Latest Entries »

FKIC – KKO


Bismillah…

KKO

ina

IC

TIM FKIC

l

KKO Bandung


Orang yang membencimu justru orang yang sangat perhatian padamu, tapi dengan cara yang salah.
Biarkan dia membicarakan keburukanmu pada orang lain, toh tak akan membuat dia terlihat hebat. Justru sebaliknya.
Jadi, balaslah dia bukan dengan amarah tapi dengan senyumanmu. :)

Kalimat obrolan dengan seseorang di organisasi yang baru saya ikuti. Sebut saja mas R, saya selalu terkagum kagum dengan apa yang selalu beliau sampaikan. Mulai dari A sampai Z , sekilas kalau dilihat pemalu tapi ilmu agama nya luas sekali. Mengikuti kajian online setiap malam via BBM yang saya ikuti sekarang benar-benar membuat saya menemukan sesuatu yang berbeda dan baru. Allah sayang, Allah Adil selalu menunjukkan jalan kebaikan kepada orang-orang yang mau berusaha lebih baik. Ada kalimat yang pernah saya dengar “Jangan berubah hanya karena ingin dicinta. Jadi dirimu sendiri, dan biarkan seseorang yg tepat menemukan & mencintaimu apa adanya.” Kalau semua orang harus mengerti dan mendukung, kita takkan pernah tau arti memperjuangkan :) Nah disini saya belajar banyak hal, meskipun kajian ini via online dan pertemuan sekali dalam sebulan buat saya lebih efektif. Saya bahagia bersama mereka.

@ JIH

KPK Ni'matul UlumBerhenti menyesali masa lalu, karena itu telah berlalu. Yang terpenting adalah saat ini, jangan sampai kesalahan yg sama terulang kembali. Masa lalu biarlah berlalu…. ^^

Ya Allah, jika karena lisanku ada yang tersakiti, maafkan aku. Dan buka pintu maaf dihati mereka untukku.

 

Salam Cinta :) :) :)

 


Bismillah…

Banyak yang mencari keteduhan bagi jiwanya,

yang dianggapnya begitu,

untuk kemudian ada kata-kata belahan jiwa,

yang terpisah darinya,

menjadikan angan-angan terpatri begitu,

yang sepertinya patut dicari dan diperjuangkan bagai nyata. 

 

Kalaupun kita dapat bertanya, “hendak kemanakah kita ini ? atas semua yang terjadi pada diri ini ?”

dan apabila kita dapat menjawab, sudah tentu dengan mantap kita akan menjawab, “Allah !”

 

Jika memang itu tujuan kita maka segala sesuatu yang terjadi pada kita, yang dihadapi dengan semua rasa dan fikiran itu, adalah bersifat bathil dan akan lenyap pada waktu Nya, berganti-gantian bagai malam dan siang, sebagaimana itu tidak ada pada awalnya maka secepat itu pula dapat menjadi tidak ada pada waktu Nya.

 

Sesungguhnya Allah ta’ala akan terus menguji kita, dengan setiap pengakuan dan pernyataan kita sendiri kepada Nya,

dengan apa yang (menurut kita) baik maka belum tentu itu baik untuk kita. Begitu pula berlaku pada hal yang (menurut kita) buruk, seakan Dia berkata, “hadapkan wajahmu itu hanya kepada Ku !, apapun keadaanmu.”

 

Dia menguji kesungguhan kita dengan apa yang dinamakan cinta, seperti anak panah yang melesat dan menancap tepat di dada kita, dalam pada itu ada ketidak berdayaan dan penyerahan, kembali lagi kepada Nya, karena memang itu adalah milik dan ciptaan Nya dan hanya dari Nya sekaligus bagi Nya semata memang bukan untuk selain Nya.

 

Seberapa rela kah kita menukarkan sesuatu itu ?

yang bersifat kesementaraan dan penciptaan dengan keabadian mutlak Nya ?, seperti apa yang telah dikisahkan dan terjadi,pada junjungan kita Al Mustafa sang Sultan Makkah dan Madinah, tambatan cintanya Khadijah kembali pulang kepada Sang Penguasa Kerajaan Baqa dan Qurbah, kepedihan dan keperihannya, terpisahkan jarak yang tidak dapat dijangkau oleh akalnya, karena pengorbanan dan kerelaannya atas hal itu, Al Mustafa pun berjumpa dengan jarak sejengkal bersama dengan Dzat sumber atas semua cinta, dambaan serta tambatan keabadian, di atas seluruh kenikmatan Surga yang disediakan Nya, alam kedekatan Nya, kekasih sesungguhnya yang saling bertatapan.

 

Seberapa malunya kah kita yang terus berjuang ? hanya untuk sebuah kesementaraan, dan rela menukarkannya dengan keabadian Nya ? lihatlah dan tengoklah jiwa kita, bagai orang yang thowaf di sekeliling rumah Nya, ia dapat melihat dan mengira telah mendekat, ternyata dengan jarak kejauhannya sendiri.

 

Allahumma Ya Musabibal Asbab, Ya Muqalibal Qulub. Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimiin wa laa hawla wala quwwata illa billah..

 

…. Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ….

 

Barakallahufikum ….

 


Bismilllah…

Dua bulan sudah berlalu dengan berbagai kesibukan yang luar biasa, Allah menghadirkan sahabat-sahabat luar biasa yang selalu mengingatkanku dalam kebaikan. Benar dalam sebuah kaliamat, bertemu dengan orang yang salah dulu sebelum bertemu dengan orang yang tepat. Dan ini yang saya rasakan sekarang, orang-orang yang saya temui awal 2014 sampai detik ini pun luar biasa. Selalu ada warna dan kenyamanan ketika bersama mereka. Bahkan Ujian apapun yang bertubi-tubi jadi terasa ringan ketika ridha Nya nya yang di kejar :)

Ujian adalah guru yang tidak berbicara, tetapi ia sangat mengajar dan mendidik. Ujian terkecil apalagi terbesar adalah takdir Allah. Yang mempunyai maksud tertentu. Karena jahilnya kita, apabila ditimpa ujian sama ada secara langsung dari Allah atau melalui orang lain, kita mulai telatah. Terasa Allah tidak adil, sengaja hendak menyusahkan kita. Atau kita menyalahkan orang yang mendatangkan ujian tersebut. Hati berdendam hati buruk sangka pada Allah yang mendatangkan ujian itu. Allah Maha Pengasih; jauh sekali Allah takdirkan ujian hanya untuk menyusahkan hamba-Nya. Marilah kita sama-sama mengcungkil hikmah di sebalik ujian yang ditimpakan. Ujian sebenarnya melatih kita untuk mendapatkan sifat-sifat yang terpuji. sabar, ridha, tawakkal, baik sangka, mengakui diri sebagai hamba yang lemah, mendekatkan diri dengan Allah, mengharapkan pertolongan Allah, merasai dunia hanya nikmat sementara dan sebagainya. Berasa diri berdosa adalah juga sifat terpuji. Sebab itu bagi orang yang sudah banyak melakukan dosa atau lalai daripada mengingati Allah, maka Allah datangkan ujian kesusahan kepadanya. Supaya hamba-Nya tadi tidak tenggelam dalam dosa dan noda. Kadangkala Allah dedahkan dosa yang dilakukan hingga ramai orang tahu. Bukan untuk menghinakan kita tetapi untuk memberi ingatan supaya kita bertaubat. Dan tidak meneruskan perbuatan dosa itu sehingga bila-bila Ujian juga bermaksud qisas (pembalasan) ke atas dosa-dosa kita. Setiap perbuatan dosa mesti dihukum, sama di dunia atau di akhirat (kecuali kita telah bertaubat sungguh-sungguh sehingga Allah mengampunkan dosa itu).

Bagi orang yang Allah kasih, di dunia lagi Allah hukum, tidak di akhirat. Yakni dengan di datangkan kesusahan, penderitaan, kesakitan, kemiskinan, kehilangan pengaruh dan sebagainya. Sekiranya kita boleh bersabar dan ridha, maka itulah ganjaran pahala untuk kita. Sebaliknya kalau kita tidak boleh bersabar dan tidak ridha, malah merungut-rungut, mengeluh dan memberontak, hanya akan menambahkan lagi dosa kita. Begitulah Allah Yang Maha Pengasih kepada hamba-hambaNya, tidak mau hukum kita di akhirat, karena penderitaan di neraka berpuluh-puluh kali ganda lebih dahsyat daripada penderitaan di dunia. Sekiranya kita telah dihukum di dunia lagi, kita patut bersyukur kerana apabila kembali ke akhirat, kita telah bersih daripada dosa. Adakalanya, kita ditimpakan kesempitan hidup. Sengaja Allah takdirkan demikian kerana Allah sayang pada kita. Allah hendak melatih kita menjadi orang yang bersabar dan ridha dengan takdir-Nya. Mungkin kita akan sombong dan bakhil kalau dikurniakan harta melimpah ruah, maka Allah didik kita dengan kemiskinan.

 

Apabila kita diuji dengan kesakitan, Allah mau memberitahu kita bahwa begitulah susah dan menderitanya orang yang sedang sakit. Semoga kita menjadi orang yang bertimbang rasa; menziarahi dan membantu mereka yang menderita sakit. Orang yang sedang sakit, hatinya mudah terusik. Sesiapa saja yang datang dan memberi nasihat, InsyaAllah mudah diterimanya. Bagaimana pula kalau kita diuji dengan kematian orang yang paling kita sayangi. Ujian ini sangaja didatangkan agar terasalah kita ini lemah; tiada kuasa untuk menolak ketentuan Allah. Akan tertanamlah rasa kehambaan di dalam hati, sekaligus membuang rasa bangga diri. Begitulah, sebenarnya Allah mau kita sentiasa beringat-ingat. Agar dengan ujian itu, kita sebagai hamba akan datang untuk mengadu, mengharap, merintih belas ihsan, dan sentiasa merasakan hanya Allah tempat meminta segala-galanya. Ujian juga adalah untuk menilai sejauh mana keyakinan kita kepada Allah. Semakin diuji sepatutnya semakin bertambah iman kita, dan semakin hampir kita dengan Allah.

Firman Allah dalam surah Al Imran; 142 yang bermaksud:

     “Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga, pada hal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu dan belum nyata orang-orang yang bersabar.” 

 

Firman Allah dalam Surah Az Zumar;10 yang maksudnya: 

     “Sesungguhnya diberi ganjaran orang sabar dengan pahala tanpa hisab.” 

 

Allah takdirkan ujian demi ujian untuk memberi peluang kepada kita mendapatkan pahala sabar. Barangsiapa yang sabar dan redha tanpa mengeluh, merungut atau syurga. Oleh itu, apa salahnya Allah uji kita karena hendak menyelamatkan kita di akhirat kelak! Berbeda pula halnya dengan ujian yang ditimpakan ke atas para Rasul, para nabi, wali-wali dan kekasih-kekasih Allah. Ujian ke atas mereka bermaksud untuk meninggikan darjat dan kedudukan mereka di sisi Allah. Sebab itu ujian yang mereka hadapi berat-berat belaka. Tatkala Rasulullah berdakwah ke Taif,masyarakat Taif bukan sahaja tidak menerima dakwah baginda, malah mencaci, menghina dan melempari baginda dengan batu dan najis. Para malaikat menawarkan diri untuk menghapuskan orang-orang yang berlaku durjana kepada baginda. Tetapi dengan tenang, baginda menjawab:   

“Biarkan mereka, jangan diapa-apakan mereka kerana mereka tidak tahu, mereka masih jahil.” 

 

Demikianlah, orang-orang yang tinggi taqwa dan keimanannya; tidak mengeluh apabila diuji. Berbeza dengan golongan orang awam seperti kita ni, apabila diuji kita mudah jahat sangka dengan Allah dan berdendam dengan orang yang mendatangkan ujian kepada kita. Walhal bukan orang itu yang hendak menyusahkan kita, tetapi hakikatnya Allah. Allah yang hendak uji kita, menggunakan orang itu sebagai perantaraan. Jadi, tanyalah Allah kenapa kita diuji…. 

 

Marilah kita lihat bandingannya. Katakanlah suatu ketika guru besar mengarahkan ketua murid merotan seorang murid yang melanggar disiplin sekolah. Apa reaksi murid yang dirotan itu? Kalau dia seorang yang insaf dan tahu diri, ia segera terfikir akan kesalahan yang dilakukannya, mungkin dia berazam untuk tidak mengulanginya lagi. Itulah murid yang cerdik, dia sadar hikmah di sebalik dia dirotan. Tetapi bagi murid yang tidak mau berfikir, sudahlah tidak mau mengakukesalahannya, dia berdendam pula kepada ketua murid atau guru besar yang merotannya.Mengapa harus berdendam? Ketua murid hanya menjalankan tugas. Guru besar pula menjalankan keadilan; yang bersalah tidak dihukum, tidak ada jaminan yang dia tidak mengulangi kesalahannya. Kalau begitu, murid yang bersalah itu layaklah dirotan. Begitulah halnya dengan Allah yang Maha Pengasih. Berbagai-bagai cara Allah gunakan untuk mendidik kita.  

 

Diberikan-Nya ujian demi ujian sebagai peringatan kepada kita. Tetapi sedikit sekali yang mencari hikmah dan mengambil iktibar daripada ujian yang ditimpakan. Malahan ujian membuatkan kita bertambah jauh dari Allah; mengeluh dan menyesali takdir Allah. Marilah kita menyadari akan kesilapan kita selama ini. Terimalah segala ujian yang besar mahupun yang kecil sebagai satu didikan terus dari Allah. Dan ingatlah, andai kata kita diuji, kita masih wajib bersyukur kerana masih ada 1001 jenis nikmat lain yang Allah kurniakan kepada kita!  

 

Jadi mengapa mesti merungut ketika diuji?

 

 

Allah Loves You


hidup bukan untuk di sesali, 
bukan untuk di tangisi, bukan untuk di sedihkan.
hidup adalah perjuangan untuk terus bangkit dari kegagalan dan kejatuhan.
dan orang yang berada di puncak, adalah mereka yang sanggup mengelola jiwanya hingga kesedihan,
kecemasan, kegalauan, berlutut menyerah tak berdaya.
sulitnya hidup terkadang merupakan jalan dari tuhan untuk mengasah
 potensi yang ada dalam diri manusia.
bukankah untuk menjadi pedang yang tajam sepotong besi harus rela dibakar dan dipukul berkali kali ?
bukankah untuk menghasilkan mutiara seekor kerang harus rela menahan sakit 
yang berkepanjangan karena pasir yang mengendap di tubuhnya ?
bukankan untuk menjadi seekor rajawali seekor elang harus harus rela menjalani
proses transformasi yang sangat menyakitkan selama berbulan bulan ?
bukankah untuk menjadi seekor kupu kupu yang indah seekor ulat harus
rela menjalani proses menjadi kepompongyang menyiksa ?
dan satu yang harus kita ingat, bahwa kesulitan yang justru membuatmu
 dekat dengan kesulitan, hakikatnya adalah anugrah.
dan kemudahan yang membuatmu jauh dari tuhan hakikatnya adalah petaka.
(Ahmad Rifai Rifan)
ina
ukhuwwah illa jannah (05 Januari 2014)

Lanjut…

Contoh Bidang ilmu sosial. MA in Media

I See myself as a journalist who has been through different facet of media, starting from print, TV, radio and internet. Three years living in the US i can see that the next phase of media industry advancement is heavily depending on visual media, especially moving image in TV and film. Choosing this field is to maximize my skills in visual communication in order to anticipate this next phase of mesia industry trend. I believe that to produce a better quality TV and film product , i need special training in this field. Moreover, as indonesia TV industry is flourishing , a professional trained individual in this filed is higjly in demand while only limited number of people have this kind expertise in indonesia.

The UK’s advanced technology in the field enhance my skills and knowledge and will complete my media related skills to start a new venture in aTV and film production. My acquired TV/visual communication skills in the UK and my hand-on experiences in electronic and printed media will be my valuable asset to star my own business in TV and film production.

As I am committed to start my own bussines, I will not seek for new job in indonesia;s already high unemployment situation after completion of my study in the UK. instead i will provide more jobs for more indonesians by starting my own vebture in TV and film production. I hope that my acquired skills in the UK will help me in producing better quality TV programming and film for indonesia audience. Programs which are not only entertaining but also educating and opening new horizon for indonesians.

During my academic yeras and professional experiences, i have who many highly competitive schemes. For example, I won 2 different international fellowships to malaysia in 1997 and australia in 1995 . In 1999 i was awarded ford scholarship to pursue my education in washinton DC. In my professional lufe, i won media fellowship in universty of maryland in 2002. These consistent good records resulted from commitment persistence and perseverance to whatever I do.

With these good track records I have bright future in indonesian leadership and my future education in the UK can be a good investment for thr UK-Indonesia relationship.


Bismillah…

Karena banyak nya email yg masuk, alangkah baiknya saya tulis satu-satu disini. Contoh personal statement yg saya tulis adalah hasil mengikuti workshop negeri 5 menara 26 oktober lalu mewakili komunitas Pemburu Beasiswa, Semoga bermanfaat..

Contoh Bidang Ilmu pasti MA in Bio energy

1

           Being a new researcher in environment sector that related to renewable energy technology is a blessing granted to me. Since my interest in renewable energy has been occupied my mind when I studied chemical engineering in………it is a reputable university in indonesia which has been known for the hoghly competitive selection and scientific environment.

         I was one of the lucky people who could experience such a wonderful education process which has built my character and knowledge. Moreover, getting a chance to be supervised by a famaous national bio-fuel expert in doing my thesis research on bio-avtur has strenghened my motivation in devoting myself in bio-energy sector. In addition, I also had a chance to be a teaching assistant for “Industrial Wastewater Management” subject that has built my intereset in environment sector. More specifically about biogas that I think is a most appropriate technology that integrates environment and renewable energy sector.

           these interests have brougt me to my current job. Working at the present time for the…….I generate a comprehensive picture abaout indonesia’s environment problems and where renewable energy could be apart of the solution. In my office, Iam not only getting opportunity to apply my knowledge I obtained in my study but also gaining new knowledge about how policies could be an important factor to support the technology implementation. Being a researcher in a goverment research institution who provides techonlogy service for the society surely is a big achievement for me after my graduation from university.

     I reckon when i was in the first grade, being graduate from university without having experoence in student organization can bring aboutthe imperfection for my student live. Furthermore, experiencein organization might build network, friendship, various feelings and problems that have to be dealt with. It could prepare my properly in facing society when i graduated. Based on these thought, i the university I involved myself in several organizations which attracted me most, for example community development division of student executive board. I even took active participation in voluntary activities for helping earthquake victims occured in indonesia at 2009 . I reckon that these extracurricular activitie have increased my awareness about society until now, although inmanaging all the activities properly, i didn’t get the perfect grades for several subjects. But, i had tried my best effort to accomodate all of my study and orgabization’s activities.

          I am actually a hard worker , enthusiastic , and very motivated person. Iam also an extrovert and sanguine person, hence i like making friend, buliding new network, easily getting along with other people and being involved in community activities.

         When i was involved in biogas project in my office, for me it is utterly remarkable chance because i could not only utilize and deepen my knowledge in renewable energy and environment sector , but also devote myself to give significant contribution for helping society in solving wastewater problems and exploring the provision of biogas renewable energy. My experiences when i was involved in biogas project for two years have strenghened my motivation to indulge myself in this role. Furthermore, I have determined my goal to be a national biogas expert who could bring biogas technology to the society. This is definetely the area in which to devote my attenstions to both in my academic career an my future employment.

      This intention could be achieved if I enable to provide myself with excellent postgraduate education to improve my knowledge significantly. Moreover, I strongly motivate myself to continue research activities in my own country after finishing my study.

         Being nominated for the prestigious scholarship has strongly encouraged me to be a part of the wonderful education system in the US. Studying in the united states will bring me to a worldwide network with the US excellent academic environment, and this will empower me with the excellent substantial knowledge to achieve and realize my dream.

#Part1 selesai ..alhamdulilah :)

x

Stay foolish, make mistakes!


Bismillah…
inget kata Steve jobs dulu di Stanford, Stay foolish, make mistakes! orang perlu gagal untuk berhasil, dan perlu salah untuk kemudian jadi benar. Yg penting dan utama segera berbenah dan mempertanggungjawabkan apa apayg harus di pertanggung jawabkan. Chat dengan seseorang beberapa hari lalu membuat makin berpikir keras. Stay cool ,Stay calm. Fokus!
mmm
Manusa pada dasarnya semua sama, sampai ujian datang akan terlihat mana yang permata dan mana yang hanya batu kali biasa.

Sesuai janji saya kepada teman-teman. Sedikit rangkuman saya mengikuti workshop personal statement ala ‘negeri 5 menara’

PERSONAL STATEMENT ( Bapak Rony Bishry Ph.D )

#Tulisan yang harus di siapkan

1. Latar belakang pendidikan

2. Networking dalam keilmuan

3. Rencana studi dan rencana riset

4. Harapan masa depan setelah beasiswa (tertulis utk seleksi administrasi dan bahan wawancara)

Nb : Tekankan hebatnya pendidikan yg sudah kita tempuh , selalu dalam bentuk tertulis administrasi dan bahan wawancara.

#Mengenal Personal Statement 

1. Informasi mengenai latar belakang ilmu, dimana didapatkan dari siapa aja tokohnya.

2. Mencari 10-20 terbaik dari 100 calon.

3. Mencari calon penerima beasiswa yg layak meningkat ke wawancara.

4. Mencari calon penerima beasiswa dengan fokus riset dan bidang studi yg jelas.

5. Melihat kemampuan calon penerima beasiswa dalam komunikasi tulisan.

#Siapa Pembaca Personal Statement?

1. Orang yg berpengalaman membaca personal statement.

2. Orang yg berpengalaman di dunia pendidikan.

3. Tim seleksi akademis beasiswa.

nb :  Jumlah pembaca personal statement biasanya 1-2 orang

#Kriteria Personal Statement Yang tidak direkomendasikan

1. Kurang dapat menerangkan latar belakang pendidikan dan arah pendidikan.

2. Latar belakang pendidikan kurang meyakinkan.

3. Perlu pengalaman dalam menulis paper.

4. Perlu memfokuskan rencana belajar dan rencana riset.

5. Tulisan tidak mengundang perhatian

6. Mengambil statemen orang lain tapi penggunaan salah dan bahasa menjadi aneh.

#Kriteria Personal Statement yang direkomendasikan

1. Cukup memenuhi syarat beasiswa.

2. Dari tulisan dianggap siap untuk melakukan program beasiswa

3. Sudah memiliki rencana studi dan riset.

4. Sudah kontak dengan universitas dan profesor.

5. Ada kesesuaian latar belakang dan rencana studi.

#Yang Sangat direkomendasikan

1. Sangat memenuhi persyaratan.

2. Tulisan sangat menonjol dari segi akademis.

3. SDM memeiliki rencana studi dan riset yg fokus.

Beberapa tips : 

1. Jangan menggunakan bahasa orang lain.

2. Baca apa yg kita tulis beberapa kali.

3. Jangan menjawab apa yang bukan ditanyakan.

4. Pakailah bahasa yg lugas untuk mudah dipahami.

5. Riset dan tulisan yg dilaporkan perlu di ingat untuk nanti wawancara.

6. Konsentrasi membicarakan rencana program studi.

7. Yakin anda adalah ahli bidang nya.

8. Yakinkan anda mengenal networking di bidang anda.

9. Perlihatkan anda sangat komunikatif dalam tulisan.

10. Perlihatkan anda jelas dengan rencana studi dan karir.

11. Lihatkan lebih baik dari calon yg lain.

12. Perlihatkan bahwa tidak ada masalah untuk anda menerima beasiswa.

Itu lah sedikit tips yang saya rekam, untuk contoh nya dalam bentuk hardcopy. silahkan email aja siti.sukainah07@gmail.com

Mohon maaf..


Opick – Bila Waktu Telah Berakhir

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 111 other followers

%d bloggers like this: