di website perusahaan penerbangan tertentu. Undergraduate di UK, yang biasanya tinggal sampai bulan September dan pulang bulan Juni juga dapat memesan tiket setahun (kecuali jika pulang bulan Desember atau April). Biasanya pemesanan tiket dapat dilakukan sebelum high season (pertengahan Juni dan Desember) untuk meghemat biaya.

Untuk airline sendiri memiliki tujuan, baggage allowance dan tentunya tarif yang berbeda2. Perlu diketahui, sebelum berangkat bandara yang terdekat dengan tempat anda kuliah, karena tidak semua bandara di UK memiliki International Airport. Seperti London, Manchester dan Newcastle. Contohnya bila kuliah di Leeds atau York, bandara terdekat adalah Manchester Airport. Jadi anda dapat turun di Manchester airport dan selanjutnya dapat melanjutkan perjalanan dengan bus atau kereta ke kota tujuan. Perlu juga memperhatikan baggage allowance setiap airline, jika tidak mau dikenai biaya tambahan. Contohnya, Etihad Airways, yang tadinya memberi jatah hingga 30 kg untuk kelas ekonomi sekarang hanya memberi 23kg, dengan hand luggage yang tidak lebih dari 6 kg. Jika melebihi quota tersebut, anda dapat dikenai biaya yang lumayan mahal. Untuk Singapore Airlines yang tiketnya bisa dibilang paling mahal, hanya memberikan jatah 20 kg untuk luggage. Yang paling ‘royal’ dalam soal ini adalah Emirates, yang memberikan jatah hingga 32 kg.

Airline-airline terkadang mengadakan promo atau special offer bagi member (Seperti halnya KrisFlyer-member Singapore Airlines) untuk mendapatkan harga yang lebih murah dalam bentuk miles dan jatah bagasi yang lebih banyak.  Untuk yang memesan e-ticket atau tiket yang dipesan lewat internet, jangan lupa untuk mencetak tiketnya sebagai bukti pembeliannya.

Itu dulu ya sobat-sobat, nanti di sambung lagi inshaAllah

 

 

wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh..


Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh.

Bismillahirrohmanirrohim..

Guten Morgen sobat-sobat semua dimana pun berada.Semoga dalam keadaan sehat walafiat selalu dalam lindungan Allah SWT.Aamiin

Sungguh beruntung bagi siapapun yg dikaruniai Allah kepekaan utk mengamalkan aneka pernik peluang kebaikan yg diperlihatkan Allah kepadanya. Beruntung pula orang yg dititipi Allah aneka potensi kelebihan oleh-Nya dan dikaruniakan pula kesanggupan memanfaatkan utk sebanyak-banyak umat manusia.

Karena ternyata derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauhmana diri punya nilai manfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda “Sebaik-baik manusia diantaramu adl yg paling banyak manfaat bagi orang lain” {H.R. Bukhari}.

Di hari minggu pagi yang cerah ini saya mau sedikit coret-coret tulisan tentang apalagi kalau bukan BEASISWA :D

Yaa, beasiswa!Silahkan di simak dan di baca, kalau perlu apply untuk beasiswa nya yang berminat studi lanjut ke norwey^^Ini hasil pengalaman kakak yang dapat beasiswa disana(bukan saya) Yaa semoga kalau ada kesempatan di mudahkan untuk ber silaturahmi kesana suatu saat nanti,aamiin :)

Oke, Langsung yuk ke topik^^

Sebelum membahas ke lebih dalam simak tulisan dan cerita dari kak Eko yang dapat beasiswa di NTNU (Norges Teknisk-Naturvitenskapelige Universitet) jurusanChemical Engineering dengan beasiswa Quota Program.

Singkat cerita, saya bisa nyampe dengan selamat di sini, adalah semata-mata atas prakarsa dan prakarya Tuhan Yang Maha Agung yang dilewatkan Nya melalui pemerintah Norway. Saya sekolah di NTNU (Norges Teknisk-Naturvitenskapelige Universitet) jurusanChemical Engineering dengan beasiswa Quota Program. Beasiswa ini notabene adalah bantuan pendidikan dari pemerintah Norway untuk mahasiswa dari negara berkembang (mahasiswa kere tak berduit yang ngotot pengen sekolah gratisan-red) seperti saya. Bentuk bantuannya cukup unik, mencakup biaya hidup dan biaya kuliah (full scholarship) dengan perbandingan 60% loan dan sisanya berupa grant. Artinya, saya harus kembali ke Indonesia setelah tamat belajar, kalau mau pinjamannya digratiskan secara penuh. Kalau saya ndak mau pulang, saya harus kembalikan 60% itu. Tapi, selidik punya selidik, bisa dicicil selama 20 tahun lho! Wuih..sedeng saya udah nikah dong..biar dibayar suami aja nanti..hihi..(ide gila tanpa dosa).

Sebelum saya apply beasiswa ini, saya udah pernah nyoba beberapa beasiswa lain, juga dari negara Eropa. Menurut pengalaman saya, Quota Program ini relatif lebih simpel dan nggak ribet. Seleksinya cuma dua tahap, pertama seleksi online dan kedua, seleksi dokumentasi. Udah, itu aja..ga pake interview.

Seleksi online, dilakukan lewat link berikut ini http://www.ntnu.no/international/master. Kalau ndak salah, aplikasi online untuk semester Autumn 2009 akan dibuka mulai 1 Oktober 2008. Seperti apa seleksinya? Gampang..tinggal isi biodata, jurusan yang diminati, skema funding yang Anda inginkan (mau self financed atau beasiswa) dan motivasi kenapa pengen sekolah di Norway. Kalau dapet ijin Tuhan untuk lolos, akan ada email dari International Office yang menyatakan bahwa Anda berhak lanjut ke putaran berikutnya (terakhir-red). Di seleksi kedua ini, Anda diwajibkan mengirimkan dokumen2 sebagai berikut ke International Office NTNU:

  • sertifikat TOEFL/IELTS: kalau ndak salah untuk MSc, minimal 500 (paper based), 61 (internet based), dan 6.0 untuk IELTS. Saya kemaren berhubung punyainternational IBT, jadi ya pake itu. Tapi denger2, insitutional TOEFL diterima juga
  • surat rekomendasi : dari dosen. Tidak ada format khusus yg diminta oleh pihak universitas. Jadi, rayulah dosen Anda agar merekomendasikan Anda dengan maksimal :D Bagi Anda yang sudah punya pengalaman kerja, jangan lupa cantumkan surat keterangan kerja dari perusahaan
  • fotokopi paspor
  • pas foto: 4×6, background harus putih
  • certified copy of: akte lahir; ijazah dan STTB pendidikan setingkat SMA; ijazah, dan transkrip pendidikan S-1. Kalau dokumen2 ini belum berbahasa Inggris, Anda wajib pula menyertakan terjemahannya (terjemahan resmi tentunya, jangan di-terjemahin sendiri..hehe)

Yang membuat simpel, kita hanya mengirimkan satu set dokumen untuk apply universitas sekaligus beasiswa (prosesnya berjalan paralel). Semua dokumen2 itu lalu Anda kirim ke Norway, bisa pake DHL, FedEx atau PT Pos. Kalo mau murah, ya jangan pake DHL dan FedEx (sekilo nyaris 600rb)..hehe. Sesudah itu, Anda tinggal duduk manis dan berdoa menunggu pengumuman (sekitar akhir April-awal Mei) :D

Begitulah cerita singkat saya..semoga berguna..Ayo2, buat yg udah lulus tapi belom dapet kerja, daftarlah kesini..Buat yang sudah kerja, tapi frustasi karena gaji ga naek2 (menunjuk diri sendiri), ambillah unpaid leave dan bergabunglah dgn saya di sini :D..Oya, satu lagi, peluang bagi cewek untuk ketrima lebih besar dari cowok lho..(disampaikan oleh penulis tanpa mendiskreditkan para pria :D tapi emang iya kok, cewek lebih diprioritaskan).  Hehehe….Omong2 ttg peluang kerja di Norway, saya denger bagus juga. Negara ini kekurangan tenaga kerja, terutama engineer.  Semoga saya nanti kecantol satu.. :D So, tunggu apa lagi.. :D

Selamat mencoba…(Eko)

Saya akan sedikit memberi tambahan informasi yang di dapat dari sumber yang Valid,Om Google tentang

Biaya Hidup di Norwegia

Biaya Makan

Biaya makan di Oslo termasuk mahal, khususnya kalau makan di luar. Contohnya saja seperti burger, harga satu burger berkisar antara 50-75 nok. Harga aqua satu botol sekitar 22 nok. Tapi kalau kita masak sendiri terhitung menghemat pengeluaran, dan yang menyenangkan segala makanan mentah, sayuran di oslo tersedia sampai pada bunga pohon pisangpun ada dan harganya cuma 11 nok. Harga beras perkilo sekitar 25 nok perkilo dengan kualitas yang sangat bagus. Banyak makanan mentah halal yang tersedia di pasaran. Saran saya masak sendiri, kalau kuliah selesai sore atau malam bawa sesuatu dari rumah, lebih murah. Dan yang paling penting kalau kita belanja barang kebutuhan sehari-hari untuk masak perminggunya kita mengeluarkan sekitar 150-200 nok itu sudah termasuk ayam atau daging. Kalau di oslo jangan lupa banyak-banyak membeli anggur, apel dan buah-buahan lainnya karena di sini sangat murah meriah, bisa dibilang 3 kg anggur merah dan hitam yang kualitasnya bagus sama dengan satu kilo gram beras. Sangat cocok untuk yang diet. Kalau ditanya makan diluar habis berapa? Banyak, sekali kita makan diluar minimal kita keluar uang 100-150 nok.

Biaya Akomodasi

Tipe akomodasi, saran saya pilih akomodasi atau asrama yang disediakan kampus, karena berdasarkan pengalaman itu yang paling murah sekitar 2600 sampai 3000 nok, sudah termasuk hitter, kamar mandi dalam, common kitchen, living room lengkap dengan furniturenya. Dapurnya sangat lengkap, tetapi piring, gelas, sendok, panci dll kita membeli sendiri dan saran saya beli di Ikea (murah dan kualitas sangat bagus). Selain itu terdapat bus gratis yang setiap satu jam menuju ke ikea. Kalau cari akomodasi sendiri harganya termasuk sangat tinggi, sewa apartemen minimal sekitar 7500/8000 nok perbulan belum termasuk furniture.

Biaya Transportasi

Biaya public transportation, untuk student di bawah 30 tahun sekitar 330 nok perbulan. Tapi sejak 1 februari 2010 naik, kalau tidak salah menjadi 360nok. Untuk yang di atas 30 tahun sekitar 550 dan setelah 1 februari menjadi 570 nok. Selain itu bisa juga beli harga satuan, 8 buah ticket, mingguan bisa dilihat di website trafikanten detailnya di web https://nettbutikk.trafikanten.no/kategori_fleksibeltmanedskort_os.aspx

Biaya Lain-lain

Beli pakaian di oslo mahalnya minta ampun tapi kualitasnya nomer satu. Jalan-jalan saran saya ikut tour yang diadakan kampus semua gratis. Komunikasi telepon memakai kartu sim card Chess atau Lebara, sesama Chess atau sesama Lebara telepon gratis (saat itu) .

Informasi Tambahan

Terdapat KBRI di Oslo, mereka sangat membantu dan banyak kegiatan menarik yang mereka adakan. Saran saya lapor diri secepat mungkin untuk bisa bergabung dengan mereka. Komunitas Indonesia di Oslo wah bisa dibilang menyenangkan, banyak sekali orang Indonesia yang kerja dan tinggal di sana. Tiap minggu kita bisa ketemuan dan gosip-gosip bersama. Sangat menyenangkan menghabiskan hari bersama mereka di Oslo.. ^_^heheh

Untuk

Tips Beasiswa Norwegia

bisa di buka di http://klem-ami.blogs.friendster.com/mye/2008/07/share_pengalama.html

Beasiswa di Norwegia

Studi Di antara Fjords

Hanya menyebutkan Norwegia membawa gambar dari Viking dan fjord ke pikiran. Mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam studi di Norwegia dapat melakukannya dalam rangka program terfokus atau lebih antar-disiplin program. Sedikit pengetahuan dari bahasa Norwegia akan pergi jauh. Tinggalkan sedikit waktu luang untuk bermain ski, mendaki atau ford fjord.

Pemerintah Beasiswa

The Benjamin A. Gilman Beasiswa Internasional memberikan siswa yang kurang beruntung dengan sekali dalam seumur hidup kesempatan untuk berpartisipasi dalam studi internasional.Pelamar yang memenuhi syarat harus menerima Hibah Pell dan mampu menunjukkan kebutuhan keuangan yang signifikan atas dan di luar itu. Tujuan dari Gilman Beasiswa adalah untuk diversifikasi kepemimpinan global di masa depan dengan meningkatkan jumlah siswa minoritas dan sosial kurang beruntung. Untuk alasan ini yang paling dicari setelah Gilman Para sarjana minoritas, mereka yang menghadiri perguruan tinggi dan dua tahun lembaga dan cacat. Siswa harus memiliki catatan akademik sempurna dan beasiswa sangat kompetitif. Penghargaan yang sampai $ 5.000.

College Beasiswa

Program Michigan State University dalam Perspektif Manajemen Skandinavia di Norwegian School of Management secara unik dirancang untuk mampu siswa di College of Business Eli Broad pandangan mata burung dari sistem manajemen Norwegia di bidang manajemen perhotelan. MSU adalah salah satu program studi yang paling aktif internasional di negara tersebut dan Kantor Studi di Mancanegara mensponsori sejumlah beasiswa termasuk:

  • MSU Credit Union Beasiswa adalah beberapa yang paling mudah menang dan sangat murah hati. Calon harus memenuhi syarat pada kedua kemampuan akademis dan kebutuhan keuangan.
  • Kellogg Yayasan Beasiswa diberikan kepada siswa pada program melalui Sekolah Eli Broad of Business.

Dana Pribadi

The Yayasan Amerika-Skandinavia menyediakan beasiswa pascasarjana untuk mahasiswa AS yang ingin melakukan studi di Norwegia. Pelamar harus memiliki catatan akademik sempurna dan memiliki program jelas digambarkan dari studi dengan kebutuhan terlampir untuk perjalanan fisik ke negara itu. Calon dapat menerima dana yang mencakup perjalanan dan biaya ekstra, ditambah semua biaya yang berkaitan dengan pendidikan.Preferensi diberikan kepada siswa yang mahir dalam bahasa Norwegia.

Beasiswa Fulbright adalah yang paling bergengsi di dunia. Program ini adalah upaya yang paling tampak dikembangkan di AS untuk mempromosikan pertukaran pendidikan. Misi di balik program penting adalah untuk membangun sebuah lingkaran internasional lebih kooperatif atas dasar cita-cita kemanusiaan dan pendidikan. Mahasiswa sarjana dan pasca-sarjana dengan rencana baik mengasah studi di Norwegia dapat mengajukan permohonan Fulbright. Penghargaan adalah ultra-kompetitif, tapi juga bernilai jika info anda semua di tempat.

The Sons Norwegia Yayasan mensponsori Raja Olav V Norwegia-Amerika Dana Heritage.Mahasiswa yang tertarik untuk mempelajari budaya dan sejarah Norwegia di Norwegia atau sebaliknya dapat mengajukan permohonan beasiswa. Pelamar yang memenuhi syarat harus memiliki standar akademik yang unggul dalam kombinasi dengan kebutuhan keuangan. Penghargaan mungkin sampai $ 1.500.

Rotary International menawarkan beasiswa kepada mahasiswa yang ingin belajar di luar negeri dalam berbagai non-tradisional negara termasuk Norwegia. Pelamar yang memenuhi syarat harus mengambil sebuah program yang dibangun pada tema kemanusiaan dan penerima akan diharapkan untuk membuat presentasi profesional untuk khalayak Rotary setelah program selesai. Pelamar juga harus memiliki catatan akademik yang sangat baik dan kebutuhan keuangan.

Beasiswa untuk Norwegia

Pada saat yang sama Yayasan Amerika-Skandinavia menyediakan beasiswa dermawan untuk siswa AS untuk belajar di Norwegia, organisasi menawarkan lebih banyak uang bagi para sarjana Norwegia untuk datang dan belajar di Preferensi AS terbukti lulus atau mahasiswa pasca sarjana yang penelitiannya menuntut perjalanan ke AS

Para Norwegia-Amerika Asosiasi menyediakan ratusan ribu dolar kepada siswa, terutama Norwegia, untuk studi di norwey di AS Pelamar harus berbakat akademis untuk bersaing untuk penghargaan ini.

Mungkin itu dulu yang bisa saya share disini, insyaAllah jika ada refernsi atau cerita lain akan saya tambah lain waktu.

Semoga bermanfaat dan salam sukses buat semua sobat-sobat pemburu beasiswa!! :)

 

Wassalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh.

 


Assalamu’alaikum wrwb….

 

shobahul khair sobat-sobat pemburu beasiswa semua :D

Pagi ini mau sharing-sharing pengalaman beasiswa,hmm…Ya beasiswa!Beasiswa  ke taiwan(meskipun saya sendiri belum pernah mencoba dan pengalaman tapi alhamdulillah ada sedikit gambaran setelah sharing dengan kakak penerima beasiswanya.

Semoga tulisan ini membantu sobat-sobat pemburu beasiswa yang sedang berburu dan menjadikan Taiwan sebagai negara tujuan.

Pemerintah Taiwan sejak tahun 2005 membuka kesempatan bagi International students untuk melanjutkan studi pada program Master dan Doctorate. Beasiswa ditawarkan oleh Pemerintah Taiwan (melalui kantor-kantor perwakilannya di luar negeri, di Indonesia: Taipei Economic Trase Office Jakarta), Universitas-Universitas di Taiwan, dan NGO (seperti Democratic Pacific Union). Oleh karenanya aplikasi beasiswa Studi@Taiwan dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu:

  1. Program G to G, yaitu melalui kantor perwakilan Taiwan di Jakarta (informasi lengkap silahkan baca arsip sebelumnya dalam blog ini).
  2. Program U to U, yaitu aplikasi dilakukan melalui universitas-universitas di Taiwan. Untuk informasi detail silahkan mengakses situs universitas masing-masing. Namun perlu diketahui, bahwa tidak semua universitas di Taiwan menawarkan International Program atau English Speaking Program (bahasa pengantar kuliah dalam Bahasa Inggris). Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan telah memetakan kebutuhan untuk dakwah dan pedampingan kepada para TKI, untuk itu sebaiknya mendaftar ke universitas-universitas berikut:
    • Taipei:
      • Kategori Teknologi: National Taiwan University of Science and Technology (www.ntust.edu.tw), National Taipei University of Technology (www.ntut.edu.tw)
      • Kategori Umum: National Taiwan University (www.ntu.edu.tw). Prioritas utama di NTU ini adalah program management (MBA atau DBA), politik dan hukum.
      • Kategori Kesehatan: National Yangming University (www.ym.edu.tw).
    • Taichung:
      • Kategori Umum: National Chung Hsing University (www.nchu.edu.tw). Prioritas utama di NCHU ini adalah pada bidang pertanian dan teknologi pertanian.
      • Kategori Kesehatan: Asia University.
    • Tainan:
  3. Program melalui NGO, yaitu aplikasi dilakukan melalui NGO yang memberikan dana untuk Studi@Taiwan seperti Democratic Pacific Union (www.dpu.org.tw). Secara detail informasi dan persyaratannya silahkan klik link situs DPU tersebut. Untuk tahun 2007 ini aplikasi beasiswa akan ditutup tanggal 31 Maret 2007. Guidelines dan formulir aplikasi dapat dilihat di link berikut : DPU-Scholarship GuidelinesDPU-Scholarship Application Form.

Bagi sobat-sobat “Intelektual Muda Muslim Indonesia”, aplikasi melalui program G to G dan NGO memerlukan surat rekomendasi tidak hanya dari dosen atau pembimbing sewaktu S-1 tetapi juga diperlukan surat rekomendasi dari orang-orang yang cukup terpandang. Untuk itu disarankan untuk mendapatkan surat rekomendasi dari orang-orang tersebut, misalnya: Rektor, Pimpinan Muhammadiyah, dll.

(sumber:Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., MEng.Sc,Email: muntohar@yahoo.com)

 

Beasiswa National Taiwan University of Science and Technology (NTUST)

 

National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) adalah salah satu universitas di Taiwan yang paling progresif membuka peluang bagi calon mahasiswa di seluruh dunia untuk kuliah program bachelor, master dan doctorate. Pada tahun 2003, universitas ini masuk 10 top Asia’s Universities versi Asia Week. Sesuai dengan namanya universitas ini lebih memfokuskan pada bidang science dan technology. Bidang-bidang ilmu yang ditawarkan untuk program master dan doctorate di NTUST untuk tahun akademik 2007-2008 adalah sebagai berikut:

  • College of Engineering: Automation and Control, Materials Science & Technology, Mechanical Engineering, Construction Engineering, Chemical Engineering
  • College of Electrical & Computer Engineering: Computer & Communication Network Program, Electrical Engineering, Electronic Engineering, Computer Science & Information Engineering (hanya doctorate).
  • College of Management: Industrial Management, Business Administration, Information Management (hanya doctorate), Finance, MBA.
  • College of Liberal Arts & School Science: Applied Foreign Language (hanya master)

 

 

Beasiswa ini adalah dari NTUST (bukan dari pemerintah Taiwan) yang mencakup: Tuition waiver (pembebasan beasiswa) dan monthly stipend (master: NTD10,000/month, doctorate: NTD15,000/month).  Beberapa laboratorium yang dikelola oleh Professor menawarkan research assistant (RA) atau teaching assistant (TA) dengan honor per bulan yang bervariasi antara NTD2000 – NTD8000 (bergantung pada laboratorium masing-masing).

Persyaratan yang mesti dipenuhi untuk mendapatkan beasiswa NTUST antara lain:

  • Calon mahasiswa tidak kewarganegaraan Taiwan, Chinese Overseas, Hongkong, Macau, dan RRC.
  • Calon mahasiswa tidak pernah dikeluarkan dari universitas di Taiwan sebelumnya.
  • Melengkapi dokumen-dokumen berikut: Application Form, 1 Copy ijazah S-1 dan atau S-1 dan S-2 , 1 Copy Traksrip S-1 dan atau S-2 (bagi yang mendaftar Doctorate melampirkan copy ijazah dan transkrip S-1 & S-2), Surat Pernyataan Kesanggupan Pembiayaan Studi (Financial Statement). Semua dokumen diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan dilegalisir di Kantor Dagang & Ekonomi Taipei (TETO) di Jakarta. Namun untuk pendaftaran, dokumen yang dilegalisir oleh pihak universitas di Indonesia masih diperbolehkan. Apabila diterima dan bersedia untuk studi di NTUST, maka semua dokumen mesti dilegalisir di TETO.
  • Surat rekomendasi dari dua orang Dosen Pembimbing S-1/S2, atau Rektor dll yang mengetahui persis kemampuan calon mahasiswa dan masih relevant.
  • Surat keterangan kesehatan paling lama 6 bulan terakhir dari rumah sakit (dalam bahasa Inggris dapat dikirimkan setelah diterima). Pemeriksaan kesehatan meliputi: Chest X-Ray (TBC), Serological test for HIV, Stool Examination for Parasites, Serological test for Syphilis
  • Rencana studi (study plan) dalam bahasa Inggris (ini hal penting, kemukakan latar belakang, motivasi studi di NTUST, rencana penelitian, manfaat penelitian bagi Taiwan dan Indonesia, tujuan penelitian, dan pengalaman penelitian)
  • Pendaftaran dapat dilakukan secara online:http://140.118.99.78/FA/Index.aspx
  • Batas akhir waktu pendaftaran adalah setiap 30 November untuk masuk spring semester dan 31 Maret untuk masuk fall semester setiap tahunnya.
  • Guidlines untuk aplikasi dapat di-download melalui link berikut:  http://www.admission-e.ntust.edu.tw/front/bin/ptlist.phtml?Category=2

Walapun tidak disyaratkan secara tertulis, IPK sebaiknya > 3.50 (dari skala 4.00) dan TOEFL score > 550, karena calon mahasiswa mesti bersaing untuk memperoleh beasiswa.

Jika aplikasi tidak dilakukan secara online (disarankan untuk aplikasi online), formulir aplikasi dan dokumen-dokumen dikirimkan melalui surat ke alamat berikut:

<<Nama Department yang diminati>>
National Taiwan University of Science and Technology
No. 43 Sec. 4 Keelung Road, Taipei. Taiwan. 106

Jika mendapatkan beasiswa, mahasiswa mesti harus mengeluarkan biaya per semester untuk pembayaran asrama (dormitory) NTD6000~6200 dan health inssurance NTD4800. Biaya makan sehari-hari biasanya NTD100-150/hari dan sangat bergantung pada kebiasaan masing-masing. Rata-rata biaya hidup per bulan bagi mahasiswa single (belum menikah dan tidak mempunyai tanggungan hidup) adalah NTD6000-8000.( Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., MEng.Sc)

 

Berikut ini saya ringkaskan informasi tentang beasiswa dari Taiwan.

Jenis beasiswa : Beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Taiwan meliputi untuk program strata satu hingga strata tiga.

  1. Beasiswa program strata satu (undergraduate) diberikan kepada calon mahasiswa yang memenuhi kualifikasi. Besarnya beasiswa adalah NT$25.000/bulan.
  2. Beasiswa program strata dua (master) diberikan kepada calon yang telah memiliki ijazah strata satu dan memenuhi kualifikasi yang ditetapkan. Besarnya beasiswa adalah NT$30.000/bulan selama dua tahun.
  3. Beasiswa program strata tiga (doctorate) diberikan kepada calon yang memenuhi kualifikasi yang disyaratkan. Besarnya beasiswa adalah NT$30.000/bulan yang diberikan selama tiga tahun.

Perlu diketahui bahwa beasiswa tersebut telah mencakupi biaya SPP (tuition fee), tunjangan hidup bulanan (living cost), dan pengeluaran rutin lainnya (monthly stipend). Dengan demikian beasiswa tersebut lebih sesuai bagi calon yang masih “single” belum berkeluarga.

Aplikasi beasiswa Pemerintah Taiwan ini dimulai bulan January setiap tahunnya dengan menghubungi kantor perwakilan Taiwan di masing-masing negara. Pada tahun 2006-2007 disediakan 500 beasiswa baru dan 588 beasiswa pembaharuan. Untuk Indonesia, silahkan untuk menghubungi Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (Taipei Economic and Trade Office, TETO) yang beralamat berikut:

Lantai 12 (Divisi Pelayanan) dan Lantai 17
Gedung Artha Graha, Jalan Jendral Sudirman,
Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia
Jam Kerja Divisi di lantai 17:
09.00 ~ 12.00; 13.30 ~ 17.00
Tel:(002-62-21) 515-3939, Fax:(002-62-21) 515-4626
E-mail: jkt@teto.or.id
Jam Kerja Divisi Pelayanan di lantai 12:
08.30 ~ 11:30; 13:30 ~ 16:00
Tel:(002-62-21) 515-1111, Fax:(002-62-21) 515-2910
E-mail: jkt@teto.or.id

Berkas Aplikasi Beasiswa

(Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., MEng.Sc. )

Berikut ini adalah tips & tricks untuk menembus beasiswa Pemerintah Taiwan. Disalin dari blog salah satu anggota Formmit yang berhasil mendapatkan beasiswa tersebut. Semoga bermanfaat.

Akhir2 ini,, isi email, topik pembicaraan di YM, MP bahkan fesbuk,, lebih kurang tentang hal ini,, “Bagaimana cara nembus Taiwan Scholarship?”

Okay,,, biar nggak usah ngulang-ngulang,, gw pengen berbagi di sini,, tentang bagaimana caranya. Ini bukan karena sok ahli,,, hanya karena kebetulan,, gw sekolah di sini make beasiswa ini. Untuk selanjutnya gw sebut Beasiswa Teto (padahal Teto mah nama kantor dagang Taiwan di Indo,,qeqeqe)

Sebenarnya info lengkapnya bisa di cek di http://studyintaiwan.org , menurut gw di sana infonya sudah kumplit,, dan selalu ada update-an terbarunya.

Berikut gw coba list pertanyaan yang biasa diajukan temans:

1. Daftar beasiswa dulu atau sekolah dulu?

>> Kalau menurut gw, sebaiknya daftar sekolah dulu. Link tentang univ dan college di Taiwan bisa di intip di http://english.education.edu.tw/mp.asp?mp=12 . Saran gw, carilah jurusan yang benar-benar diminati. Mengapa jurusan yang diminati? Menurut gw pribadi, sistem belajar di sini saangat keras,,, dan mahasiswanya rajinnya minta ampyun. Jadi kalau anda tidak minat and menguasai jurusan yang temans tuju,,, siap-siap aja stres dan kalah bersaing. Hihihi. (Gw yang sangat minat dengan jurusan gw aja stress,,hihii). Nah kalau sudah tau jurusan yang paling diminati baru cari universitasnya. Karena di Taiwan ini agak unik, masing-masing Univ punya jurusan terbaiknya masing-masing. Kayak kampus gw, paling yahud jurusan remote sensing, gender study, art study dan film centernya. Intinya jangan tiba-tiba milih NTU (National Taiwan Univ) hanya karena itu kampus no atu di Taiwan, padahal jurusan yang teman tuju,, paling mantap bukan di kampus itu. Yah,, kita jangan mpe nanggung gitu,, menurut gw siy ini,,

Pengalaman pribadi gw, mengapa gw milih NCU sebagai kampus gw, karena emang rejekinya di situ,, hehehe,, trus ada kesempatan di situ dan lebih utama lagi,, profesor gender study paling yahud se-Asia ada di kampus ini. Ini sangat membantu gw buat mencuri ilmu sebanyak-banyaknya dari dia. Trus tuh profesor dah tersohor banget,, gw klo kemana-mana nyebut nama kampus dan jurusan gw,, orang-orang langsung nimpalin,, oh,, itu kan tempat profesor XX ngajar.. bla-bla-bla,, malah jadi punya topik pembicaraan klo ketemu orang baru. hehehe. Gw juga jd berasa ikutan terkenal,,qeqeqe,,

Setelah daftar sekolah, melengkapi seluruh persyaratan dan lulus seleksi, nah teman akan mendapatkan yang namanya “Letter of Acceptance” (LoA). LoA inilah yang teman2 lampirkan ketika mengajukan beasiswa ke Teto. Kalau temans punya LoA ini, yakin deh,, teman akan di prioritaskan. Gw karena nunggu LoA ini, baru bisa ngirim berkas di hari terakhir pendaftaran, 30 April 2008. Hehehe,,,

But mesti rasional juga, kalau waktu dah mepet, tapi LoA belum nonggol juga, ya udah,, masukkan dulu draft lamaran beasiswa ke Teto,, nanti LoA-nya menyusul,,, bisa kok itu. Bahkan ada pengalaman, teman yang berangkat bareng saya, dah keterima beasiswa,, tapi lom dapat LoA,, namun yang namanya rejeki Allah g bakal pernah salah alamat, at injury time,,, bisa juga beliau mendapatkan LoA dr sebuah univ di Selatan Taiwan.

2. Pilih belajar Bahasa apa enggak?

Di form pengajuan beasiswa Teto, akan ada pertanyaan ini, kita mau belajar bahasa dulu setahun apa enggak? Saran gw dan bocoran dari Koh Rudi (yang ngurusin Beasiswa Teto),, sebaiknya nggak usah. Karena belajar bahasa ditujukan/diprioritaskan buat pelamar dari negara yang punya hubungan diplomatik dengan Taiwan. Untuk negara seperti Indonesia yang hanya punya hubungan baik,,, kesempatan itu tidak diprioritaskan. Atau milih,, cuma belajar bahasa aja setahun di sana,, nah itu boleh,, entar lanjut kuliah di sana,, bisa apply beasiswa yang lain (ex: beasiswa kampus, beasiswa dikti, beasiswa ICDF).

3. Kuliahnya pake bahasa Cina pa Inggris?

Kalau untuk S1,,, setahu gw,, pake bahasa Cina. Tapi kalau untuk master dan P.hD,, kalau temans masuk kelas berlabel internasional,, ya kelasnya bakal pake bahasa inggris,,, So cek dulu,, jurusan yang temans masuki kelas internasional atau enggak. Pengalaman beberapa teman disini,, ada yang semua kelas pake bahasa Cina, dia jurusan satra cina soalnya,,hehehe,,, ada yang bilingual,, hm,, yah macam2,,hehehe. gw siy alhamdulillah,,, bahasa Inggris semua,, jadi klo nilai gw jeblok kaga bisa ngeles deh,, kan klo teman2 yang kebagian kelas make bahasa cina bisa ngeles “pake bahasa cina siy,, mana ngarti gw”,, qeqeqe. Padahal bahasa inggris maupun bahasa cina,, sama aja ruwetnya,, hahaha.

Saran lain : Tiap web univ punya web international officenya, nah di sana teman bisa cek, kelas yang berbahasa Inggris apa saja. Yah mungkin bisa jd bahan pertimbangan,, mau daftar di univ itu atau enggak,, berdasarkan course yang di tawarkan.

4. Berkas apa saja yang perlu disiapkan? 

Standar lah ya,, ngisi form pendaftaran, surat rekomendasi 2 (photo copynya, yang asli di kirim ke univ yang kita lamar), study plan, TOEFL dan photo, photo copy passport (tapi gw dulu pake ktp,,hehehe),

Untuk surat rekomendasi,, saran dari senior yang ngaku dirinya d’Promising Scholar, kalau minta dari dosen,, sebaiknya dosen yang Profesor dan S3,, (kan ada Prof tp masih S2),, trus lebih bagus lagi klo lulusan luar. Hm,,, katanya siy gitu,,, Gw dulu make 3 surat rekomendasi,, maruk yeeeeee,,, satu dari bos tempat kerja,,, satu dari dosen pembimbing skripsi belum profesor siy, tapi punya jabatan fungsional di kampus yang strategis (kajur maksudnya,,hehehehe),, satu lagi dari dosen yang sudah kayak kakak sendiri,, jadi dia muji2 banget bikin surat rekomendasinya, tampak sangat-sangat sepenuh hati. hihihi. Tapi di surat reko ini, beliau tdk menggunakan status dosennya,, beliau menggunakan status researcher-nya. Menurut gw ini strategi juga,,, gw di rekomendasikan oleh 3 orang dengan latar belakang yang berbeda,,, so,, silahkan pikirkan strategi temans. hohoho

Bisa juga mendapatkan surat rekomendasi dari profesor yang ada di Univ yang kita tuju. Web di sini lengkap kok,, termasuk profil dosen2nya,,, yah nggak ada salahnya juga nyoba jalur yang ini. Kayak temen saya yang dapat beasiswa ICDF (beasiswa yang sangat saya sarankan klo teman ingin kuliah di Taiwan),,, dia dah kontak2an dengan profesornya sejak masih di Indo,, dan dapet rekomendasi dari profesor yang bersangkutan.

Mengenai Study Plan, sebaiknya di jelaskan apa yang akan kita lakukan untuk negeri kita tercinta setelah kita tamat dari sekola di univ yang kita tuju. Ada bagusnya juga di support dengan prestasi2 kita sebelumnya.

Oh iya,, gw waktu itu nambahkan sendiri,, lembar list achievement gw. Kan kita mesti ‘jual diri’ sebaik mungkin. But buat teman yang punya prestasi se-abrek,, jangan semua prestasi itu di masukan ke daftar list. Cukup yang relevan dengan jurusan yang kita ambil. Or prestasinya bersifat internasional or nasional,, so walaupun g relevan,, yah boleh lah,, but tetep jangan kebanyakan. Karena entar malah di kira show off. Dan itu juga menambah beban bagi teman sendiri,, ngaku2 punya prestasi seabrek2,,, dan univ yang menerima dah punya harapan tinggi thdp teman,, eh taunya pas di uji di lapangan,, karena faktor y dan g (kenapa mesti y dan g?,,hehehe),, peforma temans tidak secermelang prestasi yang dibanggakan. Entar stres sendiri loh,, hohoho

Trus buat teman2 yang punya pengalaman menulis, bisa juga ditambahkan lembar khusus ini (ini juga gw masukkan sebagai lampiran waktu daftar ke univ). Dibuat berupa kolom aja : judul tulisan – di publish di – tanggal publish – contact person

Contact person menurut gw penting, itu menunjukkan kalau kita memberikan data yang sebenarnya. Dan lampirkan juga contoh tulisan temans,,, hm,, gw waktu itu melampirkan 2 contoh tulisan,,, yang satu relevan dengan jurusan yang gw ambil,, yang satu karena kebetulan menang. Oh iya,, jangan lupa di translate,, kalau tuh tulisan dalam bahasa Indo.

5. Ada wawancara apa enggak?

Hm,, klo buat bea Teto siy nggak ada,, but buat dapat letter of acceptance ada,, wawancara dari kampus. Hm,, nggak tahu juga apa ini berlaku di semua univ atau enggak. Karena pas gw, kebetulan mereka lagi melancong ke Indo,,,

6. Tiket gimana?
Hm,, klo masalah tiket,, sayang sekali,, mesti bayar sendiri . Tapi InsyaAllah bakal ke ganti kok dengan uang beasiswa nanti,,,

hm,, apalagi yah?
Klo mengenai kesiapan keberangkatan,, bagi yang keterima,, (alhamdulillah..) dan lain2nya tentang mahasiswa muslim indo di Taiwan, bisa di lihat di http://www.formmit.org

yang lebih penting lagi,, serahkan kepada Nya,, yang paling tahu yang terbaik buat kita,,
Jangan pernah menyerah pokona!
Jia you!!!

Klo ada yang mau ditanya,, sok atuh,, InsyaAllah,, klo bisa di jawab ya gw jawab,, klo nggak,, yah,,

kura2 main kelereng,, pura2 ora mudeng ,, qeqeqe :D

 

 

Beasiswa dari Universitas di Taiwan

Selain Pemerintah Taiwan, beberapa Universitas di Taiwan juga membuka program beasiswa. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat mengakses link-link berikut berdasarkan Universitasnya :

PS : Sewaktu-waktu link halaman terkait akan dapat berubah. Jika ada perubahan atau link tidak dapat dibuka, Anda dapat membuka website universitas terkait.(Hendro nurhadi)

 

Persiapan Keberangkatan Studi Lanjut Berbeasiswa ke Taiwan

Berikut ini beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum berangkat ke Taiwan.

1. Legalisasi Dokumen (Ijazah dan Transkrip Akademik)

  • Siapkan ijazah dan transkrip akademik asli dalam bahasa Inggris. Official translation dari universitas/institute tempat kita menempuh studi akan lebih baik. Jika belum punya dokumen berbahasa Inggris harus diterjemahkan dulu oleh penerjemah tersumpah yang diakui TETO (list ada di TETO), biaya penterjemah tersumpah biasanya sekitar 100-300 ribu rupiah per dokumen.
  • Untuk program S3, dokumen yang diperlukan adalah dokumen S1 dan S2.
  • Fotokopi dan legalisir dokumen di atas (masing-masing satu rangkap cukup). Jangan lupa sertakan lembar contoh specimen tanda-tangan pihak yang melegalisir (contoh form ada di bawah). Hal ini bertujuan untuk meyakinkan pihak Depkumham kalau legalisasi kita benar, jika tidak mereka akan menyuruh kita legalisir ulang ke notaries atau lewat notaries mereka biaya Rp 75.000 per dokumen (tarif 2006).
  • Bawa dokumen di atas ke Departemen Hukum dan HAM (Depkumham), Jl. HR Rasuna Said kav. 6-7 Jakarta Selatan, bagian legalisasi, 2-3 hari kerja dan biaya Rp 5000 per dokumen (tarif 2006).
  • Selesai di Depkumham, bawa dokumen ke Departemen Luar NEgeri (Deplu), Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat 10110, 2 hari kerja dan biaya Rp 10.000 per dokumen (tarif 2006).
  • Selesai dari Deplu, dokumen sudah bias dilegalisir TETO (Taiwan Economic and Trade Office), Gedung Artha Graha Lt.12, Jl. Jendral Sudirman, Kav. 52-53, Jakarta 12190. Selesai 1 minggu dan biaya Rp 142.500 per dokumen (tarif 2006).
  • Setelah legalisir selesai, segera kirim dokumen tersebut ke universitas Taiwan, biasanya TETO akan kontak universitas Taiwan sebelum mengeluarkan visa resident untuk tujuan sekolah.
 Contoh Spesimen Tandatangan
 No.     Nama     NIP    Jabatan  Spesimen Tandatangan  Stempel Institusi

 

2.  Medical Check-up

Jika Anda berdomisili di SURABAYA, dapat dilakukan di RSUD Soetomo, mereka bisa membuatkan dalam bahasa Inggris (form untuk ke Taiwan, di RSUD udah ada) dengan biaya Rp 400.000. Atau tanyakan kepada TETO Rumah Sakit mana saja yang bisa melakukan medical check-up untuk ke Taiwan.

Untuk calon mahasiswa NTU (National Taiwan University), tidak memerlukan medical check-up karena akan dilakukan setelah setibanya di Taiwan. Medical check-up dilakukan di NTU Hospital.

3. Lain-lain

Membawa uang minimal 3 juta Rupiah (NT$ 11,000-12,000). Hal ini dilakukan untuk antisipasi di awal kedatangan, misalnya yang sering terjadi adalah beasiswa yang telat turun. Membawa uang lebih akan lebih baik.

Perlengkapan sholat, Al-Quran dan terjemahannya, dan minimal 1 (satu) atau lebih buku referensi Islami.

Tidak ada musim salju, dingin aja… cukup. Bawa jaket tebal untuk musim dingin. Bawa juga obat-obatan yang kira-kira diperlukan.

Bulatkan dan tetapkan niat untuk studi disini, dan pastikan bahwa semua persoalan bisa diatasi, agar lebih mudah adaptasinya. Minta doa restu keluarga agar dimudahkan dalam segala hal. Last but not least…(Arie Dipareza & Nur Aini Rakhmawati)

Link-Link khusus untuk Mahasiswa Indonesia di Taiwan

http://www.formmit.org

http://kmitw.org/

Dan ini ada cerita menarik dari kak Ario Muhammad tentang

Tips Mendapatkan Beasiswa ke Taiwan

saya akan share cerita bagaimana caranya mendapatkan beasiswa di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), atau sekarang dikenal dengan nama Taiwan Technology. Beberapa bagian berikutnya, kemungkinan -jika ada niat dan kesempatan menulis- akan saya share beberapa pengalaman dan prosodur mendapatkan beasiswa di beberapa kampus lain, juga beasiswa dari pemerintah Taiwan (pengalaman beberapa sahabat).

1. Beasiswa di NTUST itu gampang-gampang susah

Jika anda pemburu beasiswa, maka sudah dipastikan anda sangat paham dengan persyaratan beberapa beasiswa yang cukup “berkelas” dan dikejar oleh banyak peneliti/dosen/fresh graduate dari berbagai negara. Sebut saja FULLBRIGHT (USA), ADS (Australia), Monbusho (Jepang), maka deretan beasiswa ini dijamin punya tingkat persaingan yang sangat tinggi. Anda butuh nilai TOEFL yang mumpuni (Diatas 570), IPK yang “aduhai”, serta rekomendasi dari orang-orang hebat baik dibidang akademisi maupun yang berhubungan langsung dengan proses aplikasi beasiswa ini. Saya sendiri belum punya pengalaman mencobanya, hanya saja cerita dari beberapa sahabat, untuk mengejar beberapa beasiswa ini termasuk sangat sulit jika dibandingkan dengan ketika anda hendak melamar beasiswa ke Taiwan.

Kenapa beasiswa di NTUST itu mudah ?

Jawabannya, karena persyaratannya tidak sesulit sebagian besar beasiswa diatas. Syaratnya adalah :

  1. Calon mahasiswa tidak kewarganegaraan Taiwan, Chinese Overseas, Hongkong, Macau, dan RRC.
  2. Calon mahasiswa tidak pernah dikeluarkan dari universitas di Taiwan sebelumnya.
  3. Melengkapi dokumen-dokumen berikut: Application Form, 1 Copy ijazah S-1 dan atau S-1 dan S-2 , 1 Copy Traksrip S-1 dan atau S-2 (bagi yang mendaftar Doctorate melampirkan copy ijazah dan transkrip S-1 & S-2), Surat Pernyataan Kesanggupan Pembiayaan Studi (Financial Statement). Semua dokumen diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan dilegalisir di Kantor Dagang & Ekonomi Taipei (TETO) di Jakarta. Namun untuk pendaftaran, dokumen yang dilegalisir oleh pihak universitas di Indonesia masih diperbolehkan. Apabila diterima dan bersedia untuk studi di NTUST, maka semua dokumen mesti dilegalisir di TETO.
  4. Surat rekomendasi dari dua orang Dosen Pembimbing S-1/S2, atau Rektor dll yang mengetahui persis kemampuan calon mahasiswa dan masih relevant.
  5. Surat keterangan kesehatan paling lama 6 bulan terakhir dari rumah sakit (dalam bahasa Inggris dapat dikirimkan setelah diterima). Pemeriksaan kesehatan meliputi: Chest X-Ray (TBC), Serological test for HIV, Stool Examination for Parasites, Serological test for Syphilis
  6. Rencana studi (study plan) dalam bahasa Inggris (ini hal penting, kemukakan latar belakang, motivasi studi di NTUST, rencana penelitian, manfaat penelitian bagi Taiwan dan Indonesia, tujuan penelitian, dan pengalaman penelitian)
  7. Pendaftaran dapat dilakukan secara online: http://140.118.99.87/FA_FrontEnd/Default.aspx
  8. Batas akhir waktu pendaftaran adalah setiap 30 November untuk masuk spring semester dan 31 Maret untuk masuk fall semester setiap tahunnya.
  9. Guidlines untuk aplikasi dapat di-download melalui link berikut:  http://www.admission-e.ntust.edu.tw/front/bin/ptlist.phtml?Category=3

Tidak ada kan syarat IPK dan TOEFL ? :D

Tapi tunggu dulu… Walaupun tidak dituliskan, IPK > 3.50 dan TOEFL > 550 akan sangat membantu anda untuk bisa lolos. Beberapa kali korespondensi dengan staff di NTUST ketika mencari beasiswa dulu, mereka mengatakan, syaratnya IPK > 3.00 dan TOEFL > 500. Jika anda bisa melampaui nilai ini, maka persyaratannya bisa anda penuhi. Walau ada beberapa kasus, teman-teman yang di dual degree (1 tahun kuliah di Indonesia, 1 tahun di NTUST), pernah “hanya” memiliki TOEFL sekitar 470-480, tapi mereka di terima. Hanya saja ini catatan buat kampus-kampus yang sudah bekerjasama dengan NTUST secara resmi.

Lalu apa saja jurusan di NTUST ?

  1. College of Engineering: Automation and Control, Materials Science & Technology, Mechanical Engineering, Construction Engineering, Chemical Engineering
  2. College of Electrical & Computer Engineering: Computer & Communication Network Program, Electrical Engineering, Electronic Engineering, Computer Science & Information Engineering (hanya doctorate).
  3. College of Management: Industrial Management, Bussiness Administration, Information Management (hanya doctorate), Finance, MBA.
  4. College of Liberal Arts & School Science: Applied Foreign Languange (hanya master)

Dari segi persyaratan, untuk mendapatkan beasiswa di NTUST termasuk mudah/gampang.

Lalu dimana kesulitan menembus beasiswa NTUST ?

Disinilah persoalannya sampai saya mengatakan, menembus beasiswa NTUST itu gampang-gampang susah.

Salah satu kesulitan terbesar ketika melakukan proses aplikasi untuk bisa diterima adalah LINK PROFESSOR dan DARI UNIVERSITAS MANA ANDA LULUS. Ini sangat menentukan. NTUST sendiri, saat ini sudah banyak bekerjasama dengan beberapa kampus di Indonesia, yang rutin mengirimkan mahasiswa mereka di Taiwan Tech untuk belajar. Yang paling banyak adalah dari ITS, sampai-sampai ada guyonan “NTUST itu ITS cabang Taiwan” :D

Selain ITS, ITB (terutama jurusan Teknik Sipil), UI (Terutama Industrial management-dual degree), UGM, Univ. Parahyangan-Bandung, Univ. Widya Mandala-Surabaya, dan beberapa kampus lain. Namun 5 kampus diatas termasuk yang paling banyak mahasiswanya disini. Dari UI sendiri, selain anak-anak IM, disini juga ada yang diterima di electrical engineering departement, dan juga di Teknik Sipil. UGM sendiri, juga memiliki beberapa alumni disini, sehingga memudahkan mereka yang berasal dari UGM untuk membangun jaringan.

Lalu, bagaimana jika anda bukan lulusan dari kampus diatas ?

Untuk diketahui, selain jalur reguler pendaftaran via OL dan pengiriman dokumen. NTUST juga membuka pendaftaran wawancara secara langsung yang biasanya dilakukan di beberapa kampus besar seperti ITS (Surabaya), UGM (Yogyakarta), ITB (Bandung), maupun di Parahyangan (Bandung). Sebagian besar beberapa teman-teman disini, banyak yang mendapatkan beasiswa dengan mengikuti pola ini. Walau sebagian yang lain juga lewat pendaftaran reguler.

Jika anda bukan alumni kampus diatas, seperti saya, alumni dari Universitas Muhammadiyahj Yogyakarta (UMY), maka upayakan melakukan beberapa hal dibawah ini :

1. Mengontak Prof. di Taiwan Tech

Alhamdulillah, saya diuntungkan karena salah seorang pembimbing riset saya dulu adalah alumni PhD dari Taiwan Tech. Sehingga beliau yang menghubungkan saya dengan Prof. Chang Ta Peng yang akhirnya menjadi supervisor saya disini. Selama diskusi dengan beliau, saya beberapa kali mengirimkan file lengkap form pendaftaran beasiswa ke NTUST, sehingga beliau mem-forward-kan ke beberapa staf yang mengurusi proses aplikasi beasisw saya. Untuk itu, sebelum pengumuman beasiswa, beliau sudah welcome untuk menerima saya di Lab beliau.

Bagi anda yang belum punya kerjasama, sebaiknya aktif berdiskusi dengan beberapa Prof. disini, apalagi jika bidang riset kita cocok, mereka akan sangat welcome menerima kita, selama kita sendiri yakin dengan potensi dan kemampuan kita, tentunya, kita buktikan dengan pengalaman penelitian kita kepada mereka (contoh : Publikasi, daftar prestasi riset, dll)

Ada beberapa kasus yang pernah terjadi, meskipun mereka lulusan kampus2 besar di Indonesia, ada yang TIDAK berhasil mendapatkan beasiswa karena KETIADAAN LINK untuk memberikan rekomendasi atau menghubungkan proses aplikasi kita menuju Taiwan Tech. Jadi bangunlah LINK yang baik. Selain membangun link dengan Prof. Taiwan Tech, sebaiknya carilah REKOMENDASI yang tepat (akan saya jelaskan di tips lanjutan setelah point 3)

2. Naikkan IPK setinggi mungkin

Kalau ada yang bilang IPK itu ga penting, maka bagi kalian yang mengincar beasiswa, sebaiknya, tingkatnya IPK sebaik-baiknya, selagi punya kesempatan, selagi punya waktu. Jangan menyepelekan. Sebab banyak yang baru sadar IPK nya ga cukup untuk memenuhi persyaratan ketika hendak melamar beasiswa :D

Jika anda memiliki IPK yang tinggi, tentu anda menjadi salah satu kandidat yang diperhitungkan dibanding kandidat lain, karena nilai anda yang lebih tinggi.

3. Naikkan nilai TOEFL setinggi-tingginya

Kasusnya sama dengan IPK, TOEFL juga menjadi salah satu bahan penilaian. Semakin tinggi semakin baik.

(Ario M,Taiwan Technology atau National Taiwan University of Science and Technology)

Man jadda wajada!!!

Ternyata sukses itu lebih mudah ketimbang gagal…karena hanya orang yang gagal lah yang faham benar arti sebuah kesuksesan.

Oke, mungkin itu dulu yang bisa saya rangkum.

Semoga bermanfaat buat saya dan juga semua :D

 

Wassalamu’alaikum wrwb..

 

 

 


Assalamu’alaikum wrwb..

Disini saya akan  merangkum informasi mengenai program-program beasiswa dan fellowship yang saya ketahui. Informasi yang ada sangat terbatas namun disetiap program yang masuk dalam lis, dilink ke sumber informasi utama dari program-program tersebut. Pada tahap awal saya hanya akan membuat semacam data-base dan jika sudah cukup banyak akan saya buat klasifikasi yang lebih baik agar memudahkan pembaca untuk mendapatkan informasi yang benar-benar dibutuhkan.

Beasiswa

Beasiswa S1  Dalam Negeri (Santri Berprestasi): Beasiswa diberikan kepada alumni madrasah atau SMU yang bernaung dibawah pesantren.

http://www.alkhoirot.com/2010/05/03/beasiswa-santri-berprestasi-20102011/

Beasiswa S-1 Luar Negeri di NYU Abu Dhabi: Beasiswa untuk alumi SMA.

Beasiswa S-1 di NYU Abu Dhabi

New York University Abu Dhabi kembali membuka beasiswa sarjana (S-1) bagi calon-calon mahasiswa yang tertantang berpikir kreatif, senang memahami isu-isu kompleks, membangun keahlian memimpin dan mengembangkan potensi secara keseluruhan melalui pendekatan lintas disiplin yang memadukan konsep ilmiah dan liberal arts.

Bagi yang tertarik, mungkin ini menjadi kesempatan untuk melakukan study-trip ke lokasi-lokasi regional sekitar Abu Dhabi. Mahasiswa juga akan menjalani dua semester di NYU Global Network Universities di kota New York, Buenos Aires, Shanghai, Accra, London, Tel Aviv, Florence, Berlin, Paris, Praha, dan Madrid.Adapun program beasiswa NYU Abu Dhabi ini diberikan berdasarkan prestasi maupun latar belakang ekonomi untuk membiayai keseluruhan biaya pendidikan S-1 di kampus tersebut. Skema beasiswa ini meliputi biaya akademik, akomodasi, tempat tinggal, makan, serta biaya hidup, buku, biaya perjalanan akademik regional dan internasional, aktivitas ekstra-kurikuler, serta biaya perjalanan pulang pergi antara Abu Dhabi dan negara sebanyak dua kali dalam setahun.

Kandidat akan dipertimbangkan memeroleh beasiswa ini berdasarkan keseluruhan aplikasi mereka, termasuk prestasi akademik, kegiatan ekstra-kurikuler, surat rekomendasi dan minat untuk menjadi warga dunia di bidang pengabdian dan kepemimpinan di tingkat global.

Syarat utamanya, kandidat sudah lulus dari sekolah menengah atas (SMA) pada tahun 2012, peringkat teratas di kelas atau sekolah, aktif berorganisasi di dalam maupun di luar sekolah, serta berprestasi di berbagai kompetisi dan mampu menunjukkan kualitas kepemimpinan dan wawasan berpikir yang luas.

Silahkan lihat persyaratannya disini:

http://nyuad.nyu.edu/admissions/index.html

lalu ikuti mailing list mereka: https://sis.nyu.edu/psc/csprod/EMPLOYEE/HRMS/c/NYU_AD.NYU_AD_PRS_ONLINE.GBL?ADM_RECR_CTR=UGRD&amp;

Beasiswa S1 Dalam Negeri (BCA Finance), bantuan SPP dan biaya hidup. Ditujukan kepada mahasiswa s1 yang sudah menempuh setidaknya dua semester perkuliahan. Informasi selanjutnya lihat disni.(pengalaman 2010)

BCA Finance merilis program “Beasiswa BCA Finance 2010” yang akan diberikan kepada 35 orang mahasiswa berprestasi yang kurang mampu secara finansial. Total beasiswa yang akan diberikan senilai Rp 420.000.000.

Beasiswa akan diberikan sejak mahasiswa dinyatakan sebagai penerima beasiswa hingga maksimal sampai dengan semester 8. Adapun skema beasiswa yang diberikan meliputi SPP maksimum Rp 1.000.000 serta uang saku Rp 1.000.000 per semester.Untuk mendapatkan beasiswa tersebut, persyaratan yang harus dipenuhi oleh kandidat antara lain sedang menjalani pendidikan S-1 dan minimal telah menyelesaikan semester dua. Kandidat harus memiliki bukti atau transkrip nilai semester terakhir dengan IPK min 3,00.

Syarat lainnya, kandidat diminta melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu dari institusi yang berwenang dari daerah sesuai KTP. Selain itu, kandidat juga harus melampirkan Surat Rekomendasi dari Pihak Perguruan Tinggi.

Bagi yang tertarik, berkas persyaratan paling lambat dikirim 24 September 2010 dengan cap pos ke alamat: PT BCA Finance/Up; Corporate Planning Wisma BCA Pondok Indah Lt. 8 Jl. Metro Pondok Indah No.10, Jakarta, 12310.

Informasi tentang syarat pendaftaran, formulir, dan lain-lainnya secara langkap mengenai beasiswa ini bisa dilihat langsung di situs BCA Finance. Pemenang beasiswa akan diumumkan pada 22 Oktober2010 melalui situs tersebut.

Beasiswa S1/S2/S3 Luar Negeri (Helenic): Beasiswa untuk jenjang s1, s2 dan s3 yang diberikan oleh pemerintah Yunani.

http://www.hellenicaid.gr/frontoffice/portal.asp?cpage=NODE&cnode=64&clang=1

Beasiswa VLIR-OUS: merupakan beasiswa dari pemerintah Belgia, tepatnya Flander, yang diberikan untuk mahasiswa dari negara-negara berkembang termasuk Indonesia untuk kuliah S2 di Univ-Univ di Belgia.

http://www.scholarships.vliruos.be/

  • Beasiswa S2 Luar Negeri (Erasmus Mundus): Erasmus Mundus Master Europa (EMLE) menawarkan sejumlah beasiswa, termasuk beberapa beasiswa penuh program studi pascasarjana kepada para mahasiswa non-Eropa. Program ini menawarkan kesempatan unik untuk studi interdisipliner hukum dan ekonomi di dua atau bahkan tiga universitas di Eropa dan universitas non-Eropa.
  • Beasiswa s3 pemerintah Slovenia: Pemerintah Slovenia memberikan beasiswa s3 kepada mahasiswa  asing di universitas-universitas Slovenia. Bidang studi dibatasi pada Ilmu alam (matematika, dan ilmu computer), teknik ( teknologi produksi, dan teknik sipil), pertanian (kehutanan, perikanan), kesehatan, layanan transportasi dan ilmu/Teknik lingkungan. Besaran beasiswa meliputi: SPP, maksimum 3000€ per tahun dan biaya hidup€7500 per tahun.
  • Beasiswa MBA Nestle (Khusus Perempuan): Beasiswa ini diberikan khusus kaum perempuan yang ingin mengambil gelar Master Administrasi Bisnis (MBA) melalui International Institute for Management Development Swiss atau kerap dikenal dengan IMD MBA.

Fellowship and Grant

  • Academic Fellowships’ Fund Vewa : In accordance with its objectives VEWA (Association of Educative and Scientific Authors) aims to achieve, and in order to foster closer collaboration with colleagues from developing and/or transition countries and the Flemish academic and scientific community, a FUND FOR ACADEMIC FELLOWSHIPS is established by VEWA.
  • International Foundation for Science (IFS): The IFS Granting Programme is open for project proposals from developing country scientists who meet the eligibility criteria and conduct research on
    the sustainable management of biological resources.  An IFS Research Grant has a maximum value of USD 12,000. It is awarded to an individual researcher, for a specific research project, presented by the
    Applicant in the Application form. The IFS Research Grant is intended for the purchase of the basic tools needed to conduct the proposed research project – equipment, expendable supplies, and literature – and to arrange
    fieldwork activities related to the proposed project. The grant cannot be used to pay for the aspiring Grantee’s own salary or for honoraria, or to cover tuition fees or living expenses. It is expected that the IFS Grantees
    already receive a salary and are employed by or otherwise attached to a developing country research institution.The timeframe of a research project should normally be 1-3 years. After having completed an IFS supported research project, and submitted a project report, Grantees may apply for renewal grants. In total, a researcher is
    eligible to receive three (3) Research grants from IFS. Informasi lebih lanjut ada disni.

    Tips Berburu 8 Beasiswa Luar Negeri   ala kak A.Fuadi

    1. Harus ada niat dan keinginan yang besar dan sangat kuat untuk dapat beasiswa. Karena untuk dapat satu adalah perjuangan yang penuh kompetisi.
    2. Tapi ketahuilah banyak beasiswa tersedia di mana-mana dalam berbagai bentuk, durasi dan penerima. Kadang beasiswa ini kurang publikasi.
    3. Karena kurang publikasi, tugas kita untuk heboh mencari. Dulu saya suka keluyuran ke banyak pameran pendidikan, kantor-kantor untuk nanya-nanya.
    4. Jadi step penting adalah niat kuat sehingga siap heboh mencari info ke mana-mana. Beasiswa itu banyak kok.
    5. Sekarang heboh cari info itu gampang. Search di google. Gabung dengan milis Beasiswa atau Facebook beasiswa. Dulu saya ga ada internet.

    6. Sampe di sini saya mau bilang, beasiswa tidak datang sendiri, tapi harus dicari dengan segenap usaha. Harus Man Jadda Wajada.
    7. Beasiswa yang saya bahas adalah yang ada hubungannya dengan luar negeri. Karena saya gak pernah dapat dari dalam negeri.
    8. Menurut saya dapat beasiswa itu lebih karena faktor sungguh-sungguh. Bukan karena pinter. Bannyak yang pinter ga dapat.
    9. Biasanya kalau sudah sungguh-sungguh cari info, dalam 6-8 bulan kita sudah dapat calon-calon beasiswa yang bisa kita lamar.
    10. Sumber beasiswa yang bonafid itu antara lain Fulbright ke US, Chevening ke UK, Manbusho ke Jepang dan ADS ke Australia. Selain itu banyak yang lain.
    11. Setiap beasiswa punya syarat beda-beda. Tapi stepnya hampir sama: kirim aplikasi, seleksi tulis, dan wawancara. Kalau lolos, terbang deh:)
    12. Ok, anggap sekarang sudah dapat info lengkap. Langkah pertama adalah mengisi aplikasi dan melengkapi surat-surat yang dibutuhkan.
    13. Ingat 1 beasiswa itu diperebutkan banyak orang. Seperti Fulbright, 1 kursi diperebutkan sampe ribuan orang.
    14. Seleksi awal via aplikasi. Karena kompetisi ketat, tulis aplikasi dengan sebaik mungkin. Ribuan aplikasi dan hanya yang istimewa yang get noticed.
    15. Saya perlu sampe berminggu-minggu hanya untuk ngisi 2 halaman aplikasi. Pastikan samauanya error free dan kuat. Ini satu-satunya kesempatan kita to impress.
    16. Syarat umur, IPK, nilai Toefl dll beda-beda setiap beasiswa, jadi silakan cek ke pemberi beasiswa masing-masing.
    17. Kalau aplikasi beasiswa sudah dikirim, sila mulai cari sekolah & surat-suratan sama universitas. Jadi ada 2 aplikasi: beasiswa dan aplikasi ke sekolah.
    18. Kalau aplikasi layak, akan dipanggil untuk tes tulis n wawancara. Kalo Chevening ada tes tulis dan bahas, kalo Fulbright langsung ke wawancara.
    19. Tes tulis Chevening sistem gugur. Yang gak lulus tes 1 gak bisa ikut tes ke 2. Yang lulus akan dipanggil untuk wawancara.
    20. Sebelum wawancara, berlatih jawab pertanyaan-pertanyaan, baca dan denger segala sesuatu dalam b. inggris beberapa hari sebelum wawancara akan bantu. Tidur cukup dan relax.
    21. Begitu dipanggil masuk ruang wawancara, relax. Anggap pewawancara itu teman yang mau denger cerita kita. Be honest. Show your passion.
    22. Jadi ada 2 kesempatan jual diri. Dalam aplikasi dan di saat wawancara. Di 2 kesempatan itu; jujur, semangat, pede, dan ceritakan semua kelebihan kita.
    23. Tiap beasiswa beda, tapi umumnya mencover tuition, biaya hidup, tiket PP, biaya tes Toefl dan kursus bahasa. Suami/istri tidak selalu di-cover.
    24. Ada besiswa yang baik yang sampai men-cover beli laptop, biaya riset tesis, suami/istri. Sila cek setiap dengan pemberi beasiswa untuk detil.
    25. Ok, udah dapat beasiswa lalu gimana? Harus ada sekolah yang sudah nerima kita, baru bisa berangkat. Kalo belum ada, ya terpaksa nunggu dulu.
    26. Udah dapat beasiswa dan dapat sekolah, tapi beasiswa tidak cukup bayar SPP gimana? Harus cari beasiswa tambahan atau uang sendiri.
    27. Kalau sudah dapat beasiswa dari yang bonafid, mencari tambahan lebih mudah. bisa ke korporat, yayasan, dan bahkan ke kampus yang akan terima kita.
    28. Kampus US & UK punya bwragam beasiswa tambahan. Ada yang khusus untuk perempuan, untuk orang asia, untuk orang cacat, untuk negara ketiga dll.
    29. Cari satu beasiswa utama dulu, kalo gak cukup, banyak kesempatan dapat beasiswa tambahan. Cek Ford Foundation salah satu yang bisa kasih.
    30. Umumnya kesempatan beasiswa itu buat yang sudah punya pengalaman kerja. PNS, perempuan, wartawan, NGO, dari Indonesia Timur peluang bisa lebih besar.
    31. Beasiswa yang saya bicarakan beragam: ada yang pendek 3-9 bulan, biasanya fellowship/exchange program, ada yang untuk S1, ada S2, dan ada S3.
    32. Bagusnya beasiswa besar, ada kontrak bhw penerima balik lg ke Indonesia beberapa tahun, biar gak brain drain.
    33. Ada beasiswa dari korporat yang malah mewajibkan penerimanya kerja di perusahaannya, seperti di Singapore. Di US setamat kuliah boleh kerja 18 bulan.
    34. Nah bagi yang belum tamat kuliah gimana? Ada kok kesempatan dapat beasiswa singkat. Saya dapat 2 beasiswa singkat sebelum lulus S1.
    35. Semester 6 saya dapat exchange program ke kanada & semester 9 saya dapat fellowship ke NUS Singapore. Durasinya 6-9 bulan. Jadi jangan nunggu lulus!
    36. Buat karyawan banyk shortcourse untuk profesional. Saya pernah dapat fellowship di Uni Maryland. Sekelas sama pemenang pulitzer. Jadi kapan saja bisa.
    37. Jadi definis beasiswa yang saya bahas adalah segala kegiatan belajar kita di luar negeri yang dibayarin orang lain. Gratis. Tidak harus untuk dapat gelar.
    38. Ada beasiswa yang hanya buat orang yang belum pernah sekolah di LN. Tapi ada juga yang MALAH percaya dan ngasih ke orang yang pernah dapat beasiswa juga.
    39. Untuk info terbaru berbagai beasiswa harus rajin nyari-nyari, tapi bisa juga join di FB, ada akun beasiswa, juga di grup “beasiswa” di yahoogroups.
    40. Bagi yang masih kuliah, usahakan IPKnya lumayan bagus, karena ada beasiswa S2 dan S3 yang mematok IPK minimal. sekitar 3.00 cukup aman.
    41. Jadi dapat beasiswa itu kombinasi niat kuat+usaha di atas rata-rata untuk nyari+riset dan persiapan+honest+passionate+jangan lupa DOA dan IKHLAS.
    42. Buat aktifis kampus, Dikti punya program exchange ke Cina, Aussi dan Belanda. Sila kontak rektorat ato Dikti.
    43. Buat karyawan perusahaan besar, lihat website company, kadang-kadang ada program fellowship untuk pindah ke kantor di LN beberapa bulan.
    44. Saya pernah jadi pewawancara. Kami suka yang jujur, artikulatif dan punya tekad besar. Tidak suka sama yang sombong, malas-malasan, dan lebai.
    45. Supaya ga grogi waktu wawancara, Jangan terburu-buru, pikir dulu baru jawab. Sebaiknya ada eye contact dengan pewawancara. Show ur spirit!
    46. Sebagai pewawancara yang kami cari adalah orang yang bertekad besar untuk menggunakan beasiswa sebaik-baiknya dan apa dia punya mampu untuk itu.
    47. Sebagai pewawancara yang kami cari adalah apa orang ini bisa membawa manfaat buat hubungan kedua negara dalam arti luas.
    48. Sebagai pewawancara yang kami suka orang yang telah riset dan do their homework tentang beasiswa, bidang studi dan negara yang dituju.
    49. Saya suka bawa kliping tulisan atau karya lain saya ke ruang wawancara. Perlihatkan ke pewawancara. Seeing is believing.
    50. Waktu wawancara terbatas, ceritakan semua strenght kita, pilih kata-kata lugas dan to the point. Tapi jangan menyombong. Rehearse di rumah.
    51. Ketika pewawancara rapat, every little effort peserta dipertimbangkan. Jadi usahalah di atas rata2, Go the extra miles, jangan lupa DOA.
    52. Skill Inggris diukur dengan Toefl atau Ielts. Skornya tergantung pemberi beasiswa, universitas dan studi. Toefl berkisar 550 sd 600.
    53. Enaknya dapat Chevening, ADS dan beberapa yang lain, penerima dapat free kursus Inggris sebelm kuliah. Kualitasnya bagus dan jadi banyak teman.
    54. Penerma beasiswa bonafid dihargai di kampus dan tempat kerja. Universitas dapat kredit kalau nerima Fulbright atau Chevening recipients.
    55. Gagal 1-2 kali jangan berhenti. Anggap aja latihan. Persaingan ketat. Coba lagi. Worth it kok ngulang berkali-kali. Man sabara zafira.
    56. Seperti hal lain saya percaya dapat beasiswa adalah kombinasi niat kuat+usaha di atas rata2+doa+ikhlas. Everything is possible.

    Jadilah Diri Anda Orang Yang Kehadirannya Diharapkan, Suaranya Didengar, Kebaikannya Ditiru Dan Gagasannya Dilanjutkan

    Jika kita lebih banyak tidur daripada bekerja, maka sungguh kita telah menemui kematian sebelum datang ajalnya.

    Para sahabat dan tabi’in membagi malamnya menjadi 3 bagian, yang pertama waktu untuk shalat, kedua untuk belajar dan ketiga untuk tidur (Abu Huraira) ada juga yang membagi menjadi menulis ilmu, shalat dan tidur (Imam Syafi’i).

    Ada 2 nikmat, dimana banyak orang yang tertipu dengan keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.

    Peran utama bagi mahasiswa ada 4, yaitu menjaga moral, memperdalam akademis, belajar tentang sosial kemasyarakatan dan memahi dan ikut serta dalan politik.

    Pemenang sejati bukanlah orang yang menang dalam perlombaan akan tetapi setiap orang yang bisa bangkit setelah mengalami setiap kegagalan.

    Semoga bermanfaat :)

    Wassalamu’alaikum wrwb..

    Best Regards

    inna


Beasiswa Erasmus Mundus

Erasmus Mundus (EM) adalah beasiswa dari European Comission (EC) untuk memperkenalkan sekaligus memperbaiki mutu pendidikan di Eropa. Caranya? Organisasi ini memberikan beasiswa kepada mahasiwa yang dianggap bermutu dan ambisius.Memberi kesempatan mereka untuk merasakan sekolah di Eropa setelah meminta mereka mengisi berbagai formulir mengenai apa yg bisa mereka pikirkan untuk peningkatan pembangunan di Indonesia.

Sebagai mahasiswa Erasmus Mundus kita mendapatkan

1. Beasiswa 21000 EUR per tahun, jumlah total tergantung lama studi satu atau 2 tahun

2. Mobilitas ke minimal dua universitas berbeda di dua negara Eropa yang berbeda

3. Teman-teman dan dosen dari seluruh dunia

4. Kuliah dalam bahasa inggris.

Info lebih lengkap bisa dilihat di http://ec.europa.eu/education/programmes/mundus/) atau khusus buat anak Indonesia bisa liat di http://indoem.info. Berdasarkan pengalaman pribadiku, dibawah ini adalah catatan sekitar 6 bulan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Erasmus Mundus (EM) dan dilanjutkan dengan cerita saat-saat menjadi mahasiswa EM.

Erasmus Mundus (EM) adalah beasiswa dari European Comission (EC) untuk memperkenalkan sekaligus memperbaiki mutu pendidikan di Eropa. Caranya? Organisasi ini memberikan beasiswa kepada mahasiwa yang dianggap bermutu dan ambisius.Memberi kesempatan mereka untuk merasakan sekolah di Eropa setelah meminta mereka mengisi berbagai formulir mengenai apa yg bisa mereka pikirkan untuk peningkatan pembangunan di Indonesia.

Sebagai mahasiswa Erasmus Mundus kita mendapatkan

1. Beasiswa 21000 EUR per tahun, jumlah total tergantung lama studi satu atau 2 tahun

2. Mobilitas ke minimal dua universitas berbeda di dua negara Eropa yang berbeda

3. Teman-teman dan dosen dari seluruh dunia

4. Kuliah dalam bahasa inggris.

Info lebih lengkap bisa dilihat di http://ec.europa.eu/education/programmes/mundus/) atau khusus buat anak Indonesia bisa liat di http://indoem.info. Berdasarkan pengalaman pribadiku, dibawah ini adalah catatan sekitar 6 bulan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Erasmus Mundus (EM) dan dilanjutkan dengan cerita saat-saat menjadi mahasiswa EM.

BEASISWA di SWISS

1. State scholarship / Bundesstipendium

Negara kita di kelompokkan untuk bisa mendapatkan beasiswa tipe BP2, berlaku selama 9 bulan dan hanya akan diperpanjang jika memang sangat berprestasi.

Nilai beasiswanya tahun 2009 adalah sebesar CHF 1900/ bulan dan didapatkan untuk studi di universitas milik negara di swiss.

persyaratan:

1. Sudah mempunyai planing yang baik tentang rencana studinya serta berprestasi.

2.mengajukan lamaran beasiswa lengkap dengan projek penelitiannya pada universitas yang bersangkutan di swiss sehingga bisa ditetapkan apakah ada pembimbingnya dan kemungkinannya untuk studi: copy ijazah dengan nilai, study planning, CV diajukan lewat kedutaaan swiss (formular ada disana)

3.Jika Universitas membutuhkan berkas yang lain harap dipenuhi

4. Usia maximal 35 tahun

5. Menguasai bahasa perkuliahan (Jerman atau perancis atau Itali) serta kemampuan inggrisnya diatas tingkat rata-rata. Fihak kedutaan swiss di jakarta akan mengadakan tes kemampuan bahasa itu. Jika penguasaan bahasanya masih belum cukup diwajibkan mengikuti kursus bahasa nantinya paralel dengan studinya.

lengkapnya dalam bahasa jerman lihat d1:

http://www.sbf.admin.ch/htm/themen/bildung/stipendien/eskas_de.html#2

2. Data Bank untuk mencari beasiswa di swiss

Links ini memberikan kesempatan untuk mengisi daftar pemberi beasiswa yang ada sesuai dengan kemampuan kita. Isi formulir yang ada dan nanti akan ditemukan dengan pemberi beasiswa yang sesuai dengan kemampuan kita.

lihat dalam bahasa jerman di: http://www.stipendiensuche.ch/

3. Beasiswa dari foundation di swiss

Beasiswa ini cuma bagi mahasiswa yang sudah berada di swiss. Jika mereka membutuhkan bantuan bisa menghubungi foundation ini dan akan dicarikan beasiswa untuk memenuhi kebutuhan dalam menyelesaikan studinya. persyaratannya adalah nilai yang bagus per tahunnya. Jika gagal dalam salah satu ujian yang ada beasiswa segera dibatalkan.

lihat dalam bahasa jerman di: http://www.studienstiftung.ch/d/

4. Beasiswa lintas Kanton

Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang sudah berada di swiss. Dengan mengajukan lamaran beasiswa pada instansi yang ada. Beasiwa diberikan satu kali sekaligus.

lihat dalam bahasa jerman  di: http://www.ausbildungsbeitraege.ch/dyn/9954.php

5. Swiss National Fonds

Beasiswa ini bagi mahasiswa yang SANGAT berprestsi. Bisa mengajukan beasisa ini seperti tipenya Beasiswa hibah bersaing di Indonesia. Beasiswa jumlah materinya sangat banyak, jika penelitiannya di bidang teknologi mutahir bisa mendapatkan sampai jutaan frank.

lihat dalam bahasa Inggris di: http://www.snf.ch/E/aboutus/Pages/default.aspx

6. Beasiswa untuk orang asing

Diverse Stipendien werden mittels bilateraler Abkommen zwischen Regierungen und/oder Universitäten vergeben. Postgraduierte aus Industrie- und Entwicklungsländern erhalten Universitätsstipendien. In den Sparten Kunst und Musik beschränken sich die Stipendien für fortgeschrittene Studierende auf Länder, die reziproke Programme anbieten. Am besten, Du erkundigst Dich zuerst bei den Behörden im eigenen Land, ob Du Anspruch auf ein Regierungsstipendium hast, oder ob Du die Schweizer Botschaft oder das Konsulat deines Heimatlandes kontaktieren sollest. Auskünfte bezüglich der von den Universitäten gewährten Stipendien können bei den Universitäten selbst eingeholt werden. Als Kandidat für ein Stipendium solltest Du unter 35 Jahre alt sein und Deutsch, Französisch oder Italienisch beherrschen. Wende Dich vor der Bewerbung an einen Dozenten oder an den Leiter oder die Leiterin des Nachdiplomprogramms an der gewählten Schweizer Universität, um eine schriftliche Zusagebestätigung zu erhalten.

Kontakt:
ESKAS, Eidgenössische Stipendienkommission für Ausländische Studierende in der Schweiz, Hallwylstrasse 4, CH-3003 Bern, Tel.: +41 (0)31 323 26 76, Fax: +41 (0)31 323 30 20

lihat (ada juga yang berbahasa Inggris) di: http://www.efors.eu/schweiz-stipendien-foerderung/#29

7. alamat untuk mendapatkan informasi beasiswa di swiss:

untuk mendapatkan informasi lengkap tentang persyaratan dan mendapatkan beasiswa bisa hubungi alamat yang ada di dalam links bahasa inggris dan jerman berikut ini:

http://www.crus.ch/information-programme/erasmus/international-offices.html?L=2

http://www.crus.ch/information-programme/erasmus/mobilitaetsstellen.html?L=0

Tentang Fullbright

Satu lagi beasiswa yang prestise di kalangan para pemburu beasiswa alias scholarshiphunter adalah Beasiswa Fulbright dari pemerintah Amerika Serikat. Beasiswa ini tak hanya satu jenis, tapi mencapai sembilan jenis (atau mungkin sekarang sudah bertambah…). Masing-masing jenis memberikan jatah yang berbeda-beda pula.. Untuk beasiswa Fulbright program master misalnya disediakan lima beasiswa, untuk MBA 5 beasiswa, kemudian PhD ada 3 beasiswa. Ada pula beasiswa non-degree seperti Humphrey program.. ada juga beasiswa khusus untuk masyarakat Indonesia dari kawasan timur, dsb.

Intinya, beasiswa ini sangat beragam meskipun namanya sama, karena itu syaratnya pun berbeda-beda. Kalau ingin tahu lebih banyak, kunjungi sajawww.aminef.or.id dan temukan beasiswa yang sesuai untuk Anda…

Syarat umumnya sih sama dan cenderung sederhana jika dibandingkan dengan beasiswa lainnya, misalnya Chevening atau ADS. Pelamar harus mempunyai skor TOEFL tertentu dan mengisi aplikasi yang disediakan di website. Itu saja…

Kalau kita lolos seleksi tahap pertama, kita akan dipanggil untuk test wawancara. Jika lolos dalam test wawancara, udah.. berarti kita sudah menjadi kandidat untuk beasiswa tersebut. Memang, kita masih harus mengikuti test TOEFL iBT, tapi itu semua gratis sebab yang menyediakan adalah pihak Aminef.

Jika nilai TOEFL nya memenuhi syarat, maka proses pendaftaran ke universitas akan dimulai. Khusus untuk Humphrey program (yang pernah saya ikuti), menjadi kandidat terpilih di Indonesia, belum menjadi jaminan bahwa kita akan berangkat ke Amrik. Pasalnya, Aminef Indonesia memilih 5 kandidat dari seluruh pelamar.. tapi yang akan berangkat, hanya 3 orang. Lalu siapa yang memilih 3 dari 5 kandidat ini? Board of Director Fulbright di Washington D.C…

So, kalau anda daftar Humphrey program.. jangan senang dulu kalo dah jadi Kandidat Indonesia.. sebab kemungkinan keberangkatan Anda harus dipastikan dulu setelah rapat board of director.

Sementara untuk para kandidat dari program Master, MBA dan PhD.. soal jadi berangkat atau tidaknya, ditentukan oleh kecepatan mereka mendaftar ke universitas, skor GMAT dan upaya untuk mencari tambahan allowance sebab beasiswa yang diberikan untuk Fulbright ternyata tidak cukup untuk hidup di sana. Jadi, pastilah para penerima beasiswa Fulbright ini harus mencari beasiswa lainnya…

Rekan-rekan,

Saya harap beberapa tips ini bisa bermanfaat bagi mereka yang akan bersiap2 untuk interview Fulbright, maupun mencoba melamar beasiswa Fulbright untuk periode berikut. Oh ya, beasiswanya ‘Fulbright’ dengan 1 l, bukan ‘Fullbright’. Ini saya ambil dari korespondensi dengan seorang rekan laskar beasiswa:

1. Apa sajakah yang umumnya ditanyakan pada saat interview nanti? Dan jawaban apakah yang kira-kira terbaik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut?

>> Interviewnya sebagian besar berdasarkan essay yang kita kirimkan ke pihak AMINEF. Jadi pastikan yang Anda tulis itu benar2 dipahami luar-dalam. Sisanya akan sangat bergantung dari arah interview tersebut. Biasanya berkisar pada pengetahuan umum atau info mutakhir terkait dengan jurusan Anda. Misalnya teknik perminyakan, bisa jadi akan ditanya2 tentang musibah ‘oil spill’ di Amerika dan opini pribadi Anda akan musibah tersebut. Jawaban terbaik itu saya sendiri tidak bisa menjamin. Asalkan argumentasi Anda memiliki fondasi yang kuat (orang Amerika sangat menghargai keterampilan berargumentasi, walaupun argumentasinya mungkin bisa bikin ‘kuping panas’ untuk standar orang Indonesia), biasanya itu akan menjadi nilai plus.

2. Siapakah yang akan menginterview, dan berapa orangkah biasanya?

>> Yang akan menginterview biasanya staf2 AMINEF maupun kedutaan Amerika. Biasanya dipimpin oleh Mr. McCoy atau Pak Piet. Tim interview sendiri biasanya ada 3 – 4 orang. Oh ya, format interviewnya klasik. Ada yang jadi ‘polisi baik’ dan ‘polisi jahat’, jadi siap2 mental karena biasanya ada interviewer yang gaya nanyanya rada ‘sengak’ dan galak.

3. Kandidat seperti apakah yang diinginkan atau yang biasanya memenangkan beasiswa ini?Misalnya: Kandidat dengan IPK Cum Laude Saja, Experience yang bertahun-tahun, kandidat yang akan menjadi dosen atau yang lain sebagainya.

>> Berdasarkan pengalaman saya dan beberapa rekan yang sudah berhasil menang beasiswa ke Amerika, IPK tinggi maupun pengalaman bertahun2 bukanlah faktor yang sangat menentukan. Kandidat yang punya kemampuan argumentasi dalam bahasa Inggris di atas rata-rata, baik secara lisan maupun tulisan DAN ingin lanjut studi di jurusan yang sangat relevan dengan pembangunan Indonesia (tapi dari sudut pandang orang Amerika) adalah mereka yang selalu menang beasiswa Fulbright. Dulu sebelum saya berangkat ke Amerika, Mr. McCoy pernah mengeluh kenapa banyak sekali orang Indonesia yang melamar beasiswa Fulbright untuk bidang business, finance, management, maupun accounting. Jurusan2 ini ujung2nya lebih mengarah untuk mencari uang, dan bukannya melayani masyarakat. Coba Anda perhatikan, jarang sekali pemenang Fulbright yang dari jurusan2 tersebut.

4. Apakah yang sebaiknya Saya persiapkan sebelum interview? (Apakah Saya perlu mempersiapkan dengan nilai GRE, TOEFL IBT sebelum interview)

>> Sebelum interview? Ya lulus seleksi essay tertulis dulu, hehehe. Kalau sudah lulus, baca lagi essay yang Anda kirim dan pastikan Anda paham luar-dalam semua yang Anda tuangkan di essay tersebut. Juga pelajari isu2 mutakhir yang terkait dengan bidang Anda, dan apa relevansi jurusan Anda untuk ke depannya setelah selesai studi dengan beasiswa Fulbright. Dengan kata lain, apa yang kelak akan Anda lakukan setelah jadi alumnus beasiswa Fulbright? Ini juga sangat penting, karena -maaf jika ini terkesan kasar- beberapa alumnus beasiswa Fulbright rada2 tidak tahu terima kasih. Setelah beasiswanya selesai, mereka sama sekali tidak memberikan kontribusi berarti di bidang mereka dan tidak mau membangun network antar sesama alumnus Fullbright.

BEASISWA DI RUSIA 

Setiap awal tahun, pemerintah Federasi Rusia memberikan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia belajar di Rusia. Untuk jenjang S1, S2 dan spesialisasi (35 beasiswa); S3 dan post-doktoral (10 beasiswa).

Beasiswa tersedia untuk Ilmu Alam; Ilmu Teknik; Ilmu Sosial; Ilmu Humaniora. Untuk Ilmu Hukum dan Ilmu Politik, masing-masing hanya tersedia 1 kuota, untuk Kedokteran hanya tersedia 3 kuota.

Persyaratan yang harus dipenuhi pelamar adalah:

  • S1 : nilai ijazah rata-rata 8,0 untuk mata pelajaran yang sesuai program studi tujuan, tidak ada angka merah untuk mata pelajaran lain, usia maks. tidak lebih dari 3th setelah tamat SMA, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map kuning (dibuat masing-masing rangkap 2).
  • S2 : IPK min. 2,75, usia maks. 28th, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map merah (dibuat masing-masing rangkap 2).
  • S3 : Lulus S2, memiliki pengalaman kerja sesuai spesialisasi, usia maks.35th, membuat referat/ proposal singkat maks.2 hlm tentang tema penelitian ilmiah, sertakan daftar judul publikasi (kalau ada). Untuk lulusan Rusia, proposal dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Rusia, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map hijau (dibuat masing-masing rangkap 2).
  • Post-doktoral: Lulus doktoral, memiliki pengalaman kerja sesuai spesialisasi, usia maks.45th, membuat referat/ proposal singkat maks.2 halaman tentang tema penelitian ilmiah, sertakan daftar judul publikasi (kalau ada). Menyertakan surat rekomendasi dari 2 profesor. Untuk lulusan Rusia, proposal dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Rusia, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map hijau (dibuat masing-masing rangkap 2).

Berkas-berkas lamaran yang harus diajukan dan diurutkan sebagai berikut:

  • Mengisi lembar aplikasi dalam Bahasa Inggris 2 kali (form terdapat di PIPKR)
  • Fotokopi ijazah dan transkrip nilai dilegalisir lembaga pendidikan yang mengeluarkan, dibuat 2 rangkap.
  • Terjemahan ijazah dan transkrip nilai dalam Bahasa Inggris dilegalisir lembaga pendidikan, disahkan notaris kemudian di ekivalensikan oleh Departemen Pendidikan Nasional, dibuat 2 rangkap.
  • Surat keterangan lulus tes kesehatan serta keterangan bebas HIV/AIDS, dalam Bahasa Inggris, dilegalisir instansi yang mengeluarkan, dibuat 2 rangkap.
  • Fotokopi akta kelahiran, 2 lembar.
  • Terjemahan akta kelahiran dalam Bahasa Inggris disahkan notaris, 2 lembar.
  • 10 lembar pasfoto 4×6 berwarna.
  • Fotokopi berwarna dari lembar pertama paspor (dibuat 2 kali) dan data diri lengkap (untuk mengisi visa). Masa berlaku paspor setidaknya terhitung 1,5 tahun sejak tiba di Rusia.
  • Membayar biaya pengganti yang dikeluarkan PIPKR untuk mengirim berkas lamaran ke Rusia, biaya telepon dan faksimil ke Rusia sebesar Rp.500.000,-
  • Penerjemahan dokumen ke dalam Bahasa Inggris dapat dilakukan oleh lembaga yang menerbitkan dokumen tersebut atau penerjemah tersumpah.

Pelamar beasiswa akan melewati 3 tahap seleksi:

  1. seleksi berkas-berkas lamaran;
  2. seleksi wawancara;
  3. lulus wawancara, berkas dikirim ke dan diseleksi oleh Kementrian Pendidikan Rusia.

Penerima beasiswa akan mendapatkan: biaya pendidikan selama jenjang pendidikannya S1 (5 th), S2-S3-postdoktoral (3 th); uang saku per bulan 1100RUB/ 37,2USD (S1, S2), atau uang saku per bulan 1500RUB/ 50,8USD (S3, postdoktoral). S1 dan S2 akan mengikuti fakultas persiapan 1th untuk belajar Bahasa Rusia dan tiba di Rusia bulan September. S3 dan postdoktoral tiba di Rusia bulan Desember.

Perlengkapan dan biaya yang harus disediakan dan ditanggung sendiri oleh penerima beasiswa adalah:

  • Perlengkapan baju, sepatu, keperluan pribadi dan pendukung lain yang memadai untuk iklim Rusia.
  • Uang saku untuk pengeluaran pribadi minimal 300USD/ bulan dan polis asuransi kesehatan 250USD/ tahun.
  • Biaya penjemputan, transportasi dari airport ke tempat tujuan dan registrasi paspor minimal 250USD (kecuali untuk kota-kota tertentu di selatan dan timur Rusia).
  • Tersedia asrama mahasiswa yang ongkos sewanya dibebankan kepada penerima beasiswa (+/- 30USD/bulan).
  • Tiket pesawat Jakarta-Moskow (+/- 900USD).

Beasiswa tersedia untuk Ilmu Alam; Ilmu Teknik; Ilmu Sosial; Ilmu Humaniora. Untuk Ilmu Hukum dan Ilmu Politik, masing-masing hanya tersedia 1 kuota, untuk Kedokteran hanya tersedia 3 kuota. Pendaftaran dibuka dari tanggal 23 maret 2011 – 14 April 2011. Hubungi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Jln Diponegoro 12, Menteng Jakarta Pusat, telp: 021 – 31935290

Sumber:

http://pipkrusia.blogspot.com/2011/03/beasiswa-belajar-di-rusia-ta-2010-2011.html?spref=fb

Beasiswa Dikti

(ini berdasarkan pengalaman mbak ana,australia)

Kemarin, aku menghadiri seminar mengenai beasiswa Dikti, yang jumlahnya mencapai Rp 600 juta – Rp 1 miliar untuk para penerimanya. Jumlah yang bikin ngiler kan?

Gimana caranya daftar beasiswa dikti ini? Sayangnya, hanya para dosen yang bisa daftar beasiswa ini…

Yang belum jadi dosen? Ada trik supaya dapat beasiswa ini lho… ntar aku critain di bawah…

Beasiswa dikti ini terdiri dari 3 macam, yaitu untuk S2/S3, untuk program Sandwich-Like dan untuk postdoc. Kalo untuk yang master (S2) nilai beasiswanya sekitar Rp 600 jutaan… sementara yang postdoc jumlahnya bisa mencapai Rp 1 miliar… sedangkan program Sandwich-Like, adalah program semacam shortcourse tetapi bagian dari kuliah S2 para mahasiswa di Indonesia. Jadi ya nilainya tak terlalu besar, dan waktunya pun hanya sekitar 2-3 bulan saja… Sedangkan untuk yang S2/S3 dan postdoc itu waktunya maksium 3 tahun. Dengan batas usia maksimal adalah 55 tahun!!!! Keren kan? Hehehe…

Program ini dibuka sejak tahun lalu, menurut Pak Loekito (yang memberikan materi seminar tersebut), karena baru di-launching tahun lalu persaingan tidak begitu ketat.. sedangkan tahun ini dan ke depan, yaaa… mulai banyak yang tahu, jadi lebih ketatlah persaingan.

Salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa Dikti ini adalah diperolehnya Letter of Acceptance (LoA) dari universitas yang akan dituju. Ini yang bikin agak berat kan? Soalnya, untuk menerima LoA, para dosen harus mengikuti prosedur persyaratan pendaftaran, yang mau tak mau, mensyaratkan nilai bahasa Inggris yang bagus.. at least IELTS 6.5 dong…

Meskipun, untuk mendaftar beasiswa Dikti itu sendiri, syarat TOEFL hanya 500 atau 530 dan IELTS 6.0 over all. Masalahnya (menurutku), gimana bisa keterima di universitas luar negeri kalo rata-rata uni di sana mensyaratkan IELTS 6.5. Ehhh, ada yang syaratnya IELTS 6.0 siy.. tapi umumnya minta IELTS 6.5

Pak Loekito, yang juga manager IDP Malang Jawa Timur dan dosen di Universitas Brawijaya Malang (kampus tempat aku dulu belajar juga…hehehe), mengatakan bahwa Dikti mempunyai daftar universitas di luar negeri yang boleh dimasuki oleh para calon penerima beasiswa Dikti ini. Mereka tersebar di berbagai negara… tapi itu tadi, Dikti punya daftar apakah uni tersebut masuk dalam daftar mereka ato tidak. Yang aman sih, semua uni di Australia, ada di daftar-nya Dikti…

Aku yang bukan dosen, haduhhh…ngiler denger penjelasan itu. Trus, pak Loekito bertanya kepada audience, siapa saja yang belum jadi dosen. Ternyata, mayoritas peserta seminar bukanlah dosen. “saya kasih tips, gimana caranya untuk dapatkan beasiswa ini,” ujar dia.

Pertama, harus mendaftar jadi dosen dulu. Peserta gerrr… “Lho, iya… anda yang belum jadi dosen, ngelamar jadi dosen tapi kalo di perguruan tinggi negeri kan susah, banyak syarat dan macem2, nah daftarnya di PTS saja.. S1 juga masih boleh.. asalkan segera jadi S2. Nah, anda bilang ke PTS tersebut bahwa anda bersedia menjadi dosen, meskipun tidak dibayar pada awalnya… Yang penting anda dapat status dosen dan mendapatkan SK (surat keputusan)… setelah itu, anda bisa daftar untuk beasiswa ini.., “ ungkap Pak Loekito.

Aku pikir, bener juga… ide menarik!

Nah, bagi yang tertarik dengan info beasiswa Dikti ini, silakan diklik sajawww.dikti.org… Banyak info di sana, tak cuma soal beasiswa ratusan juta itu kok.

pengalaman beasiswa dikti

ini kisah seorang teman.. mengenai pengalamannya menjalani beasiswa. saat ini dia dan temannya sedang mengikuti pendidikan di salah satu uni di brisbane, australia. kami bertemu belum lama ini dan dia bercerita bagaimana “penantian” untuk mendapatkan dana beasiswa itu…

dia bilang bahwa pencairan dana beasiswa itu, tergantung APBN. yang terjadi kemudian adalah keterlambatan penerimaan dana.. kalo hanya molor satu dua minggu, nggak masalah dong. tapi kalo sampe berbulan-bulan…walahhh…
Nah gara-gara itu pula, temannya yang sesama penerima beasiswa dikti, harus berutang dulu untuk bayar biaya kuliah. contohnya kayak semester ini, paling telat biaya kuliah (tuition fee) itu dibayar februari awal, sementara kabar dari indonesia.. dana beasiswa itu baru akan cair sekitar april! bayangkan….
emang bisa nego ama kampus untuk minta keringanan, tapi ada syarat lain yang diminta, yaitu surat dari kampus mengenai “adalah benar si student ini dijamin oleh kampus tersebut”. parahnya teman ini meminta surat keterangan dari kampusnya (sebuah perguruan tinggi negeri bergengsi di tanah air) sejak november 2008 lalu, sampe awal februari ini belum juga ada… “biasalah, birokrasi di sana…gimana, tau sendiri,” ujar si teman.

jadilah si teman tersebut kalang kabut, cari pinjaman sana sini untuk biaya kuliah. Ga tanggung-tanggung, nilai tuition fee nya itu 10 ribu dolar australia… dengan rate 7300 rupiah per AUD, maka tuition fee itu menjadi sekitar 73 juta rupiah selama satu semester. duit dari mana coba??

birokrasi menjadi persoalan serius di negeri kita… orang sekolah di luar negeri, janjinya dibiayai.. dan memang jumlahnya lumayan gede lho…beasiswa dikti ini.. hampir sama dengan beasiswa ADS yang aku terima. bedanya, kalo beasiswa ADS, semuanya sudah terencana.. sudah tertata dengan cukup baik, ga ada urusan puyeng ama duit kuliah dsb.. sementara beasiswa dikti ini kudu menunggu pencairan dana yang per semester…itupun telat pula.. karena seperti dibilang tadi.. tergantung APBN.

udah gitu, konon, menurut si teman ini, pengumuman penerimaan beasiswa dikti ini pun mepet dengan saat daftar ulang ke uni… jadinya itu tadi, kalang kabut. masih cerita teman yang tadi, dia hanya punya waktu 2 minggu untuk mengurus visa sampai beli tiket sebelum berangkat… cuma dua minggu.. kebayang kan, gimana lari-larinya mencari semua itu…:D
untuk mengurus visa kan, salah satunya harus tes kesehatan, dan itu kalo salah pilih rumah sakit untuk tes juga bisa runyam urusannya…

aku crita ini bukan bermaksud menakut-nakuti..justru share informasi, agar para peminat beasiswa dikti ini lebih bersiap dengan segala kemungkinan.. bersiap dengan beberapa strategi…

nggak cuma perang yang perlu strategi lho :)

tapi semua kesulitan itu, sesuailah dengan keuntungan yang diperoleh. karena setiap proses beasiswa, pasti ada keuntungan dan kesulitannya…
so, maju terus pantang mundur…:D

selama kita punya kemauan keras dan berusaha mewujudkannya, insya Allah selalu ada jalan. Tak peduli berapa lama waktu yang kita butuhkan… yang diperlukan memang keyakinan dan upaya keras…

Semangat untuk sobat-sobat pemburu beasiswa!!

Jangan Menyerah!! :)

Warm regards

inna


Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh..

Salah satu negara dengan perekonomian terkuat di Eropa adalah Jerman. Banyak industri otomotif terkenal berbasis di negara ini. Siapa yang tidak kenal nama-nama seperti Mercedes-Benz, Volkswagen, Audi, dan Opel? Bukan hanya dalam industri otomotif, merk Jerman mendunia. Siemens misalnya juga menjadi merk jaminan kualitas untuk berbagai alat elektronik, dari peralatan rumah tangga sampai alat-alat canggih di rumah sakit.

Tapi bukan hanya industri yang maju di Jerman. Pendidikan Jerman juga terkenal di dunia. Dalam peringkat 200 universitas terbaik di dunia versi Times Higher Education untuk tahun 2007, 2008, and 2009, nama-nama universitas di Jerman seperti Technical University Munich, University of Heidelberg, Free University of Berlin, and Ludwig Maximilians University Munich selalu muncul. Dan jangan salah! Bukan hanya 4 nama ini yang muncul dalam daftar bergengsi ini, tapi nama-nama lain seperti University of Karsruhe, University of Freiburg, RWTH Aachen, dan University of Stuttgart juga sering muncul. Jadi, siapa yang masih ragu akan kualitas pendidikan Jerman?

Faktor lain yang membuat pendidikan di Jerman menarik adalah biayanya. Di Jerman tidak ada pembedaan antara mahasiswa asli Jerman dan orang asing, termasuk dari Indonesia. Dan hal ini berarti pendidikan di Jerman murah meriah! Dulu uang kuliah (tuition fee) untuk semua universitas di Jerman 0 Euro, alias gratis! Mahasiswa biasanya hanya membayar uang registrasi, sumbangan sosial dan uang tiket transportasi (bus, kereta api, tram, metro) semesteran yang besarnya tergantung negara bagian tempat universitas itu berada. Sayang sekarang beberapa negara bagian, seperti Bayern (tempat kota Munich misalnya) dan Baden Wuttenberg (tempat kota Karlsruhe misalnya) meminta uang kuliah dari para mahasiswa, tapi besarnya masih bisa dibilang kecil dibandingkan negara-negara Eropa lain: hanya sekitar 300 – 500 Euro (Rp. 3,6 juta – 6 juta) per semester. Tapi masih banyak negara bagian yang tidak memungut uang kuliah seperti di Berlin, Hessen (negara bagian tempat kota Frankfurt misalnya), dan negara-negara bagian yang dulu termasuk Jerman Timur. Sebagian dari negara-negara bagian yang secara umum tidak memungut uang kuliah itu hanya meminta uang sekolah hanya bagi mahasiswa yang masa studinya telah melewati suatu batas tertentu, jadi bisa dibilang hanya bagi mahasiswa-mahasiswa abadi, tetapi bagi mahasiswa baru tetap gratis!  :)   Di luar uang kuliah, ada beberapa pos anggaran lain seperti telah disebutkan di atas (uang registrasi, sumbangan sosial, dan tiket semesteran). Uang registrasi dan sumbangan sosial juga bervariasi untuk tiap negara bagian, tapi rata-rata besarnya sekitar 50 – 150 Euro (Rp. 600 ribu – 1.8 juta) per semester. Tiket semesteran yang besarnya sekitar 100 – 300 Euro (Rp. 1,2 juta – 3.6 juta) memberikan akses bagi para mahasiswa untuk menggunakan transportasi umum di kota tempat mereka belajar, dan seringkali juga di kota-kota sekelilingnya. Untuk mengetahui berapa persisnya uang yang harus dibayar per semester, teman-teman dapat mengecek di website universitas yang dituju.

Walaupun ada faktor-faktor penarik di atas, sebagian orang masih takut untuk pergi melanjutkan pendidikan di Jerman karena faktor bahasa. Tapi sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar. Banyak universitas di Jerman yang melaksanakan kegiatan belajar-mengajar untuk jenjang S-2 (dan kadang-kadang juga S-1) dalam bahasa Inggris. Untuk S-3, kebanyakan universitas tidak menuntut calon-calon doktor ini untuk mengikuti kuliah, melainkan hanya melakukan riset. Karena para profesor dan dosen-dosen di Jerman mahir berbahasa Inggris, buat para mahasiswa S-3 biasanya tidak ada masalah bahasa. Tapi memang betul, bahasa Jerman akan lebih mempermudah. Untuk teman-teman yang ingin langsung melanjutkan pendidikan dari SMA ke Jerman, biasanya teman-teman harus mengikuti sekolah penyetaraan yang disebut Studienkolleg selama 1-2 tahun, di mana bahasa Jerman juga diajarkan. Jadi tidak perlu terlalu khawatir tentang bahasa! :D

Di Jerman pendidikan tinggi diselenggarakan oleh dua macam institusi, Universität (universitas) dan Fachhochschule (politeknik). Lulusan Fachhochschule (FH) diarahkan untuk mempunyai keterampilan dan pengetahuan praktis yang bisa langsung dipergunakan dalam dunia kerja, sedangkan universitas ditujukan untuk mencetak orang-orang yang akan membuat desain dan inovasi baru. Untuk itu lulusan universitas biasanya diberi pengetahuan teoritis yang lebih banyak daripada lulusan FH. Sekarang baik FH maupun universitas di Jerman memberikan gelar bachelor dan master, tapi secara umum lulusan universitas dianggap lebih tinggi jenjang pendidikannya daripada FH. Walaupun demikian, FH sangat diminati karena lulusannya biasanya mudah mendapatkan pekerjaan di industri karena lulusan FH dianggap siap kerja. Jadi ke mana teman-teman ingin melamar terserah pada minat dan bakat yang ada. Untuk program S-3, tidak ada pilihan lain selain universitas, karena FH tidak diperkenankan membuat program doktor.

Memang secara umum pendidikan di Jerman diselenggarakan dalam bahasa Jerman. Itulah juga salah satu sebabnya bagi teman-teman yang ingin melanjutkan studi langsung setelah SMA ke Jerman, biasanya harus melalui sekolah persamaan yang disebut Studienkolleg. Di Studienkolleg ini akan diberikan pelajaran seperti matematika, fisika, kimia, dll. selain bahasa Jerman. Menurut pengalaman orang-orang Indonesia yang sudah melalui tahap ini, pelajaran di Studienkolleg biasanya tidak terlalu susah buat lulusan SMA Indonesia, terkecuali untuk bahasa Jerman. Lama pendidikan di Studienkolleg tergantung kecepatan teman-teman belajar, tapi biasanya sekitar 1-2 tahun.

Tapi jangan khawatir. Sekarang ini sudah semakin banyak jurusan yang dibuka dalam bahasa Inggris di Jerman. Untuk mencari program studi yang sesuai dengan minat dan bakat teman-teman, Deutscher Akademischer Austausch Dienst (DAAD) atau badan pertukaran akademis Jerman, telah menyediakan mesin pencari (search engine) di website mereka: http://www.daad.de/deutschland/index.en.html, di bagian “course search“. Di sana tidak hanya program reguler untuk S1 dan S2 yang tersedia, tapi juga program-program jangka pendek seperti summer school dan training. Untuk program S3, website DAAD juga menyediakan mesin pencari lewat “doctorate” -> “research explorer“.

Bagaimana dengan beasiswanya? Website DAAD juga memfasilitasi hal ini. Teman-teman dapat mengklik “support“-> “scholarship database“. Kebanyakan mahasiswa asing di Jerman yang mendapat beasiswa memang mendapatkannya dari DAAD, tapi DAAD ini bukanlah satu-satunya sumber. Seringkali universitas mempunyai kerja sama dengan industri atau badan penelitian seperti Fraunhofer Institute sehingga dapat memberikan beasiswa untuk S2 dan S3 (kadang-kadang ada juga untuk S1, tapi lebih jarang). Atau bisa juga lewat organisasi keagamaan, seperti gereja. Beasiswa-beasiswa dari sumber lain ini juga seringkali dapat ditemukan lewat database DAAD yang disebutkan di atas. Untuk S3, proyek yang dikerjakan itu biasanya mempunyai dana untuk membiayai peneliti, sehingga seringkali mahasiswa S3 di Jerman dianggap bekerja untuk universitas atau institut penelitian dan diberi gaji. Dalam banyak kasus, mahasiswa S3 yang dianggap pekerja ini juga harus ikut membantu proses belajar-mengajar di universitas, misalnya menjadi tutor atau menjadi pembimbing kedua untuk mahasiswa S1 atau S2. Tapi tidak selalu begitu. Banyak juga mahasiswa S3 yang dianggap pekerja hanya melulu melakukan penelitian S3-nya.

Keuntungan tambahan bila kita mendapatkan beasiswa DAAD adalah adanya program kelanjutan untuk alumni. Program kelanjutan ini bisa berupa bantuan buku atau alat-alat penelitian, bahkan kesempatan untuk kembali ke Jerman dalam rangka pelatihan atau kursus singkat. Pemerintah Jerman juga memberikan bantuan bagi alumni perguruan tinggi Jerman yang ingin kembali ke negara asalnya.

Beasiswa DAAD

Di Jerman setiap tahun DAAD (Deutscher Akademischer Austausch Dienst) mensponsori summer school pilihan yang diselenggarakan berbagai universitas di Jerman. Sasaran dari program ini adalah para akademisi dan peneliti muda, di samping para mahasiswa.  Summer schoolyang dipilih ini harus memenuhi beberapa syarat, misalnya:

  1. berlangsung minimal 14 hari
  2. menawarkan program sosial regional-kultural yang menarik (biasanya ini berarti ada acara jalan-jalan :) )
  3. ditujukan untuk peserta dari multi negara (lebih dari satu), dan minimal 50% dari peserta adalah orang non-Jerman
  4. ditawarkan secara kontinu selama beberapa tahun

Keuntungan bagi teman-teman untuk mengikuti summer school yang disponsori oleh DAAD adalah tersedianya beasiswa untuk:

  1. mengganti uang perjalanan dari negara asal (Indonesia misalnya) yang besarnya untuk Indonesia bervariasi antara 675 – 900 euro per peserta
  2. mengganti uang kuliah (course fee) dengan besar maksimum 500 euro per peserta
  3. uang saku dan akomodasi dengan jumlah maksimum 250 euro per peserta per minggu

Cukup menarik kan? Nah, daftar summer school yang disponsori oleh DAAD  adalah:

1. Universität Bayreuth
Religion and Order in Africa

2. Charité Berlin

3. HU Berlin
Leo Baeck Summer University

4. TU Berlin
Advanced Seperation Technologies in Chemical Engineering

5. Universität Bonn
Comparative Regional Integration

6. Palucca Schule Dresden HS für Tanz
Internationale Sommerwerkstatt 2010

7. TU Dresden
ICCL Summer School 2010

8. FH Erfurt
International aspects of entrepreneuership V – creative ides for the youth market

9. Universität Erfurt
Muslims in the West

10. Universität Gießen
Internationale Summeruniversität 2010

11. Universität Greifswald
Energy and Environment

12. Universität Hamburg
Physics of Functional Micro- and Nanostructures

13. Universität Hannover

14. Hochschule Hof
International Summer School 2010

15. TU Ilmenau
Wireless Commuications -  New Technologies & Research Challenges

16. Hochschule München
Munich Summer School of  Applied Sciences

17. TU München
International Summer School Marktoberdorf 2010

18. Universität München
International Summer School on String Theory

19. Universität Osnabrück

Informasi selengkapnya tentang summer school yang ditawarkan ini dapat dilihat dengan mengikuti link yang diberikan di atas, atau mengunjungi website berikut:

http://www.daad.de/hochschulen/internationalisierung/deutsche-sommerakademie/05041.de.html

Daftar Uang Kuliah (Tuition Fee) Universitas di Jerman

Sistem tuition fee di Jerman agak memusingkan karena ditetapkan oleh masing-masing negara bagian, untuk membantu teman-teman yang berkeinginan melanjutkan studi ke Jerman, kami berikan daftar umum tuition feeyang diminta per negara bagian di Jerman, beserta universitas-universitas negeri yang ada disana. Dalam artikel ini kami sedikit mempergunakan istilah Jerman yang lazim digunakan, antara lain:

a. erststudium: uang kuliah jika program studi yang dipilih teman-teman ini adalah pilihan pertama atau satu-satunya program studi yang teman-teman ikuti

b. zweitstudium: uang kuliah yang harus dibayar jika program studi yang dipilih teman-teman ini adalah program studi kedua yang teman-teman ikuti disamping mengikuti program studi di universitas lain di Jerman

c. semesterbeitrag: pungutan yang diminta untuk membayar tiket transportasi semesteran yang berlaku di kereta, bus, tram, dan subway yang berlaku di kota tempat universitas itu berada dan seringkali di kota-kota sekitarnya. Pungutan ini juga diperuntukkan sebagai bentuk partisipasi sosial mahasiswa

d. langzeitstudenten: uang kuliah yang harus dibayar bila teman-teman belum lulus dari waktu program yang seharusnya (mahasiswa abadi)

1. Negara bagian Nordrhein-Westfalen

erststudium: 0-500 euro, zweitstudium: 0-500 euro, semesterbeitrag: 140 euro, langzeitstudenten: 0-500 euro

Universitas: Fachhochschule Aachen, RWTH Aachen, Alanus Hochschule fur Kunst und Gesellschaft, Internationale Fachhochschule Bad Honnef-Honn, Fachhochschule fur Rechtspflege Nordrhein-Westfalen, Fachhochschule Bielefeld, Fachhochschule der Diakonie, Fachhochschule des Mittelstands Bielefeld, Universitat Bielefeld, Evangelische Fachhochschule Rheinland-Westfalen-Lippe, EBZ Business School, Hochschule Bochum, Ruhr-Universitat Bochum, Technische Fachhochschule Geor Agricola, Hochschule der Sparkassen-Finanzgruppe, Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universitat Bonn, Hochschule Bonn-Rhein-Sieg, Europaische Fachhochschule,Fachhochuschule des Bunder fur offentliche Verwaltung, Hochschule fur Musik Detmold, Fachhochschule Dortmund, International School of Management Dortmund, Technische Universität Dortmund, Universität Duisburg-Essen, Fachhochschule Düsseldorf,
Heinrich-Heine-Universität Düsseldorf, Kunstakademie Düsseldorf, Robert-Schumann-Hochschule Düsseldorf,
Fachhochschule für Oekonomie & Management, Folkwang Universität, Fachhochschule Gelsenkirchen Fachhochschule für öffentliche, Verwaltung Nordrhein-Westfalen, FernUniversität in Hagen, Hochschule Hamm-Lippstadt, SRH Hochschule für Logistik und Wirtschaft Hamm, Hochschule für Kirchenmusik der Evangelischen Kirche von Westfalen, Hochschule Ostwestfalen-Lippe, Business and Information Technology School, Fachhochschule Südwestfalen, Deutsche Sporthochschule Köln, Fachhochschule Köln, Hochschule für Musik und Tanz Köln, Katholische Hochschule Nordrhein-Westfalen, Kunsthochschule für Medien Köln, Universität zu Köln, Rheinische Fachhochschule Köln, Deutsche Hochschule der Polizei, Fachhochschule Münster, Kunstakademie Münster, Philosophisch-Theologische Hochschule Münster, Westfälische Wilhelms-Universität, Hochschule Neuss, Hochschule Niederrhein, Fachhochschule für Finanzen Nordrhein-Westfalen, Fachhochschule der Wirtschaft, Theologische Fakultät Paderborn, Universität Paderborn, Universität Siegen, Philosophisch-Theologische Hochschule SVD St. Augustin, Universität Witten/ Herdecke, Bergische Universität Wuppertal, Kirchliche Hochschule Wuppertal/Bethel.

2. Negara Bagian Baden-Württemberg

erststudium: 500 euro, zweitstudium: 500 euro, semesterbeitrag: 40-120 euro, langzeitstudenten: 500 euro

a. erststudium: uang kuliah jika program studi yang dipilih teman-teman ini adalah pilihan pertama atau satu-satunya program studi yang teman-teman ikuti

b. zweitstudium: uang kuliah yang harus dibayar jika program studi yang dipilih teman-teman ini adalah program studi kedua yang teman-teman ikuti disamping mengikuti program studi di universitas lain di Jerman

c. semesterbeitrag: pungutan yang diminta untuk membayar tiket transportasi semesteran yang berlaku di kereta, bus, tram, dan subway yang berlaku di kota tempat universitas itu berada dan seringkali di kota-kota sekitarnya. Pungutan ini juga diperuntukkan sebagai bentuk partisipasi sosial mahasiswa

d. langzeitstudenten: uang kuliah yang harus dibayar bila teman-teman belum lulus dari waktu program yang seharusnya (mahasiswa abadi)

Universitas: Hochschule Aalen, Hochschule Albstadt-Sigmaringen, Hochschule Biberach, Internationale Hochschule Calw, SRH Hochschule Calw, Hochschule Esslingen, Albert-Ludwigs-Universität Freiburg, Evangelische Fachhochschule Freiburg, Hochschule für Musik Freiburg, Freie Hochschule für Grafik-Design & Bildende Kunst Freiburg, Katholische Fachhochschule Freiburg, Pädagogische Hochschule Freiburg, Zeppelin University(Friedrichshafen), Hochschule Furtwangen, Hochschule für Jüdische Studien  (Heidelberg), Hochschule für Kirchenmusik Heidelberg, Pädagogische Hochschule Heidelberg, Ruprecht-Karls-Universität Heidelberg, SRH Fachhochschule Heidelberg, SRH Hochschule Heidelberg, Hochschule Heilbronn, German Graduate School of Management and Law (Heilbronn), Naturwissenschaftlich-Technische Akademie Isny, Hochschule Karlsruhe – Technik und Wirtschaft, Hochschule für Musik Karlsruhe, Merkur Internationale Fachhochschule Karlsruhe, Pädagogische Hochschule Karlsruhe, Staatliche Akademie der Bildenden Künste Karlsruhe, Staatliche Hochschule für Gestaltung Karlsruhe, Karlsruher Institut für Technologie, Hochschule für öffentliche Verwaltung Kehl, Hochschule Konstanz Technik, Wirtschaft und Gestaltung, Universität Konstanz, Wissenschaftliche Hochschule Lahr, Akademie für Darstellende Kunst Baden-Württemberg (Ludwigsburg), Hochschule für öffentliche Verwaltung und Finanzen Ludwigsburg, Filmakademie Baden-Württemberg  (Ludwigsburg), Pädagogische Hochschule Ludwigsburg, Hochschule Mannheim, Hochschule für Musik und Darstellende Kunst Mannheim, Popakademie Baden-Württemberg (Mannheim), Universität Mannheim, Hochschule der Bundesagentur für Arbeit (Mannheim, Schwerin), Hochschule für Kunsttherapie Nürtingen, Hochschule für Wirtschaft und Umwelt Nürtingen-Geislingen, Hochschule Offenburg, Hochschule Pforzheim, Hochschule Ravensburg-Weingarten, Duale Hochschule Baden-Württemberg, Hochschule Reutlingen, Theologische Hochschule Reutlingen, Evangelische Fachhochschule Reutlingen-Ludwigsburg, SRH Fernfachhochschule Riedlingen, Hochschule für Forstwirtschaft Rottenburg, Katholische Hochschule für Kirchenmusik Rottenburg, Fachhochschule für Rechtspflege Schwetzingen, Hochschule für Gestaltung Schwäbisch Gmünd, Pädagogische Hochschule Schwäbisch Gmünd, Fachhochschule Schwäbisch Hall, AKAD-Fachhochschulen  (Stuttgart), Freie Hochschule Stuttgart – Seminar für Waldorfpädagogik, Hochschule der Medien Stuttgart, Hochschule für Musik und Darstellende Kunst Stuttgart, Hochschule für Technik Stuttgart, Merz Akademie (Stuttgart), Staatliche Akademie der Bildenden Künste Stuttgart, Universität Hohenheim (Stuttgart), Universität Stuttgart, Hochschule für Musik Trossingen, Eberhard Karls Universität Tübingen, Evangelische Hochschule für Kirchenmusik Tübingen, Hochschule Ulm, Universität Ulm, Hochschule für Polizei (Villingen-Schwenningen), Gustav-Siewerth-Akademie (Weilheim-Bierbronnen), Pädagogische Hochschule Weingarten

3. Negara Bagian Bayern

erststudium: 300-500 euro (universitas dan sekolah tinggi seni) 100-500 (politeknik), zweitstudium: sama seperti erststudium, semesterbeitrag: berbeda-beda untuk setiap universitas, langzeitstudenten: sama seperti erststudium

Universitas: Hochschule Amberg-Weiden, Hochschule Ansbach, Hochschule Aschaffenburg, Hochschule Augsburg, Universität Augsburg, Otto-Friedrich-Universität Bamberg, Hochschule für evangelische Kirchenmusik Bayreuth, Universität Bayreuth, Philosophisch-Theologische Hochschule Benediktbeuern, Hochschule Coburg, Hochschule Deggendorf, Katholische Universität Eichstätt-Ingolstadt, Fachhochschule für angewandtes Management (Erding), Friedrich-Alexander-Universität Erlangen-Nürnberg, Hochschule Hof, Hochschule Ingolstadt, Hochschule Kempten, Hochschule Landshut, Munich Business School, Akademie der Bildenden Künste München, Hochschule für Angewandte Sprachen München, Hochschule München, Hochschule für Fernsehen und Film München, Hochschule für Musik und Theater München, Hochschule für Philosophie München, Hochschule für Politik München, Fachhochschule für öffentliche Verwaltung und Rechtspflege in Bayern (München), Katholische Stiftungsfachhochschule München, Ludwig-Maximilians-Universität München, Technische Universität München, Ukrainische Freie Universität München, Universität der Bundeswehr München, Hochschule Neu-Ulm, Augustana-Hochschule Neuendettelsau, Akademie der Bildenden Künste Nürnberg, Evangelische Fachhochschule Nürnberg, Georg-Simon-Ohm-Hochschule Nürnberg, Hochschule für Musik Nürnberg, Universität Passau, Hochschule Regensburg, Hochschule für Katholische Kirchenmusik und Musikpädagogik Regensburg, Universität Regensburg, Hochschule Rosenheim, Fachhochschule Weihenstephan, Hochschule für Musik Würzburg, Julius-Maximilians-Universität Würzburg, Fachhochschule Würzburg-Schweinfurt.

FH atau Universitas

Salah satu persiapan penting untuk studi di Jerman adalah memilih sekolah tinggi yang tepat dan sesuai dengan keinginan dan kemampuan. Pilihan sekolah tinggi di Jerman untuk orang asing pada umumnya dibagi dua: FH dan Universitas.

FH adalah University of Applied Science dan sering kali diterjemahkan sebagai Polytehnik di Indonesia. Istilah FH(Fachhochschule) sudah diganti menjadi Hochschule beberapa tahun terakhir, karena tingkat pendidikan yang ditawarkan Hochschule semakin lama semakin setara dengan Universitas. Sering kali orang Indonesia yang merencanakan studi di Jerman sulit untuk memilih FH atau Universitas. Untuk orang-orang yang memilih jurusan-jurusan tertentu lebih mudah, karena ada beberapa jurusan yang hanya ditawarkan di FH atau di Universitas. Contoh studi kedokteran hanya ada Universitas, sedangkan Design Interior hanya ada di FH. Tetapi jurusan-jurusan lain(seperti mesin, elektro, computer) pada umumnya ada di FH dan di Universitas. Di bawah ini saya membahas point-point yang menjadi pertimbangan untuk memilih FH atau Universitas. Dari pengalaman saya yang adalah lulusan FH dan melihat beberapa teman-teman, point-point di bawah lebih menyarankan FH. Tetapi saya juga mendukung orang-orang yang berusaha keras untuk studi di Universitas.

1. Isi studi
Studi di FH lebih berorientasi ke praktek dan isi mata kuliahnya tidak dibahas dengan mendalam seperti di Universitas. Sering kali ini menjadi alasan orang lebih memilih Universitas, karena merasa rugi jauh-jauh sekolah ke Jerman kalau tidak belajar sampai mendalam. Untuk orang yang memang senang belajar dan mampu, bagus untuk memilih Universitas. Dan juga untuk yang ingin jadi dosen atau kerja di Research, Universitas lebih tepat. Tetapi dilain sisi jika ingin pergi ke dunia kerja atau menjadi wiraswasta mungkin FH lebih tepat. Karena di dunia kerja dan FH, jarang sekali pengetahuan yang mendalam dibutuhkan. Dan kalau seandainya pengetahuan yang mendalam dibutuhkan di dunia kerja, perusahaan juga akan memberikan waktu untuk memperdalam pengetahuan di waktu kerja.

2. Lingkungan studi
Point yang satu ini tergantung dengan jurusan yang diambil. Hal yang saya bahas di point ini biasanya terjadi untuk jurusan-jurusan umum seperti mesin, elektro, dan computer. Lingkungan studi di FH biasanya lebih kecil, dengan demikian mahasiswa saling kenal, juga dengan dosen. Lingkungan studi di Universitas biasanya lebih besar, jadi sering kali mahasiswa saling tidak kenal. Dan karena begitu banyak mahasiswa, dosen memiliki beberapa asisten untuk membantu dosen mengajar atau memeriksa hasil tes.

3. Masa studi
Masa studi juga berkaitan dengan point diatas. Pada umumnya mahasiswa FH selesai lebih cepat dari orang-orang yang studi di Universitas. Karena di Jerman tidak ada drop out dan tidak ada tekanan untuk lulus dengan cepat, ada orang-orang yang studi lama sampai 20 semester. Karena itu penting di sini untuk memiliki strategi. Kalau setelah beberapa semester di Universitas sepertinya tidak ada kemajuan, mungkin harus dipikirkan untuk pindah ke FH. Saya mengenal beberapa orang dari Universitas yang pindah ke FH, karena studi di Universitas terlalu lama. Dan setelah itu mereka sukses, lulus dengan cepat dari FH, dan mendapat kerjaan di Jerman.

4. Waktu luang
Pada umumnya studi di FH lebih padat selama semester dan ujian-ujian diadakan pada akhir semester, karena masa ujian ditetapkan oleh FH. Setelah itu mahasiswa FH bebas selama liburan.  Jadi biasanya mahasiswa FH ada waktu luang selama libur semester untuk kerja atau untuk liburan. Sedangkan di Universitas selama semester biasanya lebih tidak padat, karena ujian-ujiannya diadakan pada setelah libur semester, karena waktu ujian ditetapkan oleh dosen. Dan waktu luang mahasiswa Universitas adalah selama semester karena jadwal kuliahnya tidak padat. Dan mereka biasanya belajar di masa liburan untuk ujian.

Semoga point-point di atas bisa membantu untuk menjadi bahan pertimbangan dalam memilih FH atau Universitas.

Hal-hal yang perlu di ketahui dan dipersiapkan ketika ingin mendaftar ke sebuh Univ atau FH di Jerman adalah : (Via Bayu,PPI DuE)

1. Deadline applikasi : Deadline applikasi pendaftaran untuk masuk Uni dan FH berbeda satu sama lain. Uni biasanya memulai perkuliahan bulan April (summer semester) dan bulan Oktober (winter semester) . Sebagai contoh saya berikan link untuk Uni http://www.uni-due.de/international/en_deadlines.shtml dan link deadline pendaftaran untuk FH http://www.fh-duesseldorf.de:8080/english/d_prospectivestudents/info_1degreeseekings/a/c3.

2. Memilih jurusan : tak jarang hal ini juga menjadi pertimbangan atau keragu-raguan karena kita tidak tahu apakan jurusan yang di tuju tepat dengan pilihan kita. Hal pertama yang dilakukan adalah mencari informasi atau mendowload flyer yang ada pada web Uni atau FH tersebut, supaya kita tahu benar mata kuliah apa saja yang akan di ajarkan atau dalam bahasa apa saja mata kuliah tersebut di tawarkan. Seperti pada jurusan saya di Mech Engineering Uni Duisburg Essen. Study plan saya dapat dilihat sebagai berikut https://ti.uni-due.de/vdb/info.php?id=46&mode=studiengang. Untuk memilih Uni atau FH yang tepat mungkin link berikut bisa menjadi acuan http://www.young-germany.de/yg/degree-programs.html.

3. Syarat-syarat untuk mendaftar : setelah kita mendapatkan Uni atau FH yang cocok berikut jurusannya, maka langkah berikutnya adalah mengetahui syarat-syarat apa saja yang harus di persiapkan untuk melengkapi applikasi yang akan dikirimkan. Sebagai contoh bisa melihat di link berikut http://www.uni-due.de/ise/admission.shtml.

Yang paling penting adalah, download dan mengisi form applikasi , kemudian membuat format  CV standar eropa http://europass.cedefop.europa.eu/europass/home/hornav/Downloads/EuropassCV/CVTemplate.csp (dapat di download disini). Surat kemampuan berbahasa Inggris dan Jerman (jika diminta), jika bachelor tidak dilakukan dalam bahasa Inggris, maka kita perlu melampirkan sertifikat seperti IELTS atau TOEFL Internasional, berapa tinggi skor minimal dapat dilihat di web Uni atau FH masing-masing. Tak jarang juga beberapa Uni atau FH di Jerman meminta GMAT atau GRE juga (http://www.ets.org/). Surat rekomendasi dari 2 orang. Orang yang layak memberi surat rekomendasi kepada kita tentu saj orang yang kita  kenal dan mengetahui kemampuan kita secara akademik dan sosial. Jika baru lulus sarjana dan belum bekerja, maka orang yang paling layak tentu saja pembimbing skripsi kita dan dosen yang dekat dengan kita. Jika sedang bekerja maka boleh di katakan atasan kita yang berhak dan satu lagi dosen pembimbing kita ketika skripsi dahulu.

TestDAF di perlukan jika jurusan yang diambil dalam bahasa Jerman, maka sertifikat TestDAF sebagai syarat utama untuk mendaftar di Univ atau FH tersebut. Beberapa file perlu yang perlu di terjemahkan kedalam bahasa Inggris dan Jerman adalah Ijazah Sarjana, Ijazah SMA. Syarat itupun bisa berbeda-beda tiap Uni atau FH, tergantung dari sayarat apa saja yang di minta.

4. Setelah semua file lengkap maka langkah berikutnya adalah mengirimkan file bisa melalui POS atau sarana pengiriman lain. Menurut pengalaman saya dulu, sekarang beberapa Univ Jerman bisa melakukan pendaftaran melalui Online. Walaupun beberapa Univ atau FH masih meminta file lagi dalam bentuk kertas untuk dikirimkan. Hal tersebut tidak menjadi pengaruh apakah mendaftar secara Online atau secara manual dengan mengirim file-file tersebut.

DAAD juga menyelenggarakan juga beasiswa/ bantuan untuk short courses atau trainings. Bisa dilihat di website http://www.daad.de masuk ke support -> scholarship database.
Misalnya: http://www.daad.de/deutschland/foerderung/stipendiendatenbank/00462.en.html?fachrichtung=6&land=5&status=1&enter.x=91&enter.y=4

Mungkin itu dulu, semoga Membantu Buat Teman-Teman Yang Berminat melanjutkan studi ke jerman:D

Tetap Semangaaaat ya Sob-Sob Beasiswa!!

“Man Jadda Wajada”

Dari Berbagai Sumber :D

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh..

 

Best Regards

inna

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 112 other followers

%d bloggers like this: