Latest Entries »


“Belajarlah sebanyak mungkin, belajarlah sejauh mungkin, tetapi tetap untuk kembali ke Indonesia.”

“Siapapun di antara kita, apapun latar belakang kita, kita bisa sekolah di mana pun asal kita mau berusaha.

Beasiswa

Bismillah, Alhamdulillah hari ini tambahan ilmu dan pelajaran yang luar biasa. Mengikuti seminar yang tidak saya jadwalkan sebelumnya. Hari sebelum seminar saya bertemu dengan tim Bitread & Teknoprener untuk kerjasama dalam penerbitan buku PB. Alhamdulillah kerjasama sukses dan semoga berlanjut terus. Hari ini tepat sabtu, 11 oktober 2014 saya mengikuti seminar beasiswa 5 benua, ga nyangka sesuatu yang belum saya jadwalkan tiba2 datang aja heu. Alhamdulillah berkah nya banyak, ketemu bang ahmad fuadi lagi pasti nya hehe , bertemu pak hasbi duta ambasor australia jg. Saya sampai di kompas gramedia tepat jam 08:30 Wib langsung menuju ruangan seminar, saya menemui bang fuadi langsung sebelum acara dimulai. Ina apa kabar? bagaimana proses beasiswa nya? dan pertanyaan semacamnya dari beliau dan akhirnya terakhir juga kerjasama :D

“Beasiswa ke Luarnegri itu banyak bagai buah mangga dimusimnya”

Berikut ringkasan yang saya rekam dari hasil seminar hari ini dan sumber yg sudah di muat di kompas http://muda.kompasiana.com/2014/10/11/penerima-beasiswa-tidak-musti-pintar-saja-694766.html

w

  1. Pemburu beasiswa musti rajin riset ke pusat pusat informasi beasiswa.

Bisa di kantor kedutaan atau lembaga penyedia beasiswa atau kalau mau praktis tanya saja mbah google sebelum datang langsung. Cari lembaga atau badan pemberi beasiswa yang kredibel, trak record pemberi beasiswa mudah ditelusuri melalui berita yang beredar di media. Hunting riset atau browsing lakukan jauh jauh hari (bisa setahun sebelumnya) dengan tujuan bisa melengkapi persyaratan lamaran beasiswa misalnya legalisir, persiapan TOEFL untuk bahasa english atau bagi yang sudah menikah punya waktu meyakinkan pasangan dan lain sebagainya.

  1. Kalau sudah mendapat informasi ambil formulir secepatnya,

Tujuannya agar bisa mengetahui isian apa saja yang ada di lembaran tersebut dan memberi jawaban sesempurna mungkin. Pengalaman Narsum perlu waktu 3 bulan untuk mengisi formulir, karena isian formulir tersebut berperan menentukan nasib lamaran beasiswa. Susunan kalimat dan tanda baca harus diperhatikan jangan sampai terlewat, perhatikan logis tidaknya jawaban karena menjadi pertimbangan utama penguji. Maka lebih baik sering mengoreksi isian formulir pada kertas coretan dan kemudian minta pendapat pada orang yang lebih bepengalaman atau pernah mendapat beasiswa. Langkah efektif ini memungkinkan isian formulir lebih meyakinkan. Saking banyaknya pelamar beasiswa penguji sangat selektif memilih pelamar dengan “free eror” pada surat lamaran dan isian formulir.

  1. Setelah ada panggilan wawancara musti mempersiapkan diri secara baik, menjaga fisik misalnya jangan begadang malam ketika esok pagi wawancara. Jawaban harus jujur antusias, jawaban harus sesuai dengan isian di formulir, kemudian “menjual” diri dengan kata kata dan bukti.

Buatlah jawaban sealamiah mungkin apalagi berdasarkan pengalaman maka menjadi point plus plus. Misalnya ketika calon penerima beasiswa diminta menjelaskan visi misinya “ingin menyelamatkan hutan di Indonesia akibat dibabat habis oleh koruptor” jawabannya masih terlalu makro. Narsum menyarankan ceritakan yang sudah dilakukan sendiri meskipun kecil, misalnya ketika SD ikut pramuka kemudian menanam bibit pohon di pingiran danau untuk mencegah erosi. Justru jawaban seperti ini yang mengena dan mendapat point tinggi.

  1. Sambil menunggu hasil lakukan riset tentang sekolah yang akan dituju,

Perlu sekali mengenal sekolah yang dilamar lebih jauh setelah mengikuti serangkaian proses atau bisa juga mencari informasi beasiswa di lain lembaga sekaligus mencoba mengikuti. semakin banyak lamaran beasiswa maka kemungkinan diterima ada.

PB

* Peraih beasiswa memang punya banyak faktor termasuk miracle, Uda Hasbi (Narasumber) berkisah ada satu temen yang merasa bahasa englishnya biasa biasa saja tapi lolos beasiswa, artinya keajaiban memang bisa tejadi bagi siapa saja, tapi tanpa mengisi formulir dengan teliti keajaiban itu bagaimana mungkin terjadi.

Ina

Ada yang saya garis bawahi dari hasil tulisan yang di posting di kompas :    

Sekian banyak peserta yang hadir, ada juga yang berasal dari Komunitas Pemburu Beasiswa. Komunitas ini tempat saling berbagi informasi dan tempat menguatkan sesama anggota yang belum beruntung, Jadi bagi siapa saja anda yang ingin bersekolah “gratis” keluar negri, jalan itu terbuka lebar di hadapan tanpa memandang harta dan kasta. Sekali lagi ternyata beasiswa bukan saja bisa diraih bagi yang pandai tetapi pantas diraih bagi siapa yang  melebihkan usaha.

SEMANGAT!!!

ina3 ina4

Pulpen dari Uda Hasbi
ina5

Peserta & Panitiaina6 ina7

Ina-Ahmad Fuadi-Puji-Retaina8

@PemburuBeasiswa @Bitread_IDina8 ina10

Bersama tim Bitread
ina11 ina12

Bersama bang Ahmad Fuadiina13


World Education Expo Indonesia 2014 aims to provide an educational platform for prospective students of overseas universities, colleges and academic institutions to further obtain help in planning and making informed decisions prior to furthering their studies at those institutions. Representatives from respective academic institutions will share with the students the do’s and don’ts of overseas Universities applications.

World Education Expo Indonesia guarantees a minimum audience of 10,000 students from over 100 national high schools in Jakarta, as we cooperate with high schools and provide scheduled bus pick-ups for free. We expect around 20,000 students to come as we utilize an extensive promotional campaign that spans across various channels – including TV, billboard, radio, print, and online.

This event will also become an annual large-scale reunion and gathering of overseas academic institutions, overseas and local governmental education bodies, non-profit organizations, and other sponsors and partners. The organizers also hope to strengthen the network among international academic institutions with prospective students, current students and alumni beyond the event date, and for many, it builds long lasting friendships through knowing each other in the event.

World Education Expo Indonesia is supported by the Indonesian Ministry of Education and Culture (Mendiknas). This event is also highly supported by a number of embassies, overseas governmental educational bodies, sponsors and partners.

Sumber : http://www.weeindonesia.com/about.php# (3-4 October 2014 | Balai Kartini, Jakarta 10 am-5 pm)

Seminar WEEI 2014 Jakarta

CES

1 2 3 4 5 7 8 9 10 6

1112131415171819 20 21 22 23
25

Jumat, 03 Oktober 2014


Bismillah…

Di lihat dari judulnya seperti saya mau menulis kisah di suatu tempat, iya rabu  17 september 2014 kemarin tepat jam 16:00 WIB saya berangkat dari taman mini menuju blok M. Niat ini sudah saya pendam lama, saya mau silaturahim ke Daarut tauhid jakarta yang berada di cipaku, kebayoran baru jakarta. Alhamdulillah saat searching twitter nya Aagym ada info kajian tauhid di masjid daarut tauhid..Nah! Pas banget! batin saya acara akan di laksanakan pagi atau siang ternyata sore sampai malam , kajian tauhid dimulai 18:30-2100 WIB di masjid daarut tauhid. Buat saya kota jakarta itu adalah kota yang mudah di akses untuk kemana-mana, nyata nya memang iya tapi kemarin tidak. Saya buta jalan menuju Blok M, untuk menuju Blok M bisa dijangkau naik busway dari halte pinang ranti transit di halte bendungan hilir lanjut turun di Blok M. Awal sampai di halte blok M memang cukup mudah karena naik busway buat saya tidak terlalu memusingkan dibandingkan naik angkot, dari blok M saya turun sebenarnya sudah suntuk dengan penuh orang berjalan menuju mall, menurut hasil chat saya dengan panitia DPU daarut tahid via bbm saya dari blok M harus naik kopaja 57 turun di perempatan gereja pasar santa. Baiklah, saya sudah di pusingkan arah menuju pasar santa kemana (?) perempatan blok M yg asing buat saya, akhirnya tanya pak polisi yang berada di tengah jalan dan menunjukkan jalan arah pasar santa. Naiklah kopaja 57 dan petugas kopaja pun kelewatan nurunin saya di tepat pasar santa -__- saya diturunkan depan kampus BSI, alhamdulillah meskipun harus berjalan cukup jauh dari BSI ke masjid daaurut tauhid banyak pelajaran berharga ketemu seorang ibu sendirian yang juga menuju kesana. Benar “Allah Maha Dekat, Maha Memperhatikan, Maha Baik, Maha Menolong, yang tak mintapun diberi, apalagi yang benar2 memohon” lanjut sambil jalan menuju daaurut tauhid ngobrol sama ibu itu ga sempet tanya siapa nama nya, saya tanya : Ibu ga di anter putra/putri nya? jawaban ibu itu : Memangnya saya kelihatan sudah punya anak ya?  , duh apa saya salah tanya yah (batin saya) saya jawab : hehe, maaf bu saya lihat ibu sendirian saja agak kebingungan mau nyebrang jalan tadi. Ibu itu tanya lagi : kamu tebak kira2 usia saya berapa?, saya: senyum manis sambil jawab, 32 tahun bukan? ibu : saya belum nikah mbak, usia saya sudah 54 tahun. Allah masih ingin saya terus minta dan minta kepadNya. Mbak sendiri baru pulang sekolah ga dijemput bapaknya? saya : (Muka kaget) hehe maaf ya bu, saya nda tahu. Saya sendiri kesini, orang tua saya di semarang dan sudah lulus sekolah..ibu itu dengan nada kalem ,” ohh, wajahnya kayak masih sekolah” …dan obrolan bersambung ketika kami sudah sampai di depan masjid dan pisah ibunya langsung masuk ke dalam masjid saya mohon izin ambil wudhu.

Kita harus siap, sebaik apapun yang kita lakukan tak akan bisa memuaskan semua pihak bahkan akan ada yang tetap mencela, kalimat dari aagym ini begitu ngena dihati saya. Kajian aagym dimulai setelah shalat isya berjamaah, setelah shalat maghrib diisi kajian oleh ust edi abu marwa.

Aagym selalu mengulang kalimat ini, “ Makin banyak berharap dipuji, dihargai, dihormati, dikagumi, dicintai, dibalas budi makan gampang tersinggung dan sakit hati” Cukup Allah Saja niatkan lillahi ta’ala. Saya akui apapun yang di sampaikan aagym selalu masuk ke hati benar2 air mata saya selalu keluar ketika saya harus mengingat masa lalu atas dosa2 saya..Astagfirullah semoga Allah mengampuni dosa2 saya yang lalu, karena itu dimanapun ada kajian tauhid pasti saya kejar maupun jauh kalau masih bisa jangkau akan saya perjuangkan untuk datang. Sebelum kajian tauhid di masjid daarut tauhid hari sebelumnya Aa mengisi kajian AL hikam di masjid al latief di pasar raya, saya pun ikut. Malamnya lanjut di daaurut tauhid saya relakan ganti jadwal ngajar privat ke hari selanjutnya karena kamis Aa menunaikan ibadah haji. Jadi itu kajian terakhir sebelum berangkat ke baitullah, sungguh apapun yang di sampaikan dari hati akan sampai ke hati. Begitupun apapun yang di sampaikan Aa ke jamaah nya selalu masuk dan sampai ke hati.

Carilah seribu satu alasan untuk berbaik sangka niscaya akan lebih tenang dibandingkan hidup penuh prasangka buruk.. kadang saya berpikir ketika mengingat dosa2 yang lalu apakah orang yang pernah saya sakiti, saya kecewakan masih mau memaafkan saya? ternyata jawaban nya satu “Khuznudzon” berprasangka baiklah, kalau bisa setiap habis sujud shalat kita doakan karena siapapun dia pasti punya salah dan punya masa lalu. Ketika kita sudah minta maaf, urusan mau dimaafkan atau tidak itu urusan nya sama Allah. Yang pasti kita benar2 tulus minta maaf, jujur mengakui kesalahan dan Lillahi ta’ala… Allah..Allah ..Allah terus kata per kata dan kalimat yg di lontarkan aa yang keluar, air mata saya tak tertahan harus berlinang. Fokus perbaikan diri, biarkan apapun kata manusia mau dipercaya atau tidak itu ga masalah, asal Allah ridha dan kita benar2 ikhlas. Semua akan baik2 saja.

Kajian tauhid ditutup dengan doa dan air mata bertumpahan dari jamaaah, kajian selesai tepat pukul 21:00 Wib, yang saya pikir ketika keluar masjid “semoga Allah ridha, semoga saya sampai rumah dengan selamat. Asli saya pulang sendirian dan gatau naik apa mau menuju blok M nya karena memang sudah sepi, jamaah yang hadir kebanyakan orang2 yang bekerja di sekitar perusahaan2 di dekat daaurut tauhid. Saya niatkan saya pasti sampai rumah, bismillah akhirnya ada kopaja lewat kopaja 57. Memang jadwal kajian hari itu banyak teman2 saya yang ga bisa datang karena jauh dan belum pada pulang kerja. Jadi saya bertekad datang sendiri, saya pulang naik kopaja 57 menuju blok M, saya sudah bilang ke kenek kopaja kalau saya turun di terminal blok M, alhasil saya diturunkan di tengah jalan yang saya sendiri gatau dimana, sepi hanya ada motor dan sebelum saya turun gamis nyangkut di kopaja. Mungkin itu kode jangan turun heu heu tapi apa daya kenek nya bilang blok M mbak, ya saya turun. Ya Allah turun dr kopaja sepi, langsung di hampiri pak polisi ,” mau kemana dik? kata polisinya. Mau ke halte busway yg di blok M pak ,”jawab saya. Ini masih jauh ke blok M, dan belum saya jawab ada tukang ojek,” mau kemana mbak? naik ojek saja. Saya belum jawab apa2 karena ga habis pikir ini rencana Allah juga, akhirnya pak polisi nya bilang,” Ga usah pak, biar saya yang anter. Ayo dik naik kebetulan saya lewat sana, lewat blok M. Sudahlah, saya naik bareng pak polisi. Tadi bilang bagaimana kok bisa turun disana? tanya polisi. Saya bilang turun di terminal blok M pak, dan keneknya bilang mbak turun disini, ya saya turun. “jawab saya. Metromini kurang ajar, gumam pak polisinya. Ya sudah lain kali hati2…

Akhirnya saya diantar sampai depan blok M, dikasih petunjuk masuk arah mall turun satu lantai itu ada loket busway..Alhamdulillah sampai. Allah masih menjaga saya, menolong saya..Istighfar….

Saya sampai rumah tepat jam 22:47 Wib, lumayan sepi dan mata saya sudah ga kuat jalan heu

Luangkan waktu untuk tafakuri diri, taubati lumuran dosa2, sungguh air mata tobat akan jadi jalan ketenangan dan solusi.

Alhamdulillah..Alhamdulillah..Alhamdulillah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Bismillah…

Alhamdulillah..Alhamdulillah..Alhamdulillah Allah masih memberikan kesehatan kepada saya, untuk bisa melanjutkan berceloteh di blog ini lagi setelah dua minggu saya terkapar jatuh dari motor sebulan yang lalu. Tepat sebulan saya jatuh itu luar biasa nikmat dari Allah, jatuh dalam keadaan pingsan lama kepala bocor dan tangan kanan ga bisa digunakan bahkan angkat garpu pun tak kuat waktu itu :D Alhamdulillah, semua berakhir dua minggu an lebih saya di rawat. “Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengannya, yaitu kesehatan dan kesempatan”. (HR.Bukhari dari Ibnu Abbas). Kita seringkali baru merasakan akan berbagai macam kenikmatan hidup sehat adalah ketika kita sedang sakit. Dalam keadaan kita sakit itulah kita baru menyadari akan berbagai hal kenikmatan hidup ketika dalam keadaan badan dan tubuh yang sehat. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa aktif lagi itu adalah sebuah nikmat luar biasa buat saya, ketika saya sakitpun sahabat-sahabat saya berdatangan itu menambah nikmat dan berkah saya.

Hari berikutnya lebaran 2014 momentum bisa berkumpul dengan keluarga tercinta, sahabat-sahabat terbaik di rumah, ketika kita benar2 jatuh dan terpuruk disitulah kita akan tahu siapa sebenarnya sahabat kita, saya setuju dengan kalimat ini. Ini sudah saya temukan dan rapat rapat tersimpan di hati saya, mungkin saya kenal ribuan bahkan jutaan orang tapi yang akan selalu dikenang di hati ya cukup saya saja yang tahu dan Allah :) Lebaran 2014 bisa dirumah, bisa ikut reuni dengan teman alumni SMA 1 tepatnya IPA 1 itu juga sangat membahagaiakan, teman yang solid dan kompak meskipun sudah banyak berbeda status dan kalangan beda tempat.

IPA 1

Alumni XII IPA 1

2

Tya, Melisa, Saya, Puput, Arum, Susi

3

Sedikit gaya :D

4

Arum, Tya, Saya, Puput

Kumpul dengan satu gang ipa yang masih komit selalu ngajak jalan kalau saya pulang :))

5

Ulfa, Saya. Diaz, Idha

6

Bisa menghadari Walimatul ‘ursy mbak catur, dia kakak kelas, teman liqo, sahabat curhat, sahabat yang selalu mensupport saya untuk memperjuangkan cita cita juga PB ^^

Nikahan mbak catur]

Saya, Mbak Mia, Mbak Catur, Mbak Asri


ina1

Bersama Sahabat2 Komunitas MJWJ

Sampai bisa mengikuti seminar 7 steps to wedding di suscofindo

o

Seminar “7 Steps to Wedding”

 

Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, supaya muncul suatu ketenangan, kesenangan, ketenteraman, kedamaian dana kebahagiaan. Hal ini tentu saja menyebabkan setiap laki-laki dan perempuan mendambakan pasangan hidup yang memang merupakan fitrah manusia, apalagi pernikahan itu merupakan ketetapan Ilahi dan dalam sunnah Rasul ditegaskan bahwa “Nikah adalah Sunnahnya”. Oleh karena itu Dinul Islam mensyariatkan dijalinnya pertemuan antara laki-laki dan perempuan dan selanjutnya mengarahkan pertemuan tersebut sehingga terlaksananya suatu pernikahan.
Namun dalam kenyataannya, untuk mencari pasangan yang sesuai tidak selamanya mudah. Hal ini berkaitan dengan permasalahan jodoh. Memang perjodohan itu sendiri suatu hal yang ghaib dan sulit diduga, kadang-kadang pada sebagian orang mudah sekali datangnya, dan bagi yang lain amat sulit dan susah. Bahkan ada kalanya sampai tua seseorang belum menikah juga.
Fenomena beberapa tahun akhir-akhir ini, kita melihat betapa banyaknya muslimah-muslimah yang menunggu kedatangan jodoh, sehingga tanpa terasa usia mereka semakin bertambah, sedangkan para musliminnya, bukannya tidak ada, mereka secara ma’isyah belum berani maju untuk melangkahkan kakinya menuju mahligai rumah tangga yang mawaddah wa rahmah. Kekhawatiran jelas tampak, di tengah-tengah perekonomian yang semakin terpuruk, sulit bagi mereka untuk memutuskan segera menikah.

Gejala ini merupakan salah satu dari problematika dakwah dewasa ini. Dampaknya kaum muslimah semakin membludak, usia mereka pelan namun pasti beranjak semakin naik.
Untuk mencari solusinya, dengan tetap berpegangan kepada syariat Islam yang memang diturunkan untuk kemaslahatan manusia, beberapa kiat mencari jodoh dapat dilakukan :
1. Yang paling utama dan lebih utama adalah memohonkannya pada Sang Khalik, karena Dialah yang menciptakan manusia berpasang-pasangan (QS.4:1). Permohonan kepada Allah SWT dengan meminta jodoh yang diridhoiNya, merupakan kebutuhan penting manusia karena kesuksesan manusia mendapatkan jodoh berpengaruh besar dalam kehidupan dunia dan akhirat seseorang.
2. Melalui mediator, antara lain:
a. Orang tua. Seorang muslimah dapat meminta orang tuanya untuk mencarikannya jodoh dengan menyebut kriteria yang ia inginkan. Pada masa Nabi SAW, beliau dan para sahabat-sahabatnya segera menikahkan anak perempuan. Sebagaimana cerita Fatimah binti Qais, bahwa Nabi SAW bersabda padanya : Kawinlah dengan Usamah. Lalu aku kawin dengannya, maka Allah menjadikan kebaikan padanya dan keadaanku baik dan menyenangkan dengannya (HR. Muslim).
b. Guru ngaji (murabbiyah). Jika memang sudah mendesak untuk menikah, seorang muslimah tidak ada salahnya untuk minta tolong kepada guru ngajinya agar dicarikan jodoh yang sesuai dengannya. Dengan keyakinan bahwa jodoh bukanlah di tangan guru ngaji. Ini adalah salah satu upaya dalam mencari jodoh.
c. Sahabat dekat. Kepadanya seorang muslimah bisa mengutarakan keinginannya untuk dicarikan jodoh. Sebagai gambaran, kita melihat perjodohan antara Nabi SAW dengan Khadijah RA. Diawali dengan ketertarikan Khadijah RA kepada pribadi beliau yang pada saat itu berstatus karyawan pada perusahaan bisnis yang dipegang oleh Khadijah RA. Melalui Nafisah sebagai mediatornya akhirnya Nabi SAW menikahi Khadijah RA..
d. Biro Jodoh. Biro jodoh yang Islami dapat memenuhi keinginan seorang muslimah untuk menikah. Dikatakan Islami karena prosedur yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Salah satu di antaranya adalah Club Ummi Bahagia.
3. Langsung, dalam arti calon sudah dikenal terlebih dahulu dan ia berakhlaq Islami menurut kebanyakan orang-orang yang dekat dengannya (temannya atau pihak keluarganya). Namun pacaran tetap dilarang oleh Islam. Jika masing-masing sudah cocok maka segera saja melamar dan menikah. Kadang kala yang tertarik lebih dahulu adalah muslimahnya, maka ia dapat menawarkan dirinya kepada laki-laki saleh yang ia senangi tersebut (dalam hal ini belum lazim di tengah-tengah masyarakat kita). Seorang sahabiat pernah datang kepada Nabi SAW dan menawarkan dirinya pada beliau. Maka seorang wanita mengomentarinya, “Betapa sedikit rasa malunya.” Ayahnya yang mendengar komentar putrinya itu menjawab, “Dia lebih baik dari pada kamu, dia menginginkan Nabi SAW dan menawarkan dirinya kepada beliau.”
Sebuah cerita bagus dikemukakan oleh Abdul Halim Abu Syuqqoh pengarang buku Tahrirul Mar’ah, bahwa ada seorang temannya yang didatangi oleh seorang wanita untuk mengajaknya menikah. Temannya itu merasa terkejut dan heran, maka wanita itu bertanya, “Apakah aku mengajak Anda untuk berbuat haram? Aku hanya mengajak Anda untuk kawin sesuai dengan sunnah Allah dan Rasul-Nya”. Maka terjadilah pernikahan setelah itu.
Semua upaya tersebut hendaknya dilakukan satu persatu dengan rasa sabar dan tawakal tidak kenal putus asa. Di samping itu seorang muslimah sambil menunggu sebaiknya ia mengaktualisasikan kemampuannya. Lakukan apa yang dapat dilakukan sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan dakwah. Jika seorang muslimah kurang pergaulan, bagaimana ia dapat mengenal orang lain yang ingin menikahinya.
Barangkali perlu mengadakan evaluasi terhadap kriteria pasangan hidup yang ia inginkan. Bisa jadi standar ideal yang ia harapkan menyebabkan ia terlalu memilih-milih. Menikah dengan orang hanif (baik keagamaannya) merupakan salah satu alternatif yang perlu diperhatikan sebagai suatu tantangan dakwah baginya.
Akhirnya, semua usaha yang telah dilakukan diserahkan kembali kepada Allah SWT. Ia Maha Mengetahui jalan kehidupan kita dan kepadaNyalah kita berserah diri. Wallahu A’lam bishowab.

semoga kita dipertemukan oleh pasangan yang baik untuk kehidupan dunia dan akhirat kita. Ayo pantaskan diri!! :)

 

Intinya saya menunggu bulan ini, tepatnya bulan september. Ada dua tanggal yang saya benar tunggu2 :D Dan ketika saya menulis ini belum ada tanggal dari kedua itu yang terlewati, semoga September ini jadi berkah dan barokah buat saya. Aamiin yaa Rabbal’alamiin

September Sejuta Cerita di mulai. ^^

 

 

 

 

 


Tembagapura, Mimika

Bismillah..

Melanjutkan postingan sebelumnya perjalanan saya selama di papua ngapain aja, Tembagapura selanjutnya. Kecamatan Tembagapura adalah sebuah distrik setingkat kecamatan yang terletak di Kabupaten Mimika, Papua. Di kecamatan ini terdapat dua gunung di mana terletak dua tambang besar, masing-masing tambang Ertsberg (tambang tembaga) di Gunung Erstberg dan tambang Grasberg di Gunung Grasberg yang merupakan tambang dengan cadangan tembaga terbesar ketiga di dunia dan cadangan emas terbesar di dunia. Kedua tambang ini dioperasikan oleh PT. Freeport Indonesia. Kami bertiga sengaja berangkat dari kuala kencana ke tembagapura pagi-pagi dengan mobil freeport ke bandara mozes kilangin di timika, berharap naik coper menuju ke atas supaya lebih cepat sampai tapi alhasil cuaca tak mendukung, alternatif naik bis antri peluru. Yes! kapan lagi naik bis anti peluru :D Kami berangkat pukul 05.00 WIT waktu papua, menuju ke bandara bersama 2 orang panitia dan putranya salah satu panitia, Ryas namanya. Pukul 09.00 WIT kami baru berangkat, awal dibenak saya bis nya ber AC , ada Tv nya dan menyenangkan dan ternyata sebaliknya. Bis pengap, dan tidak bisa melihat keadaan di sekitar seperti apa, 2 jam perjalanan hanya mantengin HP buka google maps ga konek2 -_- dan paling menyedihkan saya duduk disebelah orang papua. Saya akan menggambarkan seperti apa orang disana, hanya adem panas badan saya selama di bis menanti “Kapan sampai” ga kuat dan ga tahan.

1Jalan sekitaran rumah, bersih tanpa sampah

2Adik2 di papua yg sedang mendengarkan pengajian34568Foto2 yang belum saya upload di Kuala kencana :D

Tiba di tembagapura disambut oleh beberapa panitia, yang ternyata masih harus naik2 lagi ke atas sekitar 10 menit menuju tempat tujuan.

11 2123242526272829

Tempat yang membuat betah untuk tinggal tapi juga sport jantung setiap hari :D

47 46Perumahan Freeport

454441403937Bis anti Peluru

36353120201314


Bismillah..

Lama nian saya tak menulis di blog ini, belum sebulan tapi serasa setahun :D Masalah kian berganti hadir silih berganti yang lalu belum usai yang baru ada lagi, ya inilah hidup. Tanpa masalah hidup ini tak berwarna putih polos kain tanpa noda, karena masalah kita belajar KUAT dan SABAR menghadapi apapun. Kalau orang-orang yang selalu saya temui akhir akhir ini selalu bilang saya selalu menebar senyum ke mereka tanpa ada beban dan masalah, padahal tidak. Justru masalah saya itu banyak *ceileh :D apalagi masalah komunitas PB yang belum usai *eh :)) tetapi semua ini banyak pelajaran yang saya dapat dan pembelajaran berharga. Saya jadi tahu mana sahabat-sahabat yang sesungguhnya, makna kepercayaan dan kejujuran dalam hal apapun, dan banyak yang benar benar membuat mata hati saya terbuka lebar. Di tulisan saya utk edisi bulan mei ini saya bukan mau cerita tentang masalah, tapi perjalanan dakwah saya ke papua. Iya, PAPUA yang selalu dulu sebelum saya kesana hanya ada yang ada didalam benak adalah orang orang berkulit hitam semua dengan pemikiran yang belum mau maju, itu pikir saya sebelum datang melihat langsung ke lapangan.

Berawal berangkat dari bandara soekarno hatta cengkareng pukul 17:00 WIB dengan pesawat AIRFAST menuju bandara mozes kilangin international airport. Karena pesawat terbang pukul 20:45 WIB , perjalanan jakarta – papua ditempuh selama 6 jam. Luar biasa pegel nya, tapi kalau niat awal ibadah insyaAllah tak terasa semua indah dan lillahi ta’ala.

11Pemandangan dari atas pesawat

12 13Tiba di bandara pukul 06:30 WIT

Tiba di bandara mozes kilangin tepat pukul 06:30 WIT jam papua, kami langsung menuju ke wisma HMM yang sudah disediakan oleh panitia. Sepanjang perjalanan menuju wisma di dalam batin saya hanya mengucap atas kekaguman bumi Allah yang indah ini. Menuju ke wisma HMM di kuala kencana tempat tinggal kebanyakan orang orang yang bekerja di freeport. Luar biasa peraturan nya, tak nampak ada kemacetan sedikitpun, tak ada lampu merah, tak ada polisi di jalan sepanjang perjalanan ke kuala kencana. Ketika di jalan pun benar benar rapi dan teratur mobil ga ada yang saling mendahului, kecepatan pun sudah di atur jika melebihi aturan bisa kena dena 400-1,2 juta, saluran air pun di jalan bersih tidak ada genangan air untuk sarang nyamuk, jalan masuk dari datang sampai tujuan tidak ada sampah kecuali hanya pohon pohon rindang nan indah yang ada, ini namanya surga dunia…

14

Kuala Kencana 15

16 17 18

Perjalanan hari pertama di kuala kencana ….

Bersambung…. (Lanjut besok saudara2, ada kendala)

 

 

 

 

 

Wanita, Perhiasan Dunia


Bismillah.. Pagi ini di IC, mencari inspirasi baru dengan mbak rindu.

 

Reblog dari Catatan pak Herry Cahyadi, thanks to remind me!  mari kita simak tulisan indah ini sebagai pengingat para Lelaki dan sebagai pembelajaran untuk kita para calon istri dan istri :)

Seringkali saya cukup jengah membaca beberapa artikel yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinat dan saya merasa hal itu sangat keterlaluan. Laki-laki dan perempuan itu sama, yang membedakan adalah level ketaqwaannya. 

Namun, dalam teorinya, selalu ada penafsiran yang keliru dan cenderung fallacy(sesat pikir). Bisa jadi hal ini berkembang karena pengaruh tradisi lokal yang cukup kuat. Misalnya, kebudayaan di Asia belum tentu sama dengan di Eropa. Di Asia, tradisi bisa jadi jauh lebih kuat ketimbang penerapan agama. Di Indonesia pun satu daerah belum tentu sama dengan daerah lain. Terkadang pengaruh ini tercampur dengan penerapan agama yang parsial.

Sebagai contoh artikel berikutPengorbanan Istri Yang Sering Tidak Disadari Suami Di dalamnya berisi tujuh poin “pengorbanan” istri terhadap suami. Mengapa saya gunakan tanda petik dua (“), sebab menurut saya apa yang ditulis bukanlah pengorbanan, namun kekeliruan pemahaman. Saya yakin ini kasuistik (hanya dialami oleh penulis atau terlokalisasi di sekitar penulis artikel tersebut). Yang jelas, hati kecil saya berontak dan tidak menerima jika perempuan direndahkan dengan pemahaman keliru. Harus ada yang dikoreksi dari bagaimana cara berpikir sebagian orang mengenai posisi perempuan—terutama ketika dipandang sebagai seorang istri. Berikut komentar saya:

1. “Ketika suami menikah lagi dan perempuan berusaha menerima (karena alasan ekonomi atau agama atau alasan apapun), ia akan duduk sendiri di setiap malam dalam gelap kamar saat suaminya tengah mendekap mesra seorang perempuan lain di ranjang lain. Ia akan (mungkin) menangis karena terluka, tapi demi anak-anak ia akan berusaha menerimanya dengan sabar.”

O please, jangan jadikan seolah perempuan harus menerima itu semua. Perempuan berhak menolak. Bahkan, sebelum pernikahan perempuan punya hak untuk meminta calon suaminya untuk tidak melakukan hal itu. Saya pribadi suka sekali dengan keberanian Ana dalam Ketika Cinta Bertasbih, ketika meminta calon suaminya untuk tidak menikah lagi selagi dia masih hidup. Ana bilang, “Saya tidak mengharamkan poligami. Tapi saya tidak suka. Sama halnya seperti petai. Saya tidak suka petai, tapi bukan berarti saya bisa mengharamkan petai. Saya tidak makan petai.” Menerima laki-laki yang akan melakukan poligami, sedangkan si perempuan tidak suka, lalu “terpaksa” menerimanya, bagi saya, adalah kebodohan. Pastikan calon suamimu tidak akan pernah melakukan itu. Bahkan, terpikirkan pun tidak. Dan, suami terbaik adalah ia yang tidak pernah membiarkan istrinya menangis, apalagi karena suaminya.

2. “Sebagai istri ia siap mengorbankan impian-impianny­a demi mengurus suami (yang kadang bersifat kekanak-kanakan­ dan minta diurus) dan anak-anak yang bandel.”

Saya cuma mau bilang: lelaki macam apa itu? Tega mengubur impian-impian istri demi mengurusi dirinya? Apalagi jika yang dimaksud “mengurus suami” itu sebagai “melakukan pekerjaan pembantu” (tolong bedakan pekerjaan rumah tangga sebagai istri dengan pekerjaan pembantu rumah tangga). Bagi saya, setiap orang punya hak untuk bermimpi dan mengejar impiannya masing-masing. Pasangan yang baik adalah mereka yang bahu-membahu membantu suami atau istrinya mencapai impiannya. Bukankah seharusnya begitu? Bukankah letak keindahannya di situ? Suami mengurangi beban dan ikut merasakan kepayahan istri dalam mengejar cita-citanya. Begitu pula sang istri kepada suaminya. Sehingga mereka berjaya bersama atau hancur bersama.

3. “Ketika suami mencela masakannya, ia akan bersusah payah belajar masak dari siapapun untuk bisa menghidangkan makanan dengan rasa terbaik pada suami dan anak-anaknya.”

Astaghfirullah! Ketahuilah, sepanjang hidup Rasulullah, beliau tidak pernah sekalipun mencela masakan yang dibuat istrinya. Kalau menggunakan ukuran agama. Pertama, dilarang keras mencela makanan. Kedua, wajib hukumnya berakhlak baik kepada istri (dalam hal apapun). Mencela makanan yang dibuat istri sudah menyalahi kedua syarat akhlak tersebut. Itu baru dua, masih banyak yang lainnya. Jadi, sebelum menyebutkan “kesabaran atau pengorbanan” istri terhadap celaan suaminya, suaminya telah salah duluan. Dan, suami macam apa yang mencela masakan istrinya?

4. “Ia bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jam kerjanya tak berbatas. Ia bangun ketika siapapun di rumah belum bangun, mulai bekerja, memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian, lalu mengurus suami sebelum pergi kerja, mengurus anak-anak berangkat sekolah, ketika pakaian kering di jemuran ia akan mengangkatnya dan menyetrika dengan rapi.”

Oh stop, please! Istri bukanlah pembantu! Baca lagi Istri bukan pembantu

5. “Kemudian setelah begitu capek mengurus rumah tangga, malam giliran memenuhi ini itu suaminya. Mulianya seorang istri adalah: tukang masak, tukang cuci, cleaning service, babu dan penghibur suaminya digabung jadi satu.”

Na’udzubillah! Ini kesesatan berpikir yang sangat nyata. Di manakah letak kemuliaannya? Bukankah ini bentuk perendahan sejadi-jadinya? Istri jadi seperti babu dan penghibur itu disebut mulia? Astaghfirullah. Saya benar-benar berlindung dari cara pikir seperti ini. Ini kesesatan berpikir yang fatal. Ingin saya rudal rasanya orang yang berpikir seperti ini.

6. “Ketika suaminya menginginkan punya anak 4, 5, 6 atau 9 orang, ia sebagai istri harus siap menderita mengandung anak dan bertarung nyawa melahirkannya.” 

Di poin ini letak semulia-mulianya perempuan. Laki-laki tidak akan pernah bisa mendapatkan kehormatan ini. Mengandung dan melahirkan adalah proses paling menakjubkan di dunia. Tetapi, perlu dicatat, istri pun berhak untuk mengendalikan kelahiran. Suami pun harus tahu diri tentang hal ini.

Inilah mengapa kewajiban mencari nafkah lahir dan bathin adalah sepenuhnya kewajiban suami. Bisa jadi sebagai pengganti—meski tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan mengandung dan melahirkan—kesakitan sang istri. Dan, perlu diketahui pula bahwa dalam mencari nafkah suami pun harus banting tulang.

7. “Meski laki-laki tak paham benar, tapi Allah Maha Mengerti, karena itulah ia memberi reward pada pengorbanan perempuan. Bagi yang meninggal karena melahirkan anak, Tuhan langsung memberinya surga.”

Laki-laki memang tidak akan pernah paham bagaimana rasanya mengandung dan melahirkan seperti poin sebelumnya. Tetapi bukan berarti laki-laki tidak mendapatkan kewajiban pengorbanan yang sama. Dan, ini tidaklah sama dengan menjadikan istri sebagai subordinasi dari laki-laki. Melahirkan adalah sebentuk jihad bagi perempuan.

Tak Habis Pikir

Saya tidak habis pikir mengapa pekerjaan dapur-sumur-kasur itu disematkan sebagai pekerjaan wajib istri. Sehingga mengepel, menyuci, menyetrika, dsb dianggap domain perempuan. Saya meyakini ini adalah produk budaya lokal yang terasimilasi dengan penerapan agama. Ditambah banyak penafsiran terhadap hak dan kewajiban suami-istri yang dipahami parsial, jadilah tradisi subordinasi perempuan terus lestari. Perpaduan antara dominasi laki-laki sebagai budaya lokal dan penafsiran terhadap teks yang terlalu maskulin.

Jika ada perempuan yang menjalani itu semua dengan penuh keikhlasan tanpa tekanan, tradisi budaya, atau pemahaman parsial agama, bagi saya itu bagus sekali. Mungkin banyak alasan yang bisa diberikan. Namun, jika itu semua dilakukan dengan keterpaksaan budaya—tanpa diketahui hakikatnya, maka itulah yang keliru. Lebih keliru jika kesalahan berpikir itu terus dikampanyekan seolah istri-istri akan mulia dengan melakukan pekerjaan pembantu atau seperti poin-poin di atas. Keikhlasan karena kesadaran jauh lebih baik dari keikhlasan karena keterpaksaan.

Jika “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah,” maka lelaki shalih tentu akan menjaga perhiasan itu dengan jiwa raganya, merawatnya dengan teliti dan hati-hati, dan menyimpannya di tempat terbaik. Tidak masuk di akal jika perhiasan itu ia gunakan untuk memukul paku, mengganjal pintu, gantungan baju, atau digunakan untuk pekerjaan kasar, kotor, lagi menggerus keindahan perhiasan tersebut. Bukankah begitu?

Itu yang saya pahami secara sederhana dari perhiasan—dengan makna sesungguhnya. Bagaimana jika “perhiasan” yang dimaksud adalah manusia? Tentu akan jauh istimewa perlakuannya, bukan?”

Dua kali saya membaca artikel diatas dan dua kali pula saya menitikan airmata, saya jadi ingat kalimat ustadz Maulana “Perempuan adalah satu satunya manusia yang rela perutnya dirobek demi kehidupan anak anak suaminya” 

Subhanallah, jaga diri kita ya ukhti untuk jadi perhiasan terindah, I love you …

#menyeka airmata

FKIC – KKO


Bismillah…

KKO

ina

IC

TIM FKIC

l

KKO Bandung


Orang yang membencimu justru orang yang sangat perhatian padamu, tapi dengan cara yang salah.
Biarkan dia membicarakan keburukanmu pada orang lain, toh tak akan membuat dia terlihat hebat. Justru sebaliknya.
Jadi, balaslah dia bukan dengan amarah tapi dengan senyumanmu. :)

Kalimat obrolan dengan seseorang di organisasi yang baru saya ikuti. Sebut saja mas R, saya selalu terkagum kagum dengan apa yang selalu beliau sampaikan. Mulai dari A sampai Z , sekilas kalau dilihat pemalu tapi ilmu agama nya luas sekali. Mengikuti kajian online setiap malam via BBM yang saya ikuti sekarang benar-benar membuat saya menemukan sesuatu yang berbeda dan baru. Allah sayang, Allah Adil selalu menunjukkan jalan kebaikan kepada orang-orang yang mau berusaha lebih baik. Ada kalimat yang pernah saya dengar “Jangan berubah hanya karena ingin dicinta. Jadi dirimu sendiri, dan biarkan seseorang yg tepat menemukan & mencintaimu apa adanya.” Kalau semua orang harus mengerti dan mendukung, kita takkan pernah tau arti memperjuangkan :) Nah disini saya belajar banyak hal, meskipun kajian ini via online dan pertemuan sekali dalam sebulan buat saya lebih efektif. Saya bahagia bersama mereka.

@ JIH

KPK Ni'matul UlumBerhenti menyesali masa lalu, karena itu telah berlalu. Yang terpenting adalah saat ini, jangan sampai kesalahan yg sama terulang kembali. Masa lalu biarlah berlalu…. ^^

Ya Allah, jika karena lisanku ada yang tersakiti, maafkan aku. Dan buka pintu maaf dihati mereka untukku.

 

Salam Cinta :) :) :)

 


Bismillah…

Banyak yang mencari keteduhan bagi jiwanya,

yang dianggapnya begitu,

untuk kemudian ada kata-kata belahan jiwa,

yang terpisah darinya,

menjadikan angan-angan terpatri begitu,

yang sepertinya patut dicari dan diperjuangkan bagai nyata. 

 

Kalaupun kita dapat bertanya, “hendak kemanakah kita ini ? atas semua yang terjadi pada diri ini ?”

dan apabila kita dapat menjawab, sudah tentu dengan mantap kita akan menjawab, “Allah !”

 

Jika memang itu tujuan kita maka segala sesuatu yang terjadi pada kita, yang dihadapi dengan semua rasa dan fikiran itu, adalah bersifat bathil dan akan lenyap pada waktu Nya, berganti-gantian bagai malam dan siang, sebagaimana itu tidak ada pada awalnya maka secepat itu pula dapat menjadi tidak ada pada waktu Nya.

 

Sesungguhnya Allah ta’ala akan terus menguji kita, dengan setiap pengakuan dan pernyataan kita sendiri kepada Nya,

dengan apa yang (menurut kita) baik maka belum tentu itu baik untuk kita. Begitu pula berlaku pada hal yang (menurut kita) buruk, seakan Dia berkata, “hadapkan wajahmu itu hanya kepada Ku !, apapun keadaanmu.”

 

Dia menguji kesungguhan kita dengan apa yang dinamakan cinta, seperti anak panah yang melesat dan menancap tepat di dada kita, dalam pada itu ada ketidak berdayaan dan penyerahan, kembali lagi kepada Nya, karena memang itu adalah milik dan ciptaan Nya dan hanya dari Nya sekaligus bagi Nya semata memang bukan untuk selain Nya.

 

Seberapa rela kah kita menukarkan sesuatu itu ?

yang bersifat kesementaraan dan penciptaan dengan keabadian mutlak Nya ?, seperti apa yang telah dikisahkan dan terjadi,pada junjungan kita Al Mustafa sang Sultan Makkah dan Madinah, tambatan cintanya Khadijah kembali pulang kepada Sang Penguasa Kerajaan Baqa dan Qurbah, kepedihan dan keperihannya, terpisahkan jarak yang tidak dapat dijangkau oleh akalnya, karena pengorbanan dan kerelaannya atas hal itu, Al Mustafa pun berjumpa dengan jarak sejengkal bersama dengan Dzat sumber atas semua cinta, dambaan serta tambatan keabadian, di atas seluruh kenikmatan Surga yang disediakan Nya, alam kedekatan Nya, kekasih sesungguhnya yang saling bertatapan.

 

Seberapa malunya kah kita yang terus berjuang ? hanya untuk sebuah kesementaraan, dan rela menukarkannya dengan keabadian Nya ? lihatlah dan tengoklah jiwa kita, bagai orang yang thowaf di sekeliling rumah Nya, ia dapat melihat dan mengira telah mendekat, ternyata dengan jarak kejauhannya sendiri.

 

Allahumma Ya Musabibal Asbab, Ya Muqalibal Qulub. Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimiin wa laa hawla wala quwwata illa billah..

 

…. Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ….

 

Barakallahufikum ….

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 136 other followers

%d bloggers like this: